
Zhelia bersama Dania masih berada di kebun bunga milik keluarga itu sendiri.
kebun bunga yang luas itu sudah seperti taman bunga aja.Zhelia menyukai bunga,itu sebab nya dia mendirikan taman bunga yang luas di lokasi area perumahan nya.
Kebun bunga itu memang sudah ada sejak mendiang sang Mertua Nattaya Dirgantara masih hidup,Zhelia menambah dekorasi agar terlihat lebih menarik dan menanam lebih banyak bunga di sana.
Dania yang dari kecil tidak menyukai bunga,sekarang sudah besar dia menyukai benda-benda cantik dan warna warni itu,bahkan sudah banyak hasil tanam dari tangan nya sendiri yang tumbuh dengan subur.
Mengikuti kebiasaan Zhelia membuat mereka terlihat sama layak nya anak ibu kandung yang memiliki sifat,hobi kebiasaan,tata Krama dan lain sebagai nya.Zhelia mendidik Dania dengan sangat baik,menjadikan gadis itu wanita yang bijak,cerdas,mandiri,tidak pernah lari dari tangung jawab,sopan dan juga penyayang.
Sedikit pun tidak pernah dia memperlakukan Dania seperti anak angkat atau tiri yang pernah ada di TV TV menyiksa yang bukan anak kandung nya.Zhelia memiliki hati yang lembut dan bersih,dia juga pernah merasakan hidup tanpa ada orang tua yang menemani dan membimbing nya,dia tidak ingin Dania merasakan hal yang sama yang pernah ia rasakan dulu sewaktu ia ditinggalkan orang tua saat remaja,karna Dania juga manusia,dia punya hati dan perasaan yang mudah terluka.itu pikir Zhelia dulu saat Dania masih kecil.
"Uti,tolong ambilkan ember itu! aku mau masukin tanah ini kedalam nya"saut Dania menunjuk ember yang ada di pojok bunga lain nya.
"Baik Nona"Uti bergerak dengan semangat,mengambil ember itu dan kembali ke tempat semula.di pertengahan jalan.....
"Astaghfirullah......."Uti terkejut menjatuhkan ember nya.
"Uti! kamu kenapa?"Dania melihat pelayan setia nya sudah berdiri kaku dengan biji bola mata yang hendak mau keluar.
"Uti! ada apa,kamu kenapa?"Dania menguncangkan tubuh Uti agar gadis muda itu cepat sadar,Dania berpikir kalo Uti lagi kesurupan.
"Masyaallah,tabarokallah, Alhamdulillah wa syukurilallah"segala puji pelayan itu ucapkan dengan mata yang berbinar-binar,Dania semakin heran dengan tingkah pelayan nya ini.
"Uti.kamu ini kenapa sih,kamu kerasukan setan yah.....sadar nggak,atau aku siram kamu pakek air kolam"Dania yang mulai kesal dengan pertanyaan nya yang belum di jawab oleh pelayan nya,dia juga menepuk pipi Uti berkali-kali agar wanita itu sadar.
"Nona,aku menemukan jodoh ku! aku menemukan malaikat tampan ku! aku akan di jemput Nona,aku akan segera menikah dengan nya"seru nya dengan kegirangan.
"Siapa yang kamu maksud,siapa orang.yang mau menikahi mu!"
"Itu Nona,dia tampan sekali,persis seperti idola ku! dia mirip oppa-oppa..g..aku ingin menikahi nya Nona!!!"
Dania melihat ke arah tunjuk pelayan nya,Dua pria tampan tengah berbincang dekat taman,mereka adalah Daniel dan Junjie lalu mereka pun pergi.
"Eh,dia mau kemana"
"Kamu jangan menghayal Uti,mana mungkin dia itu jodoh kamu! Lihat saja wajah nya sudah tua mungkin dia sudah punya istri dan anak"
"Ih...dari mana Nona tau kalo dia sudah menikah,aku yakin dia itu adalah jodoh ku,dia belum punya istri"Uti menyangkal ucapan Nona nya dengan gaya PD nya.
