Daniel & Dania

Daniel & Dania
[ D&D] Bersikap Dingin


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Dania telah siap dengan pakaian Rapi nya untuk berangkat ke kantor,tidak seperti biasa nya.


Saat membuka pintu,dia tersenyum melihat Farel yang berdiri rapi dengan seragam sekolah di depan nya.


"Hay kak!"dengan senyum


"Farel....."mereka berdua berpelukan karna sudah lama tidak bertemu,ada rasa rindu di hati mereka.


"Kamu kesini mau nemuin kakak?"


"Ia,sudah lama aku tidak bertemu dengan kakak"


"Ya udah,kita pergi bareng aja,kakak juga udah siap mau ke kantor"


Saat menuruni anak tangga di teras depan rumah,mereka bertemu dengan Relia yang baru pulang dari lari pagi,Relia menatap Farel dengan sinis dari atas sampai bawah.


"Hay Relia"sapa Farel dengan senyum.Yang di sapa malah diam.


"Kakak mau pergi?"


"Ia...."


"Pagi sekali"heran Relia,biasa nya mereka sarapan dulu bersama sebelum berangkat,setelah itu kak Dania barengan sama kak Daniel.


"Orang rajin emang harus pergi cepat sayang....agar tidak telat"Dania mencubit gemes pipi Relia dengan menggoda nya.Farrel hanya senyum yang membuat Relia melayangkan tatapan maut nya.


"Kakak jangan suka mengejek aku yah"


"Masuk kedalam sana! mandi,biar wanggi"


"Aku wangi kok,kakak aja yang bau Wek Wek Wek"Relia mencibirkan bibir nya dan berlari masuk kedalam.


"Relia itu jutek bangat yah kak, orang nya"


"Nggak juga.kalo udah kenal orang nya baik kok,ceria juga orang nya.coba aja kamu berteman sama dia,pasti kamu tau di balik Sipat dingin nya itu"seru Dania mengenal Sipat adik perempuan by dengan antusias.


"Kalian satu kls kan?"


"Nggak,dia kelas 10 aku kls 11"


"Oh ia,kakak lupa.kamu udah sarapan pagi belum"


"Belum,tadi aku langsung datang kesini,sengaja mau ngajak kakak sarapan bareng"

__ADS_1


"Kebetulan sekali yah,kakak pergi nya pagi-pagi"


"Berarti kita jodoh dong kak"senyum Farrel


"Kamu mau ngelangkahin kakak kamu yah? nanti kamu akan kena amarah nya"Dania bicara dengan nada pelan di dekat kuping Farel,karna mereka tau kalo kakak Farrel sudah marah semua nyali orang akan menciut ketakutan.


Mereka berdua menikmati sarapan di warung yang berada di depan sekolah Farrel.Dania sengaja memilih tempat disana agar nanti Farrel tidak akan terlambat.


"Oh ya kak,semalam kakak ku bilang dia akan pulang ke Indonesia"


"Benarkah,kakak kamu akan balik ke indonesia"Dania jadi senang mendengar teman nya akan kembali ke Indonesia,suatu kejutan yang menggembirakan bisa bertemu dengan teman nya lagi.


"Lalu,bagaimana dengan perusahaan kak Billy,apakah sudah membaik?"


"Karna perusahaan kak Billy sudah membaik,itu sebab nya dia mau pulang"


"Syukurlah kalo perusahaan kak Billy sudah membaik dengan ada nya bantuan dari kakak kamu,apalagi kak Billy sedang sibuk itu sebab nya dia minta bantuan pada kakak mu untuk membantu perusahaan nya.


Sudah lama juga kakak nggak bertemu dengan dia,apa ada pesan buat kakak?"Dania menatap Farrel dengan penuh harap.


"Kayak nya nggak"


"Jahat sekali dia"Dania mengerucutkan bibir nya karna kesal,bahkan saat mereka melakukan video call,Dania slalu kesal karna kejahilan nya.


"Seminggu lagi kata nya"


"Baiklah,kakak akan menunggu kedatangan nya"


\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\*\*\*\*\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_


TR GROUP


Dania keluar dari ruangan nya dengan membawa berkas untuk di berikan kepada Daniel,membutuhkan beberapa tanda tangan,juga hasil laporan mingguan.


Dia di kagetkan dengan kedatangan Daniel dan Alina. seperti biasa,Alina mengandeng tangan Daniel dengan wajah yang bahagia.


"Dania,mulai sekarang kamu harus melayani Alina sebagaimana kamu melayani aku.menjelang pernikahan kami selesai,selama itu pula kamu terus menemani nya kemanapun dia pergi,kamu paham?"


"Tapi Daniel,aku...."


