Daniel & Dania

Daniel & Dania
Di tempat Sandra


__ADS_3

Di sebuah gedung lama tak terpakai milik keluarga Albert,Dania di sekap mengunakan tali yang mengikat tubuh nya di kursi.wanita itu berusaha melepaskan diri,namun percuma tali itu sangat kuat sehingga meninggalkan bekas di pergelangan tangan dan kaki nya.


Gedung yang memiliki empat tingkat itu,di penuhi Bodyguard milik Carlos untuk menjaga apabila ada orang atau musuh yang datang.karna Carlos tau mungkin saja Nathan bersama anak dan pengawal nya akan menuju kemari,tapi sebelum itu dia harus menyelesaikan urusan nya terlebih dahulu.


"Tolong...... tolong...lepaskan aku!"


"Percuma saja kamu berteriak Dania,tidak akan ada yang datang menyelamatkan mu,karna tempat ini sangat jauh dari kota tidak ada yang tau kamu disini termasuk Suami dan keluarga mu itu"dengan nada bengis,kemudian Carlos tersenyum duduk di depan Dania yang sudah di banjiri air mata.


"Panggil kan suami mu itu,suruh dia datang kemari untuk menyelamatkan mu hahaha....."Carlos terlihat senang dan bersemangat sekali melihat Dania tidak berdaya.


"Kau jahat,kau tidak pantas di sebut manusia,jika aku punya kesempatan aku akan membalas mu karna kau telah membunuh orang tua ku! apa salah mereka,kenapa Om begitu tega merenggut nyawa orang tua ku dan menghancurkan keluarga ku,kau sangat kejam Om,aku benci pada mu...."Dania berteriak sekeras mungkin melepaskan seluruh emosi nya,Carlos saja merasa gendang telinga nya sakit mendengar jeritan Keponakan nya itu.


"Oh....jadi kamu sudah tau semua nya yah...(Carlos membenarkan posisi duduk nya) benar sekali,aku lah yang membunuh orang tua mu.maaf jika itu membuat mu sedih dan marah karna ku lakukan semua itu untuk mendapatkan apa yang aku mau! dan hari ini aku akan menguasai seluruh kekayaan milik Albert sepenuh nya"


"Arsyad"Carlos memanggil sekretaris nya untuk di bawakan surat yang telah ia persiapkan sebelum nya,Carlos memerintahkan Arsyad untuk membuka tali pengikat tubuh Dania,lalu dia menghadapkan surat itu kepada Dania .


"Jika kamu ingin bebas,maka tanda tangan lah di kertas itu"


"Tidak,aku tidak akan tanda tangan.aku tidak akan membiarkan Om memiliki harta Opa"dengan tegas Dania menolak.


"Jangan mempersulit keadaan dengan menolak Dania"Carlos marah dengan penolakan Dania.

__ADS_1


"Kenapa? apa kamu marah karna aku menolak untuk mewariskan semua harta kepada mu,jangan bermimpi Om,harta itu bukan milik mu,Om tidak pantas untuk menerima nya"


Plakk


Carlos menampar pipi Dania dengan keras.membuat wanita itu tersungkur,kemudian dahi nya terbentur dengan kaki kursi mengakibatkan darah segar mengalir.


Dania terdiam,merasakan pipi nya sakit dan kebas di sertakan air mata yang mengalir,dia menahan tangisan nya.


"Ayolah Dania,jangan memancing kesabaran Om lagi,cepat kamu tanda tangan surat ini"Carlos sudah tidak sabar lagi ingin memiliki seluruh harta ayah nya.karna tanda tangan Dania sangat penting untuk menjadi saksi bahwa Dania sudah menyetujui jika seluruh harta jatuh ke tangan Carlos.


"Lebih baik aku mati dari pada harus tanda tangan di surat itu"Dania mendelik dengan tajam saat Carlos terus memaksa nya,entah keberanian dari mana yang datang mempertahan kan tekad Dania untuk tidak melakukan perintah Carlos,sedikit pun dia tidak merasa takut.


