Crazy In Love

Crazy In Love
Mr and Mrs Brahmana


__ADS_3

Bila tugas pemimpin baru adalah menyapa dan memperkenalkan diri pada bawahannya, tapi hal seperti itu tidak berlaku bagi Janaka. Komisaris utama BBG tersebut memang lain dari yang lain. Untuk berkenalan dengan seluk beluk perusahaan yang telah dirikan oleh sang ayah, Janaka memanggil semua penanggung jawab pada masing-masing departemen kerja Brahmana Business Group. Selain menyapa mereka, Janaka juga memberikan tugas pada 3 Departemen. Yakni Departemen Ketenagakerjaan, Departemen perencanaan serta Departemen Finansial. Ketiga departemen yang membawahi struktur organisasi BBG ini bertanggung jawab atas kinerja tim di bawah organisasi kerja mereka.


Dan tugas pertama dari Janaka pada masing-masing direktur dari ketiga departemen tersebut adalah menjelaskan hasil kerja dalam satu bulan terakhir dan rencana kedepannya.


Bila para direktur mengira Janaka akan lebih slow dari pada Sigit Brahmana, itu salah! pengusaha yang bertangan dingin itu tak segan mengkritik kebijakan serta rencana kerja 3 direktur yang Naka nilai bisa merugikan BBG.


"Aku ingin BBG menjadi perusahaan yang memanusiakan pekerja, kurasa kita tidak perlu mematok jam kerja para pegawai dengan memberikan lembur setiap akhir pekan. Bila pekerjaan mereka telah selesai, tak ada alasan untuk lembur!" ucap Janaka menolak jam kerja pegawai yang mewajibkan tambahan jam kerja setiap akhir pekan.


Meski begitu, tak ada satupun karyawan Naka yang berani menolak permintaan sang bos. Bahkan Om Robert selaku GM juga mendukung rencana Janaka.


Semua karyawan yang mendengar tak kan ada lagi tambahan jam kerja, langsung bersorak kegirangan. Bahkan beberapa pegawai perempuan memuji sang bos baru dengan sebutan pahlawan karena telah menyelamatkan waktu mereka.


"Pak Janaka selain tampan, juga baik hati!" ucap salah satu pegawai yang tampak bergosip dengan pegawai lain di tempat kerja mereka.


"Kini aku jadi semangat untuk masuk kerja bila bos bening banget kaya gini!" timpal pegawai perempuan yang lainnya.


"Tapi ... dengar-dengar beliau, Pak Janaka udah ada yang punya loh!" imbuh gadis berbaju biru yang paling pojok duduknya.


"Aduuuhhhhh ... aku rela jadi yang kedua!"


"Ehem ... " Suara deheman dari salah satu pemuda yang kebetulan lewat karena diminta oleh Bos Naka untuk menginstruksi dadakan semua ruang kerja di BBG dan melaporkan hasilnya langsung ke Janaka.


"Pegawai baru ya?" tanya wanita paling centil yang tergabung dalam geng gosip tadi.


"Perkenalkan saya Seno Aji Dama, asisten pribadi paling tampan dari Janaka Matila!"


"Tapi bener ya Pak Seno? Bila Pak Janaka sudah berumah tangga?" Salah satu penggosip tadi masih belum puas atas berita yang selama ini simpang siur.


"Iya sudah, dan susah payah Pak Janaka mendapatkan istri beliau! karena saingan Pak Naka adalah Jin BTS," Seno mengingat bagaimana kesalnya Naka ketika sang istri keranjingan dan kesemsem pada Seok Jin BTS. Bukan hanya Gladys saja, tapi Kanaya juga sangat memuja tujuh pria tampan yang tergabung dalam Bangtan Boys tersebut.

__ADS_1


"Yahhhhhh ... gagal deh!" ucap geng gosip itu berbarengan.


"Tenang, masih ada saya! saya masih single," ucap Seno nyengir gila sambil berlalu meninggalkan pegawai perempuan yang sedang bergosip tersebut.


**


Jika hari ini merupakan kali pertama Janaka bekerja di BBG, sama halnya dengan Gladys Brahmana. Menantu perempuan dari keluarga Brahmana tersebut juga mengawali hari pertamanya dalam mengelola yayasan amal yang didirikan Erika Gayatri.


Wanita berpenampilan simple itu mengawali perjalanan pertamanya dalam mengelola yayasan amal tersebut. Hanya dengan atasan cardigan berwarna merah dan bercelana putih, Gladys mulai menjalankan tugasnya sebagai ketua yayasan tersebut. Karena Gladys ingin dikenal bukan sebagai wanita yang gemar mengoleksi busana dan aksesoris mewah, ia harus menekan keinginannya dandan maksimal karena segala gerak-geriknya kini menjadi sasaran empuk mata.


Selain itu, lembaga amal yang notabenenya adalah penampung bantuan sosial akan kurang pantas bila berimage mahal. Oleh karena itu dalam sambutan pertamanya, Gladys menginginkan seluruh pengurus yayasan agar tidak dandan berlebihan. Mereka harus menghargai beberapa saudara mereka yang masih kekurangan.


