Crazy In Love

Crazy In Love
Wajah Pemimpin Baru


__ADS_3

"Selamat pagi, Pak Janaka!"


"Pagi, Pak Janaka!" Ucapan selamat pagi seperti barusan telah terdengar mulai ketika Naka melangkahkan kaki memasuki BBG tower yang beralamatkan di jalan Thamrin Jakarta Pusat.


Seluruh pegawai tak satupun yang melewatkan diri guna menyapa pemimpin baru mereka. Meski desas-desus pergantian kapten kapal BBG santer terdengar dari dulu, namun pada hari ini lah secara resmi pengangkatan pemimpin baru akan dilaksanakan. Janaka Matila yang menjadi satu-satunya kandidat yang berhak naik tahta juga tak bisa mengelak lagi dari tugas besar yang kini berada ditangannya.


Dengan penuh keyakinan dan langkah kaki lantang, Naka sang kapten kapal akan membawa BBG berlayar ke samudera lepas. Meski kedepannya nanti akan ada badai serta cuaca buruk, Naka tak gentar. Karena ia yakin akan membawa BBG ke tatanan era baru, era yang akan jauh berbeda dengan konsep yang diusung Sigit Brahmana dahulu.


Dan pagi ini sebuah masalah masih terngiang di benak Janaka, karena pagi sebelum ia berangkat bekerja Janaka sempat beradu otot juga dengan sang istri yang masih tak terima bila Gladys kembali bekerja. Pasalnya kini tugas nyonya baru BBG telah ditumpukkan padanya, Naka menginginkan Gladys agar lebih berkonsentrasi pada Badan amal yang telah dibentuk oleh sang ibu. Tugas mulia itu menyangkut beberapa aspek, baik itu sosial, kesehatan serta pendidikan. Oleh karena itu, Naka meminta Gladys agar menutup usaha yang ia rasa kurang bonafit itu. Dan untuk hobi menggambar sang istri, Naka tidak akan melarangnya. Gladys masih bisa menggunakan ilmu designnya pada beberapa proyek BMD ataupun BBG nantinya. Bahkan sebelum menyerahkan atau melelangnya, Janaka akan lebih dahulu menawari sang istri untuk menerima atau tidak rancangan proyek BMD nantinya.


Masalah antara suami istri itu akhirnya memiliki titik temu dengan kesediaan Gladys menutup usahanya dan akan fokus menjalankan usaha turun-temurun ini. Namun dengan satu syarat.


"Ijinkan aku menonton konser BTS di Jepang!" pinta Gladys pagi tadi dengan wajah ditekuk sempurna.


"Aku masih sibuk Hon, next year aja kita pergi bersama!" bujuk Naka agar sang istri tak terus saja meminta bertemu dengan Jin idolanya.


"Siapa yang mau pergi sama kamu?" Pertanyaan sinis dari Gladys itu menyebabkan wajah Naka merah padam, pasalnya hal sensitif seperti itu mampu membuatnya meledak-ledak. Mungkin bila orang yang mengatakan kalimat seperti itu Naka tak segan memaki habis. Namun, ini Gladys! bagaimana bisa Naka akan marah pada sang istri? Demi mendapatkan rasa cinta dari sang istri Naka masih mampu menahan amarahnya.

__ADS_1


"Hon ... " belum sampai Naka melanjutkan kalimatnya, Gladys terlebih dahulu memotongnya dan tak ingin mendengar penolakan karena Gladys mengancam tak 'kan mau mengikuti kemauan Naka lagi bila syarat itu tak mampu terpenuhi.


"Berangkatlah! nanti kamu telat Yank, aku tak ingin berdebat lagi," bisik Gladys mesra di telinga sang suami dengan penuh kemenangan.


**


Tepat di sebelah Janaka pegawai kepercayaan selalu menyertai suami Gladys tersebut. Keduanya melenggang di kantor pusat BBG. Naka segera mengenyahkan semua kegilaan Gladysnya pagi tadi. Dengan ditemani oleh Seno sang asisten setianya, Naka melangkah dengan yakin bahwa ia akan membawa perubahan ke arah yang lebih baik untuk Brahmana Bussines Group. Selain itu, ada seorang pria yang menyambut kedatangan mereka. Pria tersebut merupakan pegawai lama yang tahu seluk-beluk BBG selama Sigit Brahmana mendirikan perusahaan tersebut.


