
Siang yang begitu cerah,cuaca yang cukup terik mata hari nya.Daniel keluar dari kamar dengan tubuh yang terasa segar dan bugar kembali.dia menatap sang istri yang masih betah tidur di kasur.
"Sayang,bangun.apa kamu tidak mau pergi!"bisik Daniel di telinga Dania,ini akan menjadi moment spesial bagi nya setiap hari.bangun tidur di sunguhkan dengan wajah bidadari yang teramat cantik,dia kembali mengusik tidur Dania yang terlelap dengan cara jahil nya.
Kesenangan nya terusik oleh bunyi bel kamar.
"Siapa sih yang datang siang begini!"
Daniel membuka pintu, melihat siapa yang datang.ternyata,seorang pria muda memakai seragam warna merah,dia adalah pekerja di penginapan ini.
"Ada apa yah,mas"Daniel bingung dengan kedatangan mas mas ini,perasaan dia belum memanggil seseorang untuk dia perintahkan.
"Maaf,saya telah menganggu waktu tuan.saya hanya mengantar ini atas Nama Daniel"menyodorkan dua paper bag pada Daniel.
"Ia,itu nama saya,siapa yang mengirim nya?"
"Dari pak Bryan"
"Baiklah,terimakasih"
"Sama-sama pak,saya permisi dulu"
"Eh,tunggu"
"Ada yang bisa saya bantu,tuan?"pria itu kembali menghadap Daniel dengan sopan.
"Iya,tolong antarkan dua makanan di kamar ini,lengkap dengan hidangan penutup nya minuman jus dan buah-buahan"
"Baik,tuan akan saya antarkan,permisi"
"Memang sekretaris pengertian Bryan ini,tau saja aku dan Dania membutuhkan pakaian ganti"dengan tersenyum,lalu meletakan paper bag yang berisi pakaian itu di meja tempat tidur.
"Dania...ayo bangun,kita sarapan dulu,kamu belum makan dari kemarin kan.Dania...sayang"Daniel terus membangunkan Dania dengan menepuk nepuk pipi nya.
"Aku masih mengantuk,bentar lagi yah"Dania menarik selimut melampaui kepala nya.
"Kalo kamu tidak mau bangun,aku akan menerkam mu lagi,biar kamu tidur sampai malam"
Ancaman keras yang terdengar di telinga Dania membuat wanita itu terkejut dan duduk dengan cepat.
"Ia,ini aku sudah bangun"
__ADS_1
"Takut sekali kamu di terkam"Daniel mencubit gemes pipi tegang Istri nya yang ketakutan di terkam harimau buas lagi.
"Ia lah,habis nya kamu minta terus dan main nya lama,aku kan cape"Dania mengeluarkan kata-kata kesal nya yang sejak semalam ingin dia sampaikan tapi tidak sempat karna dia lebih dulu tidur.
"Nama nya juga baru merasakan sayang,jadi nya ketagihan terus,mau lagi dan lagi,apa lagi di dekat kamu bawaan nya tegang Mulu,ini aja udah tegang"Daniel memperlihatkan kejantanan nya di balik celana yang ia pakai,Dania terkejut melihat benda itu berdiri lagi.
"Mau mandi atau mau lagi?"dengan tersenyum.
"A..aku,mau mandi aja"Dania beranjak cepat dari tempat tidur membawa selimut tebal itu ke kamar mandi,walaupun sudah menikah dan melakukan hubungan suami istri,tetap saja dia belum bisa memperlihatkan tubuh polos nya di siang begini,dia malu.
"Selimut nya kenapa mau di bawa,seperti itu aja ke kamar mandi"
"Nggak,a..aku ma..malu"
"Kenapa harus malu? semua nya juga sudah aku lihat"
"Tetap saja,a..aku malu"benci sekali dia dengan kata-kata nya yang gugup.biasa nya dia tidak pernah segugup ini.
"Baiklah,terserah kamu saja.mandi yang cepat sebentar lagi makanan akan datang,kamu belum makan dari kemarin kan"
"Ia"
***
"Mas Daniel"pangil Dania sambil mengikat tali baju mandi nya.yang di panggil justru mengalihkan perhatian nya yang awal nya mengecek hendpone sekarang menatap istri nya.
"Kamu tadi pangil apa,sayang"ulang Daniel mendekati istri nya.
"Mas Daniel"
"Lagi...!"
