
Hari berganti hari, dan tak terasa telah satu Minggu. Inilah saat yang tahu di nanti oleh, Lina. Sebuah keputusan atau jawaban dari, Rocky.
Sementara Rocky semakin gundah gulana karena harus memberikan sebuah jawaban atau keputusan pada, Lina.
"Aduh, ini kan sudah seminggu. Pasti Lina sudah menanti saat ini. Aku harus bagaimana ya, padahal aku tak ingin menikah dengannya!"
"Tetapi Lina semakin menekan aku untuk memilih jalan tersebut! ah, apa sebaiknya aku kabur saja ya?"
"Oh iya, aku akan membuat rekayasa saja. Dimana aku kecelakaan dan meninggal dunia. Supaya aku terbebas dari cengkraman, Lina."
Rocky meminta tolong pada sahabat baiknya untuk membantu aksinya tersebut. Kebetulan sahabatnya sangat mengerti apa yang sedang Rocky alami.
Dia pun dengan senang hati membantu niat Rocky.
Rocky memilih jalan lain, dari pada dia harus menikah dengan Lina. Lebih baik dia kabur jauh tetapi dengan merekayasa dirinya ini meninggal dunia.
Hingga di saat Nia sedang tidur, Rocky perlahan pergi dari rumah. Dan kebetulan disebuah jalan yang tak jauh dari dia saat ini mengemudi, ada sebuah kecelakaan tunggal dimana si pengemudi mati mengenaskan dengan wajah penuh luka dan hampir tak bisa di kenali.
Rocky dan sahabatnya langsung gerak cepat. Rocky mengganti pakaian si korban dengan pakaiannya. Serta jari manis di pakaikan cincin nikah miliknya.
Dompet dirinya diletakkan disaku celana korban tersebut. Serta ponsel, dan Rocky serta sahabatnya merekayasa mobil Rocky rusak karena kecelakaan.
Sementara motor korban tetap ada di tempat sehingga terlihat mobil Rocky menabrak motor tersebut. Kebetulan jalan tersebut sangat sepi di larut malam.
Setelah semuanya rapi, Rocky pergi dengan naik mobil sahabatnya tersebut.
"Rudi, apa rencana kita akan berhasil?"
"Kamu tenang saja, Rocky. Semuanya akan berhasil. Dan aku pastikan pula, jika Lina tidak akan mengganggu kamu lagi."
"Setelah ini, aku akan bantu kamu membuat identitas baru. Bermainlah cantik dengan kamu ini adalah saudara kembar, Rocky."
"Hem, tapi bagaimana dengan pernikahanku bersama Nia?"
"Itu urusan belakangan. Kamu bisa katakan jika sebelum Rocky meninggal sempat berpesan padamu jika kamu yang harus menjaga Nia dan anaknya."
"Wah, ide kamu memang ok walaupun agak rumit seperti ini."
__ADS_1
Untuk saat ini Rocky bersembunyi di rumah sahabatnya. Rudi yang akan menghandle sementara urusan kantor Rocky.
Pagi menjelang, terjadi kehebohan di rumah Nia. Dia menangis histeris pada saat mendengar kabar jika Rocky alami kecelakaan dan meninggal dunia.
"Nia, bagaimana semua ini bisa terjadi? apakah semalam pada saat Rocky pergi dia berpamitan padamu?"
"Tidak, mah. Dia sama sekali tak berpamitan, hanya beberapa hari sebelum kejadian ini dia terlihat sangat murung. Seperti sedang ada masalah, tetapi dia tak mau cerita padaku, mah."
Terus saja Nia menangis tiada henti. Para pelayat telah datang ke rumah Nia, termasuk Rudi sahabat baik, Rocky.
"Nay, kamu yang sabar ya."
"Terima kasih, Rudi. Apa Mas Rocky berpesan sesuatu pada saat sebelum terjadi kecelakaan ini? kamu kan sahabat baiknya."
"Hem, ada sih. Aku pikir ini cuma omong kosong saja. Tetapi sepertinya dia sudah merasa akan terjadi sesuatu pada dirinya."
"Lihatlah chat pesan terakhir yang Rocky kirim pada nomor ponsel aku."
