Crazy In Love

Crazy In Love
Life Must go on


__ADS_3

Seluruh keluarga dan juga rekanan dari Sigit Brahmana tak ada yang menyangka dengan kepuasan mendadak ini. Terlebih lagi, Erika dengan mudah dan tenangnya mengatakan akan mundur dari dunia yang telah ia jalani selama ini. Baik itu di dunia sosial dan juga kegiatan amalannya. Bahkan wanita yang telah dikaruniai cucu kembar tersebut meminta Aruni sang putri untuk mengantarkan kembali ke vila keluarga Brahmana. Erika ingin hidup tenang tanpa memikirkan apa pun, wanita ayu itu berjanji untuk sesekali mengunjungi cucu-cucunya serta menantu perempuannya.


Sebelum meninggalkan Mount Elizabeth, terlebih dahulu Erika membalikkan kalung dengan leontin bunga tulip yang pernah ia berikan pada Gladys agar putrinya bisa menjaga benda peninggalan keluarga Brahmana dengan baik.


Belakang baru Gladys ketahui bahwa barang antik dan mahal itu sempat digunakan oleh Hana Darmanto sebelum ibu kandung Naka mengembalikan kalung serta gelang yang dikenakan oleh Aruni tersebut pada Sigit karena meninggalkan rumah dulu kala. Sebagai wanita yang sempat hadir di kehidupan Sigit Brahmana, tentunya Hana sangat hapal apa saja yang pernah ia alami.


"Aku tak ingin kedatanganku menjadi masalah untuk kalian! karena aku memang tidak berencana kembali seperti dulu," ungkap Hana pada Sigit, pria yang pernah mengusir dirinya untuk meninggalkan putra semata wayangnya.


"Dan aku juga tidak menyangka akan seperti ini, Han kamu tahu bahwa aku sungguh menyesal telah tidak mempercayai kamu!" Kini hanya tersisa kedua orang lanjut usia yang sama-sama saling menyesali perbuatannya. Baik Hana yang menyesal karena meninggalkan keluarganya dengan begitu saja. Sedangkan Sigit menyesal karena telah menuduh bayi yang dikandung oleh Hana adalah bukan darah dagingnya.


"Anak-anak telah dewasa dan bisa menentukan pilihannya, oleh karena itu kamu tak perlu lagi menyesal." Hana tak ingin kembali lagi menjadi nyonya Brahmana, karena hal itu bisa menyakiti hati Erika. Wanita yang selama ini telah bersusah payah mengasuh buah hatinya. Bahkan Hana merasa berhutang budi pada Erika.


**


"Ibu, kenapa jadi seperti ini?" tanya Aruni pada sang ibu sebelum mereka masuk ke dalam mobil yang akan membawa ibu dan anak perempuannya ke pelabuhan sebelum melanjutkannya menuju Pulau Lazarus.


"Takdir!" jawab Erika singkat.


Dengan tergesa-gesa, Gladys mengejar Erika sang ibu sebelum wanita yang telah berjasa besar itu meninggalkan Singapura.

__ADS_1


"Ibu, ijinkan Adys ikut dengan ibu ke Lazarus?"


"Loh, Mbak Gladys mau ikut ke Lazarus? Bagaimana dengan serah terima jabatan Mas Naka?" Aruni tidak melarang kakak iparnya untuk ikut bersama ibunya, tapi bila menilik dari pentingnya tugas Gladys saat ini, Gladys seharusnya terus menemani suaminya di saat genting seperti ini.


"Adys harus tetap memantau BBG, ibu tidak apa-apa! kamu adalah nyonya BBG Nak! sudah sepantasnya Adys di samping Naka,"


"Ibu mengusir Adys?" selidik Gladys dengan pandangan tak lepas dari wanita yang kini mengaku ingin meninggalkan sang suami.


"Tentu saja tidak sayang, kamu itu putri ibu! di mana hati nurani ibu bila mengusir kamu Adys?" Erika tak ingin membuat sang menantu terlalu memikirkannya. Bagaimanapun kini Gladys akan menjadi pengganti dirinya dalam melanjutkan perjuangan besar Erika selama ini.


Brahmana Foundation menang tak memiliki taring seperti saudara yang lainnya. Namun, badan amal yang telah terdaftar di kementerian sosial dan dalam negeri ini tak jarang menjangkau setiap sudut terkecil penghuni negeri ini. Mulai dari menyantuni warga yang kekurangan seperti memberikan beasiswa bagi anak-anak yang berprestasi, Brahmana Foundation juga aktif dalam uluran tangan jika terjadi bencana alam.


