Crazy In Love

Crazy In Love
Nasi Padang


__ADS_3

Dari jauh rombongan Janaka melihat bagaimana keriuhan yang terjadi. Bahkan mobil Naka serta pengawalnya harus berdesakan dengan awak media.


"Bos, wartawan sudah sangat keterlaluan!" kata Seno karena geram melihat kebrutalan pertanyaan dari wartawan untuk istri sang atasannya.


Janaka mempercepat langkahnya guna menerobos Kerumunan manusia tersebut. Tidak hanya sendiri, Naka maju didamping oleh pengawal yang nantinya akan menjaga sang istri dari rentetan pertanyaan awak media yang akhir-akhir ini mulai kehilangan attitude mereka. Para pemburu berita kini telah melupakan tugasnya dalam mewawancarai narasumbernya. Mereka bahkan telah melupakan kode etik profesi wartawan. Tak jarang banyak di media televisi seorang wartawan yang terus-menerus mendesak narasumber mereka.


"Lalu apa yang membuat Anda memutuskan menikah dalam waktu dekat? Apa karena hamil di luar nikah?" Pertanyaan ini levelnya telah melebihi rasa pedas dari seblak ceu kokom sebelah rumah Seno.


"Muke gile ... enyak ... babe ... !" umpat Gladys dalam hati.


Bukan Gladys namanya kalau hanya diam saja tanpa melakukan perlawanan, bila Janaka serta anak buahnya mati-matian mengkhawatirkan dirinya. Namun, Gladys hanya cuek dan bersikap sangat tenang. Bahkan Gladys sendiri tak menyangka bila emosinya akan tertekan dengan baik tanpa perlu keluar. Menjadi sumber yang kerapkali diburu pemberitaan, membuat Gladys memiliki sikap waspada. Semenjak sang ayah terjun ke dunia politik, Gladys telah memutuskan diri untuk tidak bersedia tampil di publik dengan cara tinggal jauh dari kedua orang tuanya.


"Hamil? Doakan saja kami segera memiliki momongan!"


Langkah kaki jenjang Janaka yang terburu-buru menghampiri sang istri seketika mendadak berhenti. Naka tak menyangka bila Gladys akan menjawab hal yang tak pernah ia bayangkan. Wanita itu tak menampik dan juga tak menolak pertanyaan wartawan yang telah menyudutkannya. Malahan dengan bangganya Gladys meminta para khalayak untuk mendoakan ia dan Janaka segera memiliki momongan.


"Kurasa, aku berlebihan mengkhawatirkan istriku! lihat saja dia mampu mengatasi masalah ini dengan caranya!" gumam Naka pada Seno yang berjalan di sampingnya. Benar saja, para wartawan yang sebelumnya mencerca Gladys dengan serangkaian pertama sadis, kini berangsur-angsur jinak.


Tetapi bukan pemburu berita namanya bila kana cepat puas begitu saja, apalagi dengan sumber yang telah menginformasikan bahwa mereka akan mendapatkan berita besar dari istri pemimpin BBG yang baru, membuat para awak media bersemangat mengorek informasi dari Gladys.


"Maaf bila pertanyaan kami lancang Bu, bukankah Suami Anda berpacaran dengan model? Lalu mengapa Pak Janaka memutuskan menikah dengan Anda?"

__ADS_1


"What? Ini gila! sudah di luar batas!" Gladys benar-benar frustasi dibuat oleh mereka.


"Karena saya mencintai istri saya, oleh karena itu saya memilihnya menjadi nyonya Brahmana!" Janaka datang dan menjawab pertanyaan dengan mendahului sebelum Gladys menjawabnya.


"Bukankah begitu Honey?" ulang Janaka sekali lagi guna meyakinkan para awak media.


"Tentu saja suamiku, kamu memang paling tahu apa yang kumau!" balas Gladys dengan tatapan tajam pada sang suami karena menjawab pertanyaan yang harusnya ia jawab. Karena jawaban dari Naka sangat berbeda dari jawaban Gladys nantinya.


"Kurasa cukup sekian, istriku sedang merencanakan program kehamilan! oleh karena itu ia tidak boleh kelelahan!"


