Crazy In Love

Crazy In Love
Merindu Kamu


__ADS_3

Semenjak kambuhnya penyakit Ayah Sigit, sepasang suami istri tersebut saling berjibaku dengan waktu. Bila Gladys dan juga adik iparnya Aruni lebih banyak menghabiskan waktu di rumah sakit untuk menemani kedua orang tua mereka, lain halnya dengan Janaka. Kini tugas Naka bukan lagi menghandle BMD saja, namun Saka juga memintanya mengisi kekosongan sang ayah di kantor pusat BBG yang merupakan induk dari perusahaan properti suami Gladys tersebut.


Baik Naka maupun Saka saling membantu menangani setiap pekerjaan yang berada di bawah naungan Brahmana Business Group. Bila Saka sering menemani sang ayah mertua dalam menjalankan bisnis batubara Sigit Brahmana, Janaka lebih serius menggeluti bidang properti. Kini atas permintaan sang adik ipar, Naka panggilan akrabnya mau tidak mau harus membagi waktu serta pemikirannya pada seluruh bisnis keluarga Brahmana.


Bila kedua anak serta cucu lelaki Brahmana sedang berjibaku mengurusi bisnis keluarga Brahmana yang sedang menggurita beberapa tahun terakhir ini, Sigit Brahmana telah dipindahkan ke ruang perawatan setelah kondisi sang tetua Brahmana berangsur membaik. Bahkan Ayah Sigit juga meminta dirawat dalam satu ruangan yang sama dengan sang istri Erika.


Sedangkan Gladys dan adiknya Aruni secara bergantian menjaga kedua orang tua yang masih terbaring lemah di atas bed kamar rawat kelas atas.


"Nak Gladys, katakan pada Naka nanti secepatnya ke sini setelah menyelesaikan pekerjaannya karena ayah ingin bicara empat mata padanya!"


'Eh' Gladys hanya mampu bergumam dalam hati dan menoleh ke arah ayah Sigit. Wajah senja beliau kini tak seperti Sigit Brahmana yang biasanya ia temui. Bila dulu, Sigit Brahmana akan terlihat gagah dan memiliki aura yang terkesan tinggi kini semua itu tak lagi terlihat. Wajah ayah kandung dari sang suami kini lebih mirip para opa di usia tua pada umumnya.


Sedangkan Erika, wanita yang telah menemani Sigit Brahmana berpuluh-puluh tahun ini tak banyak berbicara ketika sang suami dipindahkan dalam satu ruangan dengannya. Erika yang biasanya tampak ramah dan sering tersenyum kini lebih banyak menutup mulutnya. Mungkin karena sedang dirawat bersamaan dengan sang suami, karena dokter mendiagnosa Erika memiliki tekanan darah tinggi.


"Iya ayah, akan Gladys sampaikan pada Mas Naka nanti!" ujar Gladys segera setelah ia meletakkan gelas yang berisi sisa air minum dari tangan Ibu Erika.


Sebagi bentuk rasa hormat dan penuh tanggung jawab, Gladys meninggalkan pekerjaannya dan lebih memilih melayani kedua orang tuannya. Apalagi wanita cantik itu tak bisa memaksakan tugas sepenuhnya terhadap Aruni yang notabenenya memiliki dua buah hati.

__ADS_1


"Terima kasih sayang, kamu telah banyak berkorban waktu dan tenaga untuk mengurusi dua orang yang telah renta ini!" Lagi-lagi Erika merasa tak enak hati karena anak perempuannya ini harus meninggalkan tugas sebagai seorang istri dan juga meninggalkan waktunya sebagai pengusaha. Ia lebih memilih merawat kedua orang tua sang suami.


"Ibu, sudah berapa kali Adys katakan? Jangan merasa tak nyaman dengan apa yang Adys lalukan! lagipula setelah kalian keluar dari rumah sakit ini, Adys akan tinggal bersama kalian di Lazarus. Naka sudah menyetujuinya!" Gladys tak ingin salah satu atau keduanya merasa terbebani dengan semua perhatiannya.


Jangan ditanya apa keduanya yakni Gladys dan Janaka tak saling merindu. Tentu saja jawabannya adalah iya. Sebagai pasangan suami istri baru dan juga sedang hangat-hangatnya, baik Janaka ataupun Gladys telah memendam perasaan rindu yang luar biasa. Namun, keduanya tak egois. Demi kesembuhan orang tuanya, mereka harus rela menahan rasa kangen dari hubungan yang dipisahkan oleh jarak ini.


