
Daniel berjalan menuju pintu masuk rumah sakit sambil melihat ke dalam kantong plastik yang ada di tangannya. karena ia baru saja membeli makanan. jika Dania sadar nanti pasti iya merasa kelaparan. itu sebabnya Daniel menyiapkan sebelum Dania terbangun dari tidur yang membiusnya.
Saat berada di daun pintu kamar Dania,Daniel terkejut dan menjatuhkan benda yang ada di tangannya di lantai. Daniel melototkan matanya karena ranjang di kamar itu tampak kosong,tidak ada seseorang yang terbaring di sana, Daniel mendekat dan melihat selang infus terlepas di tempat tidur, rupanya Dania telah meninggalkan ruangannya.
"Dania ke mana"
Daniel memeriksa toilet di kamar tersebut,namun tidak menemukan Dania di sana.
Daniel berlari keluar dengan rasa cemas dan khawatir karena Dania kabur dari ruangannya.dia juga terus memanggil-manggil nama Dania setiap pencariannya. membuka seluruh ruangan yang ada di rumah sakit itu namun juga tidak melihat sosok wanita yang ia cari.
"Ke mana lagi kau Dania,apa kau niat menjauhiku"Daniel kembali frustasi dia mengusap wajahnya serta kepalanya dengan kasar. bahkan dia sudah merasa kelelahan untuk mencari lagi. saat berbalik Daniel berhenti karena melihat sesuatu yang tidak asing baginya di atas atap gedung.
"Dania....."
Daniel kaget melihat sosok Dania yang berdiri di atas atap gedung. sebelum sesuatu yang tidak ingin terjadi lagi, Daniel berlari sekuat tenaga untuk mencegah Dania melakukan tindakan yang bodoh,yang akan mencelakai dirinya lagi.
"DANIAAA......."teriak Daniel saat sampai di atas atap.
"Berhenti,atau aku akan melompat jika Kau mendekat"perkataan Dania sukses membuat Daniel menghentikan langkahnya saat jarak mereka sudah dekat.
"Jangan Dania.....Aku mohon,jangan berbuat bodoh seperti ini"
"Aku tidak berbuat bodoh Daniel,Aku tidak ingin hidup lagi, Aku sudah muak dan tidak sanggup lagi untuk melanjutkan hidup ku"dengan uraian air mata, Dania bersandar di pagar pembatasan yang tidak terlalu tinggi.
__ADS_1
"Peganglah tanganku dan cepatlah ke sini,nanti Kau bisa jatuh Dania"Daniel perlahan melangkah dia tidak mau melakukan hal yang gegabah karena Daniel tahu Dania orang yang nekat, dia akan melakukan sesuai dengan perkataannya. jadi Daniel harus hati-hati untuk membawa Dania menjauh dari pagar itu.
"Berhenti Daniel"Dania memperingati Daniel dengan menegaskan ucapannya.
"Jika kau berani maju lagi,aku akan menjatuhkan diriku sekarang juga"Daniel melihat ke bawah dengan tanpa rasa takut di hatinya, sepertinya dia sudah ikhlas dengan kematiannya seperti ini,daripada harus melihat orang yang dia sayang menikah dengan orang lain lebih baik dia mengakhiri hidupnya saja, dengan itu dia tidak akan pernah melihat Dani bersama wanita lain.
"Jangan mengancamku seperti ini Dania,cepatlah kemari"Daniel juga menegaskan ucapannya.
"Aku tidak main-main dengan perkataanku, dan aku juga tidak sedang mengancammu, tapi apa kau sudah lupa dengan apa yang aku lakukan pada diriku beberapa jam yang lalu"
Dania mengingatkan Daniel dengan peristiwa pagi ini, Dania tidak pernah main-main dengan ucapannya Dan Dia langsung melakukan apa yang dia inginkan dengan tanpa Rasa ragu.
Kejadian tadi pagi masih teringat jelas dalam benak Daniel, pria itu melihat kekasihnya tergeletak di lantai dengan keadaan tubuh yang dingin pucat dan darah yang mengalir membuat bulu kuduk nya merinding menyaksikan momen itu, Daniel menghembus nafas kasar,lagi-lagi Dania mengancamnya dengan membahayakan nyawanya sendiri, Daniel tidak bisa melakukan apa-apa Karena sekarang dia sendirian tidak ada orang ataupun pengawal yang membantunya, terpaksa dia harus mengesampingkan egonya untuk Dania mengikuti perintahnya, karena Daniel tidak ingin kehilangan orang yang sangat berarti dalam hidupnya, dia juga harus menuruti perintah Daniel agar kekasihnya tidak melakukan hal yang hal yang membahayakan.
