Crazy In Love

Crazy In Love
Lihat Hasil Kerjanya!


__ADS_3

Gawat, keadaan memang sedang gawat. Vibesnya bahkan bisa melebihi suasana sidang skripsi ataupun menghadap calon mertua untuk pertama kali. Wajah memelas dan sedih dari kedua wanita yang baru saja kedapatan berbohong mengenai konser salah satu idol group asal Korea Selatan menghilangkan kemarahan dari Janaka Matila. Segala bujuk rayuan dari Gladys juga tak mampu membendung pria dengan puluhan bahkan ratusan aset yang tersebar di seluruh negeri itu mengijinkan sang istri menghadiri acara besar tersebut.


Lebih parahnya, Naka dengan sikap arogannya menghapus tiket konser yang dibeli secara online tersebut dari ponsel masing-masing kedua wanita malang tersebut. Nasi telah menjadi bubur, karena sikap takabur dan sombong dari para wanita malang itulah yang membuat para suaminya naik pitam.


"Jangan bahas masalah ini pagi Honey, sekali lagi kamu bahas orang-orang seperti itu aku tak segan-segan menghukummu."


Karena masih merasa kesal, Gladys melengos tak ingin melihat pria yang telah menghancurkan impiannya.


"Apa sih yang membuat kalian tergila-gila dengan pria feminim seperti itu?" tegur Seno tak kalah kesal pada para wanita yang cukup berlebih dalam mengidolakan BTS.


Baik Gladys ataupun Kanaya tak satupun di antara mereka yang mau menjawabnya. Pasalnya untuk mereka seperti Naka dan juga Seno tak bisa memahami seperti apa mengidolakan para pemuda tampan seperti member BTS.


Keduanya hanya bisa menahan segala egonya agar tak memperparah keadaan dengan tetap diam atau keep silent menghadapi manusia seperti Janaka dan Seno.


"Aku pergi dulu Honey, kalau aku masih mendengar keributan seperti ini lagi awas!" ancam Naka sebelum pergi bekerja meninggalkan wajah yang masih ditekuk tak memedulikan perasaannya.


"Iya, maafkan kami! lain kali kami nggak bakalan kaya gini lagi," ujar Gladys dengan ekspresi penuh penyesalan.


"Iya-iya Sayang, aku juga minta maaf karena telah kelewat emosi seperti tadi!" Naka tak kuasa untuk melewatkan kemesraannya karena Gladys berlalu penuh penyadaran atas kesalahannya. Bagaimanapun wanita itu adalah istri yang harus ia jaga hati dan perasaannya, oleh karena itu Naka tak bisa berlama-lama memarahi Gladys.


"Apa tak ada orang lagi yang menyesali perbuatan?" sindir Seno pada Kanaya yang tampak enggan untuk mengakui kesalahannya.


"Gue? Nggak salah lu? Menyesal pada siapa? Gue jomlo dan bebas melakukan apa pun?" ucap Kanaya lalu berbalik menuju dapur Gladys untuk numpang sarapan.


Sedang pasangan pengantin baru itu masih terus berpelukan hingga tak menyadari bajwa apa yang mereka lalukan bisa membuat orang lain iri dibuatnya. Tapi sebelum Kanya pergi meninggalkan mereka semua karena kesal, Gladys sempat memberikan tanda sip berupa acungan dari jempolnya pada Kanaya secara sembunyi-sembunyi.

__ADS_1


"I love you to the moon!" ucap Janaka Matila sebelum ia mengecup mesra kening sang istri.


"Kurang jauh Yank! I love you to Mars?"


Mau sedih kaya bagaimanapun bila Gladys mengatakan hal seperti itu, membuat Naka tak bisa menahan tawanya. Suasana tegang tanpa Godzila tadi berangsur membaik dan mulai menghasilkan pemandangan yang uwu-uwuan dari keduanya.


Setelah berpamitan dan pergi bersama Seno, dan tak lupa juga Gladys mengantarnya hingga ke parkiran, Naka bisa bernapas lega dan pergi bekerja dengan hati nyaman seperti biasanya.


