
Hari ke tiga Dania masih di rumah sakit untuk masa pemulihan nya,dia sudah di perbolehkan berjalan ke mana yang ia sukai misal nya ke taman ke toilet juga di perbolehkan, tetapi harus memakai alat bantu seperti tongkat maupun kursi roda.
Terus terusan di rumah sakit membuat pikiran Dania gelisah dan membosankan.dia malas sekali berada di sini lebih lama lagi,dia ingin pulang ingin bertemu dengan keluarga nya,terutama tempat tidur nya dia sangat merindukan kasur empuk dan juga lembut itu,pokok nya dia rindu semua nya yang ada di rumah,di ingin cepat-cepat pulang.
"Nanti kalo Daniel datang aku akan paksa dia buat antarin aku pulang,kalo dia nggak mau! aku bisa pulang sendiri walaupun harus merangkak sekalipun"oceh Dania yang sudah ngebet bangat minta pulang dari kemarin-kemarin namun belum di kabulkan juga oleh Daniel dan Dokter Alex.
Mobil milik Daniel baru sampai di depan rumah sakit,dia baru saja pulang dari kantor pagi tadi Bryan menelpon menyuruh nya untuk datang ke perusahaan karna ada rapat penting yang tidak bisa di tinggal maupun di ganti,terpaksa pria itu harus meninggalkan kekasih nya sendirian dalam pengawasan nya.
Keluar dari Lift dia berjalan menelusuri koridor rumah sakit menuju ruangan Dania, seseorang berpakaian serba hitam menodong pistol ke arah di penghujung sana,leser senapan itu terus mengikuti arah kepala Daniel melangkah.
Dengan fokus pria misterius itu akan segera menanamkan peluru senapan nya di dalam otak Daniel,dia pun menarik pelatuk nya keluarlah peluru dan melayang dengan sangat cepat ke arah Daniel.
Karna ajal Daniel belum menjemput,dia selamat dari tembakan itu, tiba-tiba saja dia menundukkan badan nya untuk membenahi tali sepatu yang sedikit longgar.
Daniel terkejut mendengar suara tembakan,dia melihat di depan nya seorang perawat pria berdiri kaku dengan peluru yang tertancap di dahi nya.
Dia berdiri menoleh kebelakang,melihat seseorang berlari dia pun mengejar nya,baru lima langkah dia berhenti"Dania...."
Daniel putar balik menuju ruangan Dania karna dia sangat mencemaskan wanita itu.sesampai nya di depan pintu Daniel melihat anak buah yang di utus untuk menjaga Dania sudah tergeletak di lantai.
"Dania......."
Daniel terkejut melihat Alina yang telah mendekap Dania dengan pisau di leher nya.
"Daniel....tolong aku!!"seru nya ketakutan
"Lepaskan Alina!!"teriak Daniel dengan sangat marah.
"Jangan mendekat Daniel,aku tidak segan-segan mengorok leher kekasih mu ini jika kau maju satu langkah lagi"ancam Alina
"Kamu sakiti Dania!! aku tidak segan-segan untuk membunuh mu"
Gawat,jika aku lama-lama di sini aku pasti akan tertangkap,aku harus pergi secepat nya.
Alina mendorong Dania dengan keras ke arah ranjang hingga wanita itu terjatuh,Alina berhasil kabur dari tangkapan Daniel Karna dia mengunci pintu ruangan Dania dari luar,sehingga membuat Daniel sangat marah karna tidak dapat menangkap Alina.
"Dania....."Daniel mendekati Dania melihat kondisi wanita itu apakah telah terjadi sesuatu atau tidak.
Dania menghambur kedalam pelukan Daniel,tubuh nya mulai bergetar menaggis ketakutan,hampir saja Alina membunuh nya.
"Huss.....Tenang lah,jangan menaggis aku ada disini kamu jangan takut"Daniel memeluk Dania dengan erat untuk menenangkan nya.setelah tenang Daniel mengangkat tubuh kekasih dan di baringkan lagi di ranjang.
"Apa ada yang terluka?"
__ADS_1
"Tidak,hanya tangan dan kaki ku merasa nyeri sekali"Dania kembali memeluk Daniel dengan rasa takut yang terus menghantui nya
"Aku tidak akan mengampuni wanita itu,aku akan membunuh nya"
"Daniel....Dania...."Nathan datang bersama Kayroa juga Alex
"Apa kalian tidak apa-apa?"
"Aku dan Dania hampir saja di bunuh pa!"
"Kamu juga Daniel? apa yang mereka lakukan?"tanya Dania dengan cemas
"Aku hampir saja tertembak"
Dania kembali menanggis karna mereka berdua hampir saja mati.
