Crazy In Love

Crazy In Love
Ketidaksetujuan Janaka


__ADS_3

Rindu yang menggebu dan perasaan ingin bertemu dua anak manusia tak mampu dilukiskan dengan syair indah manapun. Ingin sekali Janaka Matila mengikis jauhnya jarak yang membentang di antara ia dan Gladysnya. Bukan lantaran pesan mesra dari sang istri saja lah yang membuat Naka ingin membelai lembut kepala sang istri seperti biasanya, berpisah selama dua hari ini cukup sulit ia rasa. Dan Janaka juga tak ingin berlama-lama meninggalkan sang istri di Singapura.


Meski Naka panggilan akrabnya mengijinkan Gladys untuk tinggal sementara di Lazarus setelah kedua orang tuanya keluar dari rumah sakit, pria jangkung itu tak berjanji akan segera menjemput sang istri ketika kondisi ayah dan ibunya kondusif.


Tak ingin pulang dengan tangan hampa, pengusaha sukses seperti Janaka tak lupa menyiapkan hadiah kejutan untuk sang istri.


Dan seperti kemauan dari sang istri pulalah, Janaka langsung terbang ke langit indah negara berlambang singa itu dari Kalimantan Selatan. Tentu saja bukan hal mustahil bagi suami Gladys Hartono tersebut, terlebih lagi sebelum ia tiba di ruang rawat inap VIP tersebut Naka panggilan akrabnya membawa satu kotak kue Union Red Velvet yang menjadi favorit sang istri setelah sebelumnya meminta bantuan dari salah satu pegawai BMD membeli langsung ke toko roti dan dessert Union langganan Gladys di Jakarta.


Bukan Red Velvet saja, Naka juga membawa sebuket bunga mawar cantik untuk sang ibu yang ia sangat sayangi.


"Yank, apa ini tak berlebihan? Kamu wira-wiri Jakarta - Banjarmasin - Singapura?" tegur Gladys di sela kedatangan sang suami yang baru saja tiba.


"Never mind! sekali kedip aku bisa pindah tempat Hon," Dengan perasaan rindu yang ingin segera tersalurkan, Naka langsung cepat merengkuh tubuh sang istri ke dalam dekapannya menyisakan pandangan penuh kebahagiaan dari kedua orang tuanya.


"Ehem ... " suara deheman dari Sigit Brahmana kala mendapati kedua putra dan putri mereka berpelukan mesra guna menghempaskan rindu berat mereka. Bukan karena ingin memisahkan pertemuan manis Naka dan Gladys, namun Sigit Brahmana ingin berbicara serius dengan Naka.


"Naka, ayah ingin mengatakan sesuatu padamu!" titah pria yang masih dirawat itu pada sang putra.


Karena Ayah Sigit ingin berbicara serius dengan Naka seperti yang beliau katakan siang tadi kepada Gladys, dengan sangat tahu diri Gladys meninggalkan ayah dan anak serta Ibu Erika tersebut. Namun, bukan langsung pergi begitu saja. Gladys meminta ijin keluar sebentar seperti alasannya untuk menghirup udara segar.


Kini di dalam ruangan tersebut hanya tersisa sepasang pria dan wanita paruh baya serta anak lelakinya yang bernama Janaka Matila. Kedua orang tua dan anak yang telah beberapa hari ini melewatkan bertatap muka, kini saling melempar senyum satu sama Lain.


Sigit berusaha bangkit dari tempat tidurnya, dan sang putra yang melihatnya langsung memposisikan dirinya dengan bersandar di headbed ranjang VIP tersebut.

__ADS_1


"Jangan banyak bergerak, kondisimu masih belum stabil Ayah!" pinta Naka pada sang Ayah yang dia rasa seperti sok kuat ketika ia datang ke mari.


"Pria tua ini sudah lelah Naka, sudah waktunya Ayah istirahat." Entah mengapa kalimat dari Sigit ini terasa begitu berarti bagi Naka dan juga Erika sang ibu sambungnya.


"Ayah istirahat saja, kini sudah ada Naka yang bisa menghadle seluruh perusahaan!" bujuk Erika menatap dalam-dalam kedua netra hitam milik Naka.


"Apa maksud kalian?" Naka seperti menangkap sebuah arti dari masing-masing kalimat yang disampaikan oleh kedua orang tuanya.


Sepertinya ada maksud tersirat dari pertanyaan baik dari Sigit Brahmana atau pun Erika Gayatri. Namun, Naka masih tetap berbaik sangka pada kedua orang yang telah membesarkan dirinya itu. Karena Naka tak ingin memikirkan kemungkinan buruk yang bisa terjadi.


"Janaka, ambil alihlah BBG dari Ayahmu ini! Ayah telah memikirkan ini jauh-jauh hari. Ayah tahu seperti apa kemampuan putra ayah, dan ibumu juga setuju akan hal ini!"


