Crazy In Love

Crazy In Love
Tentang Kami


__ADS_3

Namanya juga Pedekate, ya harus totalitas!


Seperti itulah slogan dari Bos Naka. Selama ini pria di belakang BMD itu tak pernah melakukan hal tak wajar seperti ini. Bahkan Gladys sempat menyebut pria yang telah mengirimkan restoran mewah dengan sebutan pria abnormal.


Dengan susah payah Naka berpeluh untuk mampu menjangkau cinta Gladys. Baginya, Gladys bersedia menerima dirinya saja sudah melampaui kebahagiaan ketika nilai saham BBG naik berpoin-poin. Baru kali ini juga Janaka Matila tak main-main dengan perasaannya. Gladys tak ubahnya seperti sebagian tulang rusuk yang hilang dari dirinya.


"Ma ... ada kondangannya siapa ini?" teriak seorang wanita dari depan rumah keluarga Hartono.


Suara itu terus-menerus menganggu pertemuan Andung Hartono dan seorang lelaki yang baru saja menerobos masuk ke rumahnya. Apalagi pria yang menerobos itu pernah menjadi sampul majalah Forbes seingat Andung Hartono.


"Grace datang Mam ... " Gladys sibuk bersembunyi di belakang badan sang mama sebelum kakak perempuannya itu akan menggoda adik bungsunya tersebut karena telah membawa lelaki pulang ke rumah keluarga mereka.


"Sekalian saja Grace dan kakak iparmu berkenalan dengan Naka." jawab Mira seraya menatap wajah sang calon anak lelaki keduanya itu.


Pun sama dengan Naka, pria bertuxedo rapi itupun tak keberatan bila akan dikenalkan dengan keluarga besar sang wanita. Baginya cepat atau lambat ia juga akan masuk ke dalam keluarga inti itu. Janaka sangat percaya diri sekali bila Gladys akan menerima cintanya.


Grace dan lelaki yang tak lain suaminya masuk ke dalam rumah setelah melihat sisa-sisa makanan dari dinner party yang ia lihat tengah dibereskan oleh beberapa pelayan saat ia memasuki kediaman orang tua mereka.


"Gladys bawa cowok?" seru Grace dengan suara lantang kala melihat seorang pria tengah duduk bersebelahan dengan sang adik yang selama ini jomlo akut.


"Naka?"


"Kamu kenal Sayang?" tanya Grace pada suaminya dengan wajah penuh pertanyaan.


"Kalian berdua duduklah! Grace, Zack!" pinta sang papa selalu tetua di rumah ini.


"Apa kabar Zack? Long time no see!" sapa Janaka pada suami Grace, Zack.


Kedua kakak beradik keluarga Hartono saling pandang pada kedua pria yang sejak tadi tampak akrab satu sama lain. Gladys ataupun Grace tidak menyangka kedua pria itu saling kenal. Meski Gladys tahu pasti ini bukan kali pertamanya Naka ke kota pahlawan ini.


"Kami berdua satu kampus kala menempuh pendidikannya magister di Columbia University! iya 'kan Naka?" Dari nada keduanya memang terkesan telah lama kenal serta akrab satu sama lain.


"Aku tak menyangka kita bertemu di sini, kita telah lama tak bertemu."


"Ih apaan, kalian kira rumah kita ajang reuni sekolah?" Tak kalah bawel dari sang kakak, Gladys yang biasanya terkesan cuek ikut angkat bicara karena kesal diacuhkan.


"Yaelah Dek, cemburu? Jadi ini pacar kamu?" Zack tak kuasa menahan tawanya saat mengetahui bahwa Naka merupakan pacar adik iparnya. Apalagi statusnya nanti lebih tinggi dari Janaka Matila, pria angkuh dan berkedudukan tinggi akan ia ia taklukkan karena ia memiliki pangkat lebih tua.

__ADS_1


"Bukan!" jawab Gladys lugas tanpa filter sedikitpun.


"Calon suami!"


"Sudahlah kalian bila bertemu tak pernah akur, tambah satu lagi malah! bikin mama lebih pusing lagi."


**


Pertemuan yang tercipta secara dadakan ini kini menjadi semakin hangat karena kedua putri keluarga Hartono yang mampu menciptakan suasana kekeluargaan. Meski tak jarang keduanya akan berselisih paham dengan pandangan masing-masing. Namun Zack mampu menjernihkan hati Grace yang cukup keras. Mantan player itu selalu mengalah dari sang istri dalam urusan apa pun sebelum Grace melarangnya masuk rumah.


