CLBK Cinta Lama Belum Kelar

CLBK Cinta Lama Belum Kelar
Jebakan Lina


__ADS_3

Kembali lagi Nia bertanya pada Rocky." Mas, kamu kenapa?"


"Nggak apa-apa kok, sayang. Hanya tiba-tiba kepalaku sakit lagi. Sebaiknya aku keluar sebentar untuk periksa ya."


Rocky bangkit dari duduknya, dia mengurungkan makamnya.


"Biar aku temani ya, mas."


Nia ikut bangkit dari duduknya.


"Nggak perlu, sayang. Kamu kan sedang sibuk menyuapi, Azam. Biar aku di temani sopir saja."


"Tapi, mas...


"Nia, tolong jangan membantah aku. Jika kamu tak ingin aku marah lagi."


Mendengar akan hal itu, Nia pun. akhirnya diam. Dia membiarkan suaminya pergi tanpa dirinya.


"Ya sudah, hati-hati mas."


Hanya itu yang bisa Nia katakan.


Rocky segera mengganti pakaiannya dan tak lupa menyambar kontak mobil serta dompetnya.


Sejenak dia membalas chat pesan yang di kirim oleh Lina.


[Aku sedang otw menemuimu di tempat pertama kita ketemu waktu itu.]


Dari seberang, Lina tersenyum sumringah. Dia senang pada akhirnya Rocky mau juga di ajak ketemu.


"Lihatlah, Rocky. Sebentar lagi kamu akan bertekuk lutut dan aku miliki, karena aku yakin jebakanku ini berhasil."


Entah apa yang telah di lakukan oleh Lina, sehingga Rocky terlihat sangat ketakutan sekali dan bersedia menemui dirinya.


Rocky pergi dengan ditemani sopir pribadinya. Dia sudah mengancam sang sopir supaya merahasiakan hal ini pada orang rumah terutama pada Nia.


"Ya Allah, ternyata Tuan Rocky menemui perempuan yang pernah berbuat jahat pada, Non Nia. Kenapa dia malah seperti ini? apakah mereka ada hubungan yang spesial. Sebenarnya aku ingin sekali mengadu pada, Non Nia. Tapi aku takut sekali dengan ancaman, Tuan Rocky."


Batin sang sopir sangat gelisah karena dia tak menyukai perbuatan majikan lelakinya.


Sementara saat ini Rocky telah bertemu dengan Lina di sebuah diskotik dimana waktu itu dia bertemu dengannya.

__ADS_1


"Ada apa sih, Lina? aku lagi bersama istri dan mertuaku di meja makan, kamu malah mengganggu menelpon aku! sudah aku katakan kita ini tak ada apa-apa! waktu itu hanya kecelakaan semata! lagi pula siapa yang memintamu membawa aku pulang ke rumahmu saat aku tengah mabuk berat? tidak ada kan?"


"Rocky, kamu ingin lari dari tanggung jawab? bagaimana pun kita telah melakukannya, dan itu karena aku di paksa olehmu!"


"Aku minta kamu ceraikan, Nayla dan menikahlah denganku! apa kamu ingin lari dari tanggung jawab? aku sedang hamil anakmu saat ini!"


"Duar!"


Bagaikan di sambar petir di sore hari mendengar apa yang telah di katakan oleh, Lina.


"Nggak mungkin! aku yakin waktu itu aku sama sekali tak melakukan apa pun padamu! pasti ini hanya akal-akalan kamu saja!"


"Rocky, apa kamu lupa? saat itu kamu kondisi mabuk berat, mana mungkin kamu ingat apa yang telah kamu perbuat padaku! padahal susah jelas-jelas kamu telah merenggut kesucianku, dan kini aku sedang hamil satu bulan!"


Rocky masih saja belum percaya dengan apa yang di katakan oleh, Lina. Dia mencoba mengingat semua yang terjadi pada saat dia sangat marah pada, Nia atas meninggalnya anak mereka.


Dia pun lari ke sebuah diskotik dan memang secara kebetulan dia bertemu dengan Lina. Tapi pada waktu itu, dia sama sekali tak menghiraukan, Lina.


