Daniel & Dania

Daniel & Dania
[ D&D ] Memilih Cincin


__ADS_3

"Aku bertanya,tadi apa yang kalian lakukan"


"Tadi itu...Dania terjatuh dan aku menolong nya.benarkan Dania?"Daniel menatap Dania dengan mata isyarat agar dia mengiyakan perkataan nya.tapi Dania malah memicingkan mata nya mendengar jawaban Daniel yang tidak sama dengan kenyataan nya.


"Oh ya.kamu ngapain datang ke kantor aku Alina"Daniel bertanya pada Alina untuk mengalihkan pertanyaan calon tunangan nya.


Alina tersenyum dan duduk di sebelah Daniel lalu memegang tangan calon tunangan nya.


"Oh ia,aku hampir lupa dengan tujuan ku datang kemari. Tante Zhelia menyuruh ku untuk mengajak mu untuk mencari cincin pertunangan kita"


Daniel melihat tangan nya yang di pegang Alina,sekilas dia melihat wajah Dania tampak sedih dan menghindar.


Aku tau kamu sedang cemburu sayang....kenapa kamu tidak mau mengakui nya saja.


"Cincin pertunangan yah"Daniel melepaskan tangan nya dan berpikir bahwa sebentar lagi dia akan bertunangan dengan orang lain.bukan dengan kekasih yang ia cintai.


"Baiklah,Dania kau juga ikut kan?"


"Tidak. ak-aku masih banyak pekerjaan yang harus di lakukan"jawab nya dengan cepat.


"Ia sayang....kenapa kamu harus mengajak dia,ini kan pertunangan kita"timbal Alina yang tidak terima dengan usulan Daniel.


"Aku akan pergi jika sekretaris ku ikut juga.kemana aku pergi dia harus ngikut juga,karna dia juga sekretaris pribadi ku"dengan nada tegas.


"Tidak bisa! aku tidak ingin ikut,aku sibuk"


"Kau sibuk apa! semua pekerjaan sudah aku selesai kan jadi kau harus ikut,kalo tidak aku tidak akan pergi"Daniel menyandarkan badan nya dan menutup mata nya.


*Aku inggin membuat mu cemburu sayang.agar kau menyadari kalo kau tidak akan bisa melupakan ku,aku inggin lihat berapa lama kau akan meneguhkan niat mu untuk menjauhi ku.


jangan pernah bermain dengan Daniel jika tidak mau menderita.


(maksud nya jangan pernah bersikap acuh jika tidak mau kesali*)


"Dania,bisakah kau ikut juga? ini sangat penting bagi ku! jika Daniel tidak ikut,aku tidak akan menemukan cincin pertunangan ku!"Alina memegang tangan Dania,membujuk supaya dia mau ikut.


"Eh-Alina,kau tidak boleh seperti ini,jangan meminta seperti itu pada ku! baiklah aku akan ikut bersama kalian"Dania tersenyum masam karna merasa tidak enak hati.


"Terimakasih"Alina memeluk Dania dengan tersenyum sambil bergumam dalam hati.


Memang nya kau ini siapa,begitu penting nya kau bagi Daniel dengan jengkel dan kesal.


"Baiklah,ayo kita pergi"Dania bergerak lebih dulu dalam ruangan itu.


Mereka pergi dengan memakai mobil Daniel. Alina membawa Daniel duduk di belakang bersama nya.sedangkan Dania menjadi supir mereka. Dania merasakan pilu di hati nya saat menatap kemesraan mereka tepat di depan matanya.Danua tidak menyangka karna Daniel menyuruh nya menyetir mobil untuk mereka berdua.ada rasa sakit dan kecewa yang ia rasakan,tapi dia tau status nya,dia hanya seorang sekretaris yang harus mematuhi perintah tuan nya.saat itu juga Dania merindukan perhatian,candaan juga kemesraan Daniel saat mereka berdua dulu.

__ADS_1


Huuff....tenang Dania.kau tidak boleh menghadap kan itu lagi.ini sudah menjadi keputusan terakhir mu.


