Crazy In Love

Crazy In Love
Love You to the Bone


__ADS_3

Datangnya pagi yang biasanya membuat kedua kelopak mata milik pria dewasa seperti Naka membuka, kini pagi hari tak mampu memaksanya lagi untuk memulai aktivitas. Meski ia telah terlebih dahulu memiliki kesadaran dari tidur nyenyaknya, tapi Naka enggan beranjak dan pergi dari wanita yang kini tengah ia mainkan rambut-rambut tipis yang menutupi sebagian besar wajahnya.


Wajah yang beberapa waktu yang lalu menjadi pemandangan yang telah ia lihat setiap pagi. Namun, pagi ini berbeda. Bila setiap pagi Naka akan segera menuju kamar mandi untuk melakukan kegiatan solo yang wajib ia laksanakan, kini sudah tak lagi. Karena Gladys telah memberikan hal yang paling ia inginkan sebagai lelaki normal.


Tak puas memainkan beberapa anak rambut milik sang wanita, kini Naka menggeser wajahnya mendekati Gladys hingga tak lagi tercipta jarak di antara keduanya. Melihat sang dewi masih enggan meninggalkan mimpinya, Naka segera mendaratkan beberapa kecupan mesra di sekujur wajah Gladys.


Sedang Gladys? Wanita itu hanya menggeliat manja kala ada sentuhan dari bibir nakal pagi ini.


"Sssshhh ... Stop disturb me, i wanna sleep for a long time!" tolak Gladys tak ingin tidur nyenyaknya diganggu oleh pria amoral seperti Naka, pasalnya tenaganya telah terkuras habis setelah kebobolan berkali-kali oleh Janaka dalam waktu semalam.


"Babe, i want more again!" ucap Naka sekaligus membangunkan sang wanita agar bersedia menurutku kemauannya lagi. Karena little monster seperti nama yang diberikan oleh Gladys kini telah berubah menjadi sosok Godzila.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Naka barusan, mau tak mau membuat kedua kelopak mata yang sejak tadi menutup tiba-tiba membuka sempurna.


'Apa dia gila? Masih kurang lagi?' Gladys membulatkan kedua manik kecoklatan miliknya mendengar permintaan Naka barusan.


"Kamu bisa kill me easy Naka!" maki Gladys karena sejak tadi bukan hanya buaian kata saja yang membuat pria itu sangat bersemangat dalam kegiatan seperti ini.


bibir serta tangan Naka sudah mulai menyapa tempatnya. Seperti memiliki mata, kedua tangan kekar itu sangat tahu di mana saja tempat yang bisa membuat aliran darah Gladys berdesir kencang. Dan tanpa menunggu persetujuan dari Gladys, Naka telah mulai memainkan permainan seperti tadi malam.


Hingga sebuah dering ponsel mampu menghentikan cumbuannya untuk sementara. Sedangkan hal ini, akan dimanfaatkan Gladys sebagai sarana melarikan diri pagi ini.


"Yank, tuh hape bunyi terus!" sergah Gladys karena melihat ada sebuah kemurkaan di wajah sang lelaki.


"Biarin aja," sahut Naka dengan semaunya.


"Kalau penting gimana? Nanti bisa dilanjut lagi 'kan?"

__ADS_1


"Duh Hon, nanggung Nih! udah on fire banget!"


'Siap tempur kepalamu!' maki Gladys dalam hatinya. Setidaknya ada sebuah alasan baginya untuk menunda waktu lebih lama lagi.


Dering itu tak berhenti sama sekali, bahkan terdengar lagi hingga beberapa saat. Hal itu menandakan bahwa panggilan untuk Naka sangatlah penting. Dan Gladys sekuat tenaga membujuk pria pemilik gawai yang berdering untuk segera mengangkatnya.


"Ada apa? Kalau tak ada hal penting enyah lah Sen, kau menganggu waktuku!" maki Naka dengan emosi terasa hingga ke ubun-ubunnya.


"Gawat Pak Bos, ada seseorang yang memposting foto Anda yang sedang cekcok dengan Nyonya!" jelas Seno dengan suara terbata takut Naka membunuhnya karena telah mengganggunya. Seno yang telah hapal perangai Janaka Matila sudah bisa memastikan bila Naka telah memaki seperti itu menandakan ia tengah diliputi puncak emosi.


"Hadeh Sen, ngapain mikirin hal yang nggak penting? Kami saja masih mesra seperti biasanya."


"Takutnya berpengaruh pada peluncuran toll dan beberapa resort yang Anda akuisisi Pak! Coba Anda cek sendiri seperti apa potensi yang mungkin terjadi!" pinta Seno seakan takut pihak lawan menjadikan hal ini sebagai senjata untuk menggoyangkan posisi BMD yang berada di atas awan.


