CLBK Cinta Lama Belum Kelar

CLBK Cinta Lama Belum Kelar
Nia Sakit


__ADS_3

Ricky masuk ke dalam rumah, Nia dengan penuh perasaan kesal dan geram setelah melihat kehadiran, Dika.


Akan tetapi dia mencoba menutupi rasa kekesalan tersebut supaya tidak terlihat oleh mamah mertuanya dan istrinya.


*****


Sementara saat ini Dika sedang dalam perjalanan pulang ke rumah.


"Mas Dika, kamu dari mana saja aku dari tadi yang cari-cari dirimu?"


"Aku mau habis mutar-mutar sejenak."


"Mas Dika, kamu pasti belum tahu ada kabar bahagia dari teman baikku, Nia?"


"Akhirnya dia telah menikah dengan saudara kembar, almarhum suaminya. Sebenarnya dia melakukan itu juga karena terpaksa."


Sejenak, Dika menjadi penasaran dengan cerita yang diucapkan oleh Mariam.


"Maksudnya terpaksa bagaimana?" Dika mengerutkan keningnya.


Maryam menceritakan apa yang telah diceritakannya oleh Nia, pada Dika. Dika merasa semakin iba pada, Nia. Tetapi dia sama sekali tak bisa berbuat apa-apa untuk membantu, Nia.


"Sebenarnya kasihan juga Nia ya, mas? harus menikah karena digrebeg warga dan RT."


Tapi Dika sama sekali tak menghiraukan apa yang barusan dikatakan oleh istrinya.


Dia malah asik melamun sendiri, pikirannya traveling entah kemana.


"Yah, kok malah Mas Dika malah tak menghiraukan apa yang aku katakan." Mariam melangkah masuk dari pada kesal sendiri dengan ulah suaminya.


"Nia-Nia, kenapa cinta kita tak bisa menyatu? kenapa pula harus berakhir seperti ini? mungkin jika kamu dulu menikah dengan aku, kehidupan rumah tanggamy tidak menyedihkan. Cukup sekali kita menikah, tidak seperti saat ini kamu menikah hingga tiga kali," batin Dika terus saja tertuju pada, Nia.


Sesekali dia terbayang wajah ayu mantan kekasihnya tersebut. Sesekali dia tersenyum sendiri bagaikan orang tak waras, lantas dia sadar lalu celingukan khawatir istrinya melihat tingkah dia.


"Sialan, kenapa aku masih saja suka terbayang dengan masa lalu aku bersama dengan, Nia? untung saja tidak ada, Mariam. Jika dia melihat aku mesam mesem sendiri nanti di sangka aku kumat gilanya," batin Dika


****

__ADS_1


Berjalannya waktu cepat sekali, tak terasa pernikahan antara Riky dan Nia sudah memasuki umur enam bulan. Tetapi Nia belum juga menjalankan tugasnya sebagai istri.


Dia masih saja tidak mau melayani suaminya.


"Ya Allah, hingga beraoa waktu lama lagi aku harus menahan rasa ini? sudah enam bulan pernikahan aku dengan, Nia. Tetapi aku belum menyentuhnya sama sekali. Setiap aku menginginkannya, dia selalu saja menghindar," batin Riky semakin merasa tersiksa.


Namun tidak denga, Nia. Dia merasa apa yang dia lakukan adalah benar.


"Sudah aku katakan tak ingin menikah lagi, salah sendiri memaksa menikah denganku. Seharusnya di hadapan warga, mengelak dan beralasan apa saja supaya warga dan pak RT tidak terus memaksa untuk lekas menikah," batin Nia.


Hingga di suatu hari, Nia tiba-tiba sakit. Dia sama sekali tak bisa beraktivitas. Hingga beranjak dari pembaringanpun dia sama sekali tak mampu. Akan tetapi dia tak mau di rawat di rumah sakit.


"Sayang, sebaiknya kita ke rumah sakit saja ya? biar kamu bisa mendapatkan perawatan yang intensif." Riky mencoba membujuk Nia.


Akan tetapi Nia sama sekali tak berkata apapun, hingga Mamah Nani yang mencoba membujuk Nia.


"Nak, dengarkan apa yang suamimu katakan. Supaya kamu lekas pulih, apa kamu nggak kasihan melihat anak-anakmu!"


