Daniel & Dania

Daniel & Dania
[ D&D ] Kehancuran Dania


__ADS_3

Dania menghapus air matanya dengan cepat sebelum ada orang lain yang tahu bahwa saat ini dia sedang menangis. hatinya sangat terpukul mendengar berita yang mengejutkan ini.


"Tapi ma,Aku!!!"


"Mama tahu,kamu sangat terkejut dengan semua ini, tapi itulah kejutannya kalau mama sama papa telah membawa calon istri kamu sekaligus teman kamu semasa kuliah di London,benarkan pa"Zhelia tanpa sangat bahagia akhirnya dia akan melihat putranya menikah bersama calon tunangannya.


"Mah,tapi aku tidak"


"Cukup Daniel, nanti kita akan bicarakan lagi nanti,Mama akan menjelaskannya padamu, sekarang kamu duduk dulu dan salim sama Calon mertua kamu"


lagi lagi zelia menyela perkataan Daniel,dia tidak bisa melanjutkan kalimatnya sampai ke ujung. dia ingin mengatakan tidak mau menerima perjodohan ini, dia ingin mengatakan hubungannya dengan wanita lain yang tak lain adalah Dania, Dia hanya mau menikah dengan orang yang dia cintai,dan dia tidak ingin dijodoh-jodohkan dengan siapapun.


Dania pergi dari tempatnya yang meninggalkan orang-orang yang tengah bahagia dengan kabar perjodohan Daniel dengan orang lain. dia tidak sanggup melihat Daniel bersama calon tunangan barunya, sedangkan Daniel menatap kepergian Dania dengan sedih dan ingin sekali menyusulnya mengatakan bahwa dia juga tidak suka dengan ide mamanya ini, Daniel juga tidak bisa pergi karena zhelia sudah mengunci tangannya agar dia tidak bisa pergi kemanapun.


Mengunci pintu kamar,menangis di tempat tidur dengan sesegukan deraian air mata. Dania melepaskan kalung di lehernya dengan tarikan, menetap kalung itu dengan sedih sakit juga kecewa, dia tidak menyangka cintanya akan seperti ini kandas sebelum bertempur, dia juga tidak menyangka bahwa kisah cintanya terpaksa berhenti sebelum diungkapkan ke semua orang, perasaan Dania benar-benar hancur.


"I-ini,,,,,, ini yang aku takutkan selama ini Daniel,,,,,i-ini yang,aku,,, cemaskan selama ini,kalo cinta kita tidak akan bisa bersama"Dania menangis sejadi-jadinya hingga Dia berbicara terbata-bata.


"Aku sudah......tau hal ini akan terjadi....tapi, tapi kenapa aku masih mencintainya ya Tuhan....aku....aku tau, cinta Kami,tidak akan bersatu sampai ke pernikahan, ini yang aku takutkan... hiks...hiks....hiks...."


"Huu.... hu...... orang yang aku cintai akan menikah dengan orang lain, orang yang aku sayang akan,akan hidup dan menghabiskan waktu nya bersama orang lain juga.....a-aku,aku tidak bisa melihat mu bersama orang lain Daniel,aku sudah terlanjur jatuh cinta kepada mu.....aku nggak sanggup, hiks hiks hiks..."dan yang meratapi nasibnya yang menderita,cinta pertamanya harus kandas karena adanya orang ketiga.


Seharusnya dia bahagia dengan ada nya orang yang mencintainya dengan tulus dan rela hidup bersama nya, mereka telah membayangkan Di mana mereka akan menikah, memiliki banyak anak, hidup menua bersama layaknya keluarga berencana, semua impian itu harus terpaksa terkubur dalam-dalam karena orang tua Daniel memberikan jalan yang lain.


Dania sadar dirinya itu siapa, Dia adalah anak angkat dari keluarga Dirgantara yang tepatnya adalah anak yatim piatu yang tidak memiliki keluarga ataupun harta dan martabat yang tinggi. dia di sini hanya menumpang hidup dan bekerja membalas Budi mereka yang telah baik kepadanya, dia juga tahu zelia dan Nathan tidak akan mungkin menerima dia sebagai menantu mereka yang tidak memiliki apapun untuk dibanggakan kepada orang lain. sedangkan calon tunangan Daniel,Dia adalah wanita berkarir juga mandiri,dia sudah memiliki harta selain harta orang tua nya,jika di bandingkan Dania jauh berbeda dari wanita itu.


"Apa yang harus aku lakukan Daniel,apa aku harus merelakanmu begitu saja,atau aku harus melepaskanmu bersama orang lain"

__ADS_1


Tok Tok Tok


Dania terkejut dengan suara pintu kamarnya yang diketuk dari luar, dengan cepat dia menyeka air matanya.


"Siapa..."


