Daniel & Dania

Daniel & Dania
[ D&D ] Sadar


__ADS_3

Sinar Mentari sudah menyinari bumi dengan cahaya nya yang kuning menderang.awan awan mulai berterbangan ke atas setelah menghisap embun embun pagi di daunan yang basah, burung-burung berkicau menandakan hari ini adalah hari yang bagus.


Perlahan mata nya terbuka,merasa silau oleh cahaya yang begitu kuat menyentuh Indra penglihatan nya mengerjakan buluata nya untuk menyesuaikan.


Sebelah tangan nya terasa berat,seperti ada yang menghimpit nya,dia pun menoleh mendapati wajah cantik yang sedang tertidur pulas di sebelah nya.


Seulas senyuman terlukis di bibir pucat yang mengering itu,hati nya sangat bahagia,terbangun dari tidur langsung di sungguh kan wajah yang selama ini dia rindukan,ini seperti mimpi.


Daniel terus Memandang Tampa berkedip,jika itu benar mimpi dia berharap tidak akan pernah bangun dari tidur nya.perlahan dia menyentuh kepala kekasih nya terasa nyata. sekali,rambut yang begitu halus dan lembut,dia merindukan sentuhan rambut ini.


Merasa tidur nya terganggu Dania terbangun melihat Daniel yang sudah sadar sedang memandangi nya.


"Daniel.....ka-kau sadar!!"dia terkejut juga emang melihat tangan orang yang dia sayang kembali membuka mata nya.


"Dania!!...."


"Ia,ini aku!!....."mendekatkan tangan Daniel ke wajah nya sembari menaggis karna terharu.


"Aku tidak bermimpi"


"Tidak,ini nyata,aku ada di sini Daniel,kamu tidak mimpi"Dania mencium tangan Daniel,dia tidak bisa mengungkapkan apa-apa kesadaran Daniel membuat nya terlalu senang.


Bryan yang tidur di sofa ikut terbangun mendengar suara tangisan Dania yang begitu keras di gendang telinga.melihat Daniel yang terbangun bergegas Bryan mendekati mereka.


"You Ok Daniel?"


"Hem"meng-anguk kan kepala nya dengan lemah


"I'm glad to see you back to your sanses"


"Aku senang melihat mu kembali sadar"


"Thank you Friend"


"Terimakasih kawan"


Dania memeluk Daniel sambil berkata"Aku merindukan mu"


"Aku juga merindukan mu Dania,aku sangat merindukan mu"

__ADS_1


Mereka berpelukan dengan lama menuntaskan rasa kerinduan yang di pendam selama beberapa Minggu ini.Daniel memejam kan mata nya menikmati aroma tubuh yang sudah sejak lama ia rindu kan ,berpisah dari Dania membuat hidup nya berantakan dan tidak berguna.


Dania melepaskan pelukan nya menatap sang kekasih dengan deraian air mata dan penyesalan.


"Maafkan aku Daniel,semua ini salah ku!! kamu seperti ini karna aku!! jika saja aku tidak melarang mu dan bersumpah pasti kamu tidak akan mengalami kejadian ini, maafkan aku Daniel,aku telah jahat sama kamu"


"Tidak,tidak Dania!! semua ini bukan salahmu!! aku senang berjuang melakukan apa pun untuk bisa bersama mu lagi,aku juga bisa memberikan nyawa ku jika itu yang di perlukan untuk mendapatkan mu lagi,jangan menyalahkan diri sendiri karna ini bukan salah mu,aku melakukan nya karna kemauan ku sendiri"berkata dengan lirih sambil membelai wajah kekasih nya.


"Aku sangat mencinta ku Dania..."


"Aku juga mencintai mu Daniel"


Daniel merengkuh tengkuk leher Dania dan menempelkan bibir mereka berdua,kali ini tidak ada penolakan, melainkan menikmati sentuhan bibir yang sudah lama mereka tidak lakukan.Dania menikmati dan membalas ******n dari Daniel,mereka berciuman dengan mesra sehingga melupakan orang ketiga di antara mereka.


Bryan berdecak sebal harus menonton adegan 18+ di pagi ini.


Ni anak nggak tau tempat nggak tau keadaan.lagi sakit masih aja mau mesra-mesraan


"Ehekm ehekm...."


Dania melepaskan ciuman mereka,mendengar deheman Bryan membuat dia sangat malu dengan apa yang telah ia lakukan tadi bersama Daniel Tampa mengingat ada Bryan di ruangan itu juga,Dania terlalu mendalami perasaan nya sehingga melupakan keberadaan Bryan sahabat.


