Daniel & Dania

Daniel & Dania
[D&D] Siapa kamu


__ADS_3

"Hay friend,long time no see"


Hai teman,lama tidak berjumpa


"Carlos!...."


"Kamu masih ingat dengan nama ku rupa nya.hahaha.....terimakasih,itu membuat ku sangat bahagia sekali"tawa sumringah pria yang di dalam layar leptop nya.


Pria yang sebaya dengan nya adalah Direktur dari CA.Company yaitu teman lama.dengan gaya angkuh nya Carlos duduk di kursi kulit asli yang harga nya jutaan.memandang Nathan dengan tatapan remeh nya,Nathan masih ingat dengan tatapan itu,tatapan terakhir kali mereka bertemu untuk memutuskan kontrak kerja sama mereka.


Nathan menatap Carlos dengan sejuta kecurigaan di dalam diri nya.dia juga menatap pria itu dengan mata bengis.dia juga bertanya-tanya apa maksud kedatangan dari Carlos ke kehidupan nya selama tiga tahun ini mereka tidak berkomunikasi lagi.bahkan saat ini dia tidak ingin berurusan lagi atau pun bertemu, karna bagi Nathan Carlos adalah sosok yang harus ia hindarkan.bagi nya Carlos adalah hama yang membawa petaka.


Semoga saja Carlos tidak membuat masalah dengan nya saat ini.


"Aku tidak ada urusan lagi dengan mu,dan aku tidak punya waktu untuk melayani mu"


"Tunggu dulu! sabar....jangan di matikan.karna saat ini kau akan terus berurusan dengan ku dan akan semakin bertemu dengan ku"


"Simpan saja omongan mu itu,tidak ada alasan bagi ku untuk bertemu dengan mu"


"Ada! ada alasan nya.satu alasan yang akan membuat kita semakin dekat dan bertemu.lihat lah,ini alasan untuk kita saling bertemu lagi"Carlos mengalihkan camera ke arah lain.


Nathan terkejut melihat anak-anak nya berada disana.


Daniel terikat di kursi mengunakan tali yang melilit di tubuh nya,keadaan pria itu sedang tidak sadarkan diri.Sedangkan Dania juga tidak sadarkan diri terbaring di sofa.


"Carlos,apa yang telah kau lakukan? Jagan berani-beraninya kamu sakiti mereka"Nathan sangat marah.


"Aku tidak menyakiti mereka Nathan, tenang lah kau tidak perlu cemas"

__ADS_1


"kita sudah tidak ada urusan lagi untuk apa kamu menculik anak-anak ku,lepaskan mereka,Carlos.kalo tidak,aku tidak segan-segan menghancurkan mu"


"Tenang lah Nathan,kamu jangan marah.aku tidak akan menyakiti mereka,aku bahkan sangat berterimakasih dengan ada nya kehadiran mereka kita bisa bertemu lagi,aku sudah sangat merindukan mu mungkin ini sebuah jalan untuk kita bisa bertemu lagi.jika kamu ingin aku melepaskan mereka maka kau datanglah ke kediaman ku pintu rumah ku slalu terbuka untuk mu"


"Trup"Carlos memutuskan panggilan Video Coll nya


"Buuk"suara hantaman tangan Nathan di meja kerja nya sangat keras menandakan bahwa pria itu sangat-sangat lah kesal dan marah.dia sudah tidak ingin lagi berurusan dengan pria itu,selama ini dia menghindari Carlos bukan karna dia takut tapi dia sudah muak dan benci bangat melihat wajah yang sangat menyebalkan bagi nya.tapi apa boleh buat sekarang,pria itu tiba-tiba muncul lagi di hadapan nya dengan menyandra kedua anak nya.


Rencana apa lagi yang di susun Carlos untuk melawan dan menjatuhkan posisi nya dan merebut posisi itu,sejak dulu Carlos memang selalu tamak dengan kekayaan juga kekuasaan,dia tidak pernah bosan bersaing dengan lawan demi mendapatkan posisi Number One.


