
Dania berhadapan duduk nya dengan Daniel.dan mulai risih saat melihat senyum genit nya.
"Kak boleh aku yang pesan makanan nya"
"Ia kau saja yang pesan"
"Bagaimana kak Danie?"
"Kakak ikut saja"kata Daniel Tampa menoleh dari memandang Dania.
"Baiklah....kita cari makanan yang enak dulu"
Ahir nya makanan yang di pesan datang juga mereka menyantap semua makanan yang ada di depan mereka.
Di waktu yang sama juga Refan berada di Mol bersama dua orang teman setia nya.Refan melihat orang yang ia rasa kenal tengah asik menikmati hidangan.Refan menghampiri mereka.
"Kakak Rere...kalian disini juga?"
"Refan"
"Refan"
Seru mereka dengan serentak.
"Kakak ngapain disini sama Rere juga,nggak biasa nya"
" Kakak menemani mereka jalan-jalan sekalian belanja.sedang kan kamu ngapain kamu disini apa yang kamu lakukan"
"Hehe.....biasa kak anak ABG kami slalu nongkrong disini sambil ngerayu cewek-cewek cantik"Ujar Daniel dengan gaya Cool nya sambil merapikan jaket nya.
"Hehe...anak ABG.,kamu itu gede masih anak ABL.kamu jangan berani berani berbuat macam yah Refan"
"ABL itu apa kak"
"ABL itu anak baru lahir....jadi kamu jangan sok-sokan merayu anak orang sedangkan kamu masih kecil bau kencur berani berani nya mau merayu anak gadis orang"
"Bwaaahhhhh......"tawa mereka pecah bersama saat mendengar penuturan Daniel untuk adik nya.
"Heh kalian diam nggak jangan ketawa,mau ku kumas mulut kalian"ujar Refan pada kedua teman nya
"Kakak apaan sih ngomong kek gitu.aku jadi malu sama teman-teman aku lagian aku ini bukan anak kecil lagi aku udah gede bisa melakukan apa yang aku mau"
"Adik kecil tetap lah kecil jangan melampaui kakak mu ini, sekarang pergilah ajak teman mu juga"
"Ya udah aku pergi dulu"Refan pergi dengan hati yang kesal pada kakak nya tidak tau tempat dia berbicara seperti itu apalagi di depan teman-temannya dia merasa sangat malu sekali Daniel selalu memandang Regan sebagai adik kecil nya.
******************************
Setelah makan di Mol mereka kembali belanja ke tokoh perhiasan.
Daniel menatap dua perempuan tersebut sambil duduk di sofa penunggu yang telah disiapkan di sudut dinding,Daniel selalu menemani kemana mereka belanja.
__ADS_1
"Coba deh kak liat kalung ini cantik nggak?"
"Cantik kalo kamu yang pakek"senyum Dania
"Bukan untuk ku kak,aku beli untuk teman ku yang sebentar lagi ulang tahun.itu sebab nya aku ngajak kakak buat nemenin aku jalan-jalan sekalian bantu aku buat milih hadiah,menurut kakak mana yang bagus aku ambil"
"Hmm....kayak nya yang ini bagus deh,cocok buat seumuran kalian tidak terlalu mewah sangat simple"Dania menunjuk kalung yang terpajang di depan mereka
"Kakak cari juga yang mana kakak suka biar kak Daniel yang bayar"
"Nggak Re kakak nggak mau beli perhiasan sekarang"
Dania menoleh kebelakang melihat Daniel yang sedang duduk berduaan dengan wanita cantik dan **** mereka tertawa bersama.
Dania menoleh lagi dia merasa geram melihat tingkah Daniel yang genit sama wanita lain.
Dasar laki-laki playboy.....baru kemarin dia menciumiku sekarang dia malah merayu wanita lain dasar lakilaki jaring Diman pun dia tangkap mangsa nya aku harus menjauhi pria seperti dia.
Saat menoleh lagi dia tidak menemukan Daniel di tempat duduk nya.hanya wanita tadi yang ada di sana bersama wanita lain nya mungkin itu teman nya.
"Kak Dania kok bengong,ada apa"
"Ah..nggak papa"Dania senyum
"Dimana sih kak Daniel"rengek Relia saat melihat Kakak na tidak ada.sedang kan mereka sudah selesai memilih perhiasaan n tinggal bayar lagi.