"Aku benar-benar lupa dengan apa yang terjadi pada siang itu. Seingatku aku memang mabuk berat, dan tiba-tiba ada Lina menghampiriku. Tapi setelah itu, tahu-tahu aku ada di rumah, Lina? dan kami...ahhhh apa ya sih?"


Terus saja Rocky mengingat yang telah terjadi tetap saja dia tak bisa berpikir jernih.


Lina terus saja memojokkan, Rocky untuk segera menikahi dirinya.


"Lina, aku tak bisa menikahi dirimu. Jika memang waktu itu aku khilaf mohon maafkan aku."


"Aku janji akan menebus kesalahanku dengan aku akan memberimu jatah bulanan secara rutin. Dan akan menanggung segala kebutuhan di saat kamu hamil."


"Rocky, aku tak ingin tanggungjawab seperti ini! yang aku mau kamu lekas menikah denganku demi anak yang sedang aku kandung ini!"


"Tidak bisa, Lina! aku sudah beristri, dan tak mungkin aku menyakiti istriku!"


"Ok kalau begitu, biar aku bongkar semua kebusukanmu di depan istrimu. Apa lagi aku punya semua buktinya."


Lina memperlihatkan foto-foto mesra mereka berdua pada saat ada di kamar, Lina. Dan kondisi mereka tak memakai sehelai benangpun.


"Lina, aku mohon jangan lakukan itu!"


"Baiklah, jika kamu tak ingin aku bongkar semuanya, aku minta kita menikah!"


"Lina, bagaimana kita bisa menikah sedangkan aku sudah beristri?"

__ADS_1


"Aku rela untuk sementara waktu kita menikah siri sampai anak ini lahir."


"Lina, apa tak sebaiknya kita menikahnya nanti saja setelah anak yang kamu kandung lahir? aku ingin kita tes DNA apakah memang benar anak yang kamu kandung itu benar anakku?"


"Rocky, jadi kamu masih meragukan semuanya? tega sekali kamu mengatakan hal ini?"


"Iya, karena aku tak merasa telah melakukan hal itu padamu!"


"Hem, baiklah kita akan tes DNA setelah anak ini lahir. Tapi aku tetap ingin kita menikah siri, aku tak mau menanggung malu. Jika para tetangga tahu aku hamil dan tak ada suami di sisiku!"


Rocky tak bisa berkutik, kini dia benar-benar mati kutu.


"Mana buktinya jika kamu ini sedang hamil?"


Lina merogoh tasnya dan memberikan keterangan hamil dari dokter.


"Ya Allah, kenapa aku harus menghadapi permasalahan pelik seperti ini?"


"Di saat aku mengakui salahku pada istriku, yang terlalu egois padanya. Aku malah harus di terpa Badau masalah seperti ini?"


Rocky diam membisu dia belum memberikan keputusan apa pun pada, Lina.


"Rocky, kenapa kamu malah diam seperti ini? aku ingin kamu jawab sekarang juga!"


"Lina, aku belum bisa menjawabnya sekarang! tolong berikan aku waktu satu Minggu untuk aku berpikir jernih!"


"Hem, baiklah. Tetapi jika dalam waktu satu Minggu tak ada keputusan yang pasti. Jangan salahkan jika aku bongkar aibmu di hadapan, Nayla!"


Lina terus saja mengancam, Rocky. Akan tetapi Rocky hanya diam dan dia berlalu pergi begitu saja tanpa ada kata pamit sama sekali pada, Lina.


Seperginya, Rocky. Lina tersenyum puas.


"Hhhaa, aku yakin kali ini rencanaku berhasil. Untung saja waktu itu aku tak sengaja datang ke tempat ini dan bertemu, Rocky. Hingga aku bisa menjebak dirinya."


"Lihat saja, Nayla. Cepat atau lambat aku akan mengambil posisi mu menjadi istri sah, Rocky."


"Aku minta maaf, Rocky sayang. Terpaksa aku melakukan ini supaya aku bisa memiliki dirimu."


"Tapi kamu jangan khawatir karena aku benar-benar cinta padamu dan kelak jika aku telah menjadi istrimu, aku akan menjadi seorang istri yang baik."


Lina menggerutu sendiri di dalam hati. Belum apa-apa dia sebutan senyum sendiri membayangkan telah menjadi istri Rocky.

__ADS_1


__ADS_2