"Alex,bawa semua peralatan obat-obatan yang di butuhkan Dania ke rumah,tidak aman bagi dia dan Daniel berada di luar,aku ingin Dania pulang hari ini"tutur Nathan yang terlihat khawatir tentang kedua anak nya yang berada dalam bahaya.
"Baiklah,aku akan periksa keadaan nya dulu"
"Daniel kamu bawa pulang Dania bersama pengawal yang sudah papa siapkan,mereka menunggu kalian di luar"
"baik pa"
****
Dania dan Daniel pulang dengan selamat di Kawali oleh penjaga,Daniel mendorong kursi roda Dania menuju Zhelia yang telah menunggu mereka di ruangan keluarga.
"Sayang...mama sangat merindukan mu!"memeluk dan mendaratkan kecupan di dahi putri nya.
"Apa kalian tidak apa-apa,mama dengar ada orang yang mencoba mencelakai kalian berdua"
"Nggak papa Ma,kami selamat dari maut"seru Daniel
"Tolong bawa Dania ke kamar nya Ma,Daniel mau pergi dulu"
"Mau kemana?"Dania memegang tangan Daniel,dia tidak ingin pria itu pergi kemana-mana karna di luar sana sangat berbahaya bagi nya.
"Aku harus menyelesaikan masalah ini sayang,aku harus memberi mereka hukuman"
"Di luar sana berbahaya Daniel,aku tidak mau kamu terluka"
Daniel berjongkok di depan Dania menatap wanita yang sangat ia sayangi dengan lembut.
__ADS_1
"Aku akan berhati-hati,tidak akan ada bahaya yang bisa mendekati ku! aku akan menghancurkan semua bahaya itu,aku tidak mau kamu terluka lagi,mereka semua harus di hukum"
"Tapi...."
Daniel menempelkan dahi mereka dengan mata terpejam"Percayalah aku akan baik-baik saja,tunggu aku pulang....aku mencintaimu"setelah mengatakan itu Daniel pergi dari rumah nya.
****
"ERIC......."Teriak Nathan di kediaman mantan besan nya.dia kesini mencari Alina putri nya,dia akan memberi pelajaran pada gadis itu karna telah berani melukai anak nya.
"Apa lagi yang kamu!!!"Teriak Eric yang tak mau kalah menuruni anak tangga bersama sang istri,wajah Eric terlihat sangat masam dan kesal.
"Di mana putri mu yang jahat itu,panggilkan dia sekarang juga"
"Jaga bicara mu Jonathan Dirgantara,ini rumah ku! bukan rumah mu bersikap sopan lah sedikit dan jangan pernah mengatai putri ku seorang penjahat"sela Eric mengacungkan telunjuk nya pada Nathan,dengan kasar Nathan memegang nya lalu menghempaskan ke bawah.
"Memang seperti itulah kenyataannya nya,putri mu memang seorang penjahat,dia telah melukai anak ku Dania dan hari ini nyawa Daniel hampir melayang,itu semua karna anak mu!! dimana dia,pangilkan dia sekarang juga!!"
"Putri ku tidak ada di rumah"
"Geledah seluruh rumah nya"perintah Nathan yang langsung di kerjakan oleh pengawal nya yang berjumlah lima puluh itu.
"Jika kau terbukti berbohong,kau akan tau akibat nya"hardik Nathan penuh dengan penekanan.
Sekian waktu mencari,seluruh pengawal berbaris di tempat semula,seorang pengawal menghampiri Nathan.
"Tuan...kami tidak menemukan siap pun di rumah ini"
"Apa kalian sudah periksa seluruh nya?"
"Ia tuan,satu pun tidak ada ruangan yang tertinggal"
Nathan sangat marah karna tidak menemukan Alina di rumah nya,dia yakin kalo Alina sedang bersembunyi di suatu tempat agar dia bisa kabur dari kejaran nya.
"Dalam dua hari ini kamu tidak menyerahkan putri mu kepada ku,aku akan menghancurkan hidup mu Eric,aku akan menarik rumah mu satu-satunya harta yang tertinggal sekarang,ingat itu!!"Nathan meninggalkan kediaman Eric.
"Aku akan membalas mu Nathan,aku akan menghancurkan keluarga mu"Teriak Eric marah karna Nathan telah menarik semua harta kekayaan nya,properti nya perusahaan nya, saham-saham nya yang kecil baru di bangun juga di ambil oleh Nathan,dia sangat membenci orang itu,dia sangat menyesal karna telah berteman dengan nya.
Dada Eric mendadak sakit dan jatuh pingsan"Papa!!!!!?"seru istri nya yang sudah menangis sejak tadi.
BERSAMBUNG.
Sambung lagi besok yah guys.....
__ADS_1