
PAK FAHMI
Acara jalan berdua bersama wanita pujaan terpaksa di batalkan,sebenarnya aku kecewa karena yang aku rencana kan untuk bisa jalan berdua bersamanya batal karena mood dia tidak baik setelah menerima telepon dari Nabila barusan,mau tidak mau aku harus menuruti kemauannya jika tidak ia akan menjauh dari ku karena aku egois.
Aku melirik kearahnya,ia hanya tetdiam tak ada obrolan diantara kita.
Jujur saja aku sangat tertarik pada muridku yang satu ini sejak pandangan pertama,bagiku dia berbeda banyak wanita ketika melihatku mereka menjadi seperti cacing kepanasan (menurutku sih)namun dia tidak,aku bisa saja memanfaatkan mereka namun saat ini sudah bukan saatnya untuk bermain-main apalagi soal cinta,aku yakin di umurku yang sudah dua puluh tiga tahun ini harus segera mendapatkan calon istri.Tetapi entah kenapa aku belum merasa cocok dengan wanita yang ada di sekelilingku,aku sangat hati-hati untuk mencari calon istri dari anak-anakku aku tidak mau seperti kisah cinta kakak dan temanku yang tidak memikirkan kedepannya nanti karena di butakan oleh cinta,mencari calon istri tanpa tahu dalamnya seperti apa yang mereka lihat hanya dari luarnya saja.
"Kamu yakin mau pulang?"Tanyaku padanya.
"Yakin kak"singkat.
Jawaban yang keluar dari mulutnya membuatku kecewa karena aku berharap ia akan berubah pikiran.
"Oh ya aku punya ide"Batinku.
Aku memberhentikan mobilku di salah satu tempat.
"Temani aku sebentar saja.Kamu mau ice cream?"Tanyaku.
Ku lihat ia menoleh ke arahku menatapku lalu menganggukkan kepalanya tanda ia tidak menolak permintaanku.Akhirnya aku bisa berdua dengannya meskipun rencana kita gagal tetapi setidaknya ketaman saja sudah cukup bagiku.
"Makasih ya kamu sudah mau menemaniku.Oh ya,mau rasa apa?"Tanya ku.
" Strawberry saja kak"Jawabnya.
"Baiklah kamu duduk disini sebentar ya"Perintahku.
Aku mempersilahkan dia duduk di bangku taman,sedangkan aku membeli ice cream di kedai tak jauh dari tempat kami duduk.
Tak menunggu lama aku segera kembali membawakan ice cream yang dia inginkan.
"Silahkan tuan putri"Goda ku.
Tiba-tiba wajahnya menjadi merah tersipu malu,begitu menggemaskannya dia.
"Kamu suka ketaman?"Tanyaku basa-basi.
"Aku jarang keluar rumah kak,setelah pulang sekolah aku langsung pulang,untuk sekedar ngumpul sama teman-teman saja jarang".
"Memangnya pacar kamu tidak mengajak kamu jalan atau sekedar nonton gitu"Tanyaku.
Padahal aku sengaja menanyakan itu agar aku sedikit bisa tahu tentangnya.
__ADS_1
"Aku tidak pernah kak,bukannya mereka tidak mengajak tetapi aku yang selalu menolak keinginan mereka"Jawabnya.
"Aku boleh jujur sama kamu"Tanpa basa-basi.
"Boleh kak"Katanya.
"Sebenarnya aku sangat bahagia berada di dekat kamu,entahlah aku bingung"Kata ku sedikit gugup.
"Maksud kakak"Memasang wajah tak mengerti.
"Aku maksudnya emmmm sejak pertama kita berjumpa pada pandangan pertama aku sudah me....Ah sudah lah tidak perlu dilanjutkan"Seketika nyaliku menjadi ciut.
Apa harus aku mengungkapksnnya sekarang?apa tidak terlalu cepat?seketika hatiku menjadi ciut.
Aku sungguh bingung,apakah dia mau menerimaku sedangkan aku adalah gurunya.Tidak bisa aku pungkiri apa yang ada di hatiku saat ini,aku benar-benar ingin menjalin hubungan serius dengannya.Aku bersungguh-sungguh ingin menjadikannya sebagai pelabuhan terakhirku menjadi istri dan ibu dari anak-anakku kelak,mungkin terlalu cepat namun aku sudah yakin memantapkan diriku jika dia lah muridku yang mampu membuatku jatuh cinta.
