Daniel & Dania

Daniel & Dania
[ D&D] Prewedding


__ADS_3

Nathan menatap Dania penuh dengan kesedihan.dia merasa bersalah karna telah membohongi anak yang selama ini sudah dia jaga seperti anak sendiri.


Nathan tau bagaimana rasa nya saat di khianati oleh orang terdekat.sakit,rasa nya sangat sakit hingga kita sulit untuk memaafkan orang tersebut.


Saat dia melihat Dania di posisi ini rasa nya Nathan begitu hancur,karna dia sudah merusak kepercayaan nya terhadap Dania.dia juga merasa gagal menjadi seorang ayah untuk Dania.


Mau gimana lagi,semua ini dia lakukan demi keselamatan Dania,dan juga janji nya terhadap sang teman yang harus ia jalani sampai ia mampu memikul nya.


"Sebelum kamu mau marah dan benci sama papa,kamu harus mendengar dulu penjelasan papa.kenapa papa melakukan ini kepada mu,setelah itu terserah kamu! papa terima apa keputusan kamu"Nathan berucap dengan sedih.


"Papa tidak bermaksud untuk menyembunyikan rahasia itu dari mu.sumpah,papa tidak ada niat yang buruk kepada mu! papa hanya ingin menjaga kamu, merawat kamu.itu janji papa sama papa kamu.asal kamu tau Dania,sebelum papa kamu meningal,dia berpesan.kalo papa harus merawat mu dan menjauhi mu dari keluarga mu sendiri.orang tua mu tau bagaimana keburukan keluarga mu terhadap mereka,itu sebab nya dia menjauhkan mu dan menitipkan kepada papa.


Maafkan papa,seharusnya papa ceritakan ini sejak lama agar kamu tidak terlalu membenci papa seperti sekarang ini.tapi papa takut kamu akan pergi dan meninggalkan kami.maafkan papa nak"Nathan bersujud di kaki Dania memohon kemaafan dari nya.


Dania terkejut.


"Apa yang papa lakukan? berdiri pa"Dania membantu Nathan untuk berdiri,pria paruh baya itu sudah pecah oleh tangis nya.


"Papa tidak perlu minta maaf,aku sudah memaafkan papa.aku sama sekali tidak menyalah kan siapun.aku hanya terkejut,mendadak saja semua ini terjadi.aku bahkan berterimakasih karna papa telah menjaga ku sebagaimana janji papa terhadap orang tua ku,aku sangat bersyukur di gantikan sosok papa yang baik dan juga penyayang"


Mereka berpelukan dengan tangis yang begitu haru.


"Aku mohon.papa jangan menangis,karna aku tidak suka melihat papa cengeng seperti ini.papa adalah pria yang tangguh juga kuat.Drama air mata seperti ini tidak cocok untuk papa"


"Ha ha...Kamu ini... selalu bikin mood sedih papa hilang dengan kata-kata mu itu"dengan senyum Nathan mencapit gemes hidung Dania.kata-kata itu andalan Dania sejak kecil kala melihat Nathan bersedih.


"Dania..."


"Mama..."


Zhelia memeluk putri nya dan mendaratkan kecupan hangat di dahi tersebut.

__ADS_1


"Maafkan mama sama papa karna telah menyembunyikan identitas mu selama ini.karna,mama tidak ingin kehilangan kamu,jujur...mama tidak ingin kamu pergi dari rumah ini.maaf jika kami egois,tapi mama sudah terlanjur menyanyanggi kamu! saat mama mengetahui hubungan kamu dan Daniel,mama semakin bahagia karna kamu tidak akan pernah meninggalkan mama,papa dan rumah ini"Zhelia mengungkapkan isi hati nya dengan tulus.sayang nya pada Dania sudah tidak bisa di ungkap kan lagi.rasa sayang itu sudah melekat di hati nya sampai-sampai tidak ingin kehilangan.


"Aku tidak akan kamana-mana ma,karna di dunia ini mama adalah mama ku satu-satunya sekarang.aku tidak akan meninggalkan kalian"


Zhelia senang mendengar nya dan kembali memeluk Dania.


"Terimakasih,sayang"


****


Waktu semakin maju kedepan,seperti putaran jarum jam yang maju tidak akan pernah balik lagi.persiapan pernikahan sudah mulai di lakukan.


Hari ini Calon pengantin melakukan sesi pemotretan alias prewedding untuk pernikahan mereka.





Pemotretan terakhir mereka lakukan di lokasi taman bunga. Daniel dan Dania sudah siap dengan posisi yang nanti akan di cikrek gambar nya melalui kamera.di belakang mereka ada sebuah bangunan rumah yang sudah tua,di penuhi akar-akar bunga yang memanjat dinding bangunan tersebut.tapi bangunan itu masih bersih dan terawat.