"Aku disini"
"Kakak habis dari toilet.kalian sudah selesai"
"Ia kami sudah selesai,sekarang tugas kakak yang bayar"senyum Relia
"Dania,kamu kenapa nggak beli apapun"
"Nggak perlu"menjawab dengan jutek Tampa melihat Daniel
"Kenapa,apa perhiasan di sini jelek semua sehingga tidak ada yang kamu sukai? kalo kamu menginginkan kan perhiasan yang lain aku akan bicara dengan menejer disini supaya dia membuat kan perhiasan yang bagus untuk kamu"
"Tidak perlu! kenapa sih kamu maksa,aku nggak akan membeli apapun kalo kamu yang membayar nya"dengan tegas Dania pergi meningal kakak beradik itu.
"Tuh kan kak Dania jadi ngambek karna kakak,Klain itu kenapa sih bertengkar terus"Relia mengejar Dania.
Di jalan Daniel masih mengekori dua perempuan yang sedang asik bercanda sambil makan eskrim.saat Dania ngambek tadi Relia membujuk nya dengan mengajak beli eskrim,al hasil Dania kembali ceria hanya dengan sebuah eskrim.
"Hai Relia...!
"Windy....lo disini juga"Relia kaget melihat teman nya ada disini juga.
"Ia...Lo harus ikut gue sekarang karna gue udah dapat buku yang kita cari.ayo...."
"Tunggu dulu Win.,kakak maaf kan aku yah aku harus pergi dulu karna buku itu sangat penting untuk tugas ku.maaf yah kak kakak pulang saja sama Kak Daniel bye....."
__ADS_1
"Tapi Rel...."Dania melihat adik nya yang sudah jauh bersama teman nya dia pun cemberut.
Daniel tersenyum karna ini adalah kesempatan untuk nya berdua dengan Dania.
***************
Sunyi sepi senyap tidak ada teguran sapa di dalam mobil,mereka sama-sama diam.Daniel melirik Dania yang sedang melihat ke luar kaca mobil.
Daniel menggenggam tangan Danie tlyang erada di pembatasan kursi mobil,Danie melepas tangan nya dengan kasar yang membuat Daniel jadi jengkel.
"Jangan sentuh aku!!!....."Teriak Dania dengan keras sehingga Daniel menginjak rem dengan mendadak.
"Ada pa kau ini ,apa kau ingin mati dijalankan"Daniel protes dengan tindakan berbahaya yang di lakukan oleh Dania tadi dia sangat terkejut dan menghentikan mobil nya.
"Mati saja kau sendiri....aku sudah bilang jangan sentuh aku lagi apa kau tidak mengerti juga"
"Apa yang terjadi sama kamu Dania,kenapa kamu seperti ini pada ku, kenapa aku tidak boleh memegang tangan kamu,ada apa"
"Aku tidak perlu menjawab pertanyaan mu"Dania keluar dari mobil
"Dania....tunggu...."
Daniel ikutan keluar mengejar Dania
"Kamu mau kemana? cepat masuk ke mobil"
"Tidak...lepaskan aku,aku tidak mau pulang bersama kamu"
Dania meronta supaya diri nya terlepas dari Daniel dengan sigap Daniel memeluk erat tubuh nya.
"Aku mencintaimu Dania...aku mencintaimu! aku mohon jangan pergi, jangan tinggalkan aku! aku melakukan nya karna aku menyukaimu aku ingin kau tau perasaan ku pada mu,aku tidak mau kehilangan mu Dania"seru Daniel dengan tulus menyatakan perasaan nya.
Dania melepaskan pelukan Daniel.
"Kau gila Daniel...apa yang kau katakan apa kau sedang tidak waras....jangan katakan itu,kau tidak boleh memiliki perasaan seperti itu kau mengerti"Dania masuk ke Taxi yang sudah ia stop kan tadi.
"Dania...Dania..."Teriak Daniel dengan kencang berharap taxi itu berhenti dan Dania akan menghampiri nya.
"Daniel kembali kesal dan marah dengan sikap Dania yang kesekian kali menolak nya.tapi itu tidak akan jadi Ahir dari perjuangan seorang Daniel,ia akan terus berusaha terus untuk mendapatkan cinta nya.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1