Crazy In Love

Crazy In Love
Baby, You Make Me Wanna ....


__ADS_3

"Kamu masak apa Dys? Kenapa nggak makan di luar aja?" Pandangan mata Janaka terkesima melihat wanita yang ia pikir sedang mencoba menghindari dirinya ternyata sedang sibuk dengan peralatan memasaknya. Hingga sebuah aroma sedap menguar ke dalam hidungnya dan menuntun Naka mencari sumbernya.


"Oh, kamu masih di sini? Kirain udah cabut, kalau mau minum sesuatu ambil saja sendiri di kulkas!" tanpa mengindahkan kehadiran Naka di kediamannya, Gladys yang tengah sibuk menyiapkan topping untuk pastanya tak menoleh sedikitpun ke arah pria yang tengah memerhatikan dirinya itu.


"Hanya satu? Buat aku mana?" tegur Janaka Matila karena melihat Gladys hanya menyiapkan satu porsi makanan khas negeri pizza tersebut.


"Mau juga? Orang kelas atas seperti kamu mana mau makanan jelata kaya gini?" Gladys mengejek gaya hidup bergelimang harta milik Naka, pasalnya untuk orang seroyal Janaka gak akan mau hidup hemat seperti Gladys. Apalagi semalam wanita itu tahu dengan mata kepalanya sendiri seperti apa membuang-buang duit bagi Janaka hanya untuk menciptakan suasana dinner mewah di rumah orang tuanya.


"Apa pun buatkan kamu pasti akan kau makan! jangankan spaghetti, memakan kamu pun aku tak keberadaan!"


Karena kesal, Gladys meletakkan piring berisi spaghetti buatannya lalu melipat kedua tangannya sedada dengan muka masam.


"Salah sendiri mendadak, jadi aku hanya buat satu porsi!"


"Apa lain kali kamu akan mengundang aku? Aku tak keberadaan bila setiap malam mampir dulu ke sini!" Janaka mulai mendekati wanita yang tengah merajuk hingga membuatnya tak tahan untuk tidak menggoda sang wanita pilihannya. Lagipula Naka juga ingin memberi pelajaran pada Gladys atas ulah isengnya tadi siang.


Naka berjalan mendekati Gladys hingga tak tersisa lagi jarak di antara keduanya. Bahkan deru napas serta detak jantung sang wanita juga Naka bisa merasakannya. Meski hanya seperti ini saja, sudah bisa membuat Naka begitu bahagia.


"Iya, iya aku menyerah, makanlah! dan aku akan membuat lagi."


"Apa yang bisa aku bantu?" Merasa bersalah pada Gladys karena telah berpikir yang bukan-bukan dan telah mengacaukan makan malam wanita itu, Naka bersedia menawarkan bantuan memasak yang seumur hidupnya belum pernah ia lakukan.


"Apa ya? Hmm tunggu!" Gladys lalu mengambil beberapa bahan makanan yang ia simpan di tempat penyimpanannya.


Wanita yang gemar memasak itupun memberikan beberapa siung bawang putih serta satu buah bawang Bombay. Gladys berencana meminta pebisnis itu untuk mengupas kedua bawang yang ia berikan. Setidaknya pakerjaan Gladys akan cepat selesai bila mendapat bantuan dari Naka.


"Bagaimana caranya?" tanya Janaka begitu tak mengerti apa yang harus ia lakukan.


"Dikupas Bapak! jangan bilang nggak bisa ngupas bawang?" tebak Gladys pada pria yang tengah mematung tepat di depan telenan uang ia suguhkan bersamaan dengan dua jenis bawang-bawangan pada Janaka.


Janaka menggeleng menjawab pertanyaan dari Gladys, memang benar seumur hidupnya belum pernah melakukan hal seperti ini. Jangankan memasak, mengambil air ataupun makanan yang akan ia nikmati saja tak pernah. Karena sejak kecil, putra Sigit Brahmana telah dilayani oleh para pengasuh serta pesuruh yang ditugaskan oleh Brahmana family.


"Begini!" Gladys memberikan contoh pertama untuk mengupas bawang putih. Pekerjaan yang begitu simpel seperti ini lebih susah bagi Janaka daripada menyeleksi design bangunan dari pemenang tender yang akan menangani proyek-proyek Naka.


"Bisa lah, hanya begitu saja! aku pasti akan membanggakan kamu Dys."


Naka melarang Gladys melanjutkan, ia sendiri lah yang akan meneruskan apa yang telah ditugaskan oleh wanita itu padanya. Berani sekali seorang Gladys menyuruh komisaris PT BMD untuk mengupas bawang seperti ini? Hal yang mustahil dilakukan oleh Naka itupun nyatanya telah dicoba oleh yang bersangkutan. Dan Janaka Matila, sang pemimpin BMD bersedia melakukan apa yang wanitanya inginkan.


"Yakin?"


"Percayalah padaku, aku ini lelaki yang serba bisa dan calon yang tepat!"


Karena keyakinan Janaka yang begitu besar, Gladys lega untuk membiarkan pria itu melakukan hal yang ia perintahkan. Kini Gladys hanya perlu menyiapkan tomat dan sayuran seperti jamur kancing sebagai pelengkap saus bolognese.


