Daniel & Dania

Daniel & Dania
[ D&D ] Kekesalan Daniel


__ADS_3

Daniel menghempaskan tubuhnya di ranjang dengan menghela nafas berat yang keluar dari mulutnya,melepaskan dasi dan melemparnya sembarang arah.


Hari ini adalah hari yang sangat berat,di mana Dia harus kehilangan Dania sebagai sekretarisnya. perlahan-lahan mereka akan semakin menjauh dengan Dania terus menghindarinya.


bentuk gayanya tidak serapi pagi tadi, rambut yang acak-acakan pakaian yang kusut serta wajah masam.


Ciklek


"Permisi tuan muda,nyonya memanggil tuan muda untuk makan malam"


"Ia"


Dengan berat hati serta malas, Daniel membawa badannya ke kamar mandi untuk disegarkan kembali.lima belas menit sudah Daniel telah keluar memakai baju santai dan turun ke bawah. semua orang sudah menunggu di kursi masing-masing persiap untuk makan malam. Daniel melihat ekspresi wajah Dania sama seperti sebelumnya dingin dan cuek. bahkan sedikitpun dia tidak membiarkan matanya melihat dirinya yang sedang duduk di depannya.


"Ayah Daniel Mama sudah menyiapkan makanan kesukaanmu di piring, makanlah"saut Zhelia


"Kak Daniel saja yang Mama selalu perhatikan, aku kan juga anak lelakinya Mama ,apa bedanya aku sama Kak Daniel"sela Revan yang terlihat iri dengan kakak nya


"Mama tidak pernah membedakan kalian Revan.sini,Mama masukkan juga makanan untukmu"dengan senang Revan memberikan piringnya pada mamanya.


"Aku anak perempuan satu-satunya nggak pernah manja tuh sama mama"imbuh Relia dengan mengejek Revan yang sangat kekanakan bagi nya.


"Diam lu,berisik"


"Oh ya Ada yang mau mama omongin sama kalian semua,untuk Dania"zelia menyentuh tangan Dania yang duduk di sebelahnya.


"Mama sudah runding sama papa dan papa setuju, kami ingin kamu dan Johan saling mengenal"


"Uhuk....uhuk...."Daniel tersedak mendengar ucapan Mama nya dan segera minum. bukan cuma Daniel yang merasa terkejut, Revan relia Dania juga tak kalah terkejut mendengar ucapan Mama mereka.


"Ma-maksud Mama,apa! " tanya Dania


"Johan itu anak yang sangat baik,Mama sama Papa ingin kamu mengenalnya. jika kamu merasa nyaman dengan Johan mama sama papa akan menjodohkan kalian. Mama tidak memaksa kamu memaksa kamu menikah dengan Johan, tapi Mama ingin kamu mengenal dia lebih dulu,kamu mau kan?"


Daniel menatap Dania dengan penuh makna di dalam manik mata tersebut. di dalam hati Daniel menjerit larangan untuk tidak menyetujui usulan mamanya. bahkan tangannya sudah membentuk seperti kepalan yang siap melayangkan tinjunya. dia tidak akan rela jika ada dia menerima usulan tersebut.


"Kalau mama sama papa senang dengan semua ini,aku juga akan ikut senang, karena orang tua selalu memberikan yang terbaik untuk anaknya"dengan senyum yang mereka dia menggenggam tangan Zhelia.


"Mama senang sekali mendengar jawaban kamu sayang"keputusan Dania membuat hati Zhelia sangat senang dan menghadiahi satu kecupan di dahi putrinya dengan lembut.


"Akhirnya....... akan ada dua kakak ipar sekaligus dalam waktu dekat ini"seru Relia yang juga ikut senang.


Dreeettt


Suara tarikan kursi dari Daniel membuat mereka semua menoleh ke arahnya.mereka semua terheran melihat kepergian nya begitu saja tanpa izin atau menghabiskan makanannya dulu.


"Ada apa dengan dia"Nathan terlihat bingung dengan putranya,tidak biasanya dia bersikap seperti itu.

__ADS_1


Sejurus kemudian Daniel kemnali turun dengan celana jeans serta jaket di tubuhnya.


"Daniel kamu mau ke mana!"


"Aku mau keluar ketemu sama Bryan pa"Daniel menjawab tanpa menoleh


"Cepat pulang nak!....."


Daniel pergi begitu saja tanpa menyahuti ucapan dari sang mama.


"Kenapa dengan Daniel pa"


"Papa juga nggak tahu, sejak kemarin sikapnya sudah berubah, dia menjadi orang yang tertutup sekarang"


.