"Tunggu, aku mau balas dendam!" bisik Gladys tepat di telinga Janaka. Wartawan yang hadir kini percaya bahwa hubungan suami istri tersebut bukanlah sebuah kepalsuan alias nikah perjanjian seperti yang mereka dapatkan informasinya dari seseorang.


"Karena kalian sudah jauh-jauh datang ke sini! dan pulang hanya dengan artikel seperti itu, lebih baik kalian ulurkan tangan Anda semua untuk membantu sesama melalui yayasan kami. Karena kami sedang menggalang dana untuk korban bencana alam, kami berharap kalian semua bisa membantu meringankan beban penderita mereka yang membutuhkan! Sebagai gantinya, kita bisa berfoto bersama agar artikel kalian nantinya lebih menjual."


"Hon ... !" Naka sedikit tak setuju, pasalnya masih merasa khawatir pada sang istri. Meskipun Gladys bisa menangani ini semua, tak menutup kemudian mereka akan datang lain waktu.


"Percaya deh sama aku Yank! aku belajar matre dari kamu."


**


"Aku rasa kericuhan tadi ada ditunggangi oleh aktor drama Bos!" celetuk Seno ketika ia mengantar dua orang penting di Brahmana Business Group pulang.

__ADS_1


"Siapapun yang merencanakan hari ini, sudah gagal total! bukan begitu Hon?" Naka sengaja menggoda Gladys dengan mengajaknya bercanda karena sejak tadi Gladys tak membuka mulutnya sama sekali sejak wanita itu masuk ke dalam Toyota Alphard Vellfire dan duduk di sebelah Naka.


Jangan sampai Gladys terpengaruh atas pertanyaan wartawan tadi yang mengatakan bahwa Naka memiliki hubungan khusus dengan seorang model lalu memilih menikahi Gladys.


"Apa ada masalah Hon?" Lagi Janaka menelisik gerangan apa yang membuat sang istri bergeming sejak tadi.


"Aku lapar! bisakah kalian berdua jangan mengingatkan aku pertanyaan bodoh tadi? Mereka membuat gula darahku turun yank!"


Kata-kata Gladys tadi sontak saja membuat pria yang sejak tadi tak berhenti memikirkan sang istri tertawa dibuatnya. Bukan hanya Naka, bahkan Seno juga sempat tersenyum melihat tingkah lucu istri bosnya.


"Sekali lagi kamu menertawai aku, jangan harap bisa tidur di kamar! kamu juga Seno, nggak takut apa kalau aku nggak kasih restu jadi adikku?" Seketika, kedua bos dan anak buah itu langsung terdiam dalam tempatnya masing-masing bila permaisuri telah bersabda.


Jangankan Seno, Janaka saja tak berani melawan kalimat Gladys karena bila ia masih berani pada Gladys, malam ini terancam tak bisa masuk ke rumah.


"Baiklah, Ratu ingin makan apa?" Naka harus bisa mendapatkan hati Gladys sebelum wanita itu benar-benar memblokir langkahnya masuk rumah.


"Aku ingin makan nasi Padang, langsung di Padang dengan rendang dan gulai kepala ikan!" jawab Gladys sekenanya karena masih memendam rasa kesal akan hal yang tadi.


Meski emosinya telah berangsur-angsur turun, namun bila mengingat hal tadi membuatnya meledak-ledak. Bagaimana tidak, wartawan itu mengira ia menikah dengan Janaka karena hamil di luar nikah. Kalau ia bukan istri Janaka sekaligus ketua yayasan, mungkin Gladys akan merobek mulut jahara wartawan itu. Bisa-bisanya menyebutkan ia MBA dengan Janaka.


Wanita mana yang rela disebutkan memiliki cara ampuh untuk menikahi pemilik BBG. Untuk apa ia harus bersimpuh meminta Janaka menikahinya? Apa itu tak salah? Yang benar harusnya Janaka lah yang merengek memintanya menjadi istri pria itu. Hal seperti itu benar-benar membuat Gladys tak bisa berkata apa-apa bila memikirkan.

__ADS_1


...****...



__ADS_2