Crazy In Love

Crazy In Love
Pupus


__ADS_3

Siap jatuh cinta selalu satu paket dengan siap patah hati. Setiap orang selalu ingin perjalanan asmaranya berjalan mulus dan lancar-lancar saja. Nggak ada satu orang pun yang berharap akan gagal dan akhirnya mengalami patah hati.


...***...


Rona kebahagiaan terpancar jelas di wajah ayu Gladys. Bagaimana tidak, kerinduannya terhadap kedua orang tua yang telah lama tak berjumpa kini telah di depan mata. Apalagi siang nanti wanita berkulit putih itu telah membuat sebuah janji bersama Nico teman masa kecilnya.


"Kenapa senyam-senyum Dek?" selidik Mira sang mama mengamati putri bungsunya yang duduk di samping dirinya.


"Nggak papa Ma, ini lucu aja."


Gladys masih belum bisa menyingkirkan senyum di wajah cantiknya setelah membaca sebuah pesan dari nomor tak dikenalnya. Akan tetapi, Gladys cukup tahu siapa identitas si pengirim pesan singkat tersebut.


"Setelah sampai rumah jangan lupa hubungi aku, jangan sampai menahan rindu terhadapku!"


"Baca apaan sih hingga kamu tak memerhatikan mama di sampingmu?" tegur sang mama sambil menyetir mobil yang akan membawa mereka membelah jalanan kota pahlawan.


"Pesan dari si songong tadi itu Mah."


"Hussst itu orang punya nama loh Dys, susah-susah orang tuanya memberi nama. Eh kamu ubah seenaknya!"


Lagipula Gladys juga tak menyangka bila pria yang ia temui beberapa kali dalam sepekan ini adalah biang dari segala macam masalah yabg timbul akibat ulahnya. Jujur saja, hingga detik ini Gladys masih kesal pada sosok pria yang mampu membuatnya tak bisa tidur karena memikirkan masalah Madona. Belum lagi wanita cantik itu harus terjebak dalam masalah yang lain yang melibatkan keduanya kembali. Memikirkannya saja membuat Gladys dihinggapi rasa nyeri di kepalanya.


"Mama menyukainya Dys!" seru Mira tiba-tiba hingga membuat wanita pengagum warna ungu itupun terkesiap dan menatap sang mama saat itu juga.


"Ma, hubungan kami tak seperti yang mama kira. Lagipula untuk pria seusianya pasti telah berkeluarga ya minimal bertunangan lah!" jawab Gladys memupus tuntas harapan dari sang mama.


Mendengar penuturan dari Gladys, membuat sang mama mengurungkan niatnya untuk membahas lagi kisah asmara dari putri bungsunya. Pernikahan biarlah menjadi hal pribadi yang akan dipilih oleh Gladys Hartono.


**


Jauh di tempat lain, seorang eksekutif muda yang baru saja turun dari kendaraan udara miliknya tampak tergesa-gesa memasuki mobil berwarna hitam yang telah disediakan oleh pesuruhnya. Putra tertua dari Brahmana family ini sangat perfeksionis dalam segala hal, tak ingin ada sejumput kesalahan apa pun membuat Naka panggilan akrabnya telah menyusun semua hal yang akan dilakukan olehnya di daerah penghasil belerang terbesar di pulau Jawa ini.


Mula-mula Naka akan menemui kelompok atau organisasi pengamat lingkungan hidup dan menjelaskan pada mereka bahwa proyek buatannya tidak akan merusak tatanan alam serta ekosistem laut. Janaka juga telah membawa seorang ilmuan bidang biologi yang akan membantunya meyakinkan para organisasi di daerah teluk Ijo.


Para peneliti itu nantinya akan dipekerjakan oleh Naka untuk meminimalisir limbah dari pembangunan resort serta limbah dari operasional resort nantinya. Selain itu untuk menyuplai air bersih untuk resort serta perumahan warga di sekitar tempat usaha milik Naka, Janaka akan mengunakan sistem Desalinasi.