Setelah mengatakan itu dalam hati nya,dia kembali fokus menyetir.tak sengaja melihat dari kaca spion atas depan nya Daniel sedang merangkul bahu Alina yang sedang fokus memainkan ponsel di tangan nya.Dania kembali melihat jalan dan menginjak rem dengan mendadak.


Aaaaa


Sriitttttt.......


Mereka yang di belakang tak kalah kaget nya dari Dania karna mobil berhenti mendadak.


"Apa yang terjadi? apa kamu tidak bisa menyetir dengan hati-hati? apa kamu inggin membunuh kami?"Alina sangat marah dengan kelakuan Dania yang membuat nya serasa jantungan.hampir saja dia tidak mati mendadak sekarang.


"Maaf Alina,tadi ada kucing di depan,jadi,aku menginjak rem dengan mendadak,Maaf kan aku jika telah membuat kalian terkejut"Dania menundukan kepala nya dengan minta maaf,serta merasa bersalah.sedangkan Daniel tidak bicara sepatah kata pun,dia hanya fokus melihat memar di dahi Dania.


"Apa kau baik-baik saja?"Daneil angkat suara setelah dari lamunan nya.


"Ia"


"Ya sudah, lanjutkan lagi jalannya,tapi hati-hati,aku tidak mau kecelakaan,karna sebentar lagi aku akan bertunangan"Seru Daniel dengan datar.


Mereka telah sampai di tempat parkiran di pusat perbelanjaan. Daniel keluar lebih dulu,kemudian membuka kan pintu untuk Alina,wanita itu tersenyum manis karna sangat senang mendapatkan perlakuan manis dari calon tunangannya.


"Oh ya,Alina. kamu masuk duluan yah,aku mau menelpon seseorang dulu,nanti aku akan menyusul"


"Baiklah,aku akan menunggu mu di dalam,kau cepat yah"saut Alina dengan senyum dan melangkah lebih dulu kedalam.


"Daniel,apa yang kau lakukan.lepaskan aku,nanti Alina melihat nya"Dania terkejut, tiba-tiba saja Daniel berada di sebelah nya.


"Dia sudah pergi!"


Setelah mendapat kan benda yang dia cari dari tempat penyimpanan,Daniel membuka nya ternyata itu kotak p3k. Daniel menangkup kedua pipi Dania untuk di obati.


"Apa yang kau lakukan?"dengan nada tegas


"Mengobati luka yang ada di dahi mu! kau berharap aku melakukan apa pada mu! mencium mu?"


Wajah Dania memerah seperti tomat.tadi Dania memang berpikir kalo Daniel mau mencium nya ternyata tidak.jawaban Daniel malah membuat dia malu.


"Aku bisa sendiri"tangan nya hendak mengambil alih obat di tangan Daniel.


"Diam lah.dan jangan coba membantah"ucapan Daniel yang sangat tegas l,sukses membuat Dania terhenyak dan diam.ada rasa takut melihat Sipat kepribadian Daniel yang satu ini, tatapan maut.karna dia jarang di bentak walaupun berbuat salah.


Daniel mengobati luka di dahi Dania dengan hati-hati dan pelan-pelan. sesekali tiupan halus dia rasakan di dahinya. Dania merindukan sifat perhatian kekasih nya terhadap nya,rasanya dia inggin sekali menaggis tapi di tahan nya. Dania juga inggin sekali memeluk Daniel dan mengatakan kalo dia tidak bisa melupakan nya dan inggin bersama nya selama nya,dia inggin Daniel tau jika dia masih mencintai dan inggin kembali.namun keegoisan mengalahkan hati nya.


"Lain kali,kalo menyetir jangan melihat kebelakang.fokus lah kedepan,itu bisa menyebab kan kecelakaan terjadi,untung saja tadi hanya sebuah kucing coba kalo ada mobil atau orang,kita semua sudah habis"berkata dengan sangat cuek namun dengan penekanan. Daniel tau akar penyebab Dania menginjak rem mendadak karna Daniel melihat Dania yang sedang memperhatikan nya.

__ADS_1


Dia marah bukan karna Dania membatah. tapi dia marah karena keteledoran yang dania lakukan sehingga dia membuat luka di dahinya sendiri.


