Crazy In Love

Crazy In Love
I Really Want You


__ADS_3

Maybe if you can see


What I feel through my bone


Every corner in me


There's your presence that grown


Maybe I nurture it more


By saying how I feel


But I did mean it before


I want you to the bone


I want you to-


Take me home, I'm fallin'


Love me long, I'm rollin'


Losing control, body and soul


Mind too for sure, I'm already yours


Walk you down, I'm all in


Hold you tight, you call and


I'll take control your body and soul


Mind too for sure, I'm already yours


Pamungkas - To the Bone


Pagi ini tak seperti biasanya, Gladys mampu terbangun dari tidurnya tanpa bantuan bunyi alarm. Bukan pula dengan bantuan kicauan khas burung di waktu pagi. Akan tetapi wanita itu bangun karena rasa khawatirnya terhadap Janaka yang sejak malam tadi tak pernah sekalipun membiarkan dirinya bergerak sedikitpun.

__ADS_1


Dan sangat awal sekali Gladys bangun dari mimpinya, ia tidak kaget sama sekali ketika kedua maniknya terbuka dan mendapati seorang pria yang masih tertidur dengan cukup pulas. Untung saja Gladys bisa menggeser tubuhnya pelan-pelan dan mulai meninggalkan sofa yang telah mereka tiduri semalam ini.


Benar, untuk kedua kalinya mereka telah tidur bersama dalam setu tempat dan salah satunya adalah sofa panjang ruang tamu Gladys. Hal yang sangat memalukan untuk wanita single seperti dirinya apabila kedapatan kedua orangtuanya. 'Apa salah dan dosaku Tuhan hingga Engkau kirimkan pria seperti ini di depanku?'


Tak ingin menimbulkan suara yang bisa membangunkan Naka, Gladys bergerak sangat hati-hati dan berjalan menuju kamar mandi di apartemennya.


Setengah jam telah berlalu dan belum ada tanda-tanda bila Janaka Matila telah terbangun dari tidurnya. Mungkin efek dari alkohol yang ia konsumsi tadi malam mengganggu waktu aktivitasnya nanti. Hingga beberapa saat yang lalu Gladys sempat mengangkat telepon dari Seno yang menanyakannya maukah pakaiannya dikirim ke apartemen Gladys. Alangkah tak ada otaknya Gladys yang telah mengatakan bahwa atasan Seno masih tidur pulas. Bahkan Gladys sempat meminta sedikit waktu agar Naka bisa beristirahat lebih lama lagi. Calon Nyonya muda Brahmana itupun baru menyadari bahwa sikapnya sungguh berlebihan pada Naka.


"Pak Seno, bisakah Anda memberikan waktu lebih lama lagi agar beliau bisa beristirahat?"


Dan pertanyaan itu pun dijawab oleh Seno dengan jawaban mengguncang jiwa Gladys, "Baiklah Bu, saya akan mengundur waktu keberangkatan beliau agar kalian bisa bersama lebih lama lagi!"


Untuk menyingkirkan resah di dada Gladys, wanita muda itupun melampiaskan dengan membuat menu sarapan sebelum ia menjalani aktivitasnya nanti.


Ketika sedang asyik menyiapkan bahan masakan, sebuah tangan kekar terasa melingkar di pinggang wanita yang saat ini juga memiliki pipi yang merah merona karena menahan malu.


"Aku sungguh takut kamu meninggalkan aku Honey, kemarin ke mana saja?" tanya Janaka mulai menginterogasi Gladysnya yang kini sedang memasak.


"Aku sedang sibuk, beberapa hari ini jangan ganggu aku! sekarang juga sama jangan ganggu aku yang sedang memasak!"


Pertanyaan demi pertanyaan dari Naka sangat sulit untuk dijawab oleh Gladysnya. Bukan karena tak ingin percaya pada sang lelaki, akan tetapi Gladys sengaja tak ingin menambah panjang masalah di antara mereka berdua.


