Daniel & Dania

Daniel & Dania
[ D&D ] Memusnahkan Musuh


__ADS_3

Di jalan raya yang cukup sepi,Daniel mengendarai mobil seorang diri,dia menancap habis kecepatan mobil nya untuk mengejar mobil yang di depan nya juga melaju dengan kencang.


"Cepat Iqbal....jangan sampai Daniel menangkap kita"perintah Alina pada Iqbal yang menyetir mobil.


Iqbal seorang mantan Mafia akut,dengan sangat mudah dia melarikan dari penjagaan Nathan,tidak sulit bagi Iqbal memusnahkan siapa pun yang menangkap nya.semasa dia masih menjabat ketua geng Kobra, sudah banyak ilmu,strategi,perangkap apa pun dia bisa mengatasi nya dengan sangat mudah.


Sangat kecil bagi Iqbal melumpuhkan pengawal Nathan dengan sangat mudah.


Daniel berhasil mendekati mobil itu,dia mengeluarkan pistol nya menembak ke arah pintu kaca dan pecah,teriakan Alina menggema di dalam mobil nya karna ketakutan.


Satu tembakan lagi Daniel layang kan,namun Iqbal menundukan kepala nya dan selamat.IQbal menindas mobil Daniel dengan kencang,hampir kehilangan kendali,tapi Daniel bisa mengatasi mobil nya dan kembali mengejar mobil itu.


Saat mobil mereka kembali sejajar,IQbal dan Daniel saling menatap melempar tatapan tajam.Daniel kembali mengarahkan pistol nya pada Musuh yang akan ia tembaki,sedetik kemudian Daniel mengarahkan pistol itu ke bawah tepat pada ban mobil yang di kendarai oleh Iqbal dan Alina.


Dooorrrr


Dooorrr


Mobil itu pun oleng, berputar di tengah jalan dan hilang kendali menabrak tembok pembatasan lalu terjun ke jurang dan meledak dengan suara yang terdengar dari atas tempat Daniel berdiri.


Dia menatap api yang menyala-nyala membakar habis mobil yang bewarna hitam itu,seulas senyum jahat terlukis di bibir Daniel dengan sangat bangga telah melumpuhkan musuh nya.


Mobil-mobil banyak yang berdatangan,mulai dari rombongan papa nya,mobil polisi,mobil Damkar juga mobil Ambulance berbondong-bondong mendekati lokasi kejadian tepat mobil itu jatuh.


"Perbuatan anda sangat gegabah sekali tuan Daniel Dirgantara, seharusnya ini menjadi tugas kami untuk menangkap mereka"saut petugas polis yang tidak menyukai aksi dari penangkapan musuh nya.


"Mereka lebih baik mati terbakar dari pada harus menekan di penjara! itu adalah hukuman bagi orang yang berani menganggu ku"dengan gaya sombong nya Daniel mengucap kata-kata itu pada polisi yang berdiri di samping nya. Daniel mengenakan kaca mata andalan nya lalu pergi meninggal kan lokasi.


"Sekarang ini menjadi tugas mu pak komisaris,memeriksa apakah mereka sudah mati atau belum.pekerjaan mu lebih mudah karna bantuan dari putra ku! dan kali ini jangan sampai keliru,sama seperti kasus putri ku yang kau anggap meninggal dalam kecelakaan"hardik Nathan yang tak kalah sombong dari ucapan Anak nya barusan.


Rombongan Nathan juga meninggalkan lokasi.


"Tidak ada beda nya mereka berdua,bertindak semau nya,melakukan perbuatan yang melanggar hukum.lihat saja! ada saat nya aku membuat mereka menyadari siapa komandan Jordan Toha"


*****


Di kediaman Dirgantara,di sebuah Mension yang terletak agak jauh dari istana megah nya yang merupakan Mension rahasia,tidak ada yang boleh masuk kecuali dapat ijin atau di ajak langsung oleh Tuan pemilik istana yaitu Jhonatan Dirgantara,dia menjadi kan Mension itu khusus untuk pertemuan penting atau membahas sesuatu yang menjadi rahasia.



Di ruangan ini lah sudah duduk tiga pria sejati untuk mendiskusikan masalah yang menganggu mereka beberapa hari ini,Nathan,Daniel dan Kayros.


