Crazy In Love

Crazy In Love
My Destiny


__ADS_3

"Maafkan aku telah menyeretmu masuk ke kehidupan ini sayang, bukan aku tak ingin menjelaskan semua ini. Tapi, aku tak tahu ingin memulainya dari mana," Naka tak mampu menutupi kegetiran di hatinya kala melihat wanita yang ia puja nyatanya masih tak ingin melihatnya.


Bahkan untuk mendekati Gladys saja, Naka harus menunggu hingga wanita itu terlelap dalam tidurnya. Dengan posisi memeluk guling dan membelakangi Janaka Matila. Karena sudah tak bisa lagi membendung rasa rindunya meski baru saja bertemu dengan wanita pujaannya.


'Kau anggap aku ini apa? Hingga begitu sulit menjelaskan semua ini padaku?' Walaupun kedua matanya tertutup, tapi Gladys nyatanya masih terjaga. Ia masih bisa mendengar apa saja yang telah diucapkan oleh Naka.


"Am so sorry Honey, jangan katakan bahwa kamu tak ingin bersamaku lagi! karena aku pasti tak sanggup hidup tanpamu," Sekali lagi, pemilik perusahaan BMD itupun mengungkapkan kekalutan pada hatinya.


Baginya, Gladysnya bukan hanya kekasih saja. Wanita itu bagai oase pada kehidupannya yang gersang. Juga seperti obat penawar kehampaan dalam dirinya.


"I love you since i met you in first time, aku have loved you pada gadis yang telah bersedia memberikan kesempatan terbangnya ke Singapura dari Surabaya malam itu." Nak lalu mengeratkan dekapannya pada tubuh Gladys.


"Apa maksudmu Naka?"


"Loh, kamu belum tidur Hon?"


"Keluar dari kamarku!" perintah Gladys mencoba mengusir Janaka dari tempat pribadinya.


"Nggak mau! aku sudah terbiasa tidur dengan dirimu Hon,"


"Kalau begitu, biar aku saja yang keluar!"


Naka menahan keinginan Gladys untuk beranjak dari kamarnya. Pria yang sudah merasa frustasi akibat Gladys terus saja mengabaikan dan mengancam akan meninggalkannya sudah kehabisan akal sehatnya. Naka tak ingin melepaskan Gladys begitu saja, alhasil pria yang mengaku telah lama menyukai putri bungsu Andung Hartono tersebut.


"No, am addicted to you!" larang Naka dengan merengkuh tubuh molek wanita yang selalu hilir mudik di dalam benaknya.


Berkali-kali Naka mencoba untuk tetap berada dalam batas kesadaran, tapi semua benteng yang telah ia jaga telah dirobohkan oleh Gladys kala wanita itu ingin beranjak meninggalkannya. Ketika Gladys membuka selimut yang menutupi tubuhnya sebagian kecil atasan piyama yang ia kenakan tak sengaja tertarik ke atas hingga menampilkannya pinggang serta perut wanita menawan itu.

__ADS_1


Ingin sekali Naka membelenggu Gladys agar nyonya BMD itu tak mampu kabur darinya. Pergi dari jangkauan Janaka adalah hal mustahil saat ini.


"Tunggu dulu, kamu bilang memberikan kesempatan terbang? Siapa?" tanya Gladys untuk mencegah Naka melahap dirinya malam ini. Setidaknya, Gladys ingin sedikit mengulur waktu sekaligus mencari kesempatan kabur dari buaya berwujud manusia itu.


"Who's the real bad cruel? Kamu itu queen of cruel beauty, kamu bahkan telah melupakan aku!" ejek Naka dengan aksen swagnya seperti kakak ipar Gladys.


"Me? Why me? Why shoud I?" Gladys tak terima karena Naka menyebutnya wanita yang jahat karena tak mengenal dirinya. Sejak kapan mereka pernah bertemu? Pertemuan pertama antara Gladys dan Janaka menurut wanita cantik itu ketika Gladys menolong salah satu keponakan Naka.


Naka menjelaskan pada Gladys bahwa pada jauh sebelum keduanya berada dalam masalah ganti rugi mobil, Naka dan Gladys pernah bertemu untuk kali pertama. Perjumpaan yang cukup lama itu terjadi di Juanda Airport, saat itu Naka dan Gladys sedang memperebutkan pembelian tiket untuk penerbangan terakhir ke Singapura.


Gladys bersikeras ingin mengamankan tiket itu karena besok pagi ia harus mengikuti masa pengenalan kampus untuk pertama kalinya di National University of Singapore. Sedangkan Naka? Pemuda itu harus hadir segera sebagi wali saat ayahnya Sigit Brahmana menjalani operasi atas penyakit jantung yang diderita.