"Aku hanya ingin kamu menerima perjodohan itu Daniel, Aku ingin kamu menerima semua yang telah orang tua kamu"
Daniel menatap Dania dengan amarah,tangannya mengepal kuat,matanya juga memerah mendengar kalimat yang barusan ia dengar.Daniel tidak habis pikir,kenapa Dania terus memaksa nya untuk menerima perjodohan itu,Apa dia tidak mencintai ku lagi,apa dia merelakan aku bersama wanita lain,apakah dia ingin melihat ku menikah dan menjalin hubungan dengan wanita lain, apakah dia benar-benar tidak mengharapkan aku lagi.
"Dengar Dania....kita bisa menyelesaikan masalah ini dengan cara lain.tapu, sebelum itu kamu turun dulu dari sana,dan juta bicara baik-baik.aku janji sama kamu,aku akan menyelesaikan semu nya dan aku akan bicara jujur sama papa tentang kita dan tentang perjodohan itu"
"Tidak....aku tidak ingin kamu bicara jujur sama orang tua kamu,aku hanya ingin kamu menerima dia sebagai tunangan kamu"mungkin sekarang dia memang sudah tidak waras,dia memaksa Daniel untuk menerima Alina sebagai calon istri nya,dia tidak memikirkan perasaan nya yang hancur dan sakit,dia akan terus menyakinkan Daniel untuk mau mengikuti keinginan nya dan mengahiri hubungan mereka,dia tidak tau apakah saat ini dia begitu egois atau tidak dia tidak tau, yang hanya diinginkan adalah, bagaimana cara nya Daniel mau menerima wanita yang sudah di jodohkan dengan nya.
Keras kepala hanya bisa merusak, meruntuhkan juga menghancurkan semua hubungan yang ada.keras kepala mereka tidak bisa di lerai kecuali salah satu dari mereka yang mengalah.jika di lihat,tidak ada dari mreka yang mau mengalah.mereka bersikeras pada pendirian masing-masing.
__ADS_1
"Tidak Dania,aku tidak akan melakukan itu,kau tau kali aku sangat mencintaimu,dan aku tidak akan bisa melepaskan mu,aku tidak bisa berjauhan dengan mu Dania,aku mohon jangan memaksa aku melakukan hal yang tidak aku inginkan.kita bisa melewati ini jika kamu mau melakukan nya bersama ku,kita akan melewati ini bersama-sama dan mendapatkan kebahagiaan.aku yakin aja sama papa kan mengerti dan merestui hubungan kita"Daniel berusaha membujuk Dania dengan kata kata yang menyakinkan,dia sungguh tidak menerima permintaan Dania yang tdak masuk akal itu,seperti Daniel mau hati tapi di kasih jantung mana mau dia.
Sayang nya Dania terlalu penakut untuk memperjuangkan cinta nya,jika sampai yang dia pikirkan selama ini terjadi Nathan dan Zhelia tidak merestui hubungan mereka karna status nya dia akan kehilangan keluarga angkat nya,dia akan kehilangan sosok orang tua yang selalu menyayangi nya selama dua puluh terakhir ini,dia juga akan kehilangan Revan dan Relia sebagai adik nya, yang terpenting adalah dia akan kehilangan Daniel,dia pasti tidak akan melihat pria itu lagi.
Sempit sekali pikiranmu Dania hehehh,😂
"Tapi aku tidak mau berjalan bersama mu lagi.akusu memutuskan utuktidakbersama mu lagi Daniel,jika kamu memang mencintaiku maka ikutilah permintaan ku,buktikan lah jika kamu benar-benar mencintaiku,Dalam cinta harus ada pengorbanan Daniel.jadi kamu harus mengorbankan cintamu untuk membuktikan kesetiaan mu"
Aku juga mengorbankan cinta ku untuk kebahagiaan keluarga mu Daniel,aku berharap kamu juga mengorbankan cinta mu demi aku,mulai saat ini kita akan menderita karna pengorbanan ini.
Sedih mdeng kalimat yang kelar dari mulut Dania,ati nya egit teriris-iris sampai air matanya mengalir,hati nya bertolak belà ka Dengan keinginan nya.
"Kamu masih tidak mau melakukan nya"
"Tidak"jawab Daniel dengan tegas,dia yakin Dania tidak akan berani melompat dari lantai yang begitu tinggi.
"Baiklah,mungkin kamu menginginkan kematian ku"
Dania melepaskan tangan nya dari pagar besi yah membatasinya,saat itu juga Dania mulai merebahkan badan nya dan untuk jatuh.
"DANIAAAA!!!!!!!!"
**Bersambung.........
__ADS_1
Budayakan jempol nya untuk menglike di bawah setelah membaca yah Readers.terimakasih**......