Kini sebagai istri pemenang saham terbesar di Brahmana Business Group juga sebagai menantu pendiri BBG sudah sepantasnya Gladys memersiapkan dirinya mengambil alih salah satu bidang bisnis BBG seperti keinginan ibunya.


Perusahaan yang memiliki lebih dari 200 ribu karyawan ini memang salah satu tiang perekonomian negara ini. Dengan menyerap ratusan ribu tenaga kerja, membuat PT BBG menjadi sumber penghasilan bagi pegawai yang telah menggantungkan nasib mereka. Gladys serta Janaka memiliki tanggungjawab besar akan hal ini, karena 200 ribu lebih pekerja berada di bawah tangan kini.


Perseroan berdomisili di Jakarta, Indonesia, dengan kantor pusat berada di Brahmana Tower Jalan Thamrin Jakarta pusat ini akan segera diambil alih oleh Naka dalam waktu dekat. Suami Gladys itu kini tak lagi memiliki waktu lebih bila hanya digunakan untuk sekadar bermain-main.


Seperti saat ini, setelah Janaka mengantar kepergian Erika dan juga berpamitan dengan ayah dan ibu kandungnya, Naka mengajak Gladys untuk kembali ke tanah air. Meski sempat mengajak Adit dan Hana sebagai basa-basi dan berakhir dengan sebuah penolakan dari Hana karena ibu kandung Naka masih ingin tinggal di Singapura untuk menyelesaikan suatu masalah. Sedangkan Adit? Pria itu mengatakan akan menemani ibunya selama di Singapura.

__ADS_1


"Okay, tapi jangan lupa! besok ada serah terima jabatan BMD, karena aku tak miliki waktu luang lagi setelah ini," ucap Janaka memperingatkan Adit agar tak melupakan kewajibannya pada BMD.


"Ya, dan aku pasti akan banyak merepotkan kamu Mas karena masih pemula!"


Seperti biasanya juga, Naka selalu bersikap acuh dan dingin. Bukan karena ia masih memendam amarah, tapi memang seperti inilah Janaka yang memiliki karakter tegas dan penuh wibawa. Lain lagi bila bersama sang istri.


"Baiklah Adit, kami jalan dulu ya?" Gladys yang memiliki karakter lebih hangat dari Naka tak ingin semakin membuat api permusuhan semakin memanas. Oleh sebab itu, istri Janaka Matila itu masih menjaga sikap sopannya pada adik ipar.


**


Sepasang suami istri itu kini berada dalam satu penerbangan pribadi dengan memanfaatkan salah satu armada pesawat yang sebelumnya telah dipakai Janaka ke Singapura kemarin sore. Setelah mendarat rencananya Naka akan langsung ke BBG Tower untuk memeriksa beberapa berkas dari laporan yang dua hari ini ia pantau. Selama Sigit dirawat di rumah sakit, seluruh pekerjaan di BBG Tower Janaka yang menggantikan. Terlebih lagi kini, dirinya telah didaulat menjadi pemilik permanen Brahmana Business Group.


Janaka akan melanjutkan beberapa proyek sang ayah yang sempat terkendala sebelum jatuh sakit. Sempat terlintas pula Naka akan menambah saham BBG miliknya dengan membeli saham-saham kecil yang dimiliki orang lain. Karena kondisi ekonomi negara masih kacau, penawaran menarik dari Naka telah banyak diminati oleh beberapa pemegang saham BBG. Apalagi mereka telah mengetahui seperti apa track record Janaka Matila.


Selain itu, Janaka juga akan berkonsentrasi mengawasi setiap anak usaha BBG seperti BMD dan juga BME. Keduanya akan berada di bawah kendali Janaka, karena Naka telah meletakkan pion pada masing-masing aset miliknya agar mudah untuk mengawasi setiap gerak-gerik direktur barunya.


Rencana ini telah ia susun rapi setelah konflik malam itu dengan sang ayah. Pulang dari rumah sakit, Janaka Matila menghubungi semua orang kepercayaan untuk menjalankan rencana rahasia. Meeting virtual yang diadakan mendadak itu ia fokuskan bukan karena tak percaya pada adik-adik, akan tetapi Naka melakukan ini demi menjaga stabilitas perusahaan yang selama ini telah dibesarkan olehnya.


Pada masing-masing divisi, Naka telah menyiapkan orang kepercayaannya. Sedangkan Seno? Nasib pemuda itu sangat mujur, lantaran Janaka akan mengajaknya melenggang ke kantor pusat BBG bersama sang atasan. Bukan hanya itu saja, untuk memperkuat bidang IT, Naka akan merekrut pegawai baru. Meski orang itu meminta upah yang cukup tinggi, Janaka bersedia memberikan apa yang diminta pegawai baru tersebut.

__ADS_1


...****...



__ADS_2