Crazy In Love

Crazy In Love
I Lay My Love on You


__ADS_3

"Angkat dengan segera! dan loud speaker Sen!" perintah Naka dengan suara menggema seperti ciri khas Janaka Matila.


Dengan suasana hati girang karena Gladys akan menyelamatkan dirinya agar tak dibuang ke tempat terpencil, Seno segera menuruti kemauan dari sang atasan sebelum asisten Janaka ini mendapat perlakukan tak mengenakan dari Naka.


"Sore Pak Seno!" suara dari seberang gawai milik Seno.


Mendengar suara Gladys yang cukup renyah dan tanpa kurang satu apa pun, membuat kekhawatiran di dalam sanubari Janaka sedikit mereda. Pasalnya lelaki dewasa itu cukup mengkhawatirkan keadaan Gladys pasca ia terjatuh bersama dengan Kinan sang ponakan. Terlebih lagi dengan kekeh Gladys menolak pertanggungjawaban darinya. Hal itulah yang membuat Naka semaikan kesetanan bila memikirkannya wanita aneh itu.


"Iya, Nona Gladys! ada yang bisa saya bantu?" sahut Seno masih dengan aba-aba dari Janaka di sampingnya.


"Begini Pak Seno, saya baru saja mendapatkan informasi dari pegawai saya bahwa jumlah nominal yang Anda kirim ke rekening saya untuk ganti rugi bengkel ternyata melebihi invoice yang tertera. Jika pada invoice disebutkan total 3.3 juta, Anda telah mengirim 33 juta rupiah!"


'Alamak kebanyakan nol!' batin Seno,


Bagai telah jatuh dan apesnya tertimpa tangga pula, itu lah yang kini di alami Seno. Ia yakin saat ini juga tak 'kan bisa lolos dari amarah Janaka karena kecerobohannya. Dan itu pasti! Janaka akan mengulitinya hidup-hidup karena kelebihan menambahkan angka nol hingga menyebabkan kerugian sebesar 29.700.000 rupiah.


Tapi di luar dugaan! tak ada sedikitpun amarah serta emosi di wajah pebisnis muda tersebut. Dengan kata lain, Seno tak perlu mendapatkan umpatan serta makian seorang Janaka Matila bukan?


Janaka mengulas senyum menawannya pada Seno, entah apa arti sebuah senyuman itu? Apa Naka akan mengubur semua ekspektasi dari Seno? Ataukah Janaka akan memaafkan perbuatan Seno karena Gladys telah menelponnya? Semua itu menjadi masalah di dalam batin Seno saat ini juga.


"Teruskan!" bisik Naka pelan di telinga Seno agar suaranya tak terdengar oleh Gladys, perintah dari Naka itu terdengar seperti mengarahkan pada Seno agar terus terhubung dengan Gladys, wanita yang beberapa hari yang lalu Seno tabrak.

__ADS_1


"Terima kasih banyak telah memberitahukan saya Nona. Dan bila Anda tak keberatan, Anda bisa mengirim kembali kelebihan ... " belum sempat Seno meminta Gladys mengirimkan kembali kelebihan uang yang ia transfer, Janaka telah merebut ponsel miliknya lalu mematikan panggilan dari Gladys.


"Seno, jangan seperti orang miskin! perusahaan kita itu perusahaan besar, uang segitu tak berarti bagi saya!"


'Sumpah, apaan sih maksud manusia ini? Kenapa bisa Pak Naka berubah seratus delapan puluh derajat?'


"Jadi? Anda tak berniat meminta uang itu kembali?" tanya Seno dengan ragu-ragu.


"Tidak! sebagai gantinya aku punya tugas untukmu. Tapi kali ini harus berhasil, bila tidak kelebihan dari biaya yang kau kirim akan saya bebankan pada kamu!" ucap Janaka dengan seringai licik di depan sang asisten.


Tak ingin kehilangan untuk kedua kalinya, Janaka Matila telah menyalin 12 digit nomor telepon dari wanita yang menurutnya aneh perilakunya. Bukan hanya jujur, tapi Naka menilai Gladys adalah wanita yang cukup unik karena berniat mengembalikan kelebihan biaya yang telah ditransfer oleh Seno.


"Apa itu Pak Bos?" tanya Seno mengekori langkah jenjang Naka menuju ruang kerjanya.