"Bagaimana Nathan"ujar Kayros mengeluarkan pertanyaan pada Nathan, Kayros melihat wajah Nathan terlihat masam.apa mereka harus mengikuti kemauan Carlos atau mengabaikan perintah dari nya untuk menjumpai nya di kediaman nya.


"Kita temui dia"seru Nathan yang sudah bulat tekat nya menemui musuh lama,dia berlalu dengan cepat keluar dari ruangan rapat.


Sambil mengejar Nathan yang telah jauh pergi Kayros mengabari pilot pribadi mereka untuk bersiap berangkat pulang ke Jakarta.


.


.


.


Tak jauh dari tempat nya Daniel masih di ikat,keadaan nya sama saja seperti pertama kali di bawa kesini.


"Daniel!!"


Dania mendekati Daniel,melepaskan ikatan tali nya dan membangunkan pria itu yang masih setia memejamkan mata nya.


"Bangun Daniel,bangun....apa yang terjadi pada mu!!"cemas Dania terus menepuk pipi Daniel agar pria itu tersadar.

__ADS_1


Perlahan Daniel mengangkat kepala nya,tangan nya memegang leher yang terasa sangat nyeri dan kebas,mungkin karna dia terlalu lama menunduk.Daniel menajamkan Indra penglihatan nya pada seluruh ruangan yang tampak mewah itu dia pun menatap Dania yang wajah nya terlihat pucat.


"Sayang,kamu tidak apa-apa kan?memegang kedua pipi Kekasih dengan sejuta kekahwatiran yang amat dalam.Daniel mengingat sangat jelas mereka tadi di culik di dalam mobil milik nya sendiri.


Tadi dia tidak sempat bertindak dengan cepat untuk menghentikan aksi penculikan terhadap mereka,alhasil dia terlambat dan gagal menyelamatkan diri nya dan Dania.


"Ia,aku tidak apa-apa"


Daniel merengkuh tubuh Dania kedalam pelukan nya,dia merasa sangat lega orang yang dia cintai baik-baik saja.


"Kalian sudah bangun rupa nya"


Suara seseorang mengagetkan mereka berdua dan melepaskan pelukan lalu menoleh


"Siapa kamu?"tanya balik Daniel menatap tajam pada pria paruh baya yang tidak ia kenali.


Dengan erat dia merangkul pinggang Dania,melindungi wanita itu dari orang-orang yang berniat jahat agar tidak ada yang bisa menyakiti nya.


Walaupun mereka berada di tempat yang asing,tidak ada perlindungan berbentuk pengawal yang mendampingi mereka,masih kuat untuk Daniel melawan siapa saja yang berani mengusik atau menganggu nya.


Kekuatan bela diri nya sudah tidak di ragukan lagi.dari kecil dia sudah di didik penuh oleh Nathan dengan memangil guru-guru hebat untuk mendidik Daniel dengan ilmu bela diri maupun kungfu.


Sikap Daniel terlihat tenang,tidak ada ketakutan di diri nya saat ini.


"Aku bertanya,siapa kamu sebenar nya untuk apa kamu membawa kami kemari"dengan tegas Daniel bertanya pada Carlos,saat ini dia lupa bahwa dia seorang tawanan Di rumah seseorang.


Tidak peduli dia berlagak tidak sopan pada orang tua, yang terpenting dia ingin tau maksud dan tujuan orang ini menculik mereka.


Daniel tidak tau siapa pria itu,dia tidak kenal bahkan bertemu cuma kali ini,dia rasa dia tidak punya masalah dengan bapak-bapak ini.

__ADS_1


Dengan santai Carlos menduduki kembali kursi kulit mahal nya duduk dengan satu kaki yang di angkat ke atas,menatap kedua pasangan yang saling mencintai dengan senyum yang mengambang,bahkan raut wajah nya terlihat bahagia dengan kehadiran mereka di rumah nya.


"Saya akan memperkenalkan diri saya,tapi sebelum itu saya ingin bertanya pada gadis itu dulu"tunjuk Carlos pada Dania yang membuat tangan Daniel semakin erat mendekap kekasih nya.


__ADS_2