"Kamu ingin melihat kematian yah rupanya,Baiklah,memaksa orang adalah kehobian ku,Dania!"


"Arsyad"


"Apa yang Om lakukan sama Opa,lepaskan Opa Om"Dania histeris melihat sang Opa nyawa nya di ujung tanduk.Carlos dengan kejam nya menyuruh Opa Cristian berdiri di balkon tepi perbatasan dinding dengan kedua tangan dan kaki yang di ikat.wajah kriput Cristian menampakan sedikit lesu dan letih akibat terik nya matahari menghantam tubuh nya,sebuah pistol mengarah ke arah nya.


Carlos suda tau jika selama ini ayah nya berpura-pura sakit.Carlos sangat marah karna selama ini dia di kalabui oleh ayah nya sendiri.semua itu Carlos ketahui dari suster yang tukang merawat Cristian.suster itu suruhan Carlos untuk memantu kondisi ayah nya.suster itu menguping pembicaraan Dania Dan Carlos,dari situ lah dia mengetahui rahasia besar Cristian.


"Benar-benar tidak punya hati.Kenapa Om tega melakukan ini kepada Opa,dia itu ayah Om sendiri,apa Om tidak kasihan dengan dia,aku mohon... lepaskan Opa Om hiks.....hiks..."Dania menagis memohon,dia kasihan melihat Opa nya di perlakukan kejam oleh anak nya sendiri.

__ADS_1


"Kamu sendiri yang memaksa Om untuk membahayakan nyawa Opa mu Dania,sekarang pilihan ada di tangan mu,tanda tangan di surat itu atau Melihat Opa mu lompat dari ketinggian.jangan pernah menyesal jika nanti Opa mu mati itu salah diri mu sendiri"Carlos benar-benar tidak memberi Dania pilihan yang bagus,kedua nya sangat penting bagi Dania.di satu sisi nyawa Opa nya sedang terancam Dania perlu menyelamatkan nya,di sisi lain dia sudah berjanji kepada sang Opa akan melindungi harta dari siapaun yang merebut nya,Dania benar-benar bingung.saat ini dia membutuhkan suami nya,berkali-kali dia memanggil nama Daniel agar menyelamatkan nya segera.


"By,dimana kamu..."


***


Daniel serta rombongan papa nya tiba di kediaman Albert,mereka semua berpencar mencari keberadaan Carlos dan Dania,tapi mereka tidak menemukan siapapun termasuk Cristian.


Daniel bertemu dengan Iwan,dia langsung menarik depan baju kepala pelayan itu dengan sangat marah.


"Katakan,dimana istri ku!....dimana Carlos membawa nya!!...."teriak Daniel bergema memguncang tubuh Iwan mengunakan emosi nya.


"Tenang dulu tuan muda,saya akan mengatakan dimana tuan Carlos membawa istri anda"ucap Iwan dengan tenang,bukan Daniel nama nya jika dia mengikuti perintah musuh nya,dia semakin menarik baju Iwan terpaksa Nathan ikut campur menjauhkan Daniel.


"Tenang lah,kita dengarkan dia dulu"


Iwan menceritakan segala rencana yang di buat Carlos,juga dimana tempat dia membawa Dania dan Cristian untuk di sandra.iwan berpesan agar cepat menemukan mereka berdua karna Carlos hari ini akan membunuh mereka berdua.


"Tunggu dulu! bukan kah kamu orang kepercayaan nya Carlos,kenapa kamu bisa menceritakan rencana nya dengan mudah kepada kami"hardik Nathan menatap Iwan dengan seribu kecurigaan.


"Saya memang orang kepercayaan nya tuan Carlos,tapi sebelum itu saya berada di pihak tuan Cristian.kami membuat skenario agar tuan Carlos percaya saya telah berhianat"

__ADS_1


Tampa menunggu lagi,mereka bergerak menuju tempat yang telah di beri tau.


__ADS_2