Dan keinginan dari Gladys tersebut diaminkan oleh pengurus yang lainnya. Bahkan ada yang mengatakan, "Dulu kami harus dandan maksimal dan membayar hair do untuk sebuah malam amal!" ucap salah satu anggota senior.


"Oleh karena itu, mari kita ubah mindset lama! kita forward ke arah yang lebih baik!" ajak ketua yayasan pada anggotanya.


"Tak kusangka, meski masih belia namun pemikiran Bu Gladys sudah jauh!" bisik bendahara yayasan pada teman yang duduk dekat dengannya.


Mereka tak tahu bagaimana pelitnya Gladys Hartono. Jangankan untuk menghamburkan uang, biaya hidup selama konser BTS nanti saja ia tak akan menggunakan dana pribadinya.


Selain mengubah kebiasaan lama, Gladys juga akan membuat suatu rencana yang nantinya akan ia gunakan untuk mengisi kas Brahmana Foundation selain mengumpulkan donasi dari para donatur tetap. Gladys ingin mengajak warga untuk suka rela beramal tanpa mereka sadari.


Karena faktor yang mendukung lahirnya keikhlasan adalah,  menjadikan perbuatan baiknya  bukan sekedar bertujuan mengambil keuntungn materi dan maknawi semata. Akan tetapi tujuan dan pertama dan terakhir adalah mengharap ganjaran dan pahala dari Tuhan.


Keinginan Gladys ini sangat didukung oleh anggota struktur organisasi Brahmana Foundation. Kehadiran Gladys menjadi angin segar untuk perubahan ke arah yang lebih baik, mereka bukan tidak puas atas kinerja pemimpin sebelumnya. Namun, ide dan inovasi Gladys tadi sangat diperlukan untuk meremajakan yayasan yang telah lama terbentuk ini.


**


Tak terasa waktu berlalu cepat, bila Gladys telah selesai dalam menjalankan tugas hari pertama, berbeda dengan Janaka. Pebisnis itu masih mendengarkan beberapa laporan selama setahun dari Om Robert. Naka memang ingin semuanya berjalan sesuai rencananya. Oleh karena itu, ia harus detail dalam mengumpulkan beberapa sumber dan data yang valid bagi BBG kedepannya.

__ADS_1


Hingga Seno mengabarkan bahwa beberapa awak media telah memenuhi kantor yayasan Brahmana Foundation. Informasi itu ia terima beberapa dari anak buah yang Janaka tugaskan untuk mengawal sang istri.


Karena tak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan pada hari pertama Gladys menjabat sebagai ketua yayasan, Janaka langsung mengakhiri rapat pribadinya dengan Om Robert. Suami Gladys itu tak memedulikan apa pun dan langsung menuju di mana sang istri yang tengah di kepung wartawan di luar kantornya.


Tak disangka oleh Gladys, di hari pertamanya bekerja ia harus merasa diribetkan oleh kehadiran awak media yang telah mengelilingi kantor Brahmana Foundation. Sebagai istri dari tokoh penting BBG, Gladys tak ingin salah bicara atau pun salah bertindak. Oleh sebab itu, putri bungsu Andung Hartono tersebut harus menjaga emosi serta mannernya.


"Selamat sore Nyonya Brahmana!"


"Selamat sore ketua yayasan!" Para pemburu berita telah mengepung langkah Gladys menuju tempat parkir.


"Ya Tuhan, ribet amat jadi orang penting! gini nih alasan gue kenapa enggan tinggal sama bokap!" keluh Gladys dalam hati. Namun, wanita itu masih memasang senyum menawannya dalam menerima para tamu tak diundang itu.


"Selamat sore semuanya, senang bertemu kalian!" balas Gladys pada para wartawan yang telah standby lengkap dengan alat perekam dan kameraman.


"Selamat atas terpilihnya suami Anda menjadi pemimpin perusahaan Brahmana Business Group!"


Gladys hanya tersenyum simpul, ia tak ingin menampilkan kekesalannya pada pemburu berita itu.


"Dengar-dengar Anda baru saja menikah dengan suami Anda, kenapa Nyonya merahasiakannya? Bukankah pernikahan harus dipublikasikan? Sedangkan Anda dan suami Anda bukan orang biasa?" Para wartawan mulai melancarkan pertanyaan pedas melebihi ibu tiri pada Gladys.


"Saat ini negara kita sedang berada pada masa sulit, kami tidak ingin membesarkan pernikahan kami dengan suasana meriah karena bisa menimbulkan kecemburuan sosial. Lalu siapa bilang kami tidak mempublikasikan? Keluarga serta kerabat tahu akan pernikahan ini." Gladys mampu menjawabnya dengan tegas dan lugas.


Dari jauh rombongan Janaka melihat bagaimana keriuhan yang terjadi. Bahkan mobil Naka serta pengawalnya harus berdesakan dengan awak media.


"Lalu apa yang membuat Anda memutuskan menikah dalam waktu dekat? Apa karena hamil di luar nikah?"


"Muke gile ... enyak ... babe ... !" umpat Gladys dalam hati.


...****...

__ADS_1



__ADS_2