"Kamu sudah mendapatkan keterangan dari Komisaris Jordan tentang mobil Alina yang jatuh ke jurang?"


"Ia,tadi siang aku ikut serta bersama mereka untuk melakukan pengecekan dan penelitian nya.mobil nya terbakar habis,tidak menyisakan satu puing-puing pun.dan kemungkinan juga Alina Shamaira Wiraguna bersama rekan nya itu yang bernama Iqbal Hakim sudah hangus terbakar"


"Syukurlah jika mereka ikut hangus bersama mobil nya,jadi tidak akan ada lagi yang membahayakan Daniel dan Dania maupun anak-anak ku yang lain"


"Benar apa yang paman katakan,jika mereka berdua sudah mati?"tanya Daniel yang masih belum puas mendengar kematian Alina,entah kenapa dia masih merasa cemas dan tidak tenang sebelum melihat jasad mereka di depan mata nya.

__ADS_1


"Kamu sendiri yang menyaksikan mobil itu meledak Daniel,untuk apa lagi kamu bertanya seperti itu"Ujar Nathan.


"Paman yakin mereka sudah pergi dari dunia ini"jawab Kayros menyakinkan Daniel agr percaya dengan kematian dua musuh laknat itu.


"Sekarang kalian berdua sudah aman,tidak ada lagi yang perlu di cemaskan.kamu fokus saja sama pekerjaan mu dan membantu kesehatan Dania agar cepat pulih.setekah itu kita akan membicarakan tentang pernikahan Kalian"


"Apa secepat itu!"tanya Kayros


"Tidak,sebelum pernikahan terjadi aku ingin Daniel mengantikan ku Menjadi Direktur utama,dia akan ambil alih semua perusahaan yang ada di Indonesia,sedangkan aku! akan fokus pada bisnis ku yang ada di luar negeri.apa kamu siapa Daniel?"


"Siap pa,aku tidak akan mengecewakan papa"


"Papa senang mendengar jawaban mu"senyum Nathan


"Aku permisi dulu pa,mau istirahat"


"Pergilah"


Setelah kepergian Daniel dari Mension rahasia itu,Dua pria itu kembali membicarakan masalah yang penting lain nya.


"Seperti nya aku harus mencari Bodyguard untuk Daniel, berjaga-jaga apabila ada bahaya yang datang.apalagi setelah dia menjadi Direktur akan ada banyak musuh yang mendekati nya,dan aku pun pasti akan jarang berada di kota ini"


"Jangan kwartir Nathan,anak ku akan menjaga dan mengawali Daniel kemana pun dia pergi"


"Junjie akan pulang?"


"Ia,Minggu depan dia akan pulang dari Beijing setelah menyelesaikan studi S 3 nya di sana! aku menyuruh nya untuk mengelola bisnis ku tapi dia belum berminat,dia lebih menyukai hal-hal yang berkaitan dengan petualang dan perkelahian,aku sudah menceritakan kepada mu,sekarang dia sudah memegang gelar MMA"


"Bagus sekali jika junjie yang menjadi Bodyguard nya Daniel,aku yakin putra ku akan aman di lindungi oleh putra mu"


*****


Daniel mengetuk pintu kamar Dania tapi tidak ada suara yang menjawab ataupun membuka pintu,Daniel memegang knop pintu ternyata tidak dikunci dia pun masuk ke dalam.


Daniel melihat Dania yang sudah tidur nyenyak di atas ranjangnya. mendudukkan dirinya di sisi ranjang membelai rambut Dania dengan lembut lalu mendaratkan kecupan manis di dahi wanita yang sangat dia cintai.


"Nyenyak sekali dia tidur"dengan senyum


Dania tersadar dari tidurnya saat merasakan belaian dan sentuhan Daniel membuat ia terjaga dari mimpi indah yang datang di saat dia tidur. Dania tersenyum melihat Daniel yang sudah berada di depannya, dia senang akhirnya Daniel baik-baik saja. rasa takut cemas khawatir sudah hilang setelah melihat wajah yang selama ini telah membuat hati,jiwa dan raganya bergetar sampai ia tidak bisa melupakan wajah tampan itu.


"Kamu sudah pulang?"


