Crazy In Love

Crazy In Love
Kita Tidak Sedang Jatuh


__ADS_3

Tak ingin membuang waktu percuma, sepasang suami istri itu kini bergegas memacu langkah keduanya menuju salah satu rumah sakit terbesar dan tercanggih di Singapura. Keselamatan sang ayah menjadi hal yang utama bagi Janaka. Meski hubungan di antara ayah dan anak tersebut kurang harmonis, tak menyurutkan rasa bakti dan kesetiaan Naka.


Begitu memasuki lobi utama rumah sakit terbaik di Singapura ini, Naka dan Gladys mempercepat langkah kaki mereka menuju ruangan pendiri BBG tersebut. Dinginnya udara Negeri Singa ini tak menghalangi langkah Naka serta Gladys. Keduanya tak memedulikan apa pun dan berlari menerjang semua halangan. Bagaimanapun juga, Sigit Brahmana merupakan ayah Naka. Dan sudah sewajarnya bila Gladys menaruh rasa hormat pada beliau.


Dari jauh, Naka dan Gladys menangkap bayangan seorang wanita yang tengah terduduk lesu memandangi pintu HCU di depan tubuhnya. Wajah senja itu tak mampu menutupi semua kesedihan di dalam hatinya.


"Ibu ... " ucap Naka dengan suara yang tertahan seperti tak mampu menumpahkan segala rasa yang hadir di dada.


Erika Gayatri mendongakkan wajahnya yang tengah dipenuhi bulir air mata. Ditatapnya putra dan putrinya yang baru saja tiba di hadapannya.


"Ayahmu, tiba-tiba terjatuh dan tak sadarkan diri Nak!" jawabnya dengan bibir bergetar seolah ingin menunjukkan pada seluruh dunia bahwa ia tak baik-baik saja.


"Ibu tenanglah," bujuk Gladys lalu bersimpuh di bawah sang ibu mertua dengan memeluk erat wanita yang telah menjaga Naka selama ini.


Tangis wanita itu pecah kala sang menantu datang dan menenangkan jiwanya yang tergoncang. Karena kambuhnya penyakit sang suami kali ini adalah yang paling parah dari sebelum-sebelumnya. Erika tak kuasa menahan kesedihannya dan menumpahkan seluruh kesedihannya di hadapan Naka dan Gladys.


"Naka akan mengurusi semua administrasi ayah, ibu tenanglah! ada Gladys di samping ibu."


Janaka lalu berlalu membiarkan kedua wanita beda usia itu untuk meleburkan rasa sedih mereka. Karena ia yakin bahwa Gladysnya mampu mengatasi masalah ini. Setiap wanita memiliki cara tersendiri untuk meluapkan kegundahan mereka. Termasuk Ibu dan Istrinya!


"Tenang saja, aku akan menjaga ibu yank!"


Janaka lalu memberikan isyarat untuk menitipkan sang ibu pada Gladys. Untung saja ia memiliki wanita seperti sang istri yang bisa diandalkan. Karena Naka juga paham saat ini Aruni tengah memiliki dua buah hati yang sedang aktif, suami Gladys itu tak bisa meletakkan tugas untuk menjaga ibunya.

__ADS_1


Erika terus saja menangis, dan tangisnya kini semakin meraung-raung setelah kepergian Naka. Kepada Gladys, Erika mengungkapkan kesedihannya selama ini. Menjadi pengganti yang tak pernah memiliki hati sang suami membuatnya sangat terpukul. Kini, yang ia inginkan hanyalah kesembuhan Sigit Brahmana saja. Bertahun-tahun memendam kepiluan rasa, membuat ibu dari Aruni itu cukup kebal atas perasaannya pada sang suami.


Gladys semakin erat memeluk ibu mertuanya. Ia bahkan tak ingin membedakan rasa cintanya dari ibu kandung Naka, mama Mira serta ibu Erika. Karena ketiga wanita itu telah berjasa besar bagi mereka.


Terlalu lama menangis hingga tersedu-sedu membuat Erika banyak kehilangan tenaganya. Hingga untuk mencoba berdiri saja ia tak mampu. Dan Gladys membantunya mengangkat tubuh Erika untuk berdiri, Erika terhuyung lunglai. Untung saja ada sang menantu di sampingnya dan menangkap tubuh lemah Erika. Seketika istri Naka itu berteriak mencoba memanggil perawat atau ahli medis yang lain untuk menangani ibunya.


Bukan hanya Sigit Brahmana saja yang tumbang, Erika Gayatri sang istri juga akhirnya jatuh kalah dari rasa lelah memendam kepedihan selama ini. Tubuh lemah Erika dibawa oleh petugas kesehatan ke Kamar Royal Suite, kamar rawat inap untuk kalangan atas yang biaya permalamnya dibanderol 15.388 Dollar Singapura itu menjadi pilihan keluarga Brahmana untuk merawat ibu Erika Gayatri. Bagi klan Brahmana, uang bukan hal yang berarti. Tetap sehat adalah yang paling utama. Oleh karena itu, Janaka memilih fasilitas nomor wahid untuk ayah dan ibunya.


