
"Bapak-bapak, tolong jangan memojokkan anak saya. Kasihan kan dia hanya seorang janda yang di tiga mati suaminya."
"Bu Nani, makanya itu. Apa susahnya sih, menikah dengan Mas Riky. Apa Mba Nia maunya hanya untuk sesaat." Tukas salah satu warga.
"Pak, cukup ya mengatakan hal seperti itu. Ya sudah, saya bersedia menikah sekarang juga dengan, Mas Riky."
"Alhamdulillah, nah begitu dong Mba Nia. Kan jadi tidak ada yang berprasangka buruk pada, Mba Nia."
"Lagi pula ini demi kebaikan, Mbak Nia sendiri kan. Jika sudah ada suami kan tidak ada yang berprasangka buruk lagi karena status mba yang cuma seorang janda ini." Tukas salah satu warga kembali.
"Sudah-sudah, Mba Nia kan sudah bersedia menikah dengan Mas Riky. Jadi besok pagi kita akan urus pernikahan, Mba Nia."
"Mba Nia, nggak usah khawatir karena saya punya kenalan seorang penghulu di kantor urusan agama. Mba Nia dan Mas Riky tinggal melengkapi persyaratannya saja."
Pak RT pun menjelaskan secara detail persyaratan yang harus di penuhi untuk kedua calon mempelai.
Setelah menjelaskan semua syarat yang harus dipenuhi oleh kedua calon mempelai baik Pak RT maupun warga segera meninggalkan rumah Nia.
Ricky pun segala berpamitan untuk pulang. Akan tetapi sebelum dia pulang, Nia mengatakan banyak hal.
"Hem, senang kan Mas Riky. Karena ini yang Mas Riky mau kan? menggantikan posisi almarhum Mas Rocky."
"Nia, terserah apa katamu. Jujur aku bukan hanya menjalankan pesan terakhir dari almarhum saudara kembar aku. Tetapi aku juga sayang dan cinta padamu."
"Jika aku tidak mempunyai perasaan cinta dan sayang padamu tak mungkin aku bertahan hingga detik."
Setelah mengatakan hal tersebut Ricky pun melangkah masuk ke dalam mobilnya dan melajukannya arah pulang.
Berbeda dengan apa yang di rasakan oleh, Nia. Saat ini dia merasa sangat kesal sekali, karena dia sama sekali tak ada mimpi untuk menikah dengan, Riky.
"Padahal aku sama sekali tak ada niat untuk menjadi dengan Riky walaupun wajahnya mirip dengan almarhum, Mas Rocky. Tanpa suami aku juga mampu menghidupi kedua anakku!"
Nia terus saja menggerutu masuk ke dalam rumah dengan menghentakkan kakinya karena rasa kesal.
__ADS_1
"Nia, kamu kenapa malah tak suka seperti itu? padahal besok kamu akan menikah dengan, Riky.'
"Mah, ini pernikahan yang sama sekali tidak aku inginkan! pernikahan terpaksa yang harus aku jalani!'
"Mamah juga sih, kenapa pula mengizinkan Mamang membuka pintu gerbang hingga di grebeg seperti ini!"
"Nia kamu jangan seperti itu, ini semua juga demi kebaikanmu. Pak RT dan warga juga tidak ada maksud buruk. Apa yang mereka katakan juga ada benarnya."
"Lagi pula jika kamu menikah dengan Ricky itu tidak akan membuat almarhum Rocky marah padamu, karena sebelum dia meninggal bukannya dia telah berpesan pada Ricky untuk menjaga dan melindungimu beserta anak-anakmu."
Nia hanya diam saja mendengar segala nasehat yang diucapkan oleh Mamah Nani. Dia malah berlalu pergi meninggalkan Mamah Nani seorang diri.
Sementara Mamah Nani merasa bahagia dan sangat puas karena rencananya berhasil mulus. Dia pun mengirim chat pesan kepada Pak RT.
[Pak RT, terima kasih atas bantuannya sehingga akhirnya anak saya mau juga menikah dengan Ricky.]
