
Dania menatapi kepergian Daniel begitu saja sampai pria itu masuk ke dalam mobil.dia menutup pintu dengan keras karna marah.
Dania mengikuti langkah Daniel menuju mobil mereka yang terparkir,Dania melihat dari luar Tampak nya Daniel masih diam duduk di bangku kemudi,bahkan dia tidak mempersilahkan Dania untuk masuk.
Sabar Dania.....dia lagi merajuk dan marah sama kamu,kamu harus membujuk nya agar dia mau bicara dan tidak marah lagi,jangan di lawan yang akan membuat keadaan semakin rumit,kamu harus bicara dengan baik meluluhkan hati nya dan minta maaf
Dania bicara pada hati nya, sepertinya dia harus belajar bersabar untuk menghadapi tingkah laku pria yang ia cintai,Dania tau Sipat keras kepala dan keteguhan pendirian yang di miliki Daniel sangat tinggi dan tidak mudah di runtuh kan begitu saja.
Menarik nafas dalam dalam dan menghembus nya dengan kasar,lalu masuk ke dalam mobil.
Satu menit berlalu,Dania masih memandang Daniel,yang di pandang pun masih betah mengunci mulut nya tidak mau mengeluarkan kata sepatah pun.pandangan nya hanya kedepan,entah apa yang di lihat nya.
"Dengar kan aku"dengan suara lembut tapi masih belum bereaksi
"Daniel....dengar kan aku..."Dania merengkuh bahu Daniel menghadap nya setelah panggilan pertama tidak di respon.
Daniel menoleh tapi tidak bertahan dengan lama,dia kembali cuek dan fokus menghadap ke depan.
Dania merasa kehabisan akal untuk membujuk supaya Daniel tidak ngambek lagi.karna seumur hidup baru kali ini dia melakukan hal ini.dia belum pernah membujuk seorang laki laki jadi dia tidak ada pengalaman,yang selama ini ia lakukan hanyalah belajar dan bekerja.tidak ada waktu untuk memikirkan pacaran atau dunia percintaan.
"Aku minta maaf,aku tau aku salah,aku telah membuat mu marah,kamu boleh melakukan apapun kepada ku asalkan kamu tidak marah lagi dan mau memaafkan aku,tapi kamu harus percaya,aku sama pria tadi hanya berkenalan,aku juga tidak mau dia mencium tangan ku,aku juga terkejut dengan perbuatan nya,kali aku melarang dia pasti akan malu di lihat orang banyak,apa kmu percaya sama aku...."dengan wajah yang penuh kejujuran.
"Daniel......"Dania merengkuh kembali bahu Daniel,dia pasti tidak memdengarkan ucapan nya.
"Ia ,aku percaya sama kamu,dan aku sudah memaafkan mu"Daniel melontarkan kalimat nya dengan menatap Dania,namun tidak ada ekspresi tulus atau pun jujur di mata nya.
Entah kenapa Dania belum merasa puas dengan kemaapan nya,Dania merasa Daniel tidak serius dan terdengar paksa mengucap nya.
"Kamu belum ikhlas memaafkan aku"
"Ikhlas....."tukas Daniel cepat lalu merindukan kepala nya.
Dania yang sudah kehabisan sabar membujuk dan merayu,dia mengangkat wajah pria itu dan mendarat kan ciuman singkat di bibir nya.
Cup
Daniel melebarkan mata nya karna tindakan Dania yang membuatnya merasa terkejut.tidak biasa nya Dania mencium nya lebih dulu.
Cup
Cup
Cup
Cup
Cup
Terus memberi kecupan bertubi-tubi dengan memegang kedua pipi nya dengan erat.
"Hentikan,apa yang kau lakukan,jangan memancingku seperti ini"bukan nya dia menolak ciuman Dania tapi takut nya dia tidak terkontrol nanti.
Cup
Cup
Cup
"Dania......hentikan...."
"Baiklah aku memaafkan mu"dengan ketawa dan menjauhkan wajah Dania dari wajah nya.
