
Bukan hanya sepasang suami istri baru itu saja yang saling membubuhkan tanda tangan mereka. Akan tetapi, Seno serta Kanaya yang saat ini menjadi saksi dari kedua belah pihak juga tak mau kalah saling mengukir paraf keduanya pada perjanjian pernikahan Janaka dan Gladys. Tidak hanya mengiyakan perjanjian tersebut, tapi juga harus saling memahami maksud dari kontrak kerja sama dalam mengarungi biduk rumah tangga.
Barulah, Gladys dengan perasaan lega mampu mendatangani dokumen penting yakni akta pernikahan. Janji telah diucapkan Naka di depan Tuhan dan orang tua sang wanita. Kini tugasnya adalah melindungi dan mengayomi keluarga kecilnya. Meksi tak ada perayaan yang mengharukan dan juga tak ada suasana khidmat sebelumnya, keduanya telah resmi dalam satu ikatan yakni pernikahan.
"Hei, aku masih ada kabar baik untukmu Mbak, tadi malam aku berhasil mendapatkan tiga ... " Gladys beru-buru melarang Kanaya melanjutkan ucapannya.
Dengan sedikit tatapan tajam serta tendangan pada kaki adik sepupunya, Gladys mampu menahan ucapan gadis kecil itu sebelum Janaka sempat menyadari rahasia yang telah tersimpan rapi yang telah mereka susun jauh-jauh hari.
"Kanaya, bantu aku berberes!" ajak Gladys menggelandang adik sepupunya yang kadang pintar juga kadang bloon tersebut. Pasalnya bila Janaka sampai tahu rahasia mereka, bisa berakibat fatal dan berimbas tak 'kan ada lagi kebebasan untuknya.
Kanaya lalu mengekori ke manapun Gladys membawanya. Setidaknya dengan jauh dari Naka, akan lebih aman untuk merencanakan langkah selanjutnya.
Bukan ke arah dapur, melainkan masuk ke dalam kamarnya. Untung saja Gladys gercep membersihkan sisa pergumulannya dengan Naka semalam. Bisa sawan si Kanaya bila melihat betapa berserakan kamar Gladys. Bukan hanya sisa kenikmatan saja yang bisa ditemukan Kanaya, namun hal lain seperti baju dalam serta yang lainnya bisa merusak pemandangan gadis polos tersebut.
"Husssst jan sampe pria tua itu tahu rencana kita dodol! baru jadi gebetan aja protective-nya naudzubillah apa lagi udah jadi laki kaya gini," larang Gladys pada Kanaya yang hampir saja keceplosan akan mengatakan hal indah yang telah mereka bertiga rencanakan.
Mereka bertiga yakni Kanaya, dan dua bersaudari Hartono telah merencanakan akan menghadiri world tour dari idol group besutan Big Hit Entertainment favorit mereka. Idol group yang digawangi oleh 7 pemuda tampan ini memang digadang-gadang sebagi boyband paling hits dalam dekade ini. BTS namanya, BTS merupakan singkatan dari Bangtan Boys. Para penggemar musik Korea pastinya tidak asing dengan grup ini. Group vocal asal Korea Selatan ini adalah grup idola yang terdiri atas 7 anggota, yakni Jin, Suga, J-Hope, RM, Jimin, Taehyung dan Jungkook.
Dan ketiga wanita yang telat puber ini telah menyisihkan dana serta waktu mereka untuk menemui para personel Bangtan Boys alias BTS. Grace yang mengidolakan RM sebagi leader juga akan pergi diam-diam tanpa memberikan Zack sang suami. Terlebih lagi Gladys, wanita yang begitu mengidolakan Kim Seok Jin alias Jin BTS sang song writer juga tak kalah antusias dengan sang kakak. Dan yang paling tak bisa ketinggalan adalah Kanaya, gadis manis itu sangat mengidolakan Jungkook yang notabenenya idola para gadis muda seusia Kanaya.
Ketiganya dengan bantuan dari Kanaya karena gadis itu tak akan ada yang mencurigai bila membooking tiket konser tur bertajuk speak your self tersebut. Negara Jepang adalah tempat yang dipilih anak perempuan dari Andung serta Ramli Hartono sebagai salah satu negara yang menyelenggarakan konser BTS.
Kanaya menyarankan agar segera menghubungi Grace untuk memberikan kabar baik ini sebelum semua suami mereka curiga. Tanpa menunggu waktu lama lagi, Grace Benzema telah mengangkat panggilan dari sang saudara perempuannya.
"Til, Kanaya berhasil mendapatkan tiket BTS!" seru Gladys tanpa ragu pada teman sekaligus musuhnya selama ini.
