Crazy In Love

Crazy In Love
Matila VS Benzema


__ADS_3

Wajah penuh kepedulian milik Gladys tak mampu ia tutupi. Perasaan khawatir atas berita yang menjadi buah bibir di media elektronik menjadi momok tersendiri bagi putri bungsu Andung Hartono itu. Tak ayal headline dari beberapa channel televisi yang menayangkan aksi penolakan rencana proyek PT BMD menjadi sorotan utama sore ini. Sebagai seorang yang dekat dengan Janaka Matila selaku pimpinan perusahaan tersebut, sudah sepantasnya Gladys mengingatkan kabar terbaru dari lelaki yang telah mencuri hatinya dengan paksa.


Namun, berkali-kali pulalah pria angkuh itu tak mengangkat panggilan dari sang calon Nyonya.


"Ah ... mungkin dia sedang sibuk membereskan kekacauan ini!" ucap Gladys menutup panggilan yang tak kunjung diangkat oleh Naka.


Akan tetapi, sebelumnya dengan cekatan asisten pribadi Naka telah mengatakan bahwa Pak Janaka dalam keadaan baik-baik saja. Apalagi masalah ini bukanlah masalah yang besar. Terlebih lagi, Seno mengatakan hal yang membuat Gladysnya Janaka tercengang. Yakni sebuah informasi siapa yang telah membantu orang penting di PT BMD tersebut. Sang ayah dan kakak ipar Gladys lah yang mengulurkannya tangan mereka untuk membantu Naka.


"Udahlah Dys, pasti Naka aman bersama Papa di sana!" bujuk Mira, mama dari Adys.


"Adys mengkhawatirkan dia, Ma! apalagi Naka juga memiliki masalah yang cukup rumit."


"Doakan saya Nak, seperti doa mama yang selalu menyertai anak-anak mama."


Setelah mendapatkan renungan kata dari sang mama, agaknya Gladys cukup mampu menahan rasa khawatirnya. Meski isi hati Gladys bukan dipenuhi oleh 100 persen rasa itu. Ada perasaan lain yang telah ia tahan agar tak meledak kapanpun.


**


Bila Gladys dan kepanikan mampu di padamkan oleh sang mama, di tempat lain terdapat tiga orang lelaki dewasa sedang berbincang. Salah satu dari mereka bahkan sampai mengerutkan dahinya mendengar pengalaman hidup Janaka Matila. Siapa lagi kalau bukan Zack Benzema, pria keturunan Prancis yang tak lain teman sekaligus calon kakak ipar Naka. Zack sempat heran mengapa Naka nggak sekalipun membela dirinya pada kejadian siang tadi.

__ADS_1


"Aku tak mau image yang telah kebangun susah payah hancur karena terprovokasi oleh segelintir orang Bro!" jelas Naka pada kedua pria yang tengah duduk berhadapan dengannya.


"Naka benar, kita harus memiliki cara yang elegan untuk membalas musuh! ngomong-ngomong sejak kapan kamu berseteru dengan dia Nak?" imbuh Andung menengahi kedua putranya.


"Maksud Papa, Tendi? Pengusaha sialan itu memang suka cari masalah!" sahut Zack dengan berapi-api. Bukan tanpa sebab ketiga generasi itu menyebut dalang dari peristiwa ini adalah Tendi Wiguna pengusaha asal Banjar itu meninggalkan jejak pada kejadian anarkis tadi siang.


Naka dan anak buahnya telah melacak mobil-mobil yang berada di tempat kejadian. Bahakan kendaraan yang digunakan untuk membawa para pendemo diketahui milik salah satu perubahan cabang Tendi di kota ini. Meksi terkesan lemah, Naka masih belum menunjukkan taringnya pada rival baru itu. Ia tak kan tinggal diam bila salah satu mesin pencetak uangnya disentuh orang lain.


"Wes lah, untuk saat ini cukup sudah! ayo senang-senang Man! kapan lagi kita berdua bertemu tanpa ada gangguan seperti para wanita itu," ajak Zack yang telah lama tidak hangout bersama sang teman.