Dalam pidatonya, Naka menyebutkan bahwa Desalinasi air laut merupakan solusi bagi perusahaan offshore yang tidak memiliki sumber air tawar untuk kebutuhan konsumsi, karena memanfaatkan teknologi terkini untuk mengubah air asin menjadi air tawar yang aman untuk digunakan manusia. Desalinasi air laut memungkinkan agar air laut yang mengandung kadar garam yang tinggi diproses agar layak dikonsumsi. Oleh karena itu, teknologi ini merupakan solusi praktis bagi wilayah yang rentan terhadap krisis air.

__ADS_1


Selain itu untuk kembali menambah alsan agar proyeknya mampu berjalan dengan seizin warga, Janaka Matila juga akan membangun sebuah balai kesehatan bagi warga yang tidak mampu. Dua hal tersebut menjadi senjata pamungkas baik itu dari pihak Janaka ataupun warga desa. Karena keduanya akan saling diungkapkan dalam hal ini.


Tepuk tangan dan sorak sorai bergemuruh di ruang pertemuan. Siapa sangka sosok pengusaha otoriter seperti Janaka Matila akan lebih memerhatikan warganya seperti ini. Hal itu tak lepas dari peristiwa beberapa hari yang lalu. Naka tak ingin kejadian yang menimpa Gladys sore itu terulang kembali, bersikeras tak ingin berobat dan jauhnya rumah sakit dari teluk Ijo membuat Naka sedikit mengurus kantongnya untuk membangun sebuah klinik dokter mandiri dan dilengkapi fasilitas rawat inap juga tentunya.


Seluruh anggota majelis wilayah serta organisasi lingkaran hidup mengelu-elukan Janaka Matila. Pria berusia matang dan berkharisma ini mendapatkan banyak dukungan dari wilayah setempat, hingga pejabat yang hadir juga menaruh hormat padanya.


**


Lain Janaka lain pula Gladys, bila Naka telah berhasil menyampaikan pidato dalam pertemuan yang membahas pembangunan resort, Gladys tengah duduk riang menunggu kedatangan Nico teman sebayanya.


Bertempat di suatu resto bernuansa rumahan di daerah Basuki Rahmat Genteng Surabaya, seorang Gladys Hartono dalam suasana hati dipenuhi kegirangan menunggu sang teman lamanya. "Ah sudah berapa lama aku tak bertemu dengan Nico? Apa saja yang telah dipotret olehnya?" gumam Gladys tak sabar untuk bertemu dengan Nico yang berprofesi sebagai juru foto terbaru.


"Hai Dys ... sudah lama datang?" sapa seorang pria yang baru saja tiba bersama dengan seorang wanita yang berumur jauh lebih muda ketimbang Gladys.


"Oh nggak kok, aku baru saja sampai!" timpal Gladys dengan mata tak berhenti menatap wanita muda yang saat ini datang bersama dengan Nico. Kedua manik Gladys menelisik wanita muda itu dari ujung kepala hingga mata kaki.


"Kenalin Dys, ini Amara! calon istri aku ... "


'Lelucon macam apa ini? Jauh-jauh aku datang dari Jakarta hingga ke sini menemuinya, dan kini dengan kesadaran penuh ia mengenalkan wanita lain sebagai calon istrinya di depan aku?'


...****...


Lelah dalam melangkah menggenggam cinta tak berbalas


Warna pelangi hanyalah semu yang dirasakan


Hilang tersalip awan-awan biru yang menderu-deru


Lupakan semua kenangan dan janji-janji hati


 


Kepastian sudah diberikan


Namun pengkhianatan menjadi jawaban


Cinta sejati kini telah ternodai

__ADS_1


Hampa terasa sunyi di dalam jiwa


Menanti harapan melepas masa-masa kelam


Melangkah maju menuju sebuah harapan


Cinta sejati sudah jauh dan pergi


Berlalu pilu ditelan oleh sang waktu


Baru kusadari


Cintaku bertepuk sebelah tangan


Kau buat remuk s'luruh hatiku


Semoga waktu akan mengilhami


Sisi hatimu yang beku


Semoga akan datang keajaiban


Hingga akhirnya kau pun mau


Aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu


Meski kau takkan pernah tahu


Baru kusadari


Cintaku bertepuk sebelah tangan


Kau buat remuk s'luruh hatiku


Baru kusadari


Cintaku bertepuk sebelah tangan

__ADS_1


Kau buat remuk s'luruh hatiku



__ADS_2