Daniel & Dania

Daniel & Dania
Satu tamparan untuk Daniel


__ADS_3

Siang nya Di kantor


Daniel tampak lesu di ruangan nya bergulat dengan pena serta berkas-berkas yang harus ia tanda tangan ni.menghembus napas berat kepala nya bersandar di kursi sambil mengadah ke atas menatap langit ruangan dengan mata yang sayu.


Lelah


itu lah kata yang di utarakan hati nya saat ini.mengalihkan pandangan nya melihat Dania di balik kaca transparan.pujaan hati nya masih sibuk dengan pekerjaan yang ia lakukan sekarang.


Daniel tersenyum seolah mendapat kan energi menatap gadis yang sangat ia sukai.


*Aku mengakui jika gadis ku ini sangat profesional dalam bekerja dia orang yang rajin juga tekun,masalah sesulit apapun dia bisa menyelesaikan dengan mudah dan cepat aku bangga sekali dengan nya.bahkan aku sanggup duduk di kursi ini dari pagi sampai malam hanya untuk memandangi diri nya.


Oh Dania ku sayang....


ku harap perasaan mu sama seperti perasaan ku*.


Daniel menekan tombol telpon di atas meja nya.


"Bawakan dua bungkus makanan serta Cappucino dingin ke ruangan ku"Daniel tersenyum singkat melihat Dania yang beranjak dari kursi nya dan keluar.


ini sudah memasuki waktu makan siang,dia tidak inggin gadis yang ia cinta melewat kan sarapan siang demi menyelesaikan pekerjaan dan dia tidak ingin melihat Dania sampai jatuh sakit.


Lima belas menit kemudian pintu ruangan di ketuk Dania masuk dengan membawa dua kotak di tangan nya yang berisi makanan dan minuman.


Daniel langsung berdiri saat Dania telah tiba,mereka pun duduk di sofa yang ada di sudut ruangan tepi jendela.


"Ayo duduk sini..."Daniel menepuk tempat di sebelah nya dengan patuh Dania menurut dan meletakan makanan di meja.


"Makanan apa yang kau bawa"mengintip sedikit di balik kotak makanan


"Tadi aku hanya pesan go food,tidak masalah kan?"


"Tidak papa go food juga makanan,tapi jangan terlalu sering aja"


"Baiklah"


Daniel membantu mengeluarkan makanan dan minuman.lalu mereka makan bersama dengan duduk yang berdampingan.


"Laporan projek baru yang ku pinta apa sudah selesai?"


"Tinggal sedikit lagi semua nya akan beres"

__ADS_1


Daniel menganggukan kepala sambil menyuapi makanan ke dalam mulut nya.


"Oh ya, bagaimana sekretaris baru papa,apa dia membantu pekerjaan papa baik.apakah dia selalu siap siaga mengerjakan tugas yang di berikan oleh papa kepada nya"


"Kau jangan kawatir, sekretaris papa juga wanita yang handal juga profesional.dia adalah buk Mega aku sangat kenal dengan dia,dia dulu menejer keuangan,dia selalu mengerjakan pekerjaan nya dengan sangat teliti.aku yakin dia pasti bisa membantu papa"


"Baiklah kalo begitu,aku pun tidak perlu merasa cemas lagi"


************************************


Saat ini mereka masih bersama di dalam ruangan yang sama juga, mengerjakan tugas masing-masing namun bersama.mereka terlihat sangat sibuk.


Setelah Daniel menandatangani semua berkas-berkas penting.dia pun menyender kan punggung nya di sopa dengan tangan di buka lebar untuk melepas penat.leher nya pegal sekali akibat menunduk terlalu lama.


Daniel menatap Dania yang tengah sibuk dengan Leptop nya.


*Satu detik


Dua detik


Tiga detik


Empat detik


Daniel mulai tersihir dengan aura kecantikan yang di miliki Dania secara Natural.mulai dari bulu mata yang lentik,hidung yang mungil tapi mancung,bibir yang **** terlihat kenyal,lembut.bibir yang menggoda saat Dania memanyunkan ke depan sehingga Daniel merasa ada gejolak dan ingin sekali merasakan bibir ranum itu.


Daniel membayangkan bibir nya belabuh di bibir milik Dania


mengecup,*******,menghisap serta mengekspor rongga-rongga nya.


Nafsu yang memandu pikiran Daniel saat ini.


Daniel mendekatkan diri nya Tampa lepas menatap bibir merah itu tidak peduli lagi dengan kemarahan Dania dan akal sehat nya.karna nafsu telah melemah kan diri nya.


Sudah tidak sabar lagi ingin mencicipi bagaimana rasa nya bibir nya bersentuhan dengan benda kenyal milik sekretaris nya itu.


Daniel meraih dagu Dania,wanita itu pun beralih dan diam.Dania menatap Daniel yang sedang menatap nya dengan intens,dia tidak tau arti dari tatapan tersebut.


Daniel perlahan mendekat kan wajah nya ke wajah Dania dengan terus menatap mata yang indah milik pujaan hati nya.


Dania hanya mematung,tubuh nya pun tidak bergerak sama sekali,seolah dia tersihir dengan tatapan yang memgunci diri nya agar tetap diam dan menerima.

__ADS_1


Daniel berhasil mendarat kan bibir nya dengan mata terpejam seraya menikmati sentuhan dua benda kenyal dan juga lembut.


Dania melotot tajam saat apa yang di lakukan Daniel terhadap nya.mendorong tubuh Daniel dengan keras


Plakkk


Satu tamparan mendarat di pipi Daniel dengan sangat kencang.tampa keseimbangan tubuh itu terhuyung kebelakang.


"Apa yang kau lakukan? kenapa kau mencium ku?"dengan nada tinggi dan marah pada pria yang telah berani mencium nya Tampa ijin


"Dania,aku....."


"Berhenti..jangan mendekat,apa kau sadar apa yang telah berbuat kurang hajar ke pada ku! kau berani menyentuh ku Tampa seijin ku! kau mengambil kesempatan dalam kesempitan,kau tidak berlaku sopan dan tidak menghargai pekerjaan ku,apa kau pikir aku ini wanita murahan yang seenak nya kau lecehkan ? tidak,aku tidak seperti itu"


Dania mengemas barang-barang nya dengan cepat dan pergi dari ruangan itu.


"Dania tunggu!! "Daniel menjerit tapi tidak di hiraukan oleh wanita itu.Daniel menyentuh pipi nya yang terasa panas akibat tamparan yang sangat dahsyat.


"Aku tidak bermaksud melecehkan atau menganggap kamu murahan Dania,kau jangan salah paham pada ku! aku mencintaimu,aku menyukaimu! dan aku ingin kamu menjadi milik ku,apa kau tidak mengerti maksud dari semua ini Dania"


Daniel tampak tak bersemangat.tidak di sangka dia mendapat perlakuan serendah ini dari wanita yang ia cintai.Daniel berpikir kalo Dania juga memiliki perasaan yang sama terhadap nya dia salah,hanya tamparan yang ia dapatkan.


Aku tidak akan menyerahkan sayang aku akan terus mendekati mu dan memperjuangkan cinta ku ini sampai aku mati.aku tidak aka mundur sampai aku mendapatkan mu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2