"Tidak ada tapi-tapian Dania,kamu harus menuruti perintahku"Daniel pun pergi


"Oh ya,jangan lupa kamu bawakan minuman untuk dan Alina ke ruangan ku"

__ADS_1


Alina melihat Daniel yang sudah duluan masuk ke ruangan.Alina mendekati Dania dengan gaya sok an nya.


"Kamu dengar yah....sekretaris Dania.Calon suami aku itu adalah atasan kamu,alias bos kamu.jadi kamu harus memanggilnya dengan sebutan pak,tuan atau bos.jangan lagi kamu panggil dengan sebutan nama, mentang mentang kamu ini teman masa kecil nya tapi kamu seenak nya memperlakukan calon suami ku,kamu itu bukan apa-apa jika keluarga Dirgantara tidak memungut mu di jalanan.kau hanya gadis kampung yang sedang bermimpi menjadi Cinderella"Alina pergi dengan melayang kan tatapan jijik nya pada Dania.


Dania menghapus air mata nya dengan hati yang terluka,baru kali ini dia merasakan sakit hati yang paling dalam.rasa sakit melupakan Daniel tidak sebanding dengan rasa sakit ucapan Alina kepada nya.dia memang bukan apa-apa tanpa keluarga Dirgantara,tapi setidak nya jangan menghina diri nya dengan rendah seperti ini.


Kenapa kamu harus bersikap seperti itu Daniel


Daniel melihat ke arah ruangan Dania lewat kaca transparan.tapi tidak ada orang di sana.


"Sayang,kenapa ruangan mu dan ruangan sekretaris mu di jadikan seperti ini,seharusnya ruangan kamu harus di tutup,agar tidak ada yang bisa melihat mu"Tanya Alina yang melihat Ruangan calon suami nya berbeda dari ruangan yang pernah ia lihat.biasa nya tidak ada ruangan yang seperti ini.


"Terserah aku,mau melakukan apa saja,karna ruangan ini milik ku,dan dia adalah sekretaris ku"sela Daniel dengan dingin dan fokus pada berkas nya.Alina sangat kesal dan tidak suka saat Daniel menyebut nama wanita itu.


Tok tok tok


"Permisi pak Daniel.ini minuman untuk bapak dan juga nona Alina"seorang OB perempuan mengantarkan minuman.


"Kenapa kau yang mengantarkan nya"saut Daniel dengan tidak suka.


"Maaf pak,ibu Dania tidak sempat.dan dia menyuruh saya.kali gitu saya permisi dulu"


Aku tau kamu tidak suka di perlakukan seperti ini,tapi beginilah cara ku untuk menyadarkan mu


"Sekretaris macam apa dia,tidak becus pada perintah"ejek Alina dengan nada jengkel.


"Sebaik nya kau pergi saja dari sini,aku mau bekerja"


"Kau menyuruh ku pergi?"


"Lebih tepat nya mengusir mu"dengan penekanan dan tatapan elang nya.dia juga marah saat mengejek Dania di depan nya.


Dengan tidak terima Alina terpaksa keluar dengan hati yang marah,rasa nya dia inggin sekali mencekik orang karna kemarahan nya.Daniel telah memperlakukan nya dengan sangat buruk,inggin sekali dia memberi pelajaran pada sekretaris sok cantik itu.


"Kurang hajar......dia berprilaku baik saat ad la wanita itu,jika tidak ada,dia bersikap kasar juga dingin.jika bukan karna dia orang yang aku sukai aku tidak akan melanjutkan pertunangan ini.seperti nya aku harus menjauhi Dania dari Daniel,aku tidak akan membiarkan mereka bersatu kembali.dia hanyalah seorang anak pungut yang tidak punya apapun,tidak akan pantas mendapat kan pria seperti Daniel.yang pantas cuma aku! aku memiliki segala nya tidak ada satu pun yang kurang"Alina mengeluarkan unek-unek kekesalan nya di depan pintu ruangan Daniel dan pergi.


Terlihat sangat putus asa terduduk di kursi nya dengan mengenang perilaku buruk nya yang membuat Dania tidak suka dan sedih.


"Maafkan aku jika aku membuatmu menderita.tapi,aku tidak akan berhenti sebelum kamu yang menghentikan ku,aku akan terus dekat dengan Alina dan membuat mu cemburu agar kamu menyadari perasaan mu yang sebenar nya"


Daniel begitu sedih dan merasa bersalah telah membuat wanita yang di cintai nya menderita karna ulah nya.apa boleh buat,hanya itu satu-satu nya jalan yang bisa Dia lakukan.jika dia berkata jujur,dia takut Dania akan membahayakan diri nya seperti kejadian di Apartemen dan rumah sakit,dia tidak inggin itu terjadi.


B E R S A M B U N G

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak like nya


__ADS_2