"Ngomong-ngomong Nona,dia itu siapa yah,baru kali aku melihatnya"
"Nggak tau!! aku juga baru kali ini melihat nya,ayo kita pergi"
Yang di ajak pergi malah bertahan di tempat nya sambil mengagumi ketampanan sang jodoh yang barusan ia lihat.Uti berhayal mereka berdua bergandengan tangan.
"Uti!!!!!!"
Uti terkejut mendengar teriakan Dania
"Ia Nona!!! tunggu saya!!!"
****
Dania menutup pintu jendela kamar nya merasakan angin malam yang sejuk menembus kulitnya dan menusuk ke tulangnya.dia sudah siap untuk tidur dengan selimut tebal serta bantal lembut kesayangan nya,saat memejamkan mata Dania Terkejut mendengar suara ketukan dar arah jendela kamar nya.
__ADS_1
"Siapa itu!!"gumam nya cemas
"Sayang....ini aku"
"Daniel....."melihat ada bayang-bayang kekasih nya di luar jendela,Dania berlari untuk membuka jendela.
"Apa yang kau lakukan? nanti kau bisa jatuh"ocehan Dania di hiraukan Daniel,pria itu malah melompat masuk kedalam kamar kekasih nya,layak nya seperti anak-anak ABG yang lagi pacaran diam-diam masuk ke kamar pacar nya dengan memanjat dinding.
Daniel tersenyum bahagia Ahir nya dia bisa berduaan dengan Dania,kenapa tidak dari dulu dia melakukan ini,menemui kekasih nya mengunakan kaki dan tangan cicak.
"Aku merindukan mu sayang,aku tidak tahan lagi melihat mu jadinya aku memanjat dinding kamar kamu"
"Kamu pikir itu lucu apa,bagaimana nanti kamu jatuh kebawah"Dania yang kesal dengan tindakan Dari Daniel yang membahayakan,dia pun meninggalkan pria itu dan duduk di tepi tempat tidur nya.
"Maafkan ku sayang,aku nggak bermaksud membuat kamu cemas,aku nggak tahan lagi ingin bertemu sama kamu,mendengar suara kamu di telpon tidak akan memuaskan rindu aku ke kamu sayang,maafkan aku yah,aku kan baik-baik saja,tidak ada yang terluka atau pun jatuh"
"Bagaimana tadi kalo kamu jatuh ke bawah?"
"Maka nya,jangan di Doa'in sayang,sini peluk dulu"Daniel membawa Dania ke pelukan nya.mereka menikmati hawa tubuh masing-masing,hangat dan nyaman.
"Apa kamu juga merindukan aku sayang"
"Ia,aku juga merindukan mu"Dania semakin mengencangkan pelukan nya.
Daniel melepaskan pelukan nya lalu mendaratkan bibir nya di pelabuhan,mencium dengan rakus bibir kekasih nya yang manis dan lembut.Daniel membawa tubuh mereka berbaring di kasur Tampa melepaskan pungutan nya.tampa sadar Dania sudah merasakan tubuh nya di tindih tubuh Daniel yang berat dan kekar,mereka berciuman dengan mesra sehingga sesuatu di bawah juga ikut merasa.
"Ah,sayang.....aku sudah tegang"menekan kan senjata pedang nya pada **** ***** Dania dengan keras,membuat si empu terkejut dan mendorong tubuh Daniel agar menjauhi nya.
"Kontrol diri kamu Daniel,kita belum menikah,aku tidak mau melakukan nya sekarang"
"Kenapa kamu malah tertawa?"
"Yang mau melakukan sekarang itu siapa sayang...cup"Daniel gemes mencium singkat bibir yang ada di depan nya.
"Tadi,itu.....kamu bilang sudah tegang"dengan tangan gemetar Dania menunjuk pedang pusaka milik Daniel.
"Aku kan cuman bilang tegang,bukan ngajak melakukan sekarang kan?"
Dania malu sendiri di buat nya,karna Daniel menatap nya dengan senyum-senyum jahil yang terus Menggoda nya.