"Zack, kamu tahu sendiri seperti apa putri pertamaku? Cerewetnya melebihi mamamu! dan putri bungsuku selicik apa kamu tahu sendiri bukan Naka?"


"Kita tanding basket Pap!" sahut Zack dan Naka dengan senyum licik mereka berdua.


Keduanya lalu berusaha melepas jas yang sejak tadi masih bertengger indah melengkapi penampilan mereka. Janaka Matila pun melepas dasi yang masih rapi tersimpul di kerah kemejanya serta melepas dua kancing atas kemejanya. Tak mau kalah, Zack juga melakukan hal yang sama terlebih lagi ia suami dari Grace itu juga menampilkan otot tangannya dengan menggulung lengan kemejanya hingga ke siku.


Andung hanya mampu menatap heran kedua pria pilihan putri-putrinya. Yang satu slengean dan yang satu lagi bertingkah seperti bocah. Namun, bapak dua anak itu sangat bangga karena generasi muda seperti kedua menantunya itu sungguh tekun dalam menjalankan bisnis mereka. Sukses di usai muda seperti Zack dan Naka menjadi suatu kebanggan keluarga.


Wasit pertandingan malam ini adalah Seno, meski pelipisnya masih diplester tak menyurutkan semangat Seno untuk terus membela sang atasan hingga titik darah penghabisan. Memang agak lebay, tapi Seno cukup mampu diandalkan.

__ADS_1


"Ready?" tanya Seno sebelum menoleh ke sisi kiri yakni Zack dan sisi kanan yakni bosnya.


"Persetan lu Zack, lu pasti memohon ampun dari gue!" ujar Naka dengan senyum seolah mengejek teman baiknya itu. Teman memanglah teman, tapi bila dalam keadaan bertanding seperti ini jangan harap Naka akan mengalah.


"Banyak bacot, s-h-i-t!"


'Dasar dua pria kurang waras!' umpat Seno dalam hatinya.


Pertandingan malam ini bukan hanya sebuah adu skill dari dua pria dewasa yang dikatakan tak waras oleh Seno. Naka serta Zack sedang berkompetisi untuk memenangkan siapa yang akan memenangkan wilayah Bawean. Seperti yang pernah disebutkan bahwa Janaka Matila dengan BMDnya akan membangun sebuah peradaban baru di wilayah pulau Bawean, Zack tak mau kalah. Pengusaha muda itu juga akan mulai mengikuti jejak adik iparnya untuk mengepakkan sayapnya di Bawean.


Zack dan Janaka sedang bertarung siapa yang pantas memenangkan wilayah strategis yang berada tak jauh di dekat rencana pembangunan jembatan. Zack akan membangun sebuah Pusat Olahraga dan juga pelatihan untuk para atlet. Sedangkan Naka akan berencana membangun sebuah tempat pacuan kuda. Zack yang berlatar belakang penguasa kuliner yang kini cukup sukses mengembangkan bisnisnya di bidang olahraga dengan membeli saham salah satu klub sepak bola terbesar di Jawa Timur akan melebarkan sayapnya di sektor olahraga.


Tak mau kalah, Naka yang notabene pengusaha di bidang properti serta real estate juga ingin mencetak rupiah ataupun dollar dari mesin pencetak uangnya. Bisa dibayangkan berapa penghasilan Janaka dari bisnis pacuan kuda?


Dan untuk pihak yang kalah pada pertandingan kali ini, akan berinvestasi kepada pihak yang menang. Oleh karena itu baik Naka maupun Zack saling memeras tenaga serta skill mereka. Bukan hanya harga diri saja yang mereka pertaruhkan, tapi mereka juga mempertaruhkan aset mereka. Sebagai pihak yang netral, Andung Hartono dimintai untuk mengikuti jalannya pertandingan malam ini.


...****...


__ADS_1


__ADS_2