Semua orang memfokuskan mata mereka pada pasangan yang romantis sehingga tidak menyadari ada sebuah tangan bersarung warna hitam mendorong pot bunga yang cukup besar dari atas bangunan tersebut.


Seorang staf laki-laki yang sedang memegang cermin yang tak jauh dari tempat Dania berdiri.staf laki-laki itu berjongkok memegang cermin yang di arahkan kepada wajah mereka untuk mendapatkan efek alami.


Daniel melihat sesuatu yang bergerak di dalam sana,dia pun melihat keatas ternyata benar,sebuah pot bunga jatuh dengan cepat dia menarik Dania ke dalam pelukan nya dan menjauh.


Brak


Semua orang terkejut dengan kejadian tersebut.mereka terdiam tiba-tiba saja ada pot bunga jatuh yang pas posisi nya di tempat Dania berdiri tadi,jika tidak cepat Daniel bergerak,mungkin kepala Dania sudah terbelah oleh pot bunga yang terbuat dari semen itu.

__ADS_1


Mereka semua panik,berlari mendekati Daniel dan Dania untuk menanyakan kondisi mereka.sedangkan yang lain nya mendekati staf pria yang memegang cermin tadi.dia jatuh pingsan akibat terkejut dan di larikan ke rumah sakit untuk di tolong, muda-mudahan pria itu tidak meningal dalam keadaan terkena serangan jantung.


Dania menatap tanah yang berserakan,lalu menatap netra Daniel dengan ketakutan.dia pun memeluk Daniel,malaikat maut hampir saja membawa nya pergi dari Dunia ini,beruntung ada malaikat yang berwujud manusia menyelamatkan diri nya yaitu pria yang ia cintai.


Daniel melihat ke atas,dia tidak menemukan keganjalan di atas pintu bangunan itu.pria itu bernafas lega kala mereka selamat dari bahaya yang hampir merenggut nyawa calon istri nya.jika saja dia tidak melihat di dalam cermin tadi,mungkin kepala Dania sudah menjadi sasaran nya.


"Tunggu disini sebentar"


Daniel menghampiri menejer yang mengurus segala hal pemotretan prewedding nya.


"Apa ini pak,hal yang bahaya seperti itu tidak anda perhatikan.kejadian tadi hampir saja merenggang nyawa seseorang.saya membayar kalian dengan harga tinggi supaya saya puas dengan hasil yang kalian berikan.seharus nya kalian mencari tempat yang bagus aman dan juga aman.bukan tempat yang akan menjadi kematian seseorang,untung saja saya tepat waktu menyelamatkan calon istri saya,kalo tidak apa kalian mau bertanggung jawab?"


Pria muda yang berstatus sebagai menejer itu menundukkan kepala nya meminta maaf kepada Daniel atas kecerobohan yang di lakukan oleh staf nya.


"Tolong maaf kan staf saya atas kelalaian mereka tuan Daniel,kami tidak bermaksud membuat anda dan calon istri anda dalam bahaya,mungkin ini juga kesalahan saya karna tidak mengecek dulu dan menegaskan Staf saya untuk memeriksa kembali apakah sudah di lakukan dengan baik atau belum.maaf jika anda merasa tidak nyaman atas pelayanan kami,tuan Daniel,tolong maafkan saya"pria itu kembali menundukan kepala nya di depan Daniel,memohon atas kemaafan dari nya.


"Daniel,sudah...


jangan marahi mereka lagi,ini kecelakaan,bukan kesalahan mereka"


"Tapi mereka sangat ceroboh Dania..."Daniel menyela dengan nada meninggi yang membuat mereka semua semakin menciut nyali nya.


"Sudahlah,mereka sudah minta maaf,tidak baik seperti itu,ayo kita pergi"


Daniel tidak tahan melihat wajah polos wanita yang ada di depan nya sekarang ini,Dania meminta belas kasihan mereka semua kepada Daniel agar mau memaafkan kesalahan yang mereka buat dengan tidak sengaja.jujur,kejadian tadi membuat jantung nya berdetak dengan kencang,tubuh nya melemas saat pot bunga ingin menghantam diri nya,tapi melihat Daniel yang marah-marah rasa nya tidak tega melihat menejer itu,apalagi dia sudah minta maaf berkali-kali.


Daniel mengusap puncak kepala calon istri nya lalu mendarat kan kecupan singkat di dahi dengan lembut.


"Ayo kita pergi"


"Maafkan kami Nona Dania"ujar pak menejer itu saat Mereka pergi dari sana.

__ADS_1


__ADS_2