
Lima belas menit Dania berperang dengan alat-alat dapur membuat makanan untuk sang Opa yang kata nya sedang kelaparan.tuntu hal yang pertama Cristian ingin mencoba masakan dari tangan cucu nya.
"Nona,itu makanan untuk siapa"tanya sang suster pada Dania yang sedang membawa makanan menuju kamar Cristian.
"Ini buat Opa"
"Biar saya saja yang mengantar nya Nona"
Dania melarikan nampan di tangan nya saat wanita yang bekerja sebagai pengurus Opa nya hendak mengambil nampan tersebut.
"Tidak perlu.selama ada aku disini,hanya aku yang boleh merawat Opa"Dania menatap dengan tajam.entah kenapa wajah wanita itu terlihat menjengkelkan sekali bagi nya,bahkan perut nya terasa mual ingin memuntahkan semua isi perut nya.
Dia pun pergi kekamar Cristian dan tak lupa mengunci pintu.
"Opa,makan dulu yah"
Cristian meletakan surat kabar dan kaca mata nya di meja.
"Wah...keliatan nya sangat enak.ini beneran cucu Opa yang masak"
"Tentu Dong Opa,aku kan pintar masak.tapi,nggak sepintar mama Zhelia sih...hehe...."
"Nathan Dan Zhelia memenuhi tangung jawab nya dengan benar.dia merawat kamu dengan penuh kasih sayang.bahkan mereka tidak meminta imbalan apapun dari ku,mereka telah berjasa banyak karna telah menjadi kan mu wanita yang baik.mereka mendidik dengan baik"Cristian terharu sekaligus bangga pada orang tua angkat Dania,mereka bisa mendidik anak dengan baik,mereka termasuk kategori orang tua the best sedunia.
"Ia,Opa.aku beruntung sekali bertemu dengan mereka,ini semua berkat Opa,Opa menitipkan ku dengan orang tepat"Dania tersenyum bahagia.
"Berarti,selama ini Papa Nathan tau tentang ini?"
"Ia,maafkan Opa.Opa yang menyuruh Nathan untuk tidak mengatakan nya kepada mu,Opa ingin menunggu waktu yang tepat,dan kamu sudah siap mendengar semua nya.sebelum hari itu tiba,Carlos sudah lebih dulu mengetahui keberadaan mu,dan sekarang dia pasti tidak akan berdiam saja,sebaik nya kamu harus hati-hati sama dia"Cristian memperingati Dania kalo anak kedua nya itu sangat lah jahat.dia rela mencelakai orang tua kandung nya sendiri,apalagi orang lain,seperti Dania yang hanya keponakan nya saja.
"Ia Opa,aku akan berhati-hati"Dania mengepal tangan nya dengan kuat.dia mulai menyimpan amarah yang besar untuk Om nya itu.berani sekali dia mencelakai orang tua nya dan Opa.Dania sangat benci dengan Carlos.
"Kamu nginap disini yah,malam ini"
"Tapi Opa!"
"Opa mohon,hanya untuk malam ini,tidak tau kapan lagi kita bisa bersama-sama,ia kan"Cristian membujuk supaya Dania mengabulkan permintaan nya untuk bermalam di rumah nya.
Dania yang tidak bisa melihat raut wajah dari seseorang yang sedih,dia pun menyetujui nya.
"Aku kabari dulu sama Daniel yah,tadi kata nya dia mau kesini jemput aku,nanti dia marah lagi kalo aku nggak bilang duluan"
"Baiklah"
***
__ADS_1
"Semua nya sudah bereskan Bry,tidak ada lagi yang harus di rubah lagi?"
"Semua nya sudah beres bos"jawab Bryan dengan sangat berani dan PD nya sambil bereskan semua barang-barang mereka.
"Yang bener lo,ntar gue sampai di rumah,Lo nelpon lagi"dengan masih tak terima waktu nya tadi di ganggu oleh Bryan.
"Lo tenang aja bos,semua nya sudah aman hehe...."
Daniel melihat jam di tangan nya sudah pukul lima sore,waktu nya jemput istri.
"Gue pulang dulu,mau jemput istri gue"
"Emang Dania di kemana,pakek jemput jemput"Bryan mengerutkan dahi nya.
"Dia dirumah Opa nya,kata papa Opa sedang sakit,dia mau bertemu dengan Dania"
"Oh...yaudah,pulang sana"
"Tampa Lo suruh,gue juga mau pulang,dasar Keyla"
"Apa Lo bilang...."
Sebelum Bryan mengeluarkan amarah nya,Daniel lebih dulu berlari dari ruangan sambil tertawa.
Saking kesel nya,botol minuman di depan nya jadi penyet.dia terbayang saat Keyla mempermalukan diri nya di saat pernikahan Daniel dan Alina.sejak itu lah dia tidak menyukai gadis yang bernama Keyla itu,walaupun dia terlihat cantik,bagi Bryan wanita itu paling terburuk yang pernah ia temui.