Ternyata obat ku manjur juga,dasar pria mesum.senyum Dania
"Kamu sudah memaafkan aku"
"Ia aku maafin kamu"
"Terimakasih,aku sangat senang mendengar nya"Dania Ahir nya lega karna Daniel tidak lagi marah dan mogok bicara,rencana nya berhasil juga bisa membuat Daniel kembali ceria sediakala.
"Tapi ingat,jangan pernah dekat-dekat dengan pria lain yang membuat aku marah juga kesal"memberi peringatan terakhir dan penekanan.
"Siap bos....akan saya laksanakan"menuruti perintah atasan nya serta memberi hormat dengan becanda,Daniel juga ikut ketawa.
"Apa yang terjadi sama kamu..."Daniel mendekat kan diri nya sambil menatap Dania dengan tatapan curiga penuh selidiki.
"Apa....."tidak mengerti maksud pertanyaan nya
"Tadi kamu sangat agresif sekali,kenapa ? mau merayuku dengan mencium ku bertubi-tubi"
Dania salah tingkah,membayangkan sikap nya tadi membuat dia malu.ingin sekali dia menenggelamkan wajah nya ke dasar bumi untuk menghindari malu dengan Daniel bahkan dia heran pada diri nya sendiri,seperti bukan diri nya.yang dia pikir adalah, bagaimana cara membujuk serta merayu Daniel agar tidak marah dan mau memaafkan nya.
"A-aku hanya mendapat ide untuk membujuk mu agar tidak marah lagi,aku juga terpaksa melakukan nya bukan niat dalam hati,dan aku sudah tau kelemahan mu sekarang"Dengan tersenyum,Dania akan mampaatkan kelemahan itu untuk kedepannya.
"Oh.....jadi,kamu sudah tau yah titik kelemahan ku sekarang"Daniel mendekati Dania dengan niat menggoda.
"Bisa kah,kamu ulangi lagi"
"Tidak,Menjauh lah dari ku,dan juta harus pulang"Dania mendorong tubuh Daniel agar menjauh,dia sangat malu sekali saat Daniel terus menggoda nya.
__ADS_1
"Benar,kau tidak mau mengulangi nya lagi.aku akan memberi mu kesempatan untuk mencium ku sepuas nya dan aku tidak akan menyuruh mu berhenti"Daniel suka dengan sikap Dania yang seperti tadi bahkan dia menyuruh Dania agar mengulangi ciuman yang bertubi tubi itu.bagi nya ini adalah kali pertama Dania mencium nya.
"Tidak!.... berhenti bicara dan jalan kan mobil nya sekarang"tukas nya memasang pengaman di tubuh nya,Dania sudah hapal sekali bila dia mengulang perbuatan nya tadi, yang ada dia malah terjebak ke mesuman Daniel malam ini.
"Dasar pelit"Daniel mengunakan pengaman ke tubuh nya lalu menjalankan mobil nya dengan kecepatan sedang.
.
.
.
.
.
"Loh....kenapa kita ke Apartemen kamu?"
"Ada yang mau aku ambil,ayo keluar,aku hanya sebentar"
Mereka melangkah dalam lobi Apartemen menuju lif,untuk menaiki lantai tiga tempat tinggal ke dua Daniel,dari arah bersebelahan ada seorang wanita yang tidak sengaja menabrak Daniel,dia sangat terkejut saat dada nya Samapi ke perut terasa dingin.ternyata dia di tumpahi kopi susu dingin oleh wanita yang menabrak nya.
"Ah....ya ampun.....maaf mas,saya nggak sengaja,saya lagi buru buru soal nya,maafkan saya mas..."wanita itu sangat menyesal karna telah melakukan kesalahan.baju pria yang ia tumpahi dengan kopi susu nya itu jadi kotor sekali,dia sangat cemas dan meminta maaf berkali-kali.
