Crazy In Love

Crazy In Love
Janaka's Addict


__ADS_3

Rasa lelah membuat Gladys mudah sekali merealisasikan rasa kantuknya. Dengan gampangnya istri Janaka itu terlelap di kamar apartemen yang dulu pernah menjadi hunian selama wanita itu mengenyam pendidikan di National University of Singapore. Namun, sebelum Gladys memejamkan matanya wanita itu sempat mengatakan pada Naka bahwa ia telah meninggalkan rumah sakit untuk pulang ke apartemen miliknya di Kent Vale Blok-F.


Menjelang tengah malam, sekitar pukul 11 lebih waktu setempat sosok pria jangkung yang telah menjadi bulan-bulanan Gladys tiba. Atas informasi dari Aruni mengenai password apartemen milik Gladys lah Naka bisa menerobos masuk ke tempat tinggal sang istri selama di Singapura dulu. Aruni dan Gladys secara bergantian menempati apartemen ini selama menjaga kedua orang tua mereka. Ya, setidaknya kedua saudara ipar itu bisa sedikit meluruskan kaki mereka saat pergantian shift jaga.


Janaka berjalan mendekati sosok wanita yang tengah memeluk guling tersebut. Dilihatnya wajah letih dan polos milik Gladys. Janaka tak tega bila harus menyeret sang istri ke dalam masalah besar keluarga Brahmana. Oleh karena itu, Naka suami Gladys tersebut menutup mulutku agar Gladys tak mengkhawatirkan dirinya.


"Hon, maafkan aku! pasti kamu lelah menunggu aku," ucap pria tampan itu dengan mencium kening sang istri yang tengah bermimpi. Sesekali pandangannya mengedar ke sekeliling kamar Gladys. Naka sungguh takjub atas kerja keras sang istri yang mampu bertahan selama mempunyai pendidikan di negara tetangga. Meski ia telah lama mengamati gerak-gerik Gladys, namun hal tersebut tak menyurutkan rasa bangga suami Gladys tersebut.


Mendapati sentuhan lembut tangan Janaka yang membelai rambut serta mencium keningnya, membuat Gladys menggeliat karena bereaksi. "Dari mana kamu tahu aku ada di sini Yank?"


"Hal apa yang tak kuketahui dari kamu Hon?" Janaka sengaja memancing perhatian sang istri, pria gagah itu tahu bila saat ini Gladys sedang marah padanya. Istri mana yang tak terluka bila ia tinggalkan begitu saja?


"Abis minum?" selidik Gladys tanpa menoleh ke arah sang suami karena masih memendam rasa dongkol. Belum juga reda emosi Gladys, kini wanita itu mencium aroma alkohol dari tubuh sang suami. Gladys menduga bila Janaka baru saja mabuk-mabukkan tanpa sepengetahuannya.


"Sedikit Hon, sudah lama aku tak minum! lagi pula aku tak sendiri kok! ada Seno juga," bantah Janaka karena Gladys telah mencurigainya.


Memang benar, setelah memimpin rapat darurat dan ekstra dadakan Janaka menyempatkan diri untuk menenangkan jiwanya dengan menenggak minuman beralkohol. Namun, tak seperti biasanya. Bila dulu Janaka akan kehilangan kesadaran karena banyaknya kadar alkohol yang ia minum, kini Pria itu masih mampu mempertahankan kesadarannya.


"Yank! aku tak ingin ikut campur dengan masalah kalian, but please believe me! aku selalu percaya dan mendukung kamu," ucap Gladys tak mampu menyembunyikan kesedihannya sehingga ia masih enggan menatap wajah sang suami untuk menyembunyikan kedua maniknya yang berkaca-kaca.


"Maafkan aku Hon, karena telah mengkhawatirkan aku! pokonya kamu tenang aja, aku akan melakukan apa pun yang terbaik untuk kita," Janaka menyakinkan pada Gladys agar sang istri tak perlu panik dan mengkhawatirkan dirinya.


"Bersihkan tubuhmu, jangan masuk ke sini sebelum bau alkoholmu hilang!" pinta Gladys lalu menutup kembali seluruh tubuhnya dengan selimut tebal.

__ADS_1


"Okay, Bos! tapi jangan lupa ya?" bisik Janaka dengan suara manja tepat di telinga sang istri sebelum ia meninggalkan kamar Gladys untuk mandi karena istrinya tak menyukai bau alkohol yang melekat di tubuhnya.


"Dia bilang sedikit? Siapa yang percaya? Aku bukan bocah ingusan yang bisa dibodohi, bau menyengat yang membuatku pusing itu setidaknya ia telah meminum lebih dari sebotol Whiskey!" gerutu Gladys dengan kesal setelah Naka terlihat keluar dari kamarnya.