[Rudi, sepertinya aku akan pergi jauh dan aku tak tahu apakah akan kembali. Satu pesanku, tolong cari tahu keberadaan saudara kembarku. Dan mintalah padanya untuk menjaga anak dan istriku. Untuk sementara waktu aku titipkan kantor padamu.]
Nia mengerutkan alis membaca chat pesan tersebut. Dia mengusap air matanya dengan tisu.
"Iya, Nay. Memangnya selama ini dia tak cerita padamu? padahal dia cerita padaku, jika dia saat ini sedang mencari saudara kembarnya tapi belum juga bertemu."
"Hem, tidak. Mas Rocky sama sekali tak mengatakan jika dirinya memiliki saudara kembar."
"Hem, mungkin khawatir membuatmu terlalu banyak pikiran."
"Tapi terasa aneh saja, kenapa dia nggak cerita padaku secara aku ini istrinya. Kenapa dia malah cerita padamu?"
"Hhe, entahlah Nay. Aku pikir malah kamu telah tahu tentang hal ini. Karena memang kami pernah bertemu dengan saudara kembar' Rocky. Tetapi pada saat itu dia malah lari tak mau di temui. Padahal kami ingin sekali berbicara padanya. Rocky juga berniat membawa pulang saudara kembarnya."
Nia hanya bisa menghela napas panjang. Dia sedang tak bisa berpikir sama sekali. Pikirannya buntu karena kematian suaminya.
"Ya Allah, aku tak menyangka jika aku akan menjadi janda yang kedua kaki. dalam waktu secepat ini."
"Kenapa pernikahan aku dengan Mas Rocky hanya bertahan beberapa tahun saja? kenapa pula Mas Rocky harus meninggal dengan cepat dan dengan kondisi yang sangat mengeringkan!"
__ADS_1
Nia selalu saja bertanya di dalam hari, dia masih tak percaya dengan apa yang telah terjadi pada dirinya.
Sementara di rumah Lina, dia sedang merasa kesal karena nomor ponsel Rocky tidak aktif juga.
"Ini sudah waktunya Rocky memberikan sebuah keputusan. Tetapi malah dia tak menghubungi aku sama sekali."
"Bahkan nomor ponsel dirinya malah tak aktif! apa sebaiknya aku kerumahnya saja ya?"
Akhirnya Lina mengemudikan motornya menuju ke rumah Rocky. Namun dia hanya ada di seberang jalan saja untuk melihat situasi.
"Loh, kenakan ada bendera kuning di rumah Rocky? siapa kiranya yang telah meninggal dunia ya?"
Lina mencoba mencari informasi dari orang-orang yang lalu lalang keluar masuk ke rumah Rocky.
"Hah, Rocky meninggal karena kecelakaan? bagaimana mungkin, kenapa aku masih saja belum percaya jika Rocky telah meninggal?"
"Jika seperti ini, usahaku akan sia-sia saja. Padahal aku susah payah untuk bisa mendapatkan, Rocky."
"Kini Rocky telah meninggal, lantas apa yang bisa aku harapkan dari orang yang telah meninggal."
"Tak mungkin aku berharap pada jazad, Rocky. Kenapa takdir tak berpihak padaku? padahal aku sudah sangat senang akan memperoleh Rocky."
"Kini rasa senang ini berubah menjadi duka lara."
Pemakaman di lakukan secepatnya karena kondisi jazad yang sudah sangat memprihatinkan.
Tanpa setahu, Nia .Lina mengikuti arah laju para manusia yang akan menanamkan jazad tersebut.
Setelah semua acara pemakan tersebut selesai. Nia dan semuq orang kembali ke rumah.
Tetapi tidak dengan Lina. Dia malah melangkah ke makam basah milik almarhum yang di sangkanya adalah, Rocky.
Lina bersimpuh di hadapan makam tersebut.
"Mas Rocky, kamu sungguh keterlaluan! padahal aku sudah sangat senang sebentar lagi aku akan menikah denganmu!".
"Kamu jahat, mas. Belum juga aku merasakan bahagia menjadi istrimu, malah aku harus berduka seperti ini."
__ADS_1
Tak terasa air mata Lina tertumpah membasahi tanah merah makan almarhum pria yang dianggapnya adalah Rocky.
Sementara pihak keluarga dari pria yang jazadnya di ambil untuk mengganti Rocky. Kini sedang mencari mayatnya.