"Maaf kan saya mas,saya salah.saya tidak melihat jalan dengan benar,sehingga menabrak mas dan membuat baju mas jadi kotor"
""Ia ia...tidak papa"walaupun sempat kesal diri nya di tumpahi kopi dingin,dia juga tidak bisa marah,karna yang ada di depan nya saat ini seorang wanita,dia tidak bisa memukul wanita yang lemah,jika saja seorang cowok yang melakukan nya pasti dia sudah memberi pelajaran dan ganti rugi.Daniel juga tidak ingin Dania melihat nya memarahi wanita itu karna Dania juga tidak suka Seorang wanita di perlakukan semena mena.
Setelah mendapat maaf dari Daniel,wanita itu mencicit berlari sekencang nya,entah apa yang mengejar wanita itu sehingga dia tergesa sekali.
"Kamu tidak papa"tanya Dania
" Aku tidak papa,nanti bisa di cuci lagi.ayo cepat"
Mendekati pintu,Daniel memasukan kartu kunci,setelah di buka mereka masuk kedalam,seluruh ruangan jadi terang setelah Daniel menghidupkan kan saklar.
"Sebentar,aku mau mandi dulu yah,badan ku lengket setelah tumpahan kopi tadi"memperlihatkan kemeja putih nya yang kotor.
"Yah sudah sana,aku akan menunggu"
"Sembari menunggu,masak lah sesuatu,aku sangat lapar sekali,kulkas sudah aku isi kemarin"
"Bukan nya tadi kau sudah makan di pesta yah?"Dania memicingkan mata nya,heran mendengar Daniel yang masih kelaparan setelah pulang dari pesta.
"Aku nggak jadi makan.saat aku mau mengambil makanan,aku melihat mu bersama pria tadi,aku sangat marah sekali dan meninggalkan makanan yang telah aku ambil untuk menghampiri mu"terang Daniel dengan jujur,dia bahkan belum makan apa apa sejak dari sore tadi.
Mereka berdua sama-sama pergi ke tujuan masing-masing.
.
.
.
.
.
Beberapa menit kemudian,Daniel keluar dari kamar bawah, seperti nya dia mandi di sana.dengan bertelanjang dada,satu handuk yang melilit di pinggang nya.senua pakaian nya ada di kamar atas.
Mengeringkan rambut nya dengan handuk kecil,Daniel melihat Dania sedang berkutat katup di meja dapur membuat makanan untuk nya.rambut yang di kuncir kuda serta celemek bermotif bunga terpasang di badan nya.
"Kamu lagi masak apa?"
Dania sedang memotong sayur mengangkat kepalanya.
"Astaga...."Dania melepaskan pisau dari tangan nya karna terkejut melihat Daniel yang tidak memakai pakaian.otot perut serta otot lengan yang terlihat tegap dan putih bersih.dia menutup mata nya dengan cepat karna tidak mau melihat Daniel yang setengah telanjang.
"Daniel,kenapa kau keluar seperti itu.....mana baju mu"dengan Masih menutup mata.
"Aku baru selesai mandi"dengan santai nya Daniel Tampa berdosa sedikit pun,dia ingin memperlihatkan betapa kekar dan kuat nya tubuh nya.serta tampan nya setelah mandi.
"Ya sudah, pakai baju mu sana"
"Aku tidak membawa baju kesini"tentu nya dengan candaan,dia ingin menggoda Dania, padahal baju nya sudah mencapai tiga lemari dan itu full,belum lagi di rumah utama.
Dania mengangkat pisau,mengarah kan ke arah Daniel dan sedikit menjauh"Jangan becanda dengan ku Daniel,kali kau tidak mau memakai baju mu,aku tidak akan membuat makanan untuk mu"
"Ia baiklah,aku pakai baju dulu"
Dania membukaata nya setelah di rasa kepergian Daniel ke kamar.dia mengambil nafas dalam-dalam dan mengeluarkan nya secara memburu.dia juga menelan kasar ludah nya setelah membayangkan tubuh Daniel yang setengah telanjang.dia mengelengkan kepala nya seraya menolak pikiran kotor,dan membuang jauh jauh ingatan tersebut.
