Daniel & Dania

Daniel & Dania
[ D&D ] Mengoda


__ADS_3

Direktur utama beserta Wakil Direktur telah duduk di bangkunya untuk menghadiri rapat yang diselenggarakan pada jam 09.30. hari ini mereka membahas tentang proyek baru yang berada di bawah naungan Daniel.


Tuan Erik juga ikut hadir dalam rapat. karena agensinya sudah bergabung dengan agensi Nathan sejak lama.


"Maaf pa, jika kita memberi mereka lahan yang besar tidak sesuai dengan harga lahannya, maka mereka akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar daripada keuntungan kita"


"Maksud mu"imbuh Nathan yang tidak mengerti dengan ucapan Daniel.


"Maksud aku seperti ini pa,kita memberi mereka lahan untuk pembangunan. kita juga memberi mereka dana untuk menyiapkan semua bahan yang di perlukan. kita hanya memberi apa yang kurang, sedikitpun kita tidak akan mengeluarkan tenaga, jadi hasilnya 70% untuk kita 30% untuk mereka.


Mereka hanya bekerja dan mendapatkan nama saja, sedangkan kita berdiam namun mendapatkan keuntungan yang lebih besar"


Nathan berpikir dengan pendapat Daniel tentang proyek baru yang ia jalankan bersama rekan lainnya. sebelumnya dia belum pernah melakukan hal seperti itu,tapi sekarang dia akan mencoba strategi dari anaknya.


"Ide kamu bagus juga! Papa setuju.dalam hal ini papa serahkan kepadamu, Papa yakin kamu pasti bisa melakukannya"


"Terimakasih Pa! aku akan melakukannya dengan baik"


Semua orang yang menghadiri Rapat hari ini bertepuk tangan untuk Daniel yang memiliki otak cerdas dan pemikiran yang lancar.belum genap satu bulan Daniel bergabung dengan TARA GROUP Nama dan karir nya sudah tersebar,dia juga sudah banyak mendapat kan tender di mana-mana.Daniel memang pantas menjadi pemimpin setelah Ayah nya Jhonatan.karna mereka memiliki kecerdasan yang hampir sama.mereka mempunyai juru pemikat untuk membuat orang-orang percaya dan bergabung dengan Agensi mereka tanpa ragu.yang jelas nya bukan semacam pelet yah.sudah tidak di ragukan lagi jika TARA GROUP akan semakin sukses bila di pimpin oleh Daniel.


"Bagus sekali Daniel,Saya bangga sekali padamu, Kau adalah pria yang pintar cerdas, kau mewarisi kepintaran yang Papa mu memiliki, saya beruntung mendapatkan calon menantu seperti mu"Eric memuji Daniel dan memeluk nya dengan rasa bangga di hati nya.


"Terimakasih banyak Om"dengan senyum kecut nya.


Meeting telah selesai.dan semua orang sudah kembali ke pekerjaan masing-masing.


Dania bekerja di depan komputer nya.namun sebuah pangilan menyuruh nya untuk datang keruangan.yaitu ruangan Daniel.

__ADS_1


Suka sekali dia menganggu ku Bekerja


"Apakah yang bisa aku bantu"dengan nada dinggin menatap wajah atasan nya.


"Kemarilah.aku perlu kau mengubah surat-surat ini"mendengar hal itu,Dania langsung menghampiri Daniel di sofa dan duduk di sebelah nya dengan jarak.


"Mana yang salah?"


Daniel mengeser duduk nya agar lebih dekat"Coba kau lihat ini.ada kesalahan dalam mengetik nama perusahaan dan nama ku! apa kau sungguh tidak tau dengan nama ku!"mereka begitu dekat sehingga membuat Dania menelan ludah nya dengan paksa.Daniel mengeser duduk nya terlalu dekat sehingga mereka jadi dempet.kapan lagi punya kesempatan untuk mengoda kekasih nya guman Daniel dengan senyum jahil nya.dia juga melihat wajah Dania yang merah seperti kepiting rebus,sungguh lucu sekali.


"Maaf,aku tidak hapal nama mu"jawab Dania dengan asal


"Mustahil kau tidak hapal nama ku,aku tau! kau,sudah menyimpan nya disini"senyum Daniel dengan menunjuk Dada Dania.dan mata yang melirik dengan menggoda.


"Jangan macam-macam pada ku"Dania mengacungkan telunjuk nya pada Daniel,agar pria itu tidak membuat nya merasa takut, apalagi tatapan nya.tatapan yang penuh dengan nafsu.


"Kau tidak bisa membuang nama ku di hati mu Dania. karna seorang Daniel putra Dirgantara telah bersemayam di hati mu,dan dia juga telah mengisi relung hati mu yang kosong.nama nya akan slalu abadi dan tidak akan pernah pudar.tidak ada nama lain selain nama itu,karna nama itu tidak akan pernah hilang dari tempat nya"Daniel tersenyum menatap wanita yang di bawah nya dengan penuh rasa cinta.