[Saya akan memberikan imbalan sesuai yang saya janjikan pada Pak RT. Untuk bapak dan para warga yang telah membantu sehingga rencana saya ini berhasil mulus.]
[Sama-sama, Bu Nani. Saya dan warga ikhlas membantu ibu, jadi ibu tak usah memberikan imbalan jasa kepada kami.]
Mamah Nani kemudian membalas chat pesan dari Pak RT tersebut.
[Pak RT, gak usah sungkan karena saya ikhlas memberikan imbalan tersebut untuk bapak dan para warga yang telah membantu saya. Jadi tolong jangan ditolak rezeki yang saya berikan ini.]
Tak lama kemudian notifikasi balasan cek pesan dari Pak RT masuk ke dalam nomor ponsel Mamah Nani kembali.
[Ya sudah kalau begitu kami mengucapkan terima kasih atas kebaikan dari Bu Nani untuk saya dan warga.]
Mamah Nani sangat puas dengan rencananya yang telah berhasil tersebut dia pun kemudian menghapus semua chat pesan antara dirinya dengan bapak RT karena dia tak ingin diketahui oleh Nia suatu saat nanti.
"Alhamdulilah ya Allah, rencanaku berhasil mulus akhirnya besok anakku akan menikah dengan Riky."
"Aku minta maaf ya Allah karena harus melakukan rencana seperti ini itu demi kebaikan anak dan cucu-cucuku."
__ADS_1
"Aku sangat yakin jika Ricky adalah pria yang sangat baik dan cocok serta tepat untuk menjadi pendamping hidup anakku."
"Ya Allah, semoga kelak rumah tangga Nia dan Ricky selalu langgeng selamanya. Sakinah mawadah warohmah dan diberikan panjang umur selalu buat anak dan menantuku tersebut serta cucu-cucuku."
Begitu lama Mamah Nani berdoa di dalam hati untuk masa depan anaknya semata wayang. Dia ingin yang terbaik buat, Nia.
Hati yang gembira juga sedang dirasakan oleh Ricky. Dia saat ini sedang berbunga-bunga membuat sahabatnya, Rudi menjadi penasaran dan ingin tahu apa yang membuat hati Riky seceria itu.
"Bro, sepulang dari rumah Nia kamu terlihat sangat bahagia sekali. Coba cerita dong aku kok jadi penasaran nih." Rudi ingin sekali mengetahui apa yang membuat Ricky sangat bahagia malam itu.
"Kepo deh kepo ingin tahu saja deh kamu." Riky terkekeh.
"Sejak kapan kamu mulai merahasiakan sesuatu dariku, bro? di saat sedih kamu menceritakan semuanya padaku tetapi kenapa di saat kamu bahagia kamu tak mau menceritakannya padaku, jahat sekali sih kamu, Ricky!" Rudy mengerucutkan bibirnya menatap sinis ke arah Ricky.
Setelah puas menggoda sahabatnya tersebut barulah Ricky menceritakan semuanya pada, Rudy.
"Wah, pintar juga ya rencana yang dijalankan oleh Mamah mertuamu tersebut. Kenapa juga kita tak berpikiran hal itu sejak dulu ya?" Rudy terkekeh.
"Aku juga sempat mengatakan hal itu pada Mamah mertuaku, barusan."
"Selamat ya bro, akhirnya kamu bisa kembali bersama dengan anak-anak dan istrimu." Rudi ikut merasakan bahagia spontanitas dia memeluk Ricky seraya menepuk bahunya.
"Terima kasih, Rudi. Kamu juga telah berjasa padaku selama ini selalu mendukung segala apa yang aku lakukan."
*****
Pagi menjelang, Riky sudah siap akan. datang ke rumah, Nia. Dia juga mengajak serta, Rudy untuk menjadi saksi pernikahannya dengan Nia.
Rudy yang mengemudikan mobil milik Riky. Dan tak berapa lama sampailah mereka di halaman rumah, Nia. Karena kebetulan pihak Nia sengaja membuka pintu gerbang tersebut.
Bapak RT dan beberapa warga juga telah berada di halaman rumah, Nia.
*****
__ADS_1