"Apa yang kau pikirkan Dania, jangan mengingat nya lagi,itu tidak pantas untuk di ingat,itu pikiran yang kotor,berpikir lah yang positif"bicara pada diri nya sendiri, sejak kepergian Daniel pikiran itu terus melayang di benak nya.
Tak ingin berlama lama bergelut dengan pikiran nya,Dania kembali melakukan Aktifitas nya yang sempat tertunda,dia mengambil wajan dan memanas dengan sedikit minyak.memasukan telor yang sudah di kocok beserta bumbu nya,telor yang sudah setengah matang itu ia masukan dua potong sosir dan menggulung nya.
Sedang fokus,dia kaget merasakan ada tangan yang melingkar erat di perut nya, deruan nafas yang terdengar halus di telinga nya dan membuat bulu bulu kuduk nya merinding.Dania merasa geli pas Daniel mencium singkat leher nya yang terbuka.tubuh yang tegap dan kokoh itu berasa bersandar di tembok.
Menerima,pelukan dari Pria yang baru saja menjadi kekasih nya,aman dan nyaman berada dalam pelukan pria yang ia cintai,baru pertama kali merasakan hal seperti ini. jantung nya berdegup dengan kencang,begitu juga detakan jantung Daniel terasa berdetak dengan normal.
__ADS_1
"Apa yang kau masakasih menempel di bahu Dania, bahkan dia tidak takut akan percikan minyak di wajah nya.terasa enak sekali memeluk tubuh kekasih nya.malas untuk melepaskan ingin seperti ini terus.
"Aku hanya masak ini saja,maaf aku nggak bisa masak nasi goreng,karna terlalu lama menungu nasi nya matang dulu,jadi ,aku masak bahan yang cepat jadi aja"
"Tidak papa,yang penting aku bisa kenyang,apapun masakan kamu,aku akan makan juga"
"Benarkah,apa pun yang aku masak,kau mau memakan nya?"Dania melihat ke arah Daniel dengan senyum,dia ingin membuktikan omongan Daniel yang menantang apa pun masakan nya.
"Ya....selagi kamu masak yang halal,pasti aku makan"Daniel mencubit gemes hidung Dania karna dia tau maksud omongan wanita itu.
"Apakah, kau bisa minggir dulu,aku mau masak"tegur Dania yang mulai risih,sebenar nya bukan karna pelukan Daniel yang memeluk nya tapi, di bawah sana dia merasa a9⁸da sesuatu yag aneh mulai muncul dari Daniel.
"Kenapa,biarkan saja seperti ini,aku ingin melihat mu masak"semakin mengeratkan pelukannya.
"Ternyata kamu jago masak juga yah,beruntung kalo aku punya istri kayak kamu, setiap hari nya,aku berangkat ke kantor,kamu selalu masak untuk ku,aku udah nggak sabar kita menikah"senyum Danie sangat bahagia dengan hayalan nya.
Istri,menikah
Dania terlena dengan perkataan Daniel,akan kah yang di kata Daniel akan terjadi,akan kah semua itu menjadi kenyataan.benar kah mereka akan menjadi suami istri nanti nya.apakah orang tua mereka merestui mereka dan membiarkan mereka menikah menjalin rumah tangga,apakah orang tua mereka tidak merestui hubungan mereka dan memisahkan mereka berdua.
Pikiran Dania di penuhi pertanyaan tersebut,dia sangat takut sekali di saat dia sudah mulai mencintai Daniel dan ingin hidup bersama nya hubungan mereka malah di tentang oleh keluarga,Dania tidak tau apakah dia akan menjadi istri Daniel,sahabat atau saudara angkat.pikiran itu terus menghantui nya.
"Kenapa diam,liat tuh makanan nya mau gosong"ucapan Dania menyadarkan wanita itu dari lamunan nya,segera ia mengangkat telur itu dan meletakan nya di piring,untung saja nya telur masih bagus,nggak gosong.
.
.
.
.
.
.
.
Jam setengah sebelas,mereka sampai di rumah utama,saat tiba di rumah,senyum mereka terhenti karna mendengar suara ribut di ruangan keluarga.