Seperti saat ini, ketika Gladys masih berada di Mount Elizabeth, Naka telah meninggalkan kantor pusat BBG guna menggantikan seluruh pekerjaan sang ayah berkeliling memastikan perusahaan yang lainnya berjalan dengan lancar. Bahkan sudah dua hari ini pria pekerja keras itu harus meninjau salah satu perusahaan tambang milik BBG di Pulau Laut Kalimantan Selatan guna mengecek tambang batubara di bawah kendali BBG. Meskipun telah di-handle sementara oleh Saka, namun tak serta-merta Naka harus memastikan kinerja tambang itu sesuai kehendaknya.


Seperti hari ini, dengan didampingi oleh pegawai setianya Naka bersiap meninggalkan daerah dengan luas 1.873 km persegi tersebut.


"Pak, pesawat telah siap!" ucap Seno selaku asistennya ketika sang atasan baru saja mengawasi proses pengelompokan grade dari batubara tersebut.


Dan Brahmana Mega Energy di bawah Brahmama Business Group adalah salah satu produsen dan eksportir batubara terbesar di Indonesia. Sejak tahun 2005, ketika melampaui produksi Australia, BME menjadi eksportir terdepan batubara thermal. Porsi signifikan dari batubara thermal yang diekspor terdiri dari jenis kualitas menengah (antara 5100 dan 6100 cal/gram) dan jenis kualitas rendah (di bawah 5100 cal/gram) yang sebagian besar permintaannya berasal dari Cina dan India.


Boom komoditas ini mulai meningkat pada era 2000-an menghasilkan keuntungan yang signifikan untuk perusahaan-perusahaan yang bergerak di dalam ekspor batubara. Kenaikan harga komoditas ini - sebagian besar - dipicu oleh pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang. Kendati begitu, situasi yang menguntungkan ini berubah pada saat terjadi krisis keuangan global pada tahun 2008 ketika harga-harga komoditas menurun begitu cepat. Indonesia terkena pengaruh faktor-faktor eksternal ini karena ekspor komoditas (terutama untuk batubara dan minyak sawit) berkontribusi untuk sekitar 50% dari total ekspor Indonesia, sehingga membatasi pertumbuhan PDB tahun 2009 sampai 4,6% (yang boleh dikatakan masih cukup baik, terutama didukung oleh konsumsi domestik). 


Karena permintaan yang cukup besar inilah, Sigit Brahmana menambahkan bisnisnya di bidang "Emas Hitam" ini. Kenapa disebut dengan emas hitam? Tingginya harga batubara yang semakin menggila menyebabkan Emiten saham BBG kecipratan dengan dampaknya. Oleh karena itu sebagai pemilik jiwa materialistis, Janaka Matila tak segan untuk berdiam diri melihat dari kursi kepemimpinan sementara BBG.

__ADS_1


"Yeah Sen, Nyonya juga sudah tak tahan untuk bertemu denganku. Lihat saja!" ucap Janaka dengan perasaan bangga ketika Gladys mengirimi pesan agar ia pulang ke Singapura guna melihat kedua orang tuanya.


"Itu mah Bos besar ingin bertemu!" cibir Seno karena Janaka sang atasan selalu pamer dengan kemesraannya bersama Gladys.


"Alah itu akal-akalan Nyonya, itu hanya kamuflase doang!"


"Tapi Bos, kurasa Anda memang harus pulang! dua hari ini Anda tampak kusut tak terawat!" Seno mengamati wajah menyediakan Naka. Jauh dari kekasih hati memang berpengaruh besar bagi pengusaha tersebut. Peran penting Nyonya BMD memang sangat terlihat dari kurangnya semangat sang maestro bisnis itu.


"Gue belom nge-charge Sen!" balas Janaka dengan seringai licik di sudut bibirnya.


...****...



Lama nggak update karena kesibukan, apakah kalian rindu dengan saya? Bila ia, doakan segala kesibukan ini segera berakhir ya dear ☺️ agar kita bisa menghalu bersama Janaka Hyung 😁.


Jika berkenan, tinggalkan jejak berupa like, komen serta vote agar kita senantiasa berjumpa lewat tulisan ala kadarnya ini.

__ADS_1


Akhir kata, terima kasih dan selamat berakhir pekan! Jangan lupa jaga kesehatan kalian di musim penghujan seperti sekarang ini.


__ADS_2