Crazy In Love

Crazy In Love
We are Family


__ADS_3

Janaka serta beberapa orang yang menemani kunjungannya kini melanjutkan perjalanan mereka ke salah satu wilayah di Jawa Timur. Meski tak banyak orang yang tahu tempat ini, nyatanya pulau Bawean telah mulai bersolek untuk menarik minat pasar dagang serta pengusaha yang ingin meminangnya seperti Janaka Matila.


Meski ketenarannya belum mampu menandingi Bali serta Raja Ampat, namun Pulau Bawean tak bisa dipandang sebelah mata. Secara administratif pulau ini merupakan bagian dari Kabupaten Gresik. Letaknya sekitar 120 kilometer di utara pusat Kabupaten Gresik. Pulau Bawean merupakan bagian dari Kepulauan Sunda Besar. Pulau ini hanya terdiri dari dua kecamatan, yaitu Kecamatan Sangkapura dan Kecamatan Tambak. Mayoritas penduduknya merupakan suku Bawean, serta perpaduan dari suku Jawa, Madura, Sumatra, Sulawesi, dan Kalimantan.


Selain akan membangun sebuah jembatan yang akan menghubungkan wilayah Bawean dengan Kabupaten Gresik, Naka juga akan mengembangkan bisnisnya di pulau eksotis ini. Jika di Teluk Ijo Naka akan membangun sebuah resort, di pulau yang masuk wilayah kabupaten Gresik ini Naka akan membangun kompleks hunian mewah untuk para kalangan atas yang ingin menetap di pulau yang sangat indah ini.


Pulau Bawean ini sangat cocok dan bisa dikembangkan seperti negara tetangga, karena pulai kecil ini memiliki akses yang cukup mudah yakni pelabuhan laut serta sebuah Bandara. Janaka akan menyulap pulau yang di huni oleh 107.000 jiwa menjadi seperti kompleks Sentosa Island.


Jangan ditanya ide brilian ini datang dari mana, mengumpulkan pundi-pundi rupiah adalah tujuan hidup Janaka bersama BMDnya. Apalagi niatnya untuk segera meminang putri salah satu anggota dewan membuatnya harus lebih giat bekerja agar mampu menghidupi Gladysnya. Meski Naka sangat tahu Gladys bukan tipe wanita yang menghamburkan uang, tapi ia tak ingin membuat wanita yang ia cintai hidup menderita karena kekurangan materi.


"Pak sesuai rencana setelah kita meninjau lokasi, kita akan mampir ke kediaman Hartono untuk menemui ayahanda Nyonya!" ucap Seno mulai mengingatkan jadwal sang atasan.


"Aku ingat Sen, mana mungkin aku akan melupakan ayah dari wanita yang telah tidur bersamaku." Para pegawai Naka hanya saling pandang, tak satupun dari mereka yang berniat untuk mengomentari sang atasan. Karena ini bukan dalam ranah mereka. Asal Pak Janaka senang, mereka akan aman dari amukan.


Tepat pukul 14.30 siang Janaka dan rombongan menginjakan kaki di Bawean setelah terbang dan landing manja di Bandara Harun Thohir. Nama bandara ini diambil dari Kopral Dua KKO (Anumerta) Harun Said bin Muhammad Ali, yang dikenal sebagai Harun Thohir.



Bukan Naka namanya bila tak langsung aktif berpose ria demi membuat laporan pada sang nyonya. Bahkan Seno sampai menggelengkan kepalanya karena ulah narsis Naka.


'Mangapa Bos Naka telat puber sih? Kaya anak ABG lagi pacaran aja!' keluh Seno dalam hatinya karena itu pasti menjadi tugasnya selain mendampingi sang atasan, yakni mengambil potret sang bos lalu dikirimkan ke ponsel nyonya BMD.


"Udah pas 'kan Sen?"

__ADS_1


"Aman Bos, kalau Bu Gladys tak tertarik berarti kejiwaannya terganggu karena melewatkan pria dewasa seperti Anda." Entah dari mana Seno kini mulai pandai menyanjung tinggi sang atasan.


"I know you are great MAN, so don't send me your photos again Honey!" tulis Gladys dalam balasan pesan dari Seno, dan pesan singkat dari Gladysnya Naka mampu membuat CEO BMD itupun mengulas senyumnya karena sang kekasih telah mengakui dirinya sebagai pria yang luar biasa.


