
Hati-hati 🚧
Merayu klien dalam sebuah kerja sama memang mudah dilakukan oleh Janaka Matila guna memuluskan semua proyek yang perusahaannya kembangkan. Namun, bagaimana bila ia merayu klien rumah tangganya? Untuk malam ini tak ada yang namanya win win solution seperti yang selalu ia tawarkan. Malam ini yang ada hanya saling melepaskan dan menikmati.
"Stop Naka, you can't do it!"
Janaka sama sekali tak mengindahkan apa yang Gladys minta. Malam ini juga ia berniat untuk menuntaskan semuanya. Apa yang selau tertahan di jiwa serta raganya menuntut untuk dikeluarkan malam ini juga.
'Aku benar-benar tak bisa menebak seperti apa pria yang kini merengkuhku ke dalam dekapannya,' batin Gladys. Helaan napasnya begitu sulit dan terasa sesak karena dipenuhi oleh rasa dominasi pria yang tek berhenti dan terus mencumbunya. Mungkinkah malam ini Gladys akan kalah dari pria sialan itu? Ataukah berhasil melewatinya seperti malam-malam sebelumnya.
Melihat Gladysnya telah berhenti minum dan kembali meletakkan gelas pada tempat semula, Naka tak ingin menyia-nyiakan waktu berharganya. Segera pria dewasa yang telah diliputi rasa terus disalurkan pada hormon kelelakiannya membalik tubuh sang wanita dan mengecup bibir merah merona yang telah menjadi his addict.
Belum sampai begitu saja, tangan kekar yang sedari tadi bergerilya kini telah terampil mempermainkan kancing kemeja sang wanita. Bila beberapa hari yang lalu Naka hanya bisa bermain-main di area luar, kini naluri lelakinya menuntut lebih dari itu.
Kecupan yang awalnya manis dan lembut, kini semakin bergelora dengan luapan energi yang telah disimpan rapi. Tak menampik, Gladys juga menikmatinya. Meski mulutnya berkata tidak, namun jauh di dalam alam bawah sadarnya ia menginginkan juga.
"Hm ... lanjut ya Hon? Udah nggak tahan!"
Tanpa menunggu persetujuan dari Gladys, Naka langsung membawa wanitanya ke tempat mereka semula tadi. Pokonya isi hati Naka malam ini hanyalah bersenang-senang dengan Gladys.
Tentu saja Gladys tahu seperti apa yang dirasakan sang lelaki, tapi bagaimanapun juga Naka tak bisa melakukan hal seperti ini. Tentu saja ia akan memberikan apa yang ia minta, tapi belum saatnya. Akan tetapi, Gladys tak bisa berkutik lagi dari bos BMD yang kini tengah membawanya layaknya bridal style. Untuk pria seperti Naka, sudah tak mungkin bisa diragukan lagi seperti apa rasa tanggungjawabnya. Tapi? Ah sudah lah.
"Kamu yakin Yank?" tanya Gladys sebelum ia benar-benar tak bisa meredamkan api dalam tubuh Naka lagi.
"Kamu tahu jawabannya Hon, just mine. Be mine! aku akan melakukannya dengan lembut."
Sebelum Naka benar-benar kehilangan kesadaran, ia berjanji akan bersikap penuh kelembutan nantinya. Meski ini pertama kali bagi keduanya, tak menampik lagi bila Janaka Matila begitu terampil melakukan hal yang paling intens pada suatu hubungan.
Malam kedua anak cucu adam telah menjadi satu dengan ditandai oleh bercampurnya peluh dari masing-masing dan juga rasa pada keduanya. Seperti janjinya, Naka tak ingin menyakiti Gladys. Ia akan melakukannya dengan hati-hati agar tidak sekalipun bisa membuat luka pada Gladys.
Apalagi melihat kedua manik milik Gladys berkaca-kaca karena menahan rasa sakit, membuat hati Naka seperti diiris ribuan sembilu. Untuk menguatkan dan memberikan dukungan pada Gladysnya, pria yang berjanji akan membahagiakan Gladys itu segera mengecup dahi wanita yang sangat ia cintai.
"Thanks you Honey," ucap Nala dengan wajah yang berseri-seri tanda berhasil membuat sebuah ikatan lebih pada Gladysnya.