Saat Gladys berusaha mencuci beberapa sayuran, ia mendengar sebuah bunyi hentakan sebuah benda di dekat Naka. Oleh karena itu, Gladys pun menoleh guna melihat apa yang sebenarnya terjadi.


Sebuah pisau tergeletak begitu saja, hingga terjatuh ke lantai tak jauh dari kaki Janaka. Gladys tak kuasa menahan keinginan tahunya dan menghampiri Janaka. Mau bagaimanapun ini merupakan kegiatan yang tak pernah dilakukan oleh pria kaya itu, tentu saja Gladys tahu dari sikap Naka yang kaku dan kikuk seperti tadi.

__ADS_1


"Oh Tuhan!" seru Gladys karena mengetahui bahwa jari Naka tergores pisau sayur yang ia gunakan untuk mengupas bawang.


"Jangan khawatir, ini hal kecil!" sahut Naka tak ingin membuat Gladys khawatir padanya.


"Jangan dilanjutkan lagi," ucap Gladys lalu menarik jari yang terluka itu dan memeriksanya. Gladys juga membersihkan sedikit darah yang keluar dari jari Naka dan mulai meniupnya seperti yang mamanya lakukan bila ia terluka.


"Aku baik-baik saja!" ucap Naka dengan pandangan tak lepas sedetik pun dari wanita yang kini sedang meniup jari tangannya. Tingkah Gladys itu semakin membuat aura lelaki Naka kembali naik kembali setelah dipadamkan siang tadi. Pasalnya bibir Gladys yang merah menggoda itu sudah memancing naluri Janaka.


Belum lagi tindakan Gladys pagi tadi, bila Janaka mengingatnya ia semakin ingin melampiaskan seluruh rasa yang selama ini ia tahan dalam dirinya. Naka tak tahan lagi untuk tidak menerkam wanita yang begitu menggoda menurutnya. Sebenarnya yang membuat Naka begitu tergoda bukan karena busana seksi Gladys saat ini, tapi bibir tipis yang merah merona itu sudah membangkitkan jiwa kelelakian Janaka Matila. Hingga tanpa basa-basi lagi Janaka menggempur tembok yang selama ini ia jaga.


Dengan percaya diri yang cukup tinggi, Naka berhasil mendaratkan sebuah kecupan manis di bibir tipis milik Gladys. Dan Gladys sekonyong-konyongnya tersentak akan perlakuan tak biasa dari Naka. Naluri Gladys yang ingin melindungi dirinya muncul begitu saja. Oleh karena itu, wanita yang sedang shock itupun mundur selangkah agar bisa meloloskan diri dari Janaka.


Tapi bukan Janaka Matila namanya bila tak mampu mendapatkan apa yang ia mau, bila Gladys mencoba melarikan diri darinya, Naka tak akan membiarkan hal itu terjadi. Dengan kekuatan penuh, Janaka menahan pergerakan dari Gladys dan tetap melanjutkan aksi memainkan ciumannya. Dan bahkan pria yang sudah tak bisa menahan hasratnya itupun mengukung tubuh sang wanita agar tak menghindari dirinya.


Perasaan siang tadi ingin ia lampiaskan pada wanita pilihannya itu saat ini juga. Lelaki mana yang tak tergoda dengan apa yang telah Gladys lakukan padanya? Mulai dari menunjukkan bagian pribadi miliknya serta bersikap imut dan juga perhatian seperti tadi. Apalagi sikap Gladys yang jinak-jinak merpati, membuat Naka semakin bersemangat untuk mengerahkan semua tenaganya saat ini juga.


'Salah sendiri membangunkan singa yang sedang tidur!'


...****...


You know you make me wanna.


You know you make me wanna.


To start it off I know you know me


That I had a dream about us, oh.


That's why I am here, I'm writing this song.


To tell the truth you know I have been hurting all along,


Someway let me know, you want me girl.


Everytime you see me what do you see?


I feel like I'm a poor man and you're the queen.


Oh baby, you're the only thing that I really need.


Baby that's why…


You make me wanna call you in the middle of the night.


You make me wanna hold you till the morning light.


You make me wanna love, you make me wanna fall.

__ADS_1


You make me wanna surrender my soul.


I know this is a feeling that I just can't fight.


You're the first and last thing on my mind.


You make me wanna love, you make me wanna fall.


You make me wanna surrender my soul.


Well I know that these feelings won't end no, no.


They'll just get stronger if I see you again.


Baby I'm tired of being friends.


I wanna know if you feel the same


And could you tell me do you feel my pain?


Don't leave me in doubt.


Everytime you see me what do you see?


I feel like I'm a poor man and you're the queen.


Oh baby, you're the only thing that I really need.


And baby that's why…


I'll take you home real quick


And sit you down on the couch


Pour some Dom Perignon and hit the lights out.


Baby we can make sweet love.


Then we'll take it nice and slow.


I'm gonna touch you like you've never know before


We're gonna make love all night.



__ADS_1


__ADS_2