Apalagi beberapa waktu terakhir, saham Brahmana Business Group sedang mengalami penaikan pesat. Jangan sampai hal kecil seperti ini mampu menggoyang posisi BBG serta BMD yang dipimpin oleh Naka.



"Aku akan segera kembali Hon, kalau kamu berani bergeser satu inchi saja, aku tak 'kan melepaskan kamu seharian ini." ancam Janaka Matila agar wanita itu tak mencoba kabur darinya.


"Bagaimana aku bisa pergi? Badanku sakit semua!"


Naka berjalan meninggalkan Gladys dengan senyum kemenangan di sudut bibirnya karena berhasil mencetak beberapa gol dalam semalam. Bahkan euforia di hatinya melebihi kegembiraannya dari Alexis Sanchez dalam mencetak gol ke gawang lawan.


Tak ingin menuruti Naka, membuat Gladys berencana tidur kembali. Pasalnya saat ini masih cukup pagi. Bahkan mentari belum tampak muncul dari peraduannya. Bukan hanya malas bangun, memang kebiasaan putri bungsu Andung Hartono memang gemar bangun kesiangan.


Sedangkan Naka?

__ADS_1


Pria itu tengah membuka macbook air sebagai alat kerjanya yang telah ia tinggal di apartemen Gladys ini beberapa waktu yang lalu agar ia mampu mengecek saham miliknya di website bursa efek setiap paginya. Naka telah lama berteman dengan deretan angka serta grafik yang bisa naik serta turun tersebut. Selain mengecek perkembangan saham BBG, Naka juga gemar berselancar di pasar sekunder untuk membeli beberapa saham yang baginya berpotensi lebih. Dari situlah pundi-pundi serta asetnya bertambah. Kini posisi Naka sedang berada pada fase stabil dan juga berada di puncak. Oleh karena itu, Sigit Brahmana memercayakan BMD padanya.


"Yaelah berita sampah laya gini Seno!" cibir Naka melihat seperti apa hasil jepretan amatir dari sosok pria yang sempat ia lihat semalam.


"Apa perlu kita takedown agar tak diberitakan oleh beberapa media? Karena komentar netizen lain bisa membuat nama baik Anda dan nyonya tercemar!"


"Tak perlu! Bila dihilangkan, orang akan mikir di antara kita memang bermasalah. Tapi pada kenyataannya kami baik-baik saja," cegah Naka memberi saran pada Seno. Jangan tanya dari mana kecerdasan itu ada di otak Naka? Sebagai pengusaha, serta penguasa dunia bisnis Naka dituntut harus bisa berwawasan tinggi.


"Wah benar juga, Anda brilian Pak Bos!" puji Seno lalu berpamitan karena telah menganggu oleh raga pagi sang atasan. Bisa dibunuhnya bila ia terus saja mengoceh dan bisa menyebarkan pemilik BMD itu melewatkan kesenangannya pagi ini.


"Baguslah kalau tahu kesalahanmu, karena telepon ini aku melewatkan bercocok tanam!" sindir Naka pada anak buahnya yang cukup tahu diri.


Kini? Sudah kepalang tanggung, Naka telah membuka macbook air itu. Dan api yang tadi menggebu-gebu kini berangsur turun meski belum padam sepenuhnya. Paling tidak, kini Janaka Matila selalu komisaris dan pemilik saham tertinggi di BBG akan mengintip kenaikan saham BBG pada bursa efek pada website BEI. Selain sebagai orang penting di BBG, Janaka juga Emiten yang sosoknya selalu di sorot oleh para investor.


Dan BBG telah mengukuhkan posisinya sebagai penghuni top gainers Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kenaikan pada hari ini sebesar 723,94% ytd untuk Brahmana Bussines Group (BBG) jauh lebih tinggi dari beberapa bulan terakhir. Bahkan pemberitaan pagi ini tak bisa mengguncang posisi BBG dari top gainers.



...****...


FYI


Emiten : adalah Pihak yang melakukan Penawaran Umum, yaitu penawaran Efek yang dilakukan oleh Emiten untuk menjual Efek kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur dalam peraturan Undang-undang yang berlaku. Emiten dapat berbentuk orang perseorangan, perusahaan, usaha bersama, asosiasi, atau kelompok yang terorganisasi.


Saham Top Gainers : Saham top gainers adalah saham-saham yang mengalami peningkatan harga paling tinggi dalam satu hari perdagangan. BEI biasanya mengumumkan data 10 top gainers saham setiap harinya di data statistik hariannya. Peningkatan harga itu tentu saja tidak terbatas, melainkan dibatasi oleh ketentuan auto reject atas (ARA) yang diatur oleh BEI. Top gainers saham harian, biasanya dialami oleh saham dengan rentang harga Rp50 sampai dengan Rp200 dan Rp200 sampai dengan Rp5.000.


So jangan kaget kalau Naka Banyak duitenya ya gens.

__ADS_1



__ADS_2