"Kamu dan Monstermu itu sungguh bastard Naka!" Jujur saja, Gladys sedikit tidak terima karena Naka telah melakukan hal itu lebih awal padanya. Apalagi bila membahas Monster itu, ingin sekali Gladys memangkas habis makhluk nista menurutnya itu.
__ADS_1
"Ha-ha-ha kamu ada-ada aja Hon, biar bastard, tapi kami ini kompak!"
Dasar Janaka Matila, selain memiliki kepercayaan diri yang cukup tinggi pria itu juga tak memiliki rasa malu sedikitpun. Bagaimana bisa ia tertawa terbahak dengan semua yang telah diperbuatnya.
"Istirahatlah! sebentar lagi kita ulangi lagi," canda Naka untuk menggoda wanita yang telah menjadi miliknya.
Kini tinggal berkompromi dengan kedua orang tua Gladys untuk bekerjasama sama agar mereka segera menikahkan putrinya. Ah dunia memang benar-benar mengikuti apa yang Naka inginkan. Memilih Gladys sebagi ibu dari anak-anaknya kelak, dan juga memiliki perusahaan stabil seperti BMD di bawah naungan BBG menjadi dua hal yang paling membuatnya terus mengucap syukur pada Tuhan.
"Lagi? Itu udah jadi little monster yank!" sanggah Gladys diikuti jarinya yang menunjuk bagian yang tidak ditutupi oleh Naka dengan sehelai benangpun.
"Hon, jangan menggoda little monster!" Karena gemas, Naka lalu mencubit hidung mancung Gladys dan segera mendekap wanita yang telah memberikan sebuah hadiah luar biasa itu untuknya.
Selain ingin beristirahat dari olahraga malam, Naka juga tak ingin memborbardir Gladys pada kali pertama ini. Tapi bila nanti ada gejolak menyusul, pria dewasa itu juga tak bisa memastikannya.
"Am so tired now, you should knew me!"
"Sure Hon, how much i love you."
Di bawah selimut yang sama, Naka lalu memeluk sang wanita agar beristirahat sejenak. Setelah itu, pria yang kini hanya mengenakan celana boxer briefs itu lalu beranjak keluar kamar. Entah apa yang akan dilakukan lelaki itu setelah mendapat apa yang ia mau.
Tak berselang lama, Naka datang sambil membawa segelas air putih di tangannya. Lalu pria yang sejak tadi tak berhenti tersenyum itu membisikan sesuatu di telinga Gladysnya.
Begitu manis, ia bahkan tak melupakan bahwa Gladys telah tepar kelelahan akibat mengimbangi dirinya. Dengan senang hati Naka akan memberikan servis tambahan untuk wanita yang telah bersedia melahirkan keturunan untuknya nanti.
"Uuuuhh letakkan saja, aku tak memiliki tenaga untuk bergerak Naka."
Melihat sikap manja dari Gladysnya, Naka tak tega untuk tidak melayani wanita itu. Bagaimanapun juga Gladys telah melayani dirinya tadi. Kini hanya dengan inilah ia membalas jasa sang nyonya. Janaka Matila, pria yang tak pernah sedikitpun membantu orang lain, kini mendekatkan air minum itu untuk Gladys.
Sedangkan Gladys? Wanita itu tak tega menolak kebaikan yang terasa manis itu. Jarang-jarang ia bisa mendapatkan perhatian khusus dari pemimpin BMD tersebut.
"Untuk malam-malam berikutnya, aku janji akan memberikan room servis seperti ini dan berpotensi lebih." ucap Naka kala Gladys selesai meminum habis air dalam gelas yang telah ia bawa.
"Makasih, memang harus tahu diri!" Meski sedikit jutek, namun Gladys tak menolak kebaikan dan perhatian dari Naka untuknya.
...****...
__ADS_1
Di dekatnya aku lebih tenang
Bersamanya jalan lebih terang
Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
Berdua kita hadapi dunia
Kau milikku, milikmu kita satukan tuju
Bersama arungi derasnya waktu
Bila di depan nanti
Banyak cobaan untuk kisah cinta kita
Jangan cepat menyerah
Kau punya aku, kupunya kamu, selamanya
Akan begitu
Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
Berdua kita hadapi dunia
Kau milikku, milikmu kita satukan tuju
Bersama arungi derasnya waktu
Kau milikku, ku milikmu
Kau jiwa yang selalu aku puja
Tulus - Teman Hidup
__ADS_1