Daniel menjalan kan mobil nya dengan kecepatan standar.dia sudah tidak sabar lagi bertemu dengan istri nya.dia menatap paper bag di bangku sebelah dengan senyum yang terus melengkung di bibir.saat di perjalanan tadi dia melihat pajangan patung yang di balut dengan kain tipis bak jaring laba-laba.sekali di lihat,mata nya langsung suka dengan warna dan keindahan saat istri nya mengenakan nya nanti.dia akan memberi kejutan untuk istri nya.
Pucuk di cinta ulam pun tiba.baru saja dia mengingat istri nya,sekarang ada pangilan video Call masuk dari sang istri,dia pun mengangkat nya.
"Ia sayang"
"Kamu nggak perlu jemput aku By,malam ini aku mau nginap disini,Opa yang minta,dan aku nggak tega menolak nya"
"Apa!!!....."Daniel menghentika mobil nya mendadak,hampir saja dia di tabrak orang dari belakang.
"Hanya untuk malam ini saja, yah..."
"Tapi aku...,aku bagaimana sayang,masak tidur sendiri...."Dengan nada tidak terima.
Dania melihat wajah suami nya yang cemberut,terlihat jelek sekali,dalam hati nya tertawa.
"Hanya untuk semalam saja By,besok pagi kamu boleh jemput aku,yah..."
"Hah....baiklah,hanya semalam."
__ADS_1
"Terimakasih sayang.oh ya,ada sesuatu yang ingin aku kataka sama kamu By"
"Apa itu..."Daniel terlihat serius saat melihat perubahan dari wajah istri nya yang terlihat murung.
"Apa kamu tau,orang yang membunuh orang tua ku itu adalah paman Carlos,mereka tidak mati kecelakaan,melainkan di rencanakan"
"Apa!!!....."
Dania menceritakan segala nya kepada Daniel,tak sedikit pun dia tingalkan apa yang telah Opa nya ceritakan.tentang apa yang terjadi sama orang tua nya,Opa nya,dan juga merebut perusahaan.
Daniel mengepal kuat jemari nya,serta rahang yang mengeras siap untuk bertarung memukul wajah Carlos.
"Sejak awal kita bertemu dengan nya,aku memang sudah ceriga kalo dia itu bukan orang yang baik.aku khawatir kamu di sakiti oleh nya,sebaik nya aku menjemput mu pulang saja"Daniel menghawatirkan keadaan istri nya di sana.Carlos bisa berbuat apa saja di rumah itu,dan Daniel tidak akan terima jika ada yangenyentih istri nya.
"Jangan By,aku nggak mau bikin Opa kecewa dengan aku tidak jadi nginap di sini,kamu tidak perlu khawatir,aku akan baik-baik saja,Opa juga bersama ku,kamu tenang yah..."Dania tau keresahan yang di rasakan suami nya sekarang,tapi dia juga tidak bisa mengingkari janji yang telah ia perbuat pada Opa nya.
"Baiklah,kalo ada apa-apa,cepat hubungi aku,kamu mengerti"
"Ia By,aku mengerti,terimakasih...."
Pangilan di ahiri.Daniel terlihat lesu karna Dania tidak bisa pulang hari ini,dan dia akan tidur sendirian tampa ada pelukan,belaian,candaan.hidup nya malam ini pasti sangat hampa.dia menatap paper bag di sebelah nya dengan sedih,lalu menghembus nafas kasar.
"hedeh...gagal rencana romatis malam ini"Daniel melaju mobil nya dengan kecepatan tinggi.
***
Sampai di rumah,Daniel menghempaskan tubuh nya di sofa sambil memjit pelipis nya yang terasa sakit di sebab kan tidak tau.
"Daniel,kamu sudah pulang"seru Zhelia yang baru saja pulang bersama suami dan kedua anak nya.mereka tadi mengantar Kaka,kakak ipar dan kedua keponakan nya pulang ke Beijing,dan ini baru saja sampai di rumah.
"Dania nggak pulang mah,kata nya mau nginap disana malam ini"
"Oh...begitu"Jawab Zhelia dengan tidak masalah Dania menginap di rumah nya sendiri,mungkin dia ingin menghabiskan waktu bayak bersama Opa nya.tampa berdosa Zhelia menjawab seperti itu membuat Daniel berdecak sebal,seolah Zhelia mentertawakan diri nya.
Relia yang menangkap basah mimik wajah kakak nya,dia ingin sekali menggoda kakak nya itu.
"Aduh....ada yang kesepian nih,malam ini,nggak ada yang di peluk.hihihi...."celetuk Relia dengan alai nya sambil memeluk badan nya sendiri dan tersenyum mengejek Daniel.
"Bisa diam nggak"Daniel menatap dengan tajam,kali ini dia sedang tidak mood bergurau.
"Mama....aku takut"ujar Relia dengan alai lagi memeluk Zhelia yang ada di sebelah nya.
Sungguh,ingin sekali Daniel menjitak kepala adik perempuan laknat nya itu,hati nya semakin jengkel di buat nya.dia pun naik ke atas,malas sekali melihat muka Relia.
Nathan yang paham akan posisi Daniel saat ini dia hanya tersenyum.jauh dari istri memanglah ujian paling terberat dalam hidup,bagi mereka yang tidak bisa tidur Tampa istri,semalam pun rasa nya berbulan-bulan.
__ADS_1