"Kamu adalah pria gila yang pernah aku temui,kau menganggap diri mu itu hebat,dan juga merasa tinggi,kamu terlalu kepedean dengan mengatakan kalo diri mu adalah pria satu-satu di hati ku,asal kamu tau saja,pria di dunia ini bukan hanya diri saja,jadi berhentilah memuji dan menyombongkan diri"Dania menatap dengan tajam dan mengeluarkan kata-kata pedas nya.sama sekali dia tidak merasa takut menghadapi Daniel.


Daniel ******* bibir Dania sekali karna pria itu merasa sangat gemes dengan kekasih nya yang sedang marah.sepanjang Dania ngoceh Daniel terus memperhatikan bibir itu bergerak naluri kelakuan nya juga ikut menegang memandanggi bibir yang merah delima bersiap menggoda nya.ingin sekali dia memakan habis bibir itu saking gemes nya.


"Apa yang mau kamu lakukan?"


"Menurut mu apa yang ingin aku lakukan sayang, dengan posisi kita yang sangat intim ini.heeeesss....ugghh....apa kau tidak merasakan yang di bawah sana sayang.dia inggin sekali bertemu dengan mu,dia sudah tidak sabar untuk memasuki rumah nya,apa kamu tidak keberatan kita melakukan nya disini sayang,kalo aku sih tidak masalah,dimana pun tempat aku suka"Daniel berbisik di telinga Dania dengan deru nafas yang berat.seakan dia tidak tahan lagi menahan pedang nya untuk bertempur.


Dania merasakan ada sesuatu yang keras di sela-sela paha atas nya.Dia sangat cemas juga tubuh nya bergetar.

__ADS_1


"Gila.....kamu gila....jangan berani berbuat macam kepada ku Daniel"Dania membentak Daniel dengan kemarahan nya,awas saja jika sampai itu terjadi pada nya,dia akan menuntut Daniel ke ranah hukum.


"Ha-ha-ha....kau sungguh manis sekali saat sedang marah sayang.aku bahkan tidak bisa tidur semalam karna memikirkan mu.aku bermimpi sangat indah sekali,kita sedang. menikah dan hidup bersama dengan anak anak kita.aku sudah tidak sabar lagi menanti hari itu akan tiba"


"Bangun lah dari mimpi itu wahai pria sombong.itu tidak akan terjadi,kau jangan berhayal"


"Kau terlalu banyak bicara sayang.dan kamu juga melawan kata-kata ku,aku harus memberi mu sedikit hukuman"Daniel membenamkan wajah nya di leher mulus Dania.mencium,menjil*t,menghisap.Dania mendorong keras bahu Daniel untuk melepaskan diri,namun pria itu tidak bergeming tubuh nya sedikit pun.malah dengan ganas melakukan aksi nya.


"Apa yang kalian lakukan"


Sebuah suara mengagetkan mereka.terpaksa menghentikan aktifitas yang sangat nikmat itu.mereka sama-sama melihat siapa kah orang yang memiliki suara itu,betapa terkejut nya lagi mereka saat melihat siapa orang itu.


Sama seperti pencuri yang ketahuan oleh polisi saat menyaksikan pencurian mereka.seperti itulah Danie dan Dania di pergoki oleh Alina yang melihat aksi perbuatan mereka tadi,Daniel dan Dania mengatur posisi duduk dengan semula. Dania begitu malu,sampai dia tidak berani menatap Alina yang sedang menatap mereka dengan seribu kebingungan.


"Seharusnya kau ketuk pintu dulu sebelum masuk ke ruangan ku!"kata Daniel dengan tegas pada Alina yang telah sembarangan masuk tanpa ijin nya.ada rasa marah,kesal saat Alina menganggu waktu dia dan Dania. sedikit pun Daniel tidak merasa bersalah pada Calon tunggangan nya karna perbuatan nya tadi.bahkan dia tidak peduli dengan perasaan Alina yang sakit,hancur atau bahagia,karna dia tidak memperdulikan wanita itu.


"Maaf Daniel,tapi aku sudah mengetuk pintu nya tiga kali,tapi kau,juga tidak menjawab.aku takut bila terjadi sesuatu sama kamu,makanya aku masuk"Alina bicara dengan polos dan merasa bersalah.


Melihat kesedihan di wajah Alina,Daniel menghela nafas untuk meredakan emosi nya.mungkin dia yang salah karna tidak mendengar suara pintu di ketuk.karna tadi dia sibuk menggoda Dania. Daniel tau status Alina sekarang adalah calon tunangannya.jika sampai dia bersedih,masalah besar akan menimpa nya melalui mama nya.


"Baiklah,tidak apa apa"


"Aku bertanya,tadi kalian sedang apa"Alina menatap dengan penuh selidiki.


**Bersambung......


jangan lupa like nya yah guys**......

__ADS_1


__ADS_2