Crazy In Love

Crazy In Love
Ngidam


__ADS_3

Jika Janaka dan Gladys sedang menikmati indahnya menjadi calon orang tua bagi janin yang kini dikandung oleh nyonya muda Brahmana, sangat berbanding terbalik dengan Sigit Brahmana.


Ayah kandung Janaka Matila yang kini telah tak aktif lagi mengurusi bisnis-bisnis keluarga Brahmana tampak murung. Apalagi sang putra yakni Naka tak gentar untuk mengusut penggelapan dana di tubuh BBG.


Ancaman dari pihak lawan tak bisa ia diamkan begitu saja, terlebih lagi ancaman itu berhubungan dengan keutuhan keluarganya. Oleh karena itu, Sigit akan berusaha mempertahankan sekuat tenaga demi terciptanya keluarga utuh yang harmonis.


"Ketahuilah, bagaimana liciknya engkau? Jika kau berani mengusik aku, aku tak segan menghancurkan keluargamu!" ucap salah seorang pria dari seberang telepon tanpa nama di ponsel milik Sigit.


**


"Dear ... apa kamu tak lelah?" ucap Naka sesekali menengok ke arah Gladys yang sedang duduk bersandar di sofa panjang dalam jet pribadi.


Gladys hanya menggelengkan kepalanya untuk membalas pertanyaan Janaka suaminya. Dari gelagatnya, Gladys sedang sibuk dan tak ingin diganggu.


Jika bukan Gladys, siapa wanita hamil yang dengan santainya ngemil kuaci bunga matahari di dalam kabin pesawat.


"Apa yang kamu makan Hon? Ya Tuhan ... kamu suka sekali melakukan hal bodoh selama hamil, makan makanan nggak bergizi seperti ini buat apa?" Janaka mengejek sang istri ketika ia mendatangi tempat Gladys dan Kanaya setelah berdiskusi masalah pekerjaan dengan Seno.


"Berisik sekali sih, Yank! daripada ngomel nggak jelas mending bantuin aku ngupas kulitnya!"


"Kakak ipar ih katrok deh, kuaci itu low fat loh! dan bisa ngilangin setres," jelas Kanaya seakan membela kakak sepupunya itu. Pasalnya bila tahu ia yang sengaja membawa kuaci, Janaka pasti akan menendangnya keluar dari jet pribadi milik konglomerat itu.

__ADS_1


"Siapa yang punya ide beli ini?" tegur Naka.


Namun, pada akhirnya hanya Gladys satu-satunya orang yang berani meminta Naka mengupas kuaci dari kulitnya dan Janaka dengan senang hati melakukan hal tersebut.


"Anakmu ... "


'Wes angel, kalau udah kalimat keramat itu keluar jangankan Naka, hakim saja pasti akan frustasi bila mengadili orang ngidam!'


"Hon, sampai kapan kamu akan seperti ini?"


"Sampai kau jadi milikku ... " jawab Gladys dengan nada lagu favoritnya dari penyanyi pria Judika.


"Apa mood orang hamil itu berubah-ubah, Hon? Kadang manis, lembut, manja tetapi juga kadang menyebalkan?" bisik Janaka agak pelan agar kedua tamu yang menumpang di pesawatnya tak terdengar.


"Mana kutahu, Yank!" ucap Gladys diikuti gerakan manja seperti menenggelamkan kepalanya di dada bidang sang suami.


Tingkah Gladys yang berubah sesuai mood ini dirasa cukup menggelitik. Pasalnya jarang sekali Naka menemukan sikap manja Gladys seperti sekarang ini. Dari yang pria itu tahu, Gladys merupakan wanita cuek dan mandiri.


**


Penerbangan yang dipimpin oleh Capt Roni tak terasa begitu cepat hingga gesekan dari roda-roda si burung besi mengakhiri perjalanan mereka. Demi kenyamanan sang istri, Naka berencana melanjutkan perjalanan ke rumah eyang putri menggunakan moda transportasi heli. Namu, hal itu ditolak mentah-mentah oleh Gladys karena dinilai pemborosan.

__ADS_1


Wanita itu lebih memilih menggunakan jasa taksi online karena Naka belum sempat meminta salah satu anak buahnya yang berada di kota ini untuk menjemput mereka.


Mereka berempat harus bersedia menuruti permintaan sang nyonya Brahmana dengan berdesakkan dalam satu mobil yang dikendarai oleh pria paruh baya. Driver taksi online itu bahkan membantu Gladys dan Kanaya mengangkat beberapa barang bawaan keduanya.


"Ini pengalaman pertama bos naik taksi online?" sindir Seno kala mengamati wajah menyedihkan Janaka Matila.


Sudah menjadi hal umum bila pengusaha sukses itu memiliki puluhan koleksi mobil mewah. Menaiki mobil sewaan atau taksi online menjadi hal yang sangat mustahil bagi Naka.


"Demi bini!" sahut Naka ketus seperti biasanya.


"Oya? Kalau nggak ikhlas, geh keluar!'


"Hon, sampai kapan kamu mau begini terus? Ini bahkan baru bulan pertama!" keluh Naka memikirkan nasib malangnya.


Benar kata Zack, wanita memang mengerikan. Apalagi ketika mereka sedang hamil dan memiliki permintaan yang aneh-aneh. Salah satunya ya begini. Ngidam naik taksi online, entah itu ngidam atau memang sifat pelitnya keluar.


Rumah yang menjadi tujuan mereka telah kelihatan dari jauh. Atas arahan dari Kanaya dan Gladys, driver taksi online itu berhenti di salah satu rumah mewah dalam kompleks perumahan elit. Anak dari anggota dewan perlemen daerah dan cucu dari ningrat bisa-bisanya memilih menggunakan moda transportasi taksi online. Siapa lagi kalau bukan ibu hamil yang satu ini.


...****...


__ADS_1


__ADS_2