Crazy In Love

Crazy In Love
Beri Aku Waktu


__ADS_3

Operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh Mira sedikit menyibak tabir bahwa sang putri dan calonnya telah memiliki hubungan yang lebih lanjut. Oleh karena itu, wanita beranak dua itupun tak ingin mengambil resiko dengan membiarkan kedua putra putrinya yang tengah dirundung api asmara untuk selalu bersama.


Iya, wanita berpenampilan khas Jawa itu meminta Janaka untuk lebih menjaga harkat dan martabat sebagi orang kalangan atas seperti tidak tinggal bersama dengan sang kekasih. Keduanya pun sepakat untuk mengikuti kemauan sang mama. Apalagi Mama Mira mengancam akan segera menikahkan keduanya bila kedapatan melakukan perbuatan seperti yang ia temukan pagi ini.


"Kenapa tidak menerima permintaan mama sih Hon?" sergah Janaka ketika keduanya telah berada di dalam lift yang membawa anak cucu Adam turun ke lantai dasar griya tawang itu.


"Loh bukannya udah ya? Kita sepakat tidak saling berada dalam satu atap bukan?"


"Maksud aku kita segera menikah Dys!"


Ada secercah cahaya yang membuat wajah Gladys berseri-seri di pagi ini. Bukan karena kedapatan tinggal bersama Janaka, tapi ia melihat keseriusan di wajah pria yang terus saja menggenggam tangannya dan tak ingin sedikitpun meninggalkan Gladys.


"Oke, setelah semua kerjaan kamu kelar untuk musim ini ya? Menikah itu untuk sekali dalam seumur hidup, so semua butuh persiapan bukan seperti membalikkan telapak tanganmu."


"Persiapan apa sih Dys? Gedung? Rumah? Gaun? Katering? Semuanya telah kumiliki."


"Mental waras!" sahut Gladys dengan singkat diiringi tawa renyahnya menggoda sang calon.


Tak terasa lift berjalan begitu cepat, dan segera menciptakan dinding pemisah waktu bagi kedua anak manusia dengan impian besarnya. Memang benar, tujuan Gladys turun dari unitnya pagi ini hanya ingin mengantar kepergian Naka bekerja. Setelah Seno tak berhenti menelpon sang atasan bahwa waktu kebenaran hampir tiba.


"Jangan dekati wanita itu Dys, aku takut dia akan mencelakai kamu!" Entah mengapa secara tiba-tiba Naka sangat posesif pada Gladys. Ia tak ingin bila Gladysnya semakin dekat dengan orang yang telah melahirkan dirinya itu.


"Wanita siapa? Kamu ini bicara apa sih?"


"Wanita tua yang kamu temui di restoran Jepang kemarin Yang."


Gladys teringat obrolan kedua orang yang dikirimkan oleh Naka untuk mengikuti dirinya. Secara tak langsung, ingatannya kembali di buka olehnya. Dan hal itu kembali membuka lukanya yang belum sempat diobati.


"Kenapa? Kenapa kamu diam saja? Tak adakah penjelasan atas perbuatan tak menyenangkan yang kamu lakukan karena terus memantau aku?" Emosi wanita itu kembali meluap-luap.

__ADS_1


Tak ada pengelasan ataupun alasan yang dilontarkan oleh Naka. Pria itu tahu bahwa saat ini hati wanitanya pasti sedang gundah. Tak ingin memperpanjang masalah di antara mereka adalah alasan Naka untuk tetap tak bersuara. Pria itu lebih memilih menenangkan kekesalan Gladys dengan terus menggenggam erat tangannya.


"Percayalah padaku!"


"Oke, aku akan menunggu hingga kamu mengatakan padaku! aku akan percaya padamu, tapi apa kamu menganggap aku ada?"