Naka langsung memalingkan pandangannya dari Erika dan kini ia sontak menatap sang Ayah. Saat ini pikirannya berkecamuk, ingin rasanya ia menolak permintaan Ayahnya karena ia masih ingin membesarkan Brahmana Mega Development yang notabenenya masih berinduk di Brahmana Business Group.


Meski track record BMD masih tak segaung BBG. Namun, BMD patut diperhitungkan oleh beberapa pesaingnya. Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, popularitas BMD tumbuh pesat hingga mengalahkan pesaingnya. Sebagai perusahaan di bawah naungan BBG, BMD menjadi satu-satunya tujuan dari pemikiran Naka selama ini.


"BMD akan dihandle oleh adikmu!" jawab Sigit singkat agar Naka tak perlu mengkhawatirkan perusahaan yang telah dibesarkan oleh sang putra selama ini. Karena BMD merupakan debut pertama Janaka Matila dalam bidang bisnis.


"Saka? Bukankah Ayah memintanya membantu Brahmana Mega Energy?" Janaka juga tak tega bila harus membiarkan adik iparnya kesulitan menghandle dua perusahaan sekaligus.


"Bukan, Saka akan membantu kamu mengawasi BME, dan BMD akan dipegang oleh adik lelakimu Adit!"


Bagai sebuah petir yang menyambar di malam yang cerah seperti ini. Bahkan taburan bintang di angkasa langsung runtuh seketika kala Sigit Brahmana mengatakan akan memberikan tongkat estafet pada adik lelaki Janaka yang selama ini tak pernah bersua tersebut. Entah dari mana Sigit mendapatkan ide sialan seperti itu? Dan kalimat terakhir dari ayah Naka seketika membuat Erika mengedarkan pandangannya. Wanita separo abad itu juga tak menyangka bila suaminya akan memberikan perusahaan yang telah dibesarkan oleh Janaka.

__ADS_1


"Ayah jangan bercanda! BMD bukan mainan untuk bocah ingusan," sergah Janaka yang tersulut emosinya. Pasalnya, untuk anak seperti Adit, yang benar-benar tak memiliki latar belakang dunia seperti BMD, Naka sangat mengkhawatirkan perusahaannya.


"Ayah ingin membangun bisnis keluarga dengan kamu sebagai pemimpinnya Naka! maka dari itu, kamu lah yang seharusnya membimbing adik-adikmu meneruskan perusahaan besar kita."


Wajah Janaka merah padam, emosinya kian membuncah. Bila Saka yang sering diajukan untuk melengserkan dirinya, ia masih bisa menerima. Tapi ini Adit? Bocah ingusan itu tak ubahnya hanya anak mami yang selalu mengekori Hana Darmanto.


"Naka tidak terima ayah! jangan paksa Janaka untuk melepaskan BMD di tangannya!"


"Kamu masih bisa mengontrol semua perusahaan di bawah naungan BBG Nak, semuanya atas kendalimu. Apalagi posisimu sebagai pemilik saham terbesar," imbuh Sigit Brahmana.


Bukan hanya itu saja, Erika yang sedari tadi tak ingin menambah panjang adu argumentasi antara ayah dan anak ingin segera walk out dari ruang VIP tersebut. Untung saja ia ada alasan keluar dari rawat inap tersebut. Erika menyambut kedatangan Prabu Adiwiyata, Prabu adalah teman lama serta ahli hukum baik itu perdata maupun pidana seperti ahli waris yang sedang bergejolak di keluarga wanita itu.


"Silakan masuk Pak, Mas Sigit sedang berdiskusi alot dengan Naka di dalam!" ujar Erika menyambut kedatangan Prabu Adiwiyata.


"Kedua orang keras kepala itu selalu ribut setiap bertemu, Kakak ipar?" Ayah dari Prabasonta tersebut memang telah memahami seperti apa perangai sang teman lama. Bahkan ia harus jauh-jauh terbang ke Singapura demi mengurusi pembagian harta kekayaan sang triliuner tersebut.


Prabu dan Erika masuk guna menengahi kedua lelaki beda generasi yang masih saling beradu argumentasi tersebut. Janaka memang tak mau kalah untuk mempertahankan ketidaksetujuannya. Sedangkan Sigit Brahmana juga kekeuh ingin Naka menyetujui apa yang ia inginkan demi kebaikan keluarga yang telah bercerai-berai tersebut.


Hukum Waris merupakan hukum yang tergolong sangat penting bagi siapapun dan dimanapun. Waris merupakan pembagian harta benda secara adil kepada ahli waris yang sah atas peninggalan harta benda Pewaris. Dan Prabu Adiwiyata adalah orang yang tepat karena pengalamannya selama puluhan tahun di dunia hukum dan advokasi. Prabu berpengalaman dalam menangani pembagian warisan yang berkeadilan, serta sengketa warisan yang memenuhi prinsip keadilan sehingga dapat memberikan keadilan bagi pencari keadilan.


...****...


__ADS_1


Thanks for reading my halu story 😘


__ADS_2