
pagi yang cerah, matahari hari ini terlihat sangat bahagia dengan pancaran cahaya nya yang berkilau, cahaya nya begitu terang dan menghangat bila beramparan di bawah sinar nya.
cahayanya masuk ke celah-celah terowongan kecil di ruangan kamar apartemen milik Daniel putra dirgantara,di ranjang tidur yang berukuran king size itu,dua sejoli yang tengah tertidur dengan sangat lelap sejak semalam.
Daniel memeluk Dania dari belakang,tangan kiri nya di jadikan bantal untuk kepala Dania,tangan kanan Dania ada di dalam genggaman tangan kiri Daniel,mereka tertidur dengan posisi itu sampai pagi,setelah ciuman panas malam tadi mereka langsung tidur dan tidak melakukan hal hal lain nya.
Perlahan,bulu mata lentik Dania bergerak dan membuka mata nya,pemandangan yang pertama kali ia lihat adalah,dua tangan yang saling menggenggam dengan kuat,seulas senyum terlukis cantik di bibir nya,dia terbayang saat-saat mereka jalan jalan berdua melakukan hal yang romantis,memberi kejutan,mengungkap kan perasaan masing-masing,saling berjanji sehidup semati,Dania sangat bahagia dengan apa yang terjadi sekarang,dia ingin memiliki kebahagiaan ini selama nya,hidup berdua dengan orang yang terkasih.
merasakan tangan Daniel yang memeluknya dengan nyaman. dia pun membalikan badannya menghadap ke Daniel,seumur hidup baru kali ini dia merasakan Bangun tidur seorang malaikat tampan berada disini nya,menatap wajah pria itu dengan lekat,menelusuri wajah tampan yang masih tertidur pulas itu,menyentuh alis yang begitu hitam dan tebal turun ke hidung yang mancung mendarat di bibir yang merah dan seksi.Dania menatap bibir itu dengan lama,bibir yang pernah mencium nya dengan paksa bibir yang pernah ia rasakan,terbayang saat saat mereka berciuman dengan mesra Dania tersenyum.
Dania mencubit pipi Daniel dengan berniat mengangu tidur nya dan bangun,Daniea tersenyum sembari menutup mulut nya karna merasa lucu sendiri,hendak mencubit pipi Daniel lagi, tiba-tiba tangan nya di pegang membuat wanita itu terkejut.
"Jangan menganggu ku"ujar Daniel dengan mata yang masih terpejam
"Selamat pagi"Dania mendaratkan ciuman di pipi Daniel
Daniel membuka mata nya.
"Ini pertama kali nya aku mendapat kan MORNING KISS dari kamu,tapi bukan di sini,tapi di sini"menunjuk bibir nya dengan senyum.
"Enggak ah malu,aku belum cuci muka sama gosok gigi"sedikit menjauhi badan nya
"Hanya kecupan biasa sayang,nggak ciuman panas kok,ayo cepat"dia sudah Tak sabar ingin diberi MORNING KISS oleh Dania,pria itu pun memajukan bibirnya agar Dania mengecup bibirnya.
sSesuai perintah Daniel melakukan morning kiss pada Daniel, setelah itu terjadilah canda gurau di antara mereka di atas tempat tidur.
"udah udah Daniel, hentikan.jangan menggelitik lagi, aku kegelian"kata Dania sambil tertawa ria,begitu juga dengan Daniel yang kerap usil sekali menggelitik Dania sampai wanita itu lemah dan minta ampun.
Daniel menghentikan diri nya,karna dia merasa sudah cukup untuk menganggu kekasih nya,dia puas sekali dengan mereka yang tertawa bersama Tampa ada beban sedikit pun.
Hah..hah...hah...nafas Dania ngosgosan kayak di kejar hantu saja.
"Mending kita pulang sekarang, pasti Revan Sama Rere bertanya-tanya kita ada di mana"
Dania mulai bangkit dan mengikat rambutnya yang terurai.