"Ingat tempat dong.....kalo mau ciuman,masih ada orang disini"hardik Bryan ketus


"Siapa juga yang iri"


Suasana haru mereka terusik oleh kedatangan mama dan papa nya,tak lupa juga Alina datang bersama mereka.


Alina mendekati ranjang Daniel dan menjauhkan Dania dari sana.


"Sayang....maafkan aku yah,aku baru pagi ini dapat kabar kalo kamu masuk ke rumah sakit,aku benar-benar khawatir,sejak kapan kamu mulai bermabuk-mabukan?"


"Sudah lah,kau terlalu banyak bicara,aku lagi sakit"Daniel melepaskan tangan Alina di pipi nya.dia tidak menginginkan perhatian dari wanita itu,cukup hanya Dania yang berada di samping nya.


Alina begitu kesal dengan sikap Daniel yang begitu acuh pada nya meskipun di hadaoan orang tua nya.


Zhelia mendekati putra nya dan mulai menangis.


"Kenapa kamu bisa seperti ini nak,apa yang kamu pikirkan sehingga kamu merusak diri mu sendiri,mama sama papa tidak pernah mengajari mu hal itu,apa kamu tidak memikirkan mama yyang sedih melihat mu sakit sepert I ini"

__ADS_1


"Maafkan aku ma,aku telah membuat Mama khwatir,aku janji tidak akan mengulangi nya lagi"


"Ingat Daniel,kamu tidak sendirian,kamu punya mama papa adik-adik kamu juga Dania,kami akan siap membantu kamu,jadi. kamu tidak perlu menyendiri


dengan masalah mu lagi"


"Ayo sayang kita temui Alex dulu, lkita harus menanyakan keadaan Daniel gimana"ajak Natahn pada istri nya


"Mama pergi sebentar yah,kamu harus istirahat supaya kamu cepat sembuh"


"Ia Ma"


"Bryan,tolong kamu antakan Dania pulang ke rumah,pasti semalam dia tidak makan dan tidur"


"Baik Om"


"Ayo Dania


"Tapi Bry aku harus menjaga Daniel disini"


"Tidak papa,kamu pulang saja dulu,istirahat.kamu butuh energi,aku baik-baik saja"saut Daniel menyuruh Dania pulang karna dia tidak mau Dania sakit setelah merawat diri nya


"Baiklah,nanti aku akan kesini lagi"Daniel tersenyum dan terus menatap kepergian Dania sampai hilang dari pandangan nya,sebenar nya dia juga tidak mau Dania pergi pergi meninggalkan nya,dia inggin Dania terus berada di dekat nya,merawat nya dan bermanja-manja dengan nya tapi Daniel juga tidak tega melihat Dania yang pucat setelah merawat nya semalam dia tidak inggin pujaan hati nya jatuh sakit.


Alina yang melihat Daniel tersenyum mengarah ke pintu keluar dia pun jadi kesal.


"Sayang....apa kamu mau makan sesuatu!!"Alina duduk di sebelah nya


"Sebaik nya kamu pergi dari sini,aku mau istirahat dan aku tidak lapar"Daniel memejamkan mata nya pura-pura tidur.


"Tapi Daniel,kamu itu harus makan supaya cepat sembuh,kamu makan ya sayang....aku suapin"tak mau kalah Alina terus mengambil perhatian Daniel tapi apa yang dia dapat,hanya sikap cuek dan itu membuat dia geram.


"Aku ini tunangan kamu Daniel!! sebentar lagi aku akan menjadi istri mu!! sampai sekarang kamu masih bersikap tidak adil kepada ku,apa kesalahan ku,aku sudah berusaha melakukan yang terbaik untuk mu tapi kamu malah tidak pernah menghargai nya dan kamu juga slalu memandangku dengan sebelah mata"


"Jika kamu sudah selesai sekarang keluarlah,pintu ada disana!!"Daniel menunjuk ke arah pintu untuk mengusir Alina muak sekali dia melihat wajah wanita ini.


Merasa terhina Alina membawa langkah nya keluar dari ruangan Daniel dengan amarah yang di pendam.


BERSAMBUNG

__ADS_1


**Jangan lupa tinggalkan jejak like nya yah guys dan jangan lupa hadiah nya juga terimakasih.....


Maaf kemarin nggak sempat up**


__ADS_2