
Zhelia menghidangkan jus jeruk dingin untuk sang suami yang sedang duduk santai di sofa,tak lupa makanan kesukaan nya pempek gurih berkuah pedas menjadi santapan hampir setiap hari.hari ini dia meriques pempek rasa ubi,biasa nya rasa telor dan ikan.
***
"Wah,Ahir nya...datang juga nih pempek.udah nggak sabar lagi untuk di makan"girang Nathan saat melihat hidangan di depan nya yang sungguh sangat menggugah selera.
"Ini kuah nya aku kurangi sedikit pedas nya"
"Loh,kenapa.kan enak kuah nya pedas"saut Nathan mengunyah pempek di tangan nya.
"Aku liat di Yo tube, nggak boleh makan cabe banyak-banyak nanti perut nya sakit,bahaya"terang sang istri menceramahi suami nya tentang kesehatan harus di jaga,bukan di bahayakan.
"Bagus kok,untuk mencuci perut dan pencernaan kita jadi lancar dan nggak usah pake ngejan lagi keluar nya"terang Nathan yang beda pendapat dari sang istri,Nathan berkata seperti itu karna dia pernah mengalami pencernaan nya sangat keras,dan itu membuat lubang pantat nya perih.jadi sudah tidak masalah dia makan pedas-pedas,malah itu bagus bagi nya.
"Bagus kalo cuci nya di rumah aja,kalo sampe cuci nya di rumah sakit? operasi...kan jadi besar masalahnya"celetuk Zhelia karna Nathan mensipelekan kemampuan cabe yang bisa membuat orang terbaring di rumah sakit.
"Jangan di do'akan dong,sayang"
"Astagfirullahalazim ya ampun,Daniel..."Zhelia terkejut melihat Daniel pulang dengan keadaan penuh luka di wajah.
Melihat sang putra di papah masuk ke dalam,Nathan meletakan pempek nya langsung berlari mendekati Daniel,membatu nya untuk duduk di sofa.
Zhelia terlihat panik dengan keadaan putra nya babak belur,begitupun Nathan.dia penasaran apa yang telah terjadi kepada putra nya hingga memiliki banyak luka lebam, apakah dia telah di keroyok preman di jalan.
"Kenapa dengan anak saya?"Nathan bertanya pada pengawal nya yang membawa Daniel masuk kedalam tadi.
"Maaf tuan.saya tidak tau,saya melihat tuan muda Daniel keluar dari mobil dengan kondisi yang sudah seperti ini"menjawab dengan jujur.
"Ya sudah,sekarang kamu pangilkan Kayros segera menemui saya"
__ADS_1
"baik tuan"
"Mas,cepat pangilkan Alex"seru Zhelia panik melihat Daniel yang telah pingsan.
Nathan menghubungi Alex yang berupa Dokter keluarga nya,sekaligus kepala Direktur di rumah sakit milik keluarga Dirgantara.
***
Setelah semua nya di periksa,Daniel aman-aman saja.bagian tubuh tidak ada luka yang serius.hanya wajah yang di penuhi luka lebam.
Alex memperban dahi Daniel yang terdapat luka tak terlalu besar.sementara itu Kayros dan Junjie datang ke kamar Daniel,mereka terkejut melihat keadaan Daniel yang terbaring di ranjang tidur.
"Siapa yang melakukan ini pada Daniel Nathan"Tanya Kayros
"Aku tidak tau,tiba-tiba saja dia pulang dengan keadaan seperti ini.kita tunggu saja dia sadar dulu,setelah itu kita tanya siapa pelakunya"Nathan sangat penasaran sekali penyebab Daniel mendapat luka sebanyak itu,Nathan tau Daniel tidak mudah di kalahkan begitu saja dalam ilmu bela diri.bahkan dia sanggup menghadapi sepuluh lawan sekaligus.seperti nya ini berbeda,dia pasti menerima kroyokan.melepas kemauan nya untuk bertanya,dia akan tunggu setelah putra nya sadar dulu.
"Sudah lah,Junjie.ini bukan salah mu,pasti ada sesuatu yang telah terjadi"
"Bangun lah nak,apa yang terjadi sama kamu"Zhelia terus mengusap rambut putra nya dengan sedih.
"Mas,bukan kah Daniel mau menjemput Dania pagi tadi,lalu.kenapa dia tidak membawa Dania pulang"
Pertanyaan Zhelia membuat dada Nathan berdesir.benar sekali,niat Daniel pagi tadi ingin menjemput Dania,lalu kenapa dia malah pulang sendiri.
"Mas...."tegur Zhelia memecah kan lamunan Nathan.
"Kenapa diam,hubungi Dania,bilang.suami nya sedang sakit"
"Baiklah"Nathan menghubungi Dania tapi tidak di angkat,hal itu menambah kecemasan baru.
__ADS_1
***
Beberapa jam kemudian,Daniel sadar dari pingsan nya.Zhelia jadi senang,lalu dia memangil pelayan untuk mengabari pada suami nya kalo Daniel sudah bagun.
Lama kemudian Nathan beserta Kayros dan Junjie datang.
"Bagaimana keadaan mu Daniel"
"Aku baik kok pa"Daniel mendudukkan badannya.
"Apa yang terjadi sama kamu,kenapa kamu bisa seperti ini"
"Dania di sekap pa,oleh Om Carlos"
"Apah...di sekap.maksud nya?"mereka semua terkejut mendengar ucapan Daniel.
"Saat aku sampai disana.aku tidak di ijinkan bertemu dengan Dania.puluhan bodyguard milik Om Carlos menghadang ku,mereka mengkroyok ku sampai aku tidak bisa melawan lagi,Dania dalam bahaya pa,Om Carlos akan mencelakakan istri ku,aku harus menyelamatkan nya"Daniel yang hendak turun,di hadang cepat oleh Nathan dan Zhelia.
"Jangan dulu,kamu masih sakit dan lemah"
"Tapi pa,aku harus menyelamatkan Dania! aku harus membawa dia pulang"Daniel bersikeras ingin pergi.
"Papa tau! kita semua mencemaskan Dania,tapi dengan keadaan mu seperti ini kamu tidak bisa berbuat apa-apa dulu,serahkan semua sama papa"
"Benar apa yang di katakan papa kamu Daniel,sebaik nya kamu istirahat sebentar dulu,setelah itu kamu bisa menemui Dania lagi,yah..."terang Zhelia membujuk Daniel agar beristirahat sebelum mencari Dania,dia sangat kwartir dengan kondisi Daniel saat ini.
"Tidak ada waktu yang harus di tunggu lagi ma,Dania bisa celaka kalo kita datang terlambat...pa,ayolah!"Daniel sudah tidak sabar lagi untuk menemui istri nya dan membawa nya pulang.mendengar jeritan sang istri tadi,membuat diri nya meronta-ronta ingin segera bertemu,dia sangat khawatir jika istri nya di sakiti oleh Carlos.
"Baiklah,papa akan menyiapkan segala keperluan kita untuk pergi,kamu tunggu dulu di kamar nanti papa pangil"setelah berpesan,Nathan beserta Kayros dan Junjie pergi untuk mempersiapkan keperluan mereka apa bila terjadi perkelahian di sana.
__ADS_1