.


.


.


.


Di ranjang yang ampuh selimut tebal dan halus tidak membuat Dania mengantuk sedikitpun. dia merasa gelisah berulang kali membolak-balikkan tubuhnya mencari kenyamanan agar segera tidur, tapi matanya masih segar dan tidak bisa dipejamkan.


"Apa Daniel sudah pulang ya?"melihat jam di dinding 23,15 menit


Dania memilih turun ke bawah untuk menunggu kepulangan Daniel di sana saja. dia melihat zelia yang masih duduk di ruang keluarga dengan sebuah majalah yang ada di tangannya.


"Mama kok belum tidur" menduduki dirinya di sebelah Zhelia


"Eh.... Dania, iya nih... Mama belum mengantuk,mama lagi menunggu Daniel pulang dulu"


"Ini kan sudah malam Mas tidur malam tidak baik untuk kesehatan mama, nanti Daniel juga akan pulang sekarang Mama istirahat ya"


"Mama khawatir kalo tidak melihat Daniel pulang"


"Aalau Daniel tidak pulang ke rumah pasti dia pulang ke apartemennya"


"Oh iya yah,dia kan lebih suka tinggal di apartemen daripada pulang ke rumah,tapi dia nggak ngabarin mama kalau dia mau nginap di apartemen"


"Mungkin dia lupa,mama tidak perlu cemas kan dia bersama Bryan. nanti aku akan tanya ke brian Daniel ada di mana,sekarang mama istirahat aja yah"Dania mengambil majalah di tangan mama nya dan diletakan di meja dan menuntun Zhelia untuk berdiri,dia khawatir jika mama nya tidak segera tidur dan itu tidak akan baik untuk kesehatan.


"Baiklah, kamu selalu memberi jalan ke Mama"senyum Zhelia


"Kamu sendiri kenapa belum tidur"

__ADS_1


"Aku belum mengantuk mah,makanya aku keluar"


"Ya sudah, kamu juga istirahat ya,Mama mau ke kamar dulu"


"Ia Ma"


Setelah kepergian Zhelia,Dania kembali ke kamarnya untuk menghubungi Bryan. kalau dia menghubungi Daniel langsung,pasti tidak akan dijawab teleponnya.


"Iya Dania Ada apa?"suara Bryan dalam telepon


"kamu bersama Daniel kan Bry... di mana dia sekarang,kenapa dia belum pulang"


"iya Nia,Daniel ada bersamaku,kamu tidak usah khawatir nanti aku akan mengantarnya pulang"


"Mengantarnya pulang?"pulangnya dengan heran


"Suara apa itu,kenapa berisik sekali di mana kalian sekarang?"Dania mendengar suara musik yang keras"apa kalian berada di klub? benarkah"


"Tidak Dania,kami sedang berada di...."


"Jangan berbohong kepadaku Bryan, jujur saja kalian ada di mana"suara Dania mulai tinggi karena Daniel pertanyaannya


"Iya,aku dan Daniel sekarang berada di klub"


"Kirimkan alamatnya kepadaku aku akan ke sana"


"Tapi....." belum juga ucapannya selesai Dania sudah memutuskan teleponnya


"Dasar wanita.....semua nya memang emang cerewet"imbuh Bryan dengan kesal dan memasukkan ponselnya ke dalam jaketnya.


"Sudah cukup Kau tidak perlu minum lagi. tubuhmu saja sudah letoi begini,apa kamu ingin menambahnya lagi"Bryan mengambil gelas yang ada di tangan Daniel dan meletakkannya


"Jangan menghalangi aku Bryan,Aku suka dengan minuman ini, karena minuman ini sudah membuatku nyaman dan tenang. sini berikan padaku!"


"Tidak,sebentar lagi cintamu akan datang untuk menjemputmu!...."


"cinta? si siapa cintaku"


"DANIA.....dia lah cinta mu,apa kau sudah lupa"


"Dania.....dia bukan lagi cintaku, tapi akan menjadi cintanya Johan hahaha..... benarkan sebentar lagi dia akan menjadi cintanya Johan dan pergi selamanya dari hidupku"Daniel meracau tak karuan,kepala nya pun sudah terbaring di atas meja bar. terlalu banyak minum alkohol membuat dia sedikit tak sadar.


"Sudah diamlah kau ini terlalu banyak bicara"Bryan menegakkan tubuh Daniel untuk duduk dengan bagus


BERSAMBUNG


Jangan lupa tinggalkan jejak like nya

__ADS_1


__ADS_2