"Kak"Panggilnya dengan suara lembut.
"Emmm ya"Aku tersadar dari lamunanku.
"Kenapa kakak melamun?kakak mau mengatakan apa?aku tidak mengerti dengan ucapan kakak barusan"Katanya.
Memang benar kata-kata ku sungguh sangat berbelit,jadi bagaimana ia bisa langsung mencerna ucapanku barusan.
"Makan ice creamnya nanti kita lanjut"Kata ku.
Setelah selesai aku langsung mengantarnya pulang,karena waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore.Bukan tanpa alasan aku mengajaknya untuk pulang,aku merasa tidak enak dengan orang tuanya karena membawa anak gadisnya pergi terlalu lama.
Sesampainya di pekarangan rumah,aku ikut turun lalu berpamitan untuk pulang,namun di cegah oleh ibunya.
"Terima kasih bu,saya sudah di izinkan untuk membawa anak ibu untuk berjalan-jalan"Kataku.
"Kenapa hanya sebentar ibu pikir kalian akan pulang malam,baru saja ibu berniat ingin mengajak makan malam disini".
"Tidak perlu bu saya sudah mau pulang,nanti saja mungkin lain kali"Kataku sopan.
"Loh kok terburu-buru,tadi ibu belanja banyak loh sayang kan kalau sampai tidak jadi"Cegahnya.
Aku bingung harus menjawab apa,jika aku tolak sungguh tidak sopan karena ibunya sudah menyiapkan semuanya untukku.
"Baik bu"Kataku.
"Nu,temani dia mengobrol ya,ibu mau masak.Nak,ibu tinggal ya silahkan kalian mengobrol apa mau jalan-jalan lagi tidak apa-apa kok takut bosan menunggu".
__ADS_1
Aku memandangnya yang masih berdiri disamping ibunya masih tetap terdiam.
"Tidak perlu bu,kami disini saja"Tolak ku sopan.
Aku sedikit bingung dengan sikapnya kenapa ia seperti pasrah dan patuh sekali dengan perintah ibunya tanpa melawan sedikitpun,padahal ia anaknya.Aku lihat dia tidak begitu akrab dengan sang ibu Mungkin hanya perasaanku saja.
"Ayo kak masuk"Ajaknya.
Kami berjalan menuju ruang taman belakang rumahnya,terlihat sangat asri banyak bunga-bunga dan pepohonan,kami duduk di gapura.
"Kakak mau minum apa?"Tanya nya.
"Terserah kamu saja"Kata ku.
"Mau yang hangat atau dingin".
"Terserah kamu saja".
"Kakak ini setiap aku tanya pasti jawabnya terserah,apa tidak ada kata lain selain itu"Bibirnya mengerucut kesal.
Sungguh menggemaskan sekali melihatnya,aku tersenyum melihatnya.
"Haha Aku mau kopi saja"Jawabku sambil terkekeh melihat expresi wajahnya.
"Baik,tunggu sebentar ya kak".
Nunu pun pergi meninggalkanku sendiri.Dan tak menunggu lama kemudian ia pun kembali lagi membawakan secangkir kopi capucino segelas es jeruk dan cemilan diatas nampan.
"Ini kak silahkan".
"Terima kasih,ibu kamu baik ya,sangat ramah"Aku membuka pembicaraan.
"Ya kak"Jawabnya dengan senyum yang terpaksa.
Melihat pemandangan itu membuatku menjadi tambah penasaran.
"Kamu punya adik?"Tanyaku.
"Ada kak satu"Jawabnya singkat.
"Kok tidak kelihatan,aku fikir kamu anak bungsu"Kataku.
"Ada didalam kamarnya,aku sama dia hanya beda satu tahun"Jelasnya.
__ADS_1
"Wah dekat sekali ya hanya beda satu tahun saja"Kataku.
Namun kulihat dia terdiam seakan tak ingin aku terus menanyakan pertanyaan yang tidak-tidak.