"Iya, untuk semua pertanyaan kamu," sahut Gladys merangkap semua jawaban untuk beberapa pertanyaan dari Janaka.


"Ingatlah satu hal! apa pun yang kamu dengar dari orang lain, jangan pernah kamu masukkan ke dalam hati sebelum ada klarifikasi dari aku Yank!" ujar Naka penuh penekanan pada wanita yang tak ingin ia lepaskan pagi ini.


Apalagi beberapa saat yang lalu Seno sempat mengirimkan pesan untuknya bahwa asisten pribadi Naka itu telah menghandle seluruh jadwal pagi Naka hingga waktu keberangkatan ke Banyumas. Dan semua itu atas permintaannya dari calon nyonya. Bagaimana tak berseri-seri air wajah Janaka pagi ini. Setelah semalam Gladys menemaninya, kini wanita itu menginginkan waktu lebih lama lagi dengannya. Tentu saja Janaka Matila sangat bahagia dan tak kan melepaskan Gladysnya lagi pagi ini.


"Thanks Hon, you always know me so well!" ucap Naka sambil mengecup pundak Gladys yang kebetulan terbuka karena menggunakan baju yang terbuka bahunya. Leher mulus yang tertutupi oleh rambut panjang sang wanita ia kecup mesra seperti malam itu.


"I really love u baby," Bukan Janaka Matila bila tak mampu melancarkan serangan-serangan badai asmara. Dan Gladys juga tak mau kalah, meski sedang memasak namun pikirannya jauh ke depan dan mencari cara agar bisa menghindari terkaman serigala liar.


"Bapak Janaka Matila! bila Anda terus menganggu saya, bukan hanya telur ayam ini saja yang saya pecahkan, tapi kedua telur Anda juga!" ancam Gladys pada Janaka yang tak mau berhenti mencumbunya saat ini. Bukan hanya kata-kata peringatan saja, Gladys juga berani mengancam Naka dengan menggunakan sebuah pisau yang sering ia gunakan.


"Lakukan saja kalau kamu bisa!" perintah Naka tanpa melepaskan Gladys begitu saja, bahkan cumbuannya kini bukan hanya di area leher saja melainkan telah berani bergeser ke pundak serta kedua telinga Gladys.


'Sialan kalau tahu begini, aku tak 'kan mengijinkan Seno membawamu ke sini Pak!'

__ADS_1


Janaka tak ingin melewatkan waktu berharga yang telah dikhususkan oleh Gladys padanya. Bahkan kini ia sudah tak malu lagi untuk meminta Gladys berhenti memasak dan ikut andil bagian dalam permainan pagi yang begitu ber-ga-irah ini. Pemimpin PT BMD itupun dengan mudah membalik tubuh Gladys agar bisa ia eksplor dengan mudah. Selain keahlian ciumannya, tangan Naka juga aktif menari-nari di belakang tubuh sang wanita. Gerakan tanpa dikomandoi itu sangat luwes sepertinya kedua tangan Naka memiliki mata pada setiap telapaknya.


"Kamu akan telat!" bisik Gladys berusaha menolak gejala alam bawah sadarnya.


"Perjalanan itu bisa ditunda, rapat bisa dibatalkan! Nyonya BMD ingin dipuaskan bukan?"


"Naka Please ... "


"Say love me baby! coz i really want you right now!" tepat setelah mengatakan hal romantis itu, Janaka Matila mendaratkan kecupan manis tepat di bibir merah sang wanita yang telah membuatnya tak tahan untuk tak menerkamnya.


'Sudah terlambat Honey, kini kamu akan jadi milikku seutuhnya!'


...****...


Take me home, I'm fallin'


Love me long, I'm rollin'


Losing control, body and soul


Mind too for sure, I'm already yours


Walk you down, I'm all in


Hold you tight, you call and


I'll take control your body and soul


Mind too for sure, I'm already yours


Would that be alright?


Hey, would that be alright?



__ADS_1


__ADS_2