
Selamat membaca kembali,maaf kelamaan menunggu.
____________
Tuhan yang menentukan segala apa yang terjadi dan apa yang di alami oleh makhluk nya di muka bumi ini.dia yang mendatangkan hikmah yang bagus setelah cobaan,dia mendatangkan kebahagiaan setelah penderitaan.dia juga mendatangkan kemudahan setelah kesulitan.
Hidup di dunia ini bagaikan permainan yang mana kita tidak mengetahui kedepannya seperti apa,semua nya rahasia Tuhan,dia yang mengendalikan dan kita harus bermunajat kepada nya.
Di tempat pemakaman umum,Dania mengunjungi makam kedua orang tua nya.sudah lama dia tidak datang kesini,biasa nya sekali setahun setelah lebaran,tapi kali ini dia sangat merindukan orang tua nya itu sebab nya dia ingin berziarah ke makam melihat orang tua nya yang sudah di kubur di dalam tanah.
Setelah memanjatkan doa,dia menaburkan bunga serta menyiram tanah kuburan yang telah di tumbuhi rumput-rumput kuburan mengunakan air yang telah di siapkan.
Daniel terus merangkul Dania,mengusap pelan pundak nya agar wanita itu tetap kuat.sedangkan Bryan dan Kayla hanya bisa iba melihat moment yang sangat mengharukan itu.
"Kasihan sekali Dania,dia sudah tidak bisa lagi bertemu dengan orang tua nya.di saat-saat seperti ini dia membutuhkan sosok ibu dan ayah yang selalu memberi semangat dan kekuatan,semoga kamu selalu bahagia Dania! dan di kelilingi oleh orang-orang yang menyayangi kamu,aku akan mendoakan kamu agar selalu bahagia"
Keyla membatin,mengasihani sahabat nya yang sedang bersedih di makam orang tua nya.Keyla tau bagaimana rasa nya kehilangan orang tua yang selalu mensupport segala apa yang di kerjakan anak nya.
Keyla kehilangan sosok ayah sejak ia masih remaja.sosok Ayah yang baik,ramah, mementingkan keluarga,penyayang terhadap anak-anak nya,tidak pernah mengunakan kekerasan dalam memimpin keluarga maupun mendidik dan anak nya.itu membuat Keyla sangat terpukul kehilangan Ayah yang sangat ia sayangi.
Bryan menatap Keyla dengan tatapan tak suka,dia pun membatin.
"Dasar perempuan cengeng"
"Pa,Ma Dania kangen sama kalian.Dania ingin bertemu sama kalian,Dania merindukan Mama dan Papa,hiks..."Dania menghapus air mata nya yang mengalur.
Aku sudah bertemu sama Opa dan juga Om Carlos.aku pikir,aku tidak mempunyai keluarga lagi selain kalian.
Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan setelah bertemu dengan Opa.dia sudah berprilaku tidak adil sama papa,Opa juga mengusir papa dan mama dari rumah,aku tidak bisa terima itu pa,aku tidak bisa memaafkan dia karna dia hidup kita dulu nya menderita.bahkan mencari pekerjaan dulu papa susah dan aku slalu melihat mama menanggis setiap malam.
Kenapa ini terjadi,seharusnya tuhan tidak mempertemukan aku dan Opa agar tidak ada dendam dan rasa benci ku kepada nya hiks..hiks..."Dania menempelkan dahi nya di batu nisan sang papa,air mata nya mengalir dengan deras begitupun tubuh nya bergetar hebat.
"Tenang lah,semuanya akan baik-baik saja! aku disini"
"Daniel...hiks...."wanita itu menangis di pelukan calon suami nya.
"Kita pulang?"
Mereka bergerak dari sana setelah Dania menyetujui untuk pulang.setiba nya di gerbang TPU wartawan berbondong-bondong mendekati Dania,karna mereka ingin sekali mendengar komentar dari Dania tentang isu tersebut.
"Ayo sayang"
__ADS_1
Dania memegang tangan Daniel mengunakan tangan kiri nya dan itu membuat Daniel berhenti menatap dengan bingung.
"Biarkan aku menjawab pertanyaan mereka"
"Apa kamu serius?"tanya Daniel dengan pasti,dia tidak ingin Dania terbeban dengan pertanyaan yang menyingung atau menyakiti hati nya.bagi Daniel ketenangan dan kebahagiaan Dania adalah nomor satu,jika Dania meminta untuk menjawab pertanyaan wartawan Daniel tidak akan menolak.
"Jika kamu sudah siap,tidak papa"
"Aku siap kok"Dania sedikit tersenyum agar terlihat baik-baik saja di depan Daniel,dia tidak mau mencemaskan orang-orang di sekitar nya terus,jika dia sedih mereka juga ikutan sedih.kaca mata hitam bertengger di hidung mancung nya untuk menutupi netra mata nya yang sudah memerah dan sembab.