Daniel membantu Dania untuk duduk.


"Apa kamu baik-baik saja?"


Daniel yang melihat ekspresi wajah wanitanya dipenuhi dengan rasa sedih dan takut dia pun paham dan memeluk Dania dengan erat seolah memberitahu lewat bahasa tubuh kalau dirinya baik-baik saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.


"Aku baik-baik saja sayang,kamu tidak usah kwatir"

__ADS_1


"Tadi kamu pergi kemana?"


"Memberi hukuman pada rang yang telah jahat pada kita!"


"Apa yang kamu lakukan pada mereka Daniel?"


Daniel menceritakan kronologi siang tadi saat dia mengejar Alina bersama rekan nya itu. Ada rasa lega di hati Dania sudah tidak ada lagi yang akan membahayakan mereka,tapi Dania juga sedih karna Alina harus meninggal dengan cara yang tak layak atau menyedihkan itu,sudah menjadi rahasia Tuhan menentukan bagaimana umat nya harus mati dan bagaimana kejadian nya dan dengan apa lantaran nya,itu semua hanya tuhan yang tau,mungkin itu juga karma serta balasan dari Tuhan karna semasa hidup nya berbuat jahat.


"Mulai sekarang aku akan melindungimu Dania,Aku tidak akan membiarkan bahaya sedikitpun menyentuh tubuhmu, aku akan menghancurkan siapapun yang berani mengganggumu,itu sumpahku kepada cinta mu"


Dania kembali merebahkan tubuh nya pada dada bidang Daniel"Aku mencintaimu mu Daniel,tolong jaga diri mu untuk ku! aku tidak inggin kamu dalam bahaya,aku sangat takut"


"Aku janji,aku akan menjaga diri dan aku hanya hidup untuk mu,tidak akan ada yang bisa memisahkan kita kecuali yang satu(tuhan)aku juga mencintai ku sayang"


Mengecup singkat bibir Kekasih nya.


"Apa kamu tidur dengan nyaman?


"Tidak,sama,sekali.aku terganggu dengan tangan ku yang harus begini"memperlihat kan tangan nya yang di angkat.


"Sabar sayang.....setelah kamu sembuh nanti,kamu bisa melakukan apa yang kamu mau,aku akan membantu mu dalam penyembuhan agar kita segera menikah.aku tidak sabar lagi ingin malam pertama sama kamu sayang....."menarik dagu Dania dengan gemes ******* sebentar bibir nya.


"Mesum bangat sih,kmu!!"


"Aku sudah tidak tahan lagi sayang,coba saja Relia tidak menganggu kita malam itu,pasti aku sudah membelah duren"Mengoda lewat senyum manis nya.


"Pasti sudah tidak perawan lagi pisang kamu!!"mendelik kan mata nya ke arah bawah pisang nya Daniel


"Perjaka sayang.....bukan perawan,perawan itu Duren kamu"Daniel juga mendelik kan mata nya ke area Finis Dania.


"Jangan melihat kesana,mesum bangat sih kamu!!


"Pisang aku masih murni sayang,belum tersentuh duren mana pun,kamu orang yang pertama yang menyentuh nya"Daniel menuntun Tangan Dania memegang pisang nya yang sudah mengeras di balik celana nya.


"Jika saja kamu tidak sakit,aku pasti sudah membelah duren kamu malam ini,tunggu apa lagi,papa sama Mama juga sudah kasih restu,malah mereka seneng dapat cucu cepat,tidak papa kan kita nyicil dari sekarang?"


"Ihh apaan sih kamu!!"Dania yang mulai malas dan ilfil bicara sama Daniel,sedangkan pria itu tersenyum bahagia Mengoda pujaan hati nya malam ini.


Uhuk uhuk uhuk


Daniel mengarahkan pandangan nya pada suar batuk seseorang.


BERSAMBUNG.


**Jangan lupa beri dukungan kalian pada novel Author yah....dengan cara beri like,komen,vote,hadiah,gif dll nya.


dan jangan lupa tonton iklan buat author juga terimakasih.....


Jadwal Update Malam atau pagi yah karna waktu semakin sempit.tapi di usahakan satu episod sehari saja.....

__ADS_1


Semoga suka......Seeyou**


__ADS_2