Suami istri itu sering menggoda sang adik Gladys karena pulang membawa lelaki tapi belum berniat menikah. Bahkan Grace mencemooh adiknya karena usianya hampir 30 tahun dan belum menikah. Hal tersebut sedikit membuat Andung Hartono khawatir, sehingga dengan inisiatifnya mengajak Janaka berbicara empat mata dengannya.


Andung mengajak Janaka untuk membahas kelanjutan hubungan di antara ia dan sang putri Gladys. Pasalnya keduanya telah cukup umur untuk melangkah ke jenjang yang lebih lanjut. Lagipula tak pantas rasanya bila seseorang gadis dan juga pria sering bertemu tanpa ada ikatan yang serius.


"Bila Om merestui kami, secepatnya Naka akan membawa kedua orang tua Naka ke sini untuk meminang Gladys."


"Kamu sudah pikirkan baik-baik Nak? Aku dengar kalian baru bertemu dalam beberapa hari? Dari mana kamu mendapatkan keyakinan penuh atas Gladys?" Sebagai orang tuanya, Andung ingin mendapatkan kejelasan atas hubungan sang putri nantinya.


"Saya menyukainya sejak bertemu kali pertama, apalagi Gladys juga memiliki kepribadian yang menyenangkan. Saya berjanji akan selalu melindungi serta membahagiakan Gladys Om."


"Saya berjanji akan menyeimbangkan waktu bekerja dan juga waktu untuk keluarga kami nantinya, dan terakhir saya sangat mencintai putri Anda!"


Lega, akhirnya salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat di Provinsi Jatim itupun luluh dan bertekuk lutut dengan proposal lisan yang calon menantunya terangkan. Meski ia sangat tahu kesibukan Janaka sebagai pebisnis, Andung juga tak ingin memupus harapan kedua putra putrinya kelak.


"Papa percaya padamu Naka, dan tolong jaga kepercayaan papa ini! Papa titip Gladys kecil ya Nak?"


"Tentu saja Papa," Karena Andung telah menanggap Janaka sebagai putranya sendiri, ia tak ingin Janaka memanggilnya Om seperti pertama kali bertemu.


Keduanya pun saling berjabat tangan seperti sedang menjalankan sebuah kerja sama bisnis. Atas kepercayaan yang telah Andung Hartono berikan pada Naka, pemilik saham terbesar di BBG itu berjanji akan selalu menjaga dan tak kan menyakiti Gladys.


**


Begitu Naka dan Andung keluar dan bergabung bersama yang lainnya, keduanya tak menemukan keberadaan Grace dan Zack. "Mereka sudah pulang Pap, ini udah malam loh!" seloroh Gladys sedikit menyindir Naka yang masih betah tak ingin beranjak pergi meninggalkan tempat mereka.


"Iya aku akan pulang Dya," Merasa tersindir dengan ucapan calon pasangan hidupnya, Naka berinisiatif untuk pamit undur diri.


" Emang nginep di mana? Balik lagi ke Banyuwangi?"

__ADS_1


Tak bisa dibohongi lagi, sebenarnya Gladys cukup mengkhawatirkan Naka. Bagaimanapun ia adalah tamu di kota ini, tapi tanpa ia ketahui bahwa BBG juga memiliki anak perusahaan di bidang perhotelan yang tersebar di beberapa kota besar di Indonesia, dan juga betapa banyak uang Naka bila ia berniat menginap di hotel lain. Bagi Naka untuk menunjuk hotel mewah berbintang lima tempat ia menginap hanya seperti sebuah jentikkan jari saja.


...****...


Dan Ku Tlah jatuh cinta


Ku wanita dan engkau lelaki


Perasaanku berkata I'm fallin in love


Sang cinta mendekatlah


Malam menyanggupi jadi saksi


Hati kecilku berkata I'm fallin in love


Andai saja aku pengantinmu


Bahagia pasti di hati


Rengkuh Aku bersamamu


Malam ini, milik berdua


Dan Ku Tlah jatuh cinta


Ku wanita dan engkau lelaki


Perasaanku berkata I'm fallin in love


Sang cinta mendekatlah


Malam menyanggupi jadi saksi


Hati kecilku berkata I'm fallin in love


__ADS_1


__ADS_2