Naka lalu membalas sendiri pesan dari pujaan hatinya, "But am really miss you a lot, my future wife!"


Tak ada peringatan Gladys typing di layar ponsel pintar Naka, melainkan wanita itu hanya mengirimkan sebuah emoticon hati. Dan dari emoji kecil itulah semangat Naka untuk mengais rejeki kini kembali membara.


"Ayo! kita hasilkan uang yang banyak untuk BMD!"


"Siap, hidup BMD! hidup Bos Janaka!" seru rombongan Naka menyemangati semuanya dalam mengumpulkan harumnya rupiah.


Naka serta beberapa anak buahnya lalu melanjutkan perjalanan mereka menuju lokasi pembangunan jembatan penghubung antar pulau tersebut. Rombongan mobil yang kini mengawal Naka harus berhenti mendadak akibat peristiwa yang tak menyenangkan.


Sekelompok pria bertubuh besar dan tinggi yang tak diketahui dari organisasi apa tiba-tiba menghadang perjalanan Naka menuju lokasi proyek. Tak hanya menghadang, mereka juga aktif berorasi menolak pembangunan jembatan panjang itu. Masa itu datang hingga memenuhi jalan yang akan dilalui oleh rombongan BMD.


Tak ingin sang atasan terluka, Seno dan yang lainnya mengikuti langkah Naka untuk keluar dan menemui pendemo. Naka ingin mengajak mereka untuk duduk bersama dan menyelami permasalahan ini dan segera menyelesaikan dengan kepala dingin.


Pendemo semakin bertindak anarkis karena Naka tak ingin menarik niatnya untuk mengeksplorasi wilayah Bawean. Bahkan beberapa di antara masa telah membakar ban bekas sebagai aksi protesnya.


"Tenanglah! kita semua bersaudara, saya tidak bermaksud merusak alam serta mengeruk hasil kekayaan Bawean!"


"Jangan banyak bacot deh orang kaya! kau pikir kami percaya? Kau saja bukan orang asli sini!" Salah satu pendemo yang diketahui sebagi koordinator lapangan mulai memaki Janaka dengan sebuah pengeras suara.

__ADS_1


Suasana kembali ricuh karena ada yang membakar kebencian para pendemo pada Naka. Bahkan salah satu di antara mereka ada yang berani melempari rombongan Naka dengan baru dan membuat keributan.


"Pak Naka kita dalam bahaya, sebaiknya kita mundur dulu!" bujuk salah satu anak buah Janaka Matila.


"Diam, kita tunjukkan rasa empati kita pada mereka dengan tidak melakukan perlawanan," bujuk Naka pada beberapa anak buahnya agar tak terpengaruh oleh hasutan mereka.


Lemparan batu yang tadinya krikil kini mulai menjadi batu yang berukuran lebih besar. Hingga Naka dan pengawalnya kewalahan menghadapi pendemo yang mulai keterlaluan.


Seno pun menjadi salah satu sasaran hingga pelipisnya terantuk salah satu lemparan.


"Berhenti ... hei warga Bawean, warga Jatim! tak tahukah kalian dia siapa?" Tanya seorang pria yang kini datang melerai kekacauan ini.


Pria yang berpenampilan rapi itu tak hanya sendiri. Ia ditemani oleh seorang lelaki paruh baya memebelah Kerumutan diikuti oleh banyak awak media.


"Siapa yang berani mengusik keluarga Hartono? Hadapi dulu aku!" ujarnya lagi.


Pria itu adalah Zack, suami dari Grace dan juga kakak ipar dari Gladys. Zack datang karena mendengar bahwa teman lamanya sedang memerlukan pertolongan darinya. Ia tidak datang sendiri, sang ayah mertua yang tak lain Andung Hartono juga turut serta mengamankan keributan dengan ide cemerlangnya. Untuk urusan seperti ini, Andung bukan bocah kecil lagi. Anggota DPRD Jatim dari partai pemenang pemilu ini sepak terjangnya di wilayah timur pulau Jawa sudah tak perlu diragukan lagi.


"Elo nggak terluka 'kan Man?" Zack mencoba menggoda Naka yang ia lihat tak melakukan perlawanan apa pun tadi.


"Thanks Zack, you're the best!"


"Naka, kita ini keluarga!" tutur Andung Hartono dengan suara tegasnya.

__ADS_1


...****...



__ADS_2