"Sudah selesai.keluarlah"


Melihat orang yang dicintai telah pergi meninggalkannya.Dania mulai menangis dan pipinya dibasahi oleh air mata. dia tidak menyukai sikap dingin Daniel terhadapnya.dia membenci sikap itu,itu bukan seperti Daniel yang ia cintai.


Alina tengah sibuk memilih cincin bersama Daniel. sedangkan Dania menatap mereka dengan diam,entah apa yang dipikirkan wanita itu yang duduk di sebelah Daniel hanya berjarak satu meter.


"Bagaimana yang ini? apa kamu suka?"Alina memperlihat kan cincin yang di penuhi banyak berlian di atas nya.


"Terserah kau saja mana yang kau suka,kan jari kamu juga yang pakai"saut Daniel dengan senyum.


Alina memasangkan cincin itu di jarinya sangat pas sekali.dia juga memasangkan cincin yang satunya lagi dijari Daniel yang juga sama pas nya.


"Sangat pas dan cocok sekali tuan dan nyonya,cincin itu terlihat bagus di jari kalian,semoga pernikahan kalian berjalan dengan lancar dan bahagia selalu"puji pelayan itu dengan senyum


"Terimakasih atas pujian nya ya mbak"kata Alina dengan senang.aku memang cocok sekali bersanding dengan Daniel,para pelayan tokoh perhiasan ini memang tidak salah menilai aku dan Daniel.siapa yang tidak kenal dengan Alina Samaira Wiraguna wanita super model Top di negri ini memiliki tubuh langsing,cantik juga tinggi.karir nya pun sudah tidak bisa di ragukan lagi,bahkan dia juga terkenal di berbagai negara lain nya.semua pria mengilai wanita seperti Alina Samaira Wiraguna tapi tidak dengan Daniel,seujung kuku pun pria itu sama sekali tidak tertarik,karna hati nya sudah terjerat dengan gadis cantik polos imut yang ada di samping nya,sampai kapan pun dia tetap mencintai sahabat masa kecil nya.


Dania terlihat sibuk melihat perhiasan yang ada di depan nya,dari pada membiarkan hati nya terluka terus melihat kedekatan Alina dan Daniel.di tambah lagi para penjaga perhiasan itu memuji dan mendoakan hubungan kekasih nya bersama wanita lain.ingin sekali Dania meneriaki penjaga itu bahwa Daniel hanya milik nya seorang tapi itu rasa tidak lah mungkin,mereka yang melihat akan mengira kalo dia adalah pelakor yang mau merebut calon suami orang.


Mata Dania tertuju pada sebuah kalung yang berliontin hufup D.kenangan yang sangat paling indah dalam hidup nya terlintas di benak nya bersama Daniel,kalung itu tidak dia pakai lagi,melainkan di simpan.


Dania terkejut saat tangan nya di raih seseorang,ternyata itu Daniel yang menyematkan cincin di jari manis nya dengan sebuah permata putih di atas nya.cincin nya simple namun terlihat mewah.


"Apa yang kau lakukan?"lirih nya dengan pelan


"Sebelum aku melakukan nya kepada orang lain,aku harus melakukan nya kepada mu dulu"


"Kau gi...."


"Sayang....semua nya sudah selesai,mari kita pulang"Alina mengagetkan mereka berdua


"Udah selesai yah"membalikan tubuh nya dan tersenyum


"Apa kau inggin membeli cincin juga Dania"tanya Alina


"Tidak, aku tidak membutuhkan cincin"Dania berdiri dan menyembunyikan jari nya saat Alina menatap nya,Alina mencurigai kalo Daniel lah yang memberi cincin itu,karna dia tau betul saat berangkat kesini tadi dia tidak melihat satu barang pun di jari Dania.


"Ayo kita pulang sayang"Alina mengandeng tangan Daniel,mereka pun melangkah pergi keluar meninggal kan Dania di belakang mereka.


**Bersambung.......


jangan lupa like nya setelah baca yah guys....


Mungkin Author bakal jarang up beberapa hari kedepan nya,bukan jarang sih tapi up nya kagak normal seperti biasa nya

__ADS_1


ikuti terus Babang Daniel yah guys**....


__ADS_2