**


Sepuluh menit sudah Naka membasuh seluruh tubuhnya karena Gladys tak menghendaki dirinya mendekat lantaran bau alkohol yang menyengat. Padahal Naka hanya minum tak seberapa. Terlebih lagi, Gladys juga pernah minum tapi wanita itu kini illfeel padanya karena bau alkohol.


Pria yang hanya mengenakan celana panjangnya saja kini masuk ke peraduan yang istri. Namun, Janaka harus berpuas diri karena Gladys telah meninggalkan dirinya yang masih terjaga. Istri Janaka tersebut telah terlelap kembali dan menyisakan pemandangan sensual dari penampilan Janaka.


Tubuh tanpa pembungkus yang tampak berotot itu sungguh menggiurkan kaum hawa. Terlebih lagi, sisa-sisa air di tubuh Naka yang belum sempat dikeringkan oleh handuk membuat pria itu menjadi objek seksualitas bagi para wanita dewasa. Namun kini, untuk siapa lagi Naka harus memamerkan tubuh atletisnya bila Gladysnya telah terlelap?


"Yah gagal!" keluh Naka lalu merebahkan tubuh di samping sang istri yang telah bermimpi indah. Tentu saja Naka bisa tahu bila Gladysnya sedang bermimpi indah, pasalnya wanita itu tersenyum manis ketika ia tidur.


"Hon, aku bersyukur bisa hidup dengan kamu! karena kamu adalah penawar dari segala gundahku, aku ingin kamu melahirkan beberapa putra dan putri dariku untuk menemanimu saat aku bekerja!" gumam Naka lalu mendekap tubuh sang istri dan tak ingin ia lepaskan sampai kapan pun.


Hingga tanpa terasa Janaka juga memejamkan kedua netranya dalam hangatnya memeluk sang istri. Semenjak dekat dan tinggal dengan Gladys, Janaka memang merasa sang istri adalah his addict-nya. Sepertinya Janaka tidak bisa tidur nyenyak tanpa Gladys di sampingnya. Itu terbukti ketika ia berada jauh dari Gladys seperti dua hari tak bertemu, Naka hanya tidur 2-3 jam saja. Itupun atas bantuan telepon dari sang istri.


**


Hingga seberkas cahaya yang menyusup masuk ke peraduan suami istri yang melalui celah tirai putih yang menutupi jendela kamar Gladys membangunkan anak cucu Adam tersebut.


Gladys membuka kedua manik kecoklatan miliknya dan mendapati sang suami yang masih terpejam. Karena Gladys tahu bila Naka memiliki masalah yang cukup rumit, istri Janaka Matila itu tak tega bila harus membangunkan sang suami. Dan kini, Gladys telah belajar untuk bangun lebih awal selama ia bergantian menjaga ayah dan ibu Naka. Wanita cantik itu tak ingin Aruni terlalu lama menunggunya.

__ADS_1


Pelan-pelan Gladys bangun guna beranjak dari peraduannya agar tak membangunkan sang suami. Gladys akan membiarkan Naka tidur beberapa saat lagi sebelum pria itu terbang lagi ke Jakarta untuk bekerja.


"Honey, my Gladys! where are you going?


"Ouh, i will make a sample breakfast for us!"


"No, I won't let you get out of bed this morning! i want to eat you for my breakfast," bisik Naka dengan suara menggoda di bagian yang menjadi titik sensitif Gladys.


Tentu saja pagi ini Janaka tak boleh gagal lagi seperti semalam. Suami mana yang tahan bila harus melewatkan pagi yang penuh gairah serta intrik menggelora seperti saat ini. Apalagi pria dewasa normal seperti Janaka, sudah menjadi kodrat alami bila si baby monsternya kini telah berubah menjadi makhluk mengerikan yang Gladys sebut dengan Godzila.


Terlebih lagi, Naka telah menahannya selama dua hari ini. Dan pagi inilah kesempatan emas itu tak boleh terlewat lagi. Janaka tak 'kan menyia-nyiakan kesempatan seperti ini. Apalagi kegiatan seperti itu mampu menambah imun serta samangat putra Sigit Brahmana itu untuk lebih giat lagi mengeruk pundi-pundi dollar serta rupiah.


Bukan hanya kata-kata manis saja yang Naka gunakan untuk menggoda serta membangkitkan nafsu sang istri, berkali-kali Naka juga telah mencumbu Gladys merata di seluruh tubuh wanita cantik tersebut. Hal ini Naka lakukan agar sang istri juga merasakan kenikmatannya ero-tis dari pergumulan keduanya.


...****...



...IKLAN ALLERT...



Yang pengen mengabadikan karyanya untuk emak, boleh dong ya coba ikut event enih. Karena naskah kalian berpotensi dibukukan dan berISBN shayoong.

__ADS_1


So what are u waiting for? Now or never?


Hajar aja kalau kata Janaka Mah 🤭


__ADS_2