"Ini Mama nak,buka pintu nya"


"Sebentar Ma"teriak Dania


Dania kalang kabut saat Zhelia mendatangi kamarnya. ini bukan waktu yang tepat bagi zelia menemuinya dalam keadaan menangis seperti ini, meratapi nasib cintanya yang hancur berkeping-keping. dia pun berlari ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya agar terlihat lebih segar daripada saat tadi waktu ia menangis, Dania tidak mau zelia melihat wajah sedihnya yang akan menimbulkan pertanyaan baginya.


setelah mencuci wajahnya dan ia pun membuka pintu kamar nya.


"Maaf mah,tadi aku ke kamar mandi jadi lama membukanya"Dania merasa bersalah karena telah membuat Mama zalia menunggu lama di luar.


"Tidak papa sayang...."


"kenapa mata kamu merah sayang,apa kamu menangis ?"zelia memegang dagu Dania untuk memperdalam penglihatannya ke manik mata Dania yang terlihat merah walaupun sudah dibasuh dengan air. tanpa Rasa khawatir di wajah zahria melihat keadaan putrinya.


"Ah...tidak Ma,i-ini tadi aku...sedang mencuci wajah dan tidak sengaja ada sabun yang masuk ke dalam mataku,jadi nya perih"Dania menampilkan senyum di bibirnya agar dia terlihat baik-baik saja.seakan-akan tidak ada beban yang dihadapinya saat ini.


"Oh begitu,Mama pikir kamu nangis beneran"zalia tersenyum dan mengusap pipi Dania dengan penuh kasih sayang.


"Nggak kok Ma"


"Oh ya....mama kenapa ke sini,apa ada yang mau Mama katakanatau ada yang bisa Dania bantu"

__ADS_1


"Tidak mama hanya ingin menemuimu itu saja, karena dua hari tidak bertemu kalian mama jadi kangen"zalia memeluk Dania begitupun juga sebaliknya Dania membalas pelukan zelia dengan rasa rindu dua hari tidak bertemu.


"Aku juga kangen sama mama"


"Oh ya,menurut mu bagaimana dengan Alina,apa dia pas buat Daniel"Zhelia melepaskan pelukan nya menatap Dania dengan senyum sambil mendengar jawaban kocokan Daniel dan Alina.


seketika itu juga raut wajah dan yang kembali sedih dan cemberut, hatinya kembali teriris. Baru beberapa menit yang lalu dia melupakan peristiwa tadi dengan kehadiran mamanya yang membuatnya merasa tenang dan bahagia,sekarang harus merasakan sedih lagi. rasanya ingin sekali dia kembali menangis tersedu-sedu tapi dia tahan agar nama zelia tidak merasa aneh dengan sikapnya.


"Tania kenapa kamu diam apa kamu baik-baik saja"Dania sadar dan menatap zelia dengan serius.


"Tidak papa ma, tadi Mama bertanya apa padaku"


"Menurutmu,Alina itu bagaimana apa dia cocok dengan Daniel,dan apakah dia juga pantas menjadi istrinya Daniel"


"Ia Ma.....dia sangat cocok dan pas untuk Daniel, mereka pasangan yang serasi,wanita itu juga cerdas, cantik juga berkarir, aku yakin Daniel akan bahagia bersamanya"Dania berusaha menguatkan hatinya untuk mengeluarkan kata-kata tersebut, sebenarnya dia tidak kuat merelakan dan mendoakan orang yang dia sayang bersama orang lain.


"Kamu benar sekali sayang,Alina itu memang orang yang baik,sopan juga ramah, Dia berasal dari keluarga baik-baik juga terpandang, Mama berharap Mama tidak salah dalam memilih menantu"


Dania hanya tersenyum masam.


"Mama sungguh tak sabar menunggu hari pernikahan Daniel nanti, dan mama juga tidak sabar melihatmu menikah dan pergi ke rumah mertuamu, Mama akan mencarikan pria yang baik dan mencintaimu dengan tulus, bersiap menjaga kamu dan bertanggung jawab"


lolos sudah air mata yang berlinang sejak tadi membasahi pipi cantik nya yang tidak bisa ia bendung lagi.


"Eh....kok kamu malah menangis sih sayang..."zelia menikah air mata yang keluar


"Sssstt...jangan menangis yah....Mama tau,kamu akan berpisah dari Mama juga papa setelah kamu menikah Nanti, tapi kamu tidak usah khawatir, kamu akan selalu menjadi putri mama sampai, dan pintu rumah ini akan selalu terbuka kapanpun kamu kunjungi"

__ADS_1


Lagi lagi dan Dania memeluk Zhelia,melepaskan segala kesedihannya di dalam pelukan itu. hatinya saat ini benar-benar hancur dan rapuh, rasanya tidak ada yang bisa mengembalikan hatinya yang telah rusak seperti ini.


Zhelia menenangkan Dania dengan belaian kasih sayangnya.


__ADS_2