Crazy In Love

Crazy In Love
Informasi Novel Baru


__ADS_3

Galang Pratama, cowok populer itu tak akan membiarkan Lala jatuh ke pelukan Alvaro begitu saja. Meski harus membuang segala gengsi serta bermuka tebal. Semua itu akan dilakukan oleh Tama demi merebut hati Lala dari tangan playboy cap kesemek seperti Alvaro.


"Eh ... lu tumben makan beginian? Biasa lu kan paling banter makan baso?" ujar seseorang diikuti tepokan di pundak Lala yang tengah menyumpit irisan daging kualitas terbaik di dalam kuah berbumbu.


Uhuk ... uhuk ... Lala sampai tersedak ketika menoleh ke arah Tama yang kini datang bersama Ony, teman baiknya.


(Nih kutu kasur dateng aje ame kutu loncat gangguin kencan gue, jing!) umpat Lala dalam atinya begitu kedapatan berduaan dengan cenceman Lala yakni Alvaro.


Karena sejak ia dekat dengan Al, Tama begitu tak suka dengan pemuda tampan mirip Ahn Hyo Seop itu. Selain takut kalah pamor, Tama merasa jika Lala lebih mementingkan Alvaro daripada dengan Nam Joo Hyuk kawe tersebut.


"Berisik, aje lu daki Naruto! sono gih, jan gangguin gue, Tama! Please ... " Lala bahkan menampilkan wajah memelasnya pada Tama agar sekai ini saja teman baiknya itu tak mengganggu waktu pacarannya.


"Temen kamu, La?" Sebagai orang yang bertanggungjawab atas Lala siang ini, Alvaro bermawas diri dengan berniat memperkenalkan dirinya pada dua lelaki tengil yang berusaha merusak momen manisnya.


Alvaro mengulurkan tangannya di depan Tama sambil berseru, "Teman spesial Lala."


Tak mau kalah, Tama juga membalas Alvaro dengan tatapan bengis seusai berkata, "Teman dekat Lala dari orok, dan tetangga beda lima langkah dari kamar Lala!" ucap Tama menitik beratkan jika ia dan Lala memiliki hubungan yang tak kalah spesial pakai telor dengan Lala.


"Gue teman sekelas dia!" Ony juga memperkenalkan dirinya sebagai teman sekelas Tama.


"Kalau gitu, kita makan bareng aja. Bagaimana?" Alvaro menawarkan pada Tama dan Ony jika dua cowok kurang kerjaan itu bersedia makam bareng mereka berdua.


"Kagak bisa!" Lala menahan ajakan Alvaro. "Kakak kan hanya traktir Lala. Kagak bisa."


"Ya elah, La! Lu pelit amat. Lagian yang bayarin juka kagak keberatan."

__ADS_1


"Nggak papa sih, La! toh mereka teman kamu. Kita bisa makan bareng." Demi menjaga image positif di depan Lala, Alvaro rela bersusah payah berdamai dengan masalah yang kini pemuda itu hadapi. Yakni meladeni dua cowok SMA tengil yang menurut mereka teman Lala.


Alvaro nggak percaya begitu aja sama Tama dan Ony. Pasalnya Lala sendiri enggan mengajak kedua gabung. Berarti besar kemungkinan jika Lala tak suka dengan dua pemuda itu.


Dengan kerendahan hati, akhirnya Lala mengijinkan Tama dan juga Ony untuk ikut bergabung. Meski hatinya rada dongkol. Namun, Lala harus tetap kelihatan manis di depan cemcemannye.


Keduanya mulai mengumbar kemesraan. Alvaro bahkan sengaja memanasi Tama yang tampak blingsatan di depannya. Alvaro telah menduga jika Tama memang menyukai Lala. Hal itu terbukti dengan adanya api amarah di mata Tama.


Semakin Tama merasa terusik, maka Lala dan Alvaro akan lebih mesra lagi.


Manisnya hubungan Lala dan Alvaro harus terjeda lantaran Alvaro meminta ijin ke kamar mandi restoran. Pemuda tampan itu sedikit mempercepat langkah kakinya meninggalkan Lala dan teman sebayanya.


Hampir lima belas menit sudah, Alvaro belum menunjukkan batang hidungnya dari kamar mandi.


"Alah, La kek anak kecil aja lu ngawatiriin orang!"


Lala bangkit dari kursinya untuk melihat jika Alvaro memerlukan sesuatu darinya. Menurut Lala, perhatian kecil seperti ini bisa membangkitkan rasa yang mendalam pada hubungan keduanya.


Segera saja Lala berjalan meninggalkan Tama dan Ony meski Tama sempat melarangnya. Selain suka bertindak seenaknya, Lala juga keras kepala. Jadi jangan salah jika Tama nggak bisa menahan keinginan Lala.


"Tunggu, La!" ujar Tama menyusul teman baiknya itu.


Tama mengikuti langkah kaki gadis cantik itu mencari keberadaan Alvaro. Tama sangat yakin jika Alvaro kabur agar terhindar dari biaya tagihan restoran. Hal seperti itulah yang membuat Tama enggan membiarkan Lala untuk berpacaran dengan Alvaro. Karena Tama yakin jika Alvaro bukanlah cowok baik-baik dan nggak pantas buat Lala.


Langkah kaki Lala terhenti karena perdebatan dua anak manusia di depan kamar mandi. Sebelum berbelok ke pintu kamar mandi, Lala berhenti tepat di sebelah tembok pemisah antara tempat Lala berdiri dan kamar mandi.

__ADS_1


"Kamu nggak bisa giniin aku, Dev! salah apa aku sama kamu?" Terdengar suara Alvaro merintih dengan melas di antara percekcokan itu.



..."****""...


Maaf sebelumnya, di penghujung Ramadhan ini saya ingin menyampaikan pengumuman bahwa novel ini saya hentikan pada bab 10.


Di atas adalah cuplikan bab 13 di aplikasi sebelah.


Yang singkat itu waktu


Yang dekat itu hati


Yang besar itu nafsu


Yang berat itu amanah


Yang sulit itu ikhlas


Yang mudah itu berbuat dosa


Namun, yang indah itu


bila kita mau dan bisa

__ADS_1


saling memaafkan.


Meski RAGA tak mampu bersua, ijinkan daku dengan segala kekurangan ini mengucapkan maaf di hari Raya yang penuh AURA positif ini.


__ADS_2