"Oh, jadi kau adalah om-om yang berebut tiket denganku waktu itu? Sebagai orang kelas atas mengapa harus berkelahi dengan kaum recehan seperti aku?" Bila diingat-ingat, Gladys sedikit kesal. Karena ia harus mengalah dari Naka demi keselamatan sang ayah waktu itu. Dan imbasnya ia harus menerima hukuman untuk hari kedua karena pada hari pertamanya masuk kampus tidak hadir.


"Om-om?" tanya Naka dengan kedua mata membelalak sempurna. "Waktu itu posisiku masih di bawah Honey, belum memiliki aset seperti saat ini. Kamu pikir aku mendapatkan ini semua karena keluarga Brahmana? Suamimu ini seorang pekerja keras, asal kamu tahu saja."


"Sekarang sudah tahu bukan alasan aku memilih kamu? Semenjak pertemuan kita itu, aku selalu memikirkan kamu dan mencari tahu siapa gadis yang telah berbesar hati memeriksa kesempatan emasnya untuk aku dan aku tak ingin melepaskannya begitu saja."


Gladys masih tak bisa percaya begitu saja, pasalnya pengusaha seperti Naka telah bergelut dan berpeluh dengan kebohongan. Pandai bersilat lidah adalah modal utama bagi pesohor negeri untuk mengamankan hartanya serta mengeruk keuntungan dari berbagai sumber.


Melihat ada secercah harapan untuk kabur, Gladys menunggu waktu yang tepat saat Naka lengah. 'Semoga saja usahaku tak sia-sia,' doa Gladys menunggu Naka lengah dan sedikit melonggarkan kungkungan tersebut. Karena Gladys tak ingin terkurung malam ini bersama Naka.


"Sekarang percaya padaku? Aku ini tulus Hon."


'Yes!' seru Gladys dalam hatinya, saat Janaka Matila tak sadar melonggarkan dekapannya.


Wanita yang telah bisa melepaskan dirinya itu segera bangkit dan berniat pergi dari Naka untuk menyelamatkan dirinya. Setidaknya malam ini Gladys tak ingin satu tempat tidur dengan Janaka.

__ADS_1


"Hmmm ... " Tak sampai jauh, Naka sudah menangkap tangannya sebelum Gladys sempat berpindah dari tempat tidur.


"Berani pergi dari sini? Jangan main-main dengan aku Yank, aku bisa membuatmu tak bisa bangun besok pagi!" ancam Naka pelan dan dalam di telinga wanita yang semakin hari membuatnya harus mengerutkan dahi.


"Aku ingin minum!" jawab Gladys sedikit berbohong demi keselamatan hidupnya. Wanita single mana yang tak takut bila seorang pria telah mengancam tak ingin membiarkan bangun besok pagi?


Alhasil agar Gladys tak melarikan diri lagi, Naka mengikuti ke manapun wanita itu pergi. Gladys tampak kesulitan menepis keraguan pada langkahnya karena Naka selalu mengikuti di belakangnya. Hingga ke dapur pun Janaka tak sungkan mengekori sang kekasih.


Apalagi Gladys, wanita itu bahkan tak bisa berkonsentrasi meminum seteguk pun dari segelas air yang ia genggam. Pasalnya bukan hanya mengikuti saja, Naka juga tak segan mencumbu dirinya dari belakang ketika Gladys minum. Bukan hanya bibirnya saja yang telah menjamah belakang leher Gladysnya, tapi jari-jemari itu secara terampil telah menari di dalam piyama sang wanita yang kini berada di dalam genggamannya.


"Aku bisa tersedak tahu," protes Gladys seraya menggeliat kegelian seperti biasanya karena ulah nakal Naka.


"Never mind! aku bisa mengobatinya Dear," bisik Naka dengan suara beratnya tepat di belakang telinga Gladys.


Semakin Gladys menolaknya, Naka menjadi semakin kesetanan pula. Apalagi kini wanita itu sudah tak mempermasalahkan kejadian tadi. Otomatis segala tindakan Naka tak mampu ia kontrol lagi. Janaka Matila, pria yang telah berpuasa lama kini sebentar lagi akan mengakhiri penantian panjangnya. Terlebih lagi, kini ia telah mengungkap apa yang membuatnya memilih dan menargetkan Gladys sebagai nyonya BMD.


...****...




Cast hanya pemanis saja ya, mereka berdua hanya gambaran dari saya. Sebenarnya sosok keduanya tak bisa divisualisasikan secara gamblang. Namun, sebagai hottest cie 🤭. Berasa tua banget eike, Chang Sung Oppa saya pilih karena wajah antagonisnya ✌️. Tapi sebenarnya Chan Sung Oppa sangat friendly loh, bisa dilihat dari kesehariannya di akun Instagram pribadinya.



Oh iya, aku mau ngingetin GA ini.

__ADS_1


Aku tunggu kalian dan teman-teman kalian bantuin Gladys melarikan diri dari Naka. Bila kalian menemukan cara yang tepat, please hubungi kantor polisi yang terdekat untuk laporin pelakunya aka Janaka Matila 🙏


__ADS_2