Wajah sendu itu kembali lagi tersaji, pendar semangat kini padam. Hingga mau tak mau, Naka harus menjelaskan perihal hubungan rumit dengan sang ibu kandung pada Gladysnya. Tapi tidak untuk saat ini, ia berjanji suatu saat nanti akan membuka semua tabir misteri kehidupannya dan membagi setiap masalah yang ia alami pada calon nyonya.


"Dia ibuku! Ibu kandungku!"


"Ha? Siapa? Hana Darmanto?' tanya Gladys tak percaya dengan apa berita konyol ini. Wanita mana lagi yang telah ia temui di restoran sushi kemarin kalau bukan Bu Hana, 'Mana mungkin ibu kandungnya Madona?' batin Gladys masih tak percaya.


"Aku berangkat dulu, kalau ada apa-apa minta bantulah pada kedua orang yang aku tugaskan untuk menemanimu," ucap Naka sebelum ia masuk ke dalam mobil yang telah menunggunya.


Di dalam mobil, Seno telah menunggu sang atasan yang baru saja tiba di area parkir di temani oleh calon nyonya. Kalau bukan pertemuannya penting, Seno juga tak tega menghancurkan kebahagian Pak Janakanya dengan sang wanita.


"Kamu hutang banyak penjelasan padaku Janaka!"


Hal kecil itu telah ia pelajari atas desakan dari Seno dan ketiga sekretarisnya agar hubungan asmara sang bos tidak dingin seperti sifatnya Naka.


Mobil Land Rover Range Rover Evoque yang membawa Naka telah meninggalkan pelataran hunian sang kekasih. Kepergian Naka yang ditemani oleh Seno sendiri yang mengendari mobil SUV senilai 1,7 Milyar lebih itu kini menyisakan banyak pertanyaan di benak Gladys. Mulai dari awal hubungan keduanya hingga Hana Darmanto yang kini ia ketahui sebagai ibu kandung yang selama ini meninggalkan sang milyuner.


Wajah yang selalu tampak serius itu kini lebih ekspresif. Tak ayal, Seno serta karyawan Naka yang lainya sering mendapati CEO matre mereka sedang senyum-senyum sendiri. Terkadang bertingkah kekanak-kanakan yang jauh dari kesan Janaka Matila. Oleh sebab itu, Seno sangatlah berterima kasih pada Bu Gladysnya karena telah mengubah pria menyebalkan seperti Naka ini.


"Sepertinya tidur Anda tadi malam nyenyak Pak?"


"Dih, iri ya? Mana Daftar tempat yang harus aku kunjungi sehari ini?" sindir Naka berubah seratus delapan puluh derajat setelah perpisahannya dengan Gladys. Naka kembali menjadi bos sialan di mata Seno.


"Mana rasa terima kasih Anda Pak? Semua kesenangan malam tadi atas ide dari saya bukan?" celetuk Seno dan mendapat sebuah umpatan dari sang atasan sebagai balasannya.

__ADS_1


"Alah paling mau mengirim saya ke pedalaman kan? Halah paling juga boongan, mana mungkin Anda membuang saya? Gini-gini saya ini berpengaruh loh untuk hubungan kalian!"


Janaka tak menampik, jasa Seno tadi malam cukup banyak dalam mendekatkan hubungan di antara dirinya dan Gladys. Semenjak kemarin siang, sang kekasih susah sekali dihubungi. Dan ide brilian dari Seno agar membawanya ke apartemen Gladys sangat ampuh dan efektif membuat pertahanan Gladys luluh. Karena wanita itu tak bisa melihat kegelisahan di diri Naka.


...****...


Aku yang tak bisa melepaskan


Kamu yang menggenggam hatiku


Walau mungkin terlalu cepat


Bagi kita berdua untuk mengatakan...


Selamanya kita akan bersama


Melewati segalanya


Yang dapat pisahkan kita berdua


Selamanya kita akan bersama


Takkan ada keraguan


Kini dan nanti percayalah


Hanya dirimu satu-satunya tercipta untukku.


Selamanya kita akan bersama

__ADS_1


Takkan ada keraguan kini dan nanti


__ADS_2