'Cilaka dua belas!' Batin Seno terasa sesak, bagaimana bisa ia membuat sang bos dalam satu penerbangan dengan Gladys? Itu hal yang susah untuk dilakuan.


"Kenapa tidak menggunakan pesawat pribadi saja Pak? Bukankah itu lebih mudah?"


"Pikirkan berapa uang yang harus saya gelontorkan untuk sekali terbang menggunakan privat jet? perjamnya bisa melebihi 37 juta rupiah! itu belum termasuk biaya parkir dan kru!" jelas Janaka memotong argumentasi dari Seno.


Sudah bukan hal yang aneh lagi bila beberapa konglomerat di Indonesia salah satunya keluarga Brahmana memiliki armada berupa pesawat pribadi atau yang santer dikenal dengan sebutan jetpri atau jet pribadi. Besar biaya sekali terbang kurang lebih seperti yabg dikatakan oleh Janaka tadi. Itu baru ongkos operasional untuk terbang. Tentunya masih ada biaya lain yang perlu dikeluarkan oleh pemilik pesawat jet pribadi dengan panjang 19 meter ini, seperti pajak, biaya perawatan, dan juga sewa lokasi parkir.

__ADS_1


"Lalu saya harus membuat kalian satu penerbangan dengan cara apa Bos?" ujar Seno lagi. Seno benar-benar khawatir gajinya akan dipotong untuk mengganti kerugian biaya spion mobil Gladys.


"Silakan berkreasi Sen, hubungi aku bila kamu sudah mendapatkan ide!" Janaka mengejek Seno dan menyuruh pria muda itu untuk keluar dari ruangannya agar Naka bisa menyusun data serta analisa yang tepat untuk ia gunakan menghadapi LSM dan masyarakat peduli lingkungan di daerah teluk Ijo Banyuwangi besok.


**


Seno benar-benar telah menjalankan perintah Janaka. Sesuai titah dari sang atasan, Seno telah menggagalkan penerbangan atas nama Gladys Hartono. Pekerjaan paling membuatnya kelimpungan ini dilakukan oleh Seno agar uang sebesar 29 juta lebih itu tak raib dari tabungan yang telah ia siapkan untuk biaya pernikahan impiannya dengan sang kekasih suatu hari nanti.


Dan keberhasilan serta kepuasan Seno sungguh berbanding terbalik dengan Gladys, si Dewi Cinta itupun harus menelan kekecewaan karena jadwal keberangkatannya dicancel oleh pihak maskapai secara sepihak. Meski pihak maskapai telah memberikan kompensasi berupa penerbangan pengganti dengan iming-iming kelas utama, suasana hati Gladys masih belum bisa menerimanya karena ia harus bangun pagi untuk pergi ke Bandara sesuai kompensasi yang ia terima. Penerbangan Gladys diganti menjadi lebih awal dari jadwal keberangkatannya semula. Tentu saja ia tak menyadari bahwa itu semua atas campur tangan dari Seno sang asisten yang telah bekerja keras agar Bos Naka tak murka.


"Sialan, untung saja Malena tak terlambat mengantar gue!" umpat wanita bertopi putih dan mengenakan baju lengan panjang berwarna ijo tosca yang tampak balance dengan warna kulitnya.


Setelah menemukan seat yang sesuai pada boarding pass miliknya, Gladys begitu panggilan akrabnya segera melemaskan otot-ototnya dengan duduk bersebelahan dengan pria yang saat ini tengah membaca sebuah surat kabar.


Gladys tidak memerhatikan sekelilingnya. Karena rasa kantuk yang masih mendera membuat tak berkonsentrasi terhadap apa pun. Bahkan sesekali wanita cantik itu tampak menguap menahan rasa ingin tidurnya. Bahkan ketika pramugari akan menjelaskan bahwa pesawat yang mereka tumpangi akan segera lepas landas, Gladys masih saja merasa kantuk.


"Nona, bila pramugari sedang mengarahkan flight announcement sebaiknya Anda perhatikan!" ucap seorang di samping Gladys sambil melipat surat kabar tersebut dengan rapi.


...****...


Flight Announcement : sebuah layanan pengumuman dan informasi penting yang disampaikan oleh pramugari dengan standart pengumuman yang telah ditentukan.

__ADS_1




__ADS_2