**


Sikap manis dan penuh penghayatan dari Gladys dan juga Kanaya tadi adalah sandiwara belaka. Pasalnya kini kedua saudara sepupu itu sedang ber-toss ria merayakan kemenangan mereka. Dengan sifat licik yang dimiliki putri bungsu Andung Hartono itu bahkan sang suami yang notabenenya Janaka Matila masih bisa terperdaya. Gladys dan juga Kanaya masih bisa menyelamatkan tiket mereka dari keganasan para pria yang sedang iri karena ketampanan BTS.


Untung saja, Gladys telah mewanti-wanti Kanaya untuk membackup semua data penting seperti tiket ini sebelumnya demi menghindari hal yang tak terduga seperti saat ini.


"Jadi kita masih lanjut Mbak?"


"Kanaya bangga pada Mbak Gladys dan Mbak Grace, tapi lebih bangga pada kedua kakak ipar Kanaya. Karena mereka telah bekerja dengan keras hingga kita bisa bersenang-senang!" seru Kanaya dengan hati yang begitu berbunga karena impiannya bertemu dengan Jungkook akan segera terwujud.


'Sungguh senang sekali bisa mendapatkan dua kakak ipar yang telah ditaklukkan oleh para pawangnya.'


Bila Kanaya serta Gladys sedang bersorak-sorai karena gembira, hal itu berbanding terbalik dengan Grace. Wanita itu masih belum bisa dihubungi oleh para adik perempuannya. Gladys dan Kanaya menebak pasti sedang ada badai atau perang dunia perwayangan. Untung saja Naka dan Seno cukup mudah ditangani dengan wajah imut dan manis. Mungkinkah Zack tak mempan?


Baru saja dipikirkan oleh Gladys dan Kanaya, Grace segera menghubungi kedua adik perempuannya ketika sang suami telah berangkat bekerja. Grace mengatakan telah mengancam Zack bila tak menurut permintaan dari janinnya yang ingin bertemu RM, ia bersumpah tak ingin melahirkan bayinya didampingi oleh sang suami.


Bak memakan buah simalakama, Zack Benzema dengan rasa frustasinya lalu menghubungi Janaka untuk meminta saran mengenai ini karena ia pasti tahu masalah yang menimpanya juga pasti dialami oleh Naka.

__ADS_1


"Itu urusan Elu!" jawab Naka karena Zack terus menerus mencari deritanya sebagai calon papa. Tak jauh berbeda dengan Gladysnya, Grace juga tengah mengagumi pemuda tampan dari negeri ginseng yang diidolakan semua wanita.


"Lihat saja kalau bini lu bunting, coba saja rasakan bagaimana mengerikannya apa itu ngidam!"


"Gladys tak mungkin aneh-aneh!"


"Gue tunggu lu hamilin bini Lu, Naka!"


"Tunggu saja, bentar lagi akan muncul Janaka Matila junior dari perbuatan Godzila."


"Bisa nggak sih kalian berdua tak saling berkelahi Pak?" keluh Seno yang sejak tadi mendengarkan perdebatan dua pria kurang waras dari dalam mobil. Perasaannya yang masih saja dongkol karena Kanaya masih juga mengabaikannya, semakin menjadi karena sang atasan membahas urusan ranjang seperti yang dikatakan oleh Zack dari video callnya, "Makanya jangan sering ditembak di luar Brai! lu udah tua, mau nunggu apa lagi?"


"Jangan sembarangan, aku tak pernah melewatkan letupan itu di dalam. Lihat saja! dengan size Godzila pasti jadi sebelum sebulan."


"Bos, apa size memengaruhi hasil?" celetuk Seno yang sudah tak tahan dengan obrolan kedua pria dewasa itu.


"Tentu saja, size itu sangat memengaruhi kepuasan wanita!" sahut Zack dengan suara sombongnya.


Kedua lelaki itu saling mengklaim bahwa milik masing-masing lah yang paling bisa membuat wanita klepek-klepek. Dengan bangga bahkan Naka menyebutkan bisa membuat Gladysnya tak bisa bangun karena kelelahan mengimbangi keperkasaannya. Sedangkan Zack tak mau kalah, pria berdarah Perancis itu mengatakan bahwa pelayanan yang menyenangkan bagi wanita adalah hal yang utama.


"Nah Seno, kamu mau belajar dari siapa?" goda Janaka tiba-tiba dan diikuti cibiran dari Zack yang masih percaya diri bahwa cara dia yang lebih oke.


"Saya ikut yang pasti ada hasilnya!"


...****...

__ADS_1



__ADS_2