"Re,berikan pada kakak"memaksa
"Nggak"menatap dengan tajam
"Rere,kamu jangan keras kepala,kakak yang mendapat kan nya duluan,sini berikan"
"Nggak mau!!!!! pokok nya aku nggak mau....aku juga yang dulu mendapatkan nya"
Mereka saling merebutkan remote tv disofa,saling tarik menarik agar bisa menguasai remote tersebut.
"REFAN,RERE,APA YANG KALIAN LAKUKAN...."teriak Daniel menghentikan mereka,namun tidak.seperti nya mereka tidak mendengarkan teguran kakak mereka.
Dengan marah karna tidak ada yang mau mendengar teguran nya,dengan paksa Daniel mengambil remote itu dengan keras dari pegangan mereka,sudah jelas,tenaga Daniel lebih kuat dari pada tenaga mereka.
"Kakak......"seru mereka
"Seperti anak kecil,apa yang kalian lakukan,merebut satu remote.(Daniel mengangkat remote itu ke udara) apa kalian tidak sadar dengan usia kalian sendiri.seharus nya Kalian itu malu dengan para pelayan yang melihat tingkah laku bodoh kalian ini"
Daniel benar benar di buat frustasi oleh adik adik nya,satu hari aja,mereka tidak membuat diri nya naik darah dia pasti sangat 3’bersyukur.Daniel benar benar bingung dengan kelakuan mereka,bahkan Daniel pernah bilang sama mama nya,waktu hamil adik adik nya dulu mama nya sempat ngidam apa sehingga dia mendapat kan adik yang kelakuan nya sangat tidak Daniel sukai.
"Kak,aku hanya menonton,tapi Rere mengambil paksa remote dari tangan ku,dia yang salah bukan aku kak"Bela REFAN untuk diri nya.
"Tapi kak REFAN nggak mau ganti siaran yang aku tonton"Rere tak kalah tinggi dia menatap Refan dengan kesel serta suara yang berteriak.
"Sudah cukup.....diam kalian berdua,di kamar kalian masing-masing ada TV di sana,kenapa kalian tidak menonton di kamar kalian saja,kenapa harus ribut disini"dia menatap satu persatu wajah adik nya yang tertunduk ke bawah,dia pun menghela napas berat.
Selalu tidak akur,padahal mereka kembar,lahir di hari yang sama,seharusnya orang kembar itu ,sifat dan tingkah laku nya harus sama juga,saling mengerti,saling menyayangi,tapi kenapa,adik kembar nya tak sama seperti kembaran lain nya,apakah karena mereka lahir di menit yang berbeda.dan Sipat nya beda juga.
"Maaf kak"seru mereka dengan kompak minta maaf pada Daniel.
"Ini baru yang dinamakan saudara kembar,selalu kompak dengan apapun.ayo Fan,kita ke atas"
"Mau kemana kak"seru Refan yang sudah terlihat was was dengan ajakan kakak nya,dia takut nanti nya Daniel akan memberi dia pelajaran,karna tidak becus menjadi peran seorang kakak bagi Relia,sangat lah penting peran seorang kakak untuk adik adik nya setelah kedua orang tua tiada.
"Kita mau main game di kamar kakak"Kata Daniel dengan senyum dan berlalu meninggalkan mereka.sebelum itu remote tv sudah di kembalikan.
"Kak....tunggu aku....."jerit Refan mengejar Daniel yang sudah berjalan di tanga.
Jika Zhelia melihat,dia pasti akan mengelengkan kepala nya melihat Daniel yang mengajak Refan main game.bukan nya di ajak belajar ini malah di ajak hal lain.
Tapi Daniel tau situasi juga sih,jika orang tua mereka tidak ada di rumah,berarti itu adalah hati libur mereka semua.
**Maaf sekali lagi yah Author telat up.
Kenapa Author lama up?
Bukan lama yah.tapi karna satu eps Author bikin panjang jadi nulis nya agak lama.
semoga kalian suka,jangan lupa like nya setelah di baca.ok ok**.......,
__ADS_1