"Aku sudah tidak sabar lagi menunggu malam pernikahan kita,dan juta langsung membelah duren"
"Mesum"
Daniel tersenyum.
"Besok adalah hari pelantikan ku menjadi Direktur baru,aku berharap tidak akan mengecewakan papa,mama nenek kakek dalam mengurus perusahaan yang akan menjadi tangung jawab ku nanti"
Dania mengelus pipi Daniel setelah melihat kemurungan di dalam wajah tampan itu.
"Kamu bisa kok sayang.....mengatasi semua nya,kami semua percaya sama kamu! kamu bisa melakukan nya dengan baik,kamu pasti akan menjaga perusahaan dan membuat nya semakin maju lagi,aku akan terus memberi mu dukungan,aku tidak akan pernah meninggalkan mu walaupun dalam kesulitan"
"Calon istri yang baik"mengelus pipi Dania"Kamu adalah kekuatan ku,kamu adalah semangat ku,kamu adalah hidup ku,aku tidak bisa tampa kamu"
"Aku juga!"
__ADS_1
"Oh ya,boleh aku tanya sesuatu?"
"Kamu bebas mau nanya apa"
"Pria yang bersama kamu di taman siang tadi itu siapa?"
Daniel melepaskan tangan nya dari genggaman Dania dan menatap dengan tajam.
"Kenapa kamua tanya tentang dia?"
Dania yang melihat raut wajah Daniel yang berubah dia pun cekikan menahan tawa.
"Biasa aja kali,wajah nya.nggak usah cemburu gitu! aku cuman tanya pria itu siapa? dan pertama kali aku melihat nya disini,kamu tampak serius sekali bicara dengan pria itu"
"Jujur?"Daniel kembali melayangkan tatapan interogasi nya yang tajam pada Dania.
"Mau aku jujur gimana lagi sih.aku nggak suka sama dia,cuman penasaran aja,apa dia teman kerja kamu atau lain nya gitu"
"Dia Bodyguard aku"
"Hah, Bo-bodyguard?"Dania melongo kaget
"Ia,Papa mencarikan aku Bodyguard untuk menjaga ku kemana pun aku pergi,padahal aku rasa itu tidak perlu,lagian aku bisa menjaga diri sendiri dengan baik tidak perlu pakek kawal juga"
"Aku setuju sama tindakan papa,apa lagi sekarang banyak sekali bahaya yang mengincari mu! di tambah lagi dengan posisi baru kamu itu,akan lebih banyak bahaya lain"
"Kamu sama saja sama papa!"
"Papa memang benar kok,itu juga demi kebaikan kamu"
"Besok aku akan kenalkan dia sama kamu!"senyum Daniel
"Siapa?"
"Bodyguard baru aku lah"Daniel menatap dengan jengah.
"Ohh....aku kira siapa yang mau di kenalin"
"Dasar calon istri ku ini lemot sekali"menekan dahi Dania dengan jari telunjuk nya kebelakang.
"Tok tok tok.....Dania,kamu sudah tidur?"
"Huss.....Mama! jangan bersuara"Daniel menutup mulut Dania mengunakan tangan nya,mereka sama-sama terkejut.
"Kamu sudah tidur yah!!"Zhelia pun pergi karna tidak ada jawaban.
Dania melepaskan tangan Daniel dari mulut nya"Sekarang kamu pergi,ayo cepat!!"Dania menuntun Daniel ke arah jendela kamar nya.mereka terkejut karna ada pengawal yang berjaga di bawah.
"Tadi tidak ada pengawal,tapi sekarang kenapa ada"grutu Daniel kesal.
Terpaksa harus lewat pintu kamar.Dania mengintip keluar,di rasa nya tidak ada orang dia pun mendorong Daniel keluar dari kamar nya dengan cepat.
"Hah..... sampai kapan Otong ku ini bertahan,menunggu pernikahan lama sekali.sabar yang banyak-banyak yah tong sebentar lagi kamu akan berlabuh di tempat mu yang sesungguhnya"senyum Daniel sembari menghayal dan memejamkan mata nya.
BERSAMBUNG
__ADS_1