"Muke gile, lu ngegas amat pengen ketemu Seok Jin jing!" Sudah menjadi hal umum bila keduanya bertemu pasti saling mengejek satu sama lain. Bila ditambah ada Zack pasti akan lebih heboh lagi.
__ADS_1
"Husss jan keras-keras, Naka ada di luar!"
"Iye-iye, gue juga lagi ngumpet dari Zack takut ketahuan."
Panggilan itu kini berubah menjadi sebuah video call yang bisa menampilkan wajah ketiganya untuk bergibah ria. Apalagi Grace juga telah tahu bahwa Naka telah melangsungkan janji sehidup semati dengan papanya dari sang suami, wanita yang tengah hamil muda itu tak berhenti menggoda Gladys.
"Sialan lu Til, kita bahas BTS! Lu lupa pengen ketemu RM?"
"Kagak lah, gini yah karena Kanaya udah bersusah payang berjibaku antre online, nanti gue ganti harga ketiga tiket ini!" tawar Grace dengan nada sangat bahagia.
"Benarkah? Kita nggak split harga tiket?" Kanaya sangat senang hingga suaranya nyaris menjerit modal nikahnya nanti diganti oleh Kakak sepupunya.
"Biaya terbang dan kehidupan di Jepun gue tanggung!" tawar Gladys nggak mau kalah dari Kakaknya.
"Goodjob ... adik gue pinter amat yes!"
"Berapa Dys laki lu kasih? Serius gue kepo biar gue minta naik gaji!"
"Yang jelas bila dibawa ke warung Hermes bisa dapet birkin!" Gladys masih enggan membagi nominal yang telah Naka berikan padanya. Sejauh ini ia belum sepeserpun menggunakannya. Nah rencananya uang itu akan ia hamburkan untuk biaya hidup di Jepang mentraktir kedua saudaranya.
"Mak ... Mak ... Mak telinga gue ternoda Til, gue bersemangat demo minta naik gaji!"
Mereka lalu asyik merencanakan dan membayangkan apa saja yang akan ketiganya lalukan selama di Jepang. Hingga tanpa trio wek-wek sadari, ada yang menguping kegiatan mereka. Obrolan ringan mereka ternyata didengar oleh Naka dan Seno yang baru saja masuk ke dalam kamar sang istri dengan mengendap-endap karena merasa curiga dengan gerak-gerik Gladys dan juga Kanaya. Terlalu lama di dalam kamar dan saling berbisik membuat Naka dan Seno curiga.
Ternyata bukan hanya kedua lelaki itu saja yang saling ingin tahu apa yang dilakukan oleh para wanita. Zack yang telah lama ditinggal Grace dengan alasan ingin membuatkan kopi turut memantau juga.
Baru ketiga kamera depan dari masing-masing ponsel Gladys dan juga Grace memantulkan wajah murka dari para pria yang menunggu untuk di layani, kedua kakak beradik Hartono itupun langsung mematikan sambungan video call mereka.
__ADS_1
"Siapa yang mau nonton Jin jin apa tadi Hon?" sindir Naka karena sejak tadi Gladys membahas Kim Seok Jin alias Jin BTS. Karena Janaka Matila kelamaan tinggal di gua jadi kesulitan mengucapkan nama personil BTS.
"Jin? Ah kamu pasti salah dengar Yank, kita mau uji nyali bukan Naya? Nyari Jin iprit!" Gladys menjelaskan dengan sedikit kebohongan agar Naka tak merusak rencana indah mereka.
"Jangan lupa ada Jungkook juga tadi bukan?" Seno dari arah belakang menambahkan kekesalannya pada dua wanita yang berani menduakan perasaan mereka.
Naluri ingin menyelamatkan diri dari keduanya begitu kuat. Hingga Gladys dan Kanaya dengan kompak menyembunyikan ponsel masing-masing di belakang tubuhnya. Karena di dalam ponsel tersebut tersimpan invoice serta kode batang tiket konser tersebut. Pokonya baik Gladys ataupun Kanaya sekuat tenaga harus menyelamatkan kekasih imajinatif mereka dari tangan Naka dan juga Seno. Sedangkan Grace? Entah bagaimana nasib wanita hamil muda yang ngidam ingin memeluk RM tersebut.
...****...
Bapak-bapak harap sadar umur ya, biarkan yang muda yang didepankan 😝
......PARA SAINGAN......
Kim Seok Jin - Jin BTS atau Worldwide Handsome 4 Desember 1992 (28 tahun)
Kim Nam-joon, atau dikenal juga sebagai RM
12 September 1994 (27 tahun)
__ADS_1
Joen Jeong Guk aka Jungkook 1 September 1997