"Ih....apaan sih ulang-ulang terus,emang nya kenapa aku panggil mas,kamu nggak suka?"Dania mulai geram dengan sikap Daniel yang terus meminta nya mengulang kata pangilan nya.
"Bukan begitu...sejak kapan kamu merubah pangilan yang awal nya dari Daniel ke mas"
"Sekarang!...kan suami harus di hormati, jadi aku menghormati kamu dengan bersikap sopan.apa salah? atau kamu mau di panggil dengan kata lain"
"Nggak salah kok,kamu udah benar sayang.tapi lebih baik kamu pangil aku My Hubby aja,aku suka di panggil seperti itu"terang Daniel dengan senyum lebar nya.
"My Hubby"
__ADS_1
"Iya,seperti itu"Daniel memeluk istri nya dan mengecup dahi nya dengan sayang.
"Oh ya,tadi kamu manggil aku kenapa"
"Aku nggak bawa baju tadi malam,baju yang semalam Udah basah,belum di cuci.masak keluar pakek beginian,kamu juga nggak ada baju kan?"cemas sang istri nggak ada baju,mungkin Dania lupa kalo suami nya ini orang kaya dan serba bisa,berapa pun baju yang dia mau akan Daniel kabulkan. dia bahkan juga bisa menyulap yang ada menjadi tidak ada,apa lagi yang sudah ada,tinggal membawa kehadapan nya saja.
"Haha....sayang-sayang.urusan baju tidak perlu cemas.sudah ada di sana,tinggal pakek aja nanti,kalo nggak suka sama model nya. kita bisa beli yang baru"tunjuk Daniel pada paper bag yang masih tergeletak di meja.
"Ya udah,pake yang itu aja nanti"
"Beneran?"
"Ya sudah,ayo kita makan dulu,sudah lapar soal nya"
Di tengah kegiatan makan,cuma sedikit mereka bicara,selebihnya sibuk mengunyah hidangan di depan mereka yang begitu lezat.tampa di sadari seluruh makanan yang ada di sana ludes Tampa sisa, Alhamdulillah mereka kenyang.
"Mau tambah lagi?"tawar Daniel
"Nggak lagi,udah kenyang"meneguk minuman jus jeruk nya sampai habis.
Alhamdulillah,Ahir nya ketemu nasi juga dari sejak kemarin.niat nya mau makan tadi malam,eh tau nya malah aku yang dulu di makan.
***
Pukul dua siang mereka mulai bergerak dari penginapan tersebut.baju yang di berikan Bryan sangat cocok dan nyaman di pandang bagi siapa yang melihat nya.walaupun laki-laki selera Bryan pada pakaian wanita sangat lah tinggi.
Sampai di luar mereka melihat Junjie dan Uti keluar dari mobil.Daniel bingung,sementara dua orang itu menghampiri mereka.
"Junkie,Uti.ngapain kalian kesini"tanya Daniel dengan cemas,pikiran nya mulai traveling.apakah mereka datang kesini membawa kabar buruk tentang orang rumah sehingga mereka datang kesini untuk menjemput nya dan Dania.
"Apakah ada kabar buruk?
"Ih,si tuan muda,cepat sekali beranisiatif seperti itu,malah kami datang kemari untuk memberi kabar bahagia"ujar Uti dengan senang.
"Kabar bahagia apa Uti"tanya Dania yang mulai penasaran akan kehadiran mereka disini.
"Begini tuan muda,saya di perintahkan oleh Tuan Nathan untuk mengantar anda dan Nona Dania ke bandara siang ini.barang-barang Anda juga sudah di persiapkan di dalam mobil"
"Hah... Bandara? barang-barang"Dania terkejut,apa maksud dari ucapan Junjie ingin membawa mereka ke bandara atas perintah Nathan,apakah tela terjadi sesuatu.
"Coba kamu jelaskan.kenapa,aku Dan Dania di kirimkan ke luar negeri..."hardik Daniel mulai marah.
__ADS_1
"Kalo itu saya tidak tau tuan muda,sebaik nya anda hubungi saja papa tuan muda sekarang"
Daniel mulai marah dan kesal terhadap sikap papa nya.untuk apa dia mengirim diri nya ke luar negri dengan cara seperti ini,jika itu urusan pekerjaan,tidak bisakah dia menelpon dulu.apa tidak bisa di bicarakan melalui pertemuan,kenapa harus seperti ini.apakah papa nya berniat ingin mengusir nya dari rumah.