"Apa yang ingin kalian tanyakan?"
"Berita tentang anda yang viral di tv apakah itu benar? apa mbak Dania adalah cucu dari tuan Albert yang kaya itu"
Wartawan itu mendekatkan mic kepunyaan nya pada Dania,mereka semua sudah ketar ketir yang sip mendengar jawaban dari orang yang di tanya.
"Ia,berita itu memang benar"
"Lalu bagaimana selama ini anda terpisah.apa berita tentang anda dan orang tua anda di usir dari rumah apakah itu benar juga?"
Dania terhenyak,dan bungkam.
"Ia mbak Dania,apa anda di asing kan oleh kakek anda sendiri?"
Karna dia bukan lah tipe orang yang menjelek-jelekkan nama baik seseorang,apalagi kakek tua itu masih berstatus sebagai kakek nya sendiri.
"Saya sudah menjawab pertanyaan kalian tentang kebenaran diri saya,maaf saya harus pergi"
"Tapi Mbak,mbak belum menjawab pertanyaan saya tadi"teriak wanita itu.
Junjie beserta kelompok nya bersiap menghalang para wartawan itu mendekati mobil,mereka semua masuk ke dalam mobil dan pergi.
.
.
.
Lama kemudian mereka sampai di rumah,Daniel menuntun Dania keluar dari mobil.
"Keyla,tolong kamu bawa Dania kedalam dulu ya"
__ADS_1
"Baik Daniel"Keyla mendampingi Dania masuk ke dalam rumah.
"Ayo Bryan,kita cari tempat lain untuk membahas masalah pekerjaan"
"Ia"
***
"Kamu sudah pulang sayang"
Dania meng-angukan kepala nya menjawab pertanyaan Zhelia yang kala itu menghampiri putri nya.
"Aku mau istirahat dulu,ma"Dania pergi begitu saja dan melalui Nathan yang sedang berdiri di sebelah istri nya.
"Aku belum pernah melihat Dania sediam itu mas"
Nathan memperhatikan Dania menaiki tangga,hingga hilang di perkelokan tembok.
***
Malam yang begtu larut,Dania turun kebawah untuk mengambil air minum.di kamar nya sudah kehabisan air,jadi terpaksa di turun kebawah demi membasahi tenggorokan nya yang kering sehabis nanggis.
Karna tidak ada yang di lakukan Dania di kamar nya selain menangis.dia bahkan tidak mau di ganggu oleh siapa pun.
Setelah meneguk setengah gelas air,Dania mengisi penuh gelas nya lagi untuk persiapan jika dia kehausan lagi.
Setiba nya di depan tangga.
"Kamu marah sama papa?"
Suara itu.suara yang membuat langkah nya terhenti,tubuh nya ikut gemetar.Nathan muncul dari belakang nya mendekati Dania.
"Apa kamu marah sama papa,Dania..."
"Tidak pa,aku tidak marah sama papa,buat apa aku marah karna papa tidak salah"jawab nya yang masih memunggungi Nathan,Dania berusaha mengontrol diri nya.
"Kalo kamu memang tidak marah,lalu kenapa kamu mendiamkan papa sejak kepulangan kamu dari rumah kamu,maksud papa kediaman Albert.
Katakan Dania,apa kamu marah sama papa,apa kamu tidak terima karna papa tidak memberi tau kamu yang sebenar nya kamu itu berasal dari keluarga Albert.katakan lah nak,jangan mendiamkan papa,papa minta maaf jika telah menyakiti hati mu"
"Kenapa papa berbohong.kenapa selama ini papa membohongi aku!"Dania berbalik menghadap Nathan dengan mata yang sudah basah oleh air mata.dia terisak-isak sehingga gelas yang dia pegang jatuh dan pecah begitu saja.
__ADS_1
"Papa membohongi aku... hiks hiks...selama ini papa menyimpan rahasia ini dari ku! apa yang papa inginkan.apa yang papa dapatkan dengan menyembunyikan kebenaran tentang aku yang masih punya keluarga.saat aku tanya,hiks...papa...papa malah menjawab tidak tau,papa justru menyuruhku untuk tidak memikirkan itu.papa tau,selama ini bagaimana menderita nya aku merindukan orang tua ku! bagaimana aku ingin bertemu dengan keluarga ku! aku sedih.aku juga ingin merasakan kebahagiaan yang semestinya aku dapatkan dari keluarga ku sendiri..."Dania mendekati Nathan dengan menggengam lengan yang masih kokoh itu,dia merunduk melepaskan semua kesedihan dan rasa kekecewaan seorang anak terhadap sang ayah yang telah membohongi nya bertahun-tahun.
"Papa tidak bermaksud menyembunyikan itu dari mu.sumpah,papa tidak ada niat yang buruk kepada mu! papa hanya ingin menjaga kamu,karna itu adalah janji papa