'Mah, aku hanya butuh istirahat saja. Nanti juga aku sembuh kok, jadi mamah tak perlu khawatir denganku."


"Nona Nia, anda memang tak apa-apa hanya butuh istirahat saja. Dan anda jangan terlalu banyak pikiran, supaya tidak seperti ini." Tukas dokter.


"Saya sama sekali tidak banyak pikiran, dok. Hanya kecapean saja kok." Nia mengelak dengan apa yang di katakan oleh, dokter.


Saat itu juga, Nia mendapatkan resep obat dari Dokter. Dengan sanfat telaten, Riky merawat Nia dengan tangannya sendiri.


"Eh, Mas Riky mau apa? jangan macam-macam ya!"


"Aku hanya mau satu macam saja, yakni mengelap badanmu. Jika tidak akan bau keringat. Kamu kan masih lemas kalau mau ke mandi ke kamar mandi."


"Nggak, aku kuat kok ke kamar mandi. Awas jangan coba-coba kamu sentuh aku, mas!'


Nia mencoba bangkit dari pembaringan, akan tetapi karena kepalanya yang sangat pusing, dia pun terhuyung-huyung akan jatuh. Akan tetapi dengan gerak cepat, Riky menopang tubuh, Nia.


Sejenak Nia berada di dalam pelukan Riky, mereka saling bertatapan satu sama lain.


"Awas, mas. Kenapa kamu menatap aku seperti itu?" Nia mengalihkan pandangan matanya.

__ADS_1


"Memangnya aku salah menyentuh dan menatap istri sahku?" Riky terus saja menatap Nia.


Dan dia menggendong tubuh Nia mengangkat nya ke pembaringan lagi. Lantas Riky membersihkan setiap inci tubuh, Nia dengan kain waslap yang di basuh dengan air hangat.


Sebenarnya Nia malu, tetapi Riky terus saja memaksanya. Bahkan dengan sangat telaten, Riky menyuapi Nia dan memberikannya obat.


"Cepat sembuh ya, sayang." Riky mengecup kening istrinya dan secepat kilat mencuri cium bibir Nia.


"Heh, kamu kenapa...


"Mau protes?" Riky malah mencium lagi bibir Nia kali ini lebih lama.


Nia tetap bungkam tak membuka mulutnya sama sekali, hingga Riky terus saja meletakkan bibirnya di atas bibir Nia. Dan pada akhirnya Nia membuka mulutnya.


Tanpa sadar, Nia membalas ciuman dari Riky. Hal ini membuat Riky sangat bahagia.


"Kamu sakit karena butuh belaian. Untuk apa kamu menolak setiap belaianku?" bisik Riky seraya memainkan lidahnya di cuping telinganya.


Dan akhirnya terjadilah apa yang selama ini di inginkan oleh, Riky. Dengan suka rela, Nia melayani suaminya.


Beberapa saat kemudian...


"Terima kasih ya, sayang. Akhirnya kamu telah memberikan apa yang seharusnya aku inginkan."


Nia hanya mengulas senyuman, akan tetapi di dalam hatinya menggerutu sendiri.


"Kenapa perlakuan Mas Riky mirip sekali dengan Almarhum Mas Rocky? cara bercintanya pun tak ada bedanya."


"Tidak ada yang berbeda sama sekali dari diri Mas Riky dengan almarhum Mas Rocky."


"Bukankah, biasanya walaupun kembar ada sedikit yang membedakannya? tetapi aku tidak merasakan adanya perbedaan antara Mas Riky dengan almarhum Mas Rocky."


Nia terus saja membandingkan, Riky dengan almarhum Rocky.


"Nia, aku tahu. Pasti saat ini kamu sedang merasa janggal denganku. Aku memang Rocky suamimu, bukan orang lain. Tapi aku salut padamu, sayang. Kamu benar-benar setia menjaga rasa cintamu untuk seorang Rocky. Hingga aku harus butuh kerja keras untuk bisa mendapatkan dirimu lagi," batin Riky merasa sangat bahagia, karena akhirnya dia bisa mendapatkan cintanya walaupun belum seutuhnya.


***"***

__ADS_1


__ADS_2