Om Robert namanya, lelaki berkacamata yang memiliki status karir paling tinggi di BBG dan membawahi beberapa pegawai yang lainnya. Bisa dikatakan bahwa Om Robert adalah tangan kakan ayah Naka. Posisi General Manager ditempuhnya bukan dari satu tahun atau dua tahun masa kerjanya saja. Pengalaman kerja yang panjang membuat Om Robert mampu berada di titik tertinggi saat ini.


General manager atau manajer umum suatu perusahaan memiliki tanggung jawab kepada seluruh bagian / fungsional pada suatu perusahaan atau organisasi. General manager memimpin beberapa unit bidang fungsi pekerjaan yang mengepalai beberapa atau seluruh manager fungsional.


"BBG pasti akan lebih tinggi lagi di tangan Anda Pak!" puji Om Robert pada atasannya yang baru.


Keduanya lalu menaiki lift khusus yang diperuntukkan komisaris BBG dan jajaran direksi yang lainnya menuju ruang rapat yang telah direncanakan oleh Janaka. Pada hari pertama ia bekerja, Naka memang ingin menyapa seluruh direktur dan juga para pemegang saham pada perusahaan BBG yang akan ia kelola.


Lift khusus membawa Janaka, Seno, Om Robert serta sekretaris Om Robert ke lantai 10. Ruang rapat untuk para pesohor BBG, memang dibedakan daripada ruang meeting yang lainnya. Tak hanya lebih luas, namun fasilitas serta interior di dalamnya sengaja dikhususkan dengan bahan berkualitas dan juga detailnya dibuat khusus oleh arsitek ternama.

__ADS_1


Bukan sekali ini saja Naka masuk ke ruangan ini, sebagai pemegang saham terbanyak di BBG, Naka tak sekalipun absen pada rapat tahunan serta rapat pemegang saham lainnya. Sedangkan untuk para direksi dan juga pemegang saham yang notabenenya telah Naka kenal sebelumnya, Janaka tak perlu sungkan lagi.


Para jajaran direksi serta pemegang saham yang terhormat berdiri menyambut penanggung jawab BBG yang baru yakni Janaka Matila. Pria dengan aura eksekutif muda itu langsung menempati tempat yang telah disediakan untuknya setelah sebelumnya membalas salam dari anggota parlemen BBG.


Seorang PIC atau Person in Charge yang telah ditunjuk sebagai penanggungjawab pada meeting hari ini mulai membuka jalannya acara dengan ucapan selamat datang untuk Pak Janaka Matila mereka. Dan PIC tersebut meminta Pak Janaka memberikan sambutan sepatah kata untuk menyapa para penguasa BBG.


"Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua, kepada dewan pemegang saham BBG yang terhormat dan juga jajaran direksi yang menjadi tombak kesuksesan Brahmana Business Group. Saya ucapkan banyak terima kasih karena telah mempercayakan saya Janaka Matila sebagai komisaris utama, posisi ini tak serta-merta membuat saja berbangga diri. Melainkan sebuah tanggung jawab besar yang akan saya pikul ke depannya nanti. Untuk itu saya mohon bantuan para hadirin untuk terus mengawal cara kerja saya, tegur saya bila melakukan kesalahan."


Setelah mendengarkan sambutan dari pemimpin baru, para direksi juga saling memperkenalkan diri dan menerangkan dari masing-masing departemen yang mereka kepalai. Selain itu ditunjuk juga seorang juru bicara serta 3 orang sekretaris yang akan membantumu kinerja Pak Janaka.


Notulen segera mencatat rencana kerja serta visi dan misi dari janaka dalam memajukan BBG.


"Saya berjanji akan membawa BBG menjadi perusahaan yang disegani oleh mata dunia." imbuh Naka pada akhir rapat ini.


...****...


Maaf mengganggu, saya minta waktunya sebentar bagi para reader yang saya kasihi.

__ADS_1


Silakan tundukan kepala, dan mulai mengheningkan cipta sejenak guna mendoakan para korban bencana alam dari letusan gunung Semeru 4 Desember kemarin.


__ADS_2