Bila Gladys sedang menemani Ibu Erika di sepanjang malam ini, Janaka juga tak mau kalah. Suami Gladys itu tak pernah mengalihkan pandangannya dari rapatnya HCU di Mount Elizabeth ini. Serangan jantung mendadak menadi penyebab utama ayahnya masuk rumah sakit terbesar di Singapura ini.


Sepasang suami istri itu kini harus membuang kebersamaan mereka dan memilih menjaga kedua orang tuanya. Baik Naka maupun Gladys tak ingin dicap sebagai anak yang tak memedulikan orang tua. Terlebih lagi, Naka maupun Gladys juga sangat menyayangi orang yang telah berjasa merawat Naka.


Entah sudah berapa lama Gladys menemani Erika. Hingga tanpa sadar sebuah tangan menepuk pundak wanita yang mengenakan coat anti dingin berbahan wol tersebut.


Gladys mengangkat wajahnya guna melihat siapakah yang datang. Sial sekali ia ketiduran saat menjaga ibu Erika, untung saja ibu Naka tak kenapa-kenapa.


"Mbak, ini sudah larut malam! aku dan Mas Saka akan berganti menjaga Ibu," ucap Aruni yang berdiri tepat di samping Gladys. Bukan hanya Aruni saja, Saka sang suami juga turut serta masuk ke dalam ruang rawat inap naratama tersebut.


"Kok kamu dateng Dek? Anak-anak bagaimana?" tanya Gladys dengan suara pelan nyaris tak terdengar.


"Anak-anak sudah tidur, aku tinggal sama Sus mereka."


Gladys sedikit lega karena si kecil Kin dan Ken tak diajak oleh mamanya ke rumah sakit ini. Pikiran Gladys melayang jauh, hingga ia melupakan kondisi Ayah dan suaminya.

__ADS_1


"Baiklah kalau gitu, aku titip ibu pada kalian berdua ya? Sepertinya Masmu belum makan malam," ucap Gladys memikirkan Janaka yang telah terjaga di ruang tunggu VIP.


"Tenang saja Mbak, kita saling berjaga untuk orang tua kita!" Saka, suami Aruni juga membenarkan keinginan sang istri. Bagaimanapun juga mereka itu satu keluarga, sudah sepantasnya saling berbagi dan bekerjasama.


**


Merasa tenang karena sudah ada Aruni dan Saka yang akan menjaga ibu Erika, membuat Gladys segera menyusul sang suami guna menanyakan perihal kondisi sang ayah dan juga mengajak Naka untuk makan malam. Pasti pria malang itu tidak memikirkan badannya. Gladys sudah menduga bila Naka tak 'kan bisa memerhatikan kondisi tubuhnya sendiri. Selain harus memikirkan kedua orang tuanya, Gladys juga wajib memerhatikan keadaan sang suami.


Wanita pemilik iris kecoklatan itu segera menghampiri sang suami yang masih duduk menyandarkan punggungnya di kursi tunggu VIP bagi pasien yang dirawat di ICU khusus.


"Yank, bagaimana kondisi Ayah?" tanya Gladys pelan tak ingin mengganggu istirahat Naka.


"Dokter Johannes mengatakan bahwa penyebab serangan jantung ayah adalah ST Segment Elevation Myocardial Infarction (STEMI," jelas Naka mengulangi penjelasan dokter yang menangani Sigit Brahmana.


ST Segment Elevation Myocardinal Infarction atau (STEMI) ini merupakan jenis yang sering terjadi. STEMI tergolong jenis serangan jantung yang parah yang memerlukan penanganan segera. Dilansir dari Medical News Today, kondisi ini disebabkan karena arteri koroner yang tersumbat sepenuhnya, sehingga darah tidak masuk ke dalam jantung. Gejala paling utama yaitu nyeri dan sesak di tengah dada. Gejala lainnya yang dapat timbul dari kondisi ini, seperti kepala yang terasa ringan, sesak napas, munculnya keringat dingin, dan pengidap akan lebih merasa gelisah.


"Sepertinya ayah sedang mengalami masalah yang serius Hon, hingga menganggu pikiran beliau!"


"Yank, bukan hanya ayah saja yang mengalaminya masalah! kamu juga akan jatuh sakit bila tak makan malam, ayo kita cari makan!"


...****...


HCU adalah High Care Unit (HCU) dan Intensive Care Unit (ICU) merupakan fasilitas rawat inap bagi pasien yang membutuhkan pengawasan, perawatan, dan pengobatan ketat karena adanya penyakit atau kondisi tertentu yang mengancam jiwa. Berbeda dari rawat inap biasa, setiap pasien di HCU dan ICU diawasi secara ketat selama 24 jam oleh petugas medis kompeten, dilengkapi dengan alat-alat canggih.

__ADS_1


Perbedaan utama HCU dan ICU adalah penggunaan ventilator. Pasien HCU tidak membutuhkan ventilator, sementara pasien ICU membutuhkan ventilator. Ventilator merupakan mesin alat bantu napas yang diperuntukkan bagi pasien-pasien yang fungsi pernapasannya sangat terganggu sehingga memerlukan bantuan alat bantu napas. 


__ADS_2