__ADS_1
Daniel mengubah posisinya dengan tangan yang menumpu kepala nya menghadap Dania yang sedang menguncir rambutnya, terlihat cantik saat wanita itu mengikat rambutnya tapi lebih cantik lagi jika rambutnya terurai,Daniel selalu mempesona setiap gaya yang ada pada diri kekasihnya, Karena itulah cintanya semakin hari semakin tumbuh bak rumput liar yang tumbuh di Padang luas.
"Kamu jangan khawatir sayang,aku udah kabari Revan semalam,kalau kita menginap di apartemen"
"Aku berharap mereka berdua tidak akan curiga sama kita"
"Apanya yang harus dicurigai mereka itu tahu hubungan kita itu seperti apa, sudahlah jangan banyak berpikir yang aneh-aneh"
"kita juga perlu mandi,mama dan papa akan pulang hari ini"Daniel menyingkap selimutnya dan berlalu ke kamar mandi untuk segera membersihkan diri.
Dania hanya cemas bila kakak beradik itu mencurigai mereka berdua yang menginap di apartemen tanpa ada orang lain di antara mereka, Dania hanya takut kakak beradik itu memikir hal yang macam-macam tentang dirinya dan Daniel. Dania menggelengkan kepalanya seraya kalau yang dipikirkannya itu tidaklah benar,dia pun beranjak ke ruang ganti untuk mengambil baju di sana.
.
.
.
.
Mereka melakukan aktivitas yang menurut mereka menyenangkan dan membahagiakan. setelah makan mereka membeli barang-barang yang mereka perlukan, lalu beranjak ke arah permainan yang seru dan menyenangkan.
Hari sudah sangat siang,mereka kembali ke rumah,sampai di depan mereka heran karna melihat ada dua mobil warna hitam dan putih terparkir.satu mobil mreka yakini itu mobil milik orang tua mereka,mobil yang satu nya lagi mereka tidak tau.
"Daniel,mama sama papa sudah pulang yah"tanya Dania dengan heran
"Mungkin saja,tapi kenapa mereka tidak ngabari kita,juta kan bisa menjemput mereka"Dania melangkah lebih dulu,namun Daniel mengejarnya dan mengengam tangan Dania dengan erat.
"Daniel, Apa yang kau lakukan, nanti. ada yang melihat, lepaskan"
"Tidak, Aku tidak akan melepaskan tanganmu, Hari ini aku akan jujur sama mama dan papa tentang hubungan kita, Aku tidak ingin menjalin hubungan secara bersembunyi lagi, Aku ingin mencintaimu dengan terbuka,Aku juga ingin seluruh keluarga tahu kalau kita saling mencintai dan akan menikah,aku yakin orang tua kita pasti akan setuju dengan pernikahan kita"seru Daniel dengan bekas dan semangat.
Berbeda dengan Dania,dia tampak tak percaya diri dengan perkataan Daniel. Dia sangat takut jika mereka jujur nanti,hubungan mereka tidak akan direstui dan dilarang. Dania terlalu takut dengan semua ini,tapi dia juga tidak ingin berbohong kepada mereka kalau dia sangat mencintai Daniel dan ingin hidup bersamanya.
"Dania,apa kamu tidak ingin kita bahagia dilihat oleh orang lain? apa kamu juga tidak ingin kalo semua orang tahu kita saling mencintai dan menyayangi? "Daniel menggenggam kedua tangan Dania menatap wajah wanita itu dengan serius, Daniel harus memberi semangat agar Dania tidak terlalu takut dengan kejujuran. Daniel paham apa yang sebenarnya dipikirkan oleh Dania, Wanita itu sangat takut,cemas,panik dan juga terasa sulit.tapi ini semua demi hubungan mereka,mereka harus memperjuangkan hubungan mereka supaya mereka akan tetap bersama, mereka harus menghadapinya apapun rintangan nya.
__ADS_1
"Ia Daniel,tapi aku!!! "
"kamu tidak perlu takut ataupun cemas,aku yakin mama sama papa akan setuju,kamu percaya kan sama aku"
Dania menganggukkan kepalanya tanda setuju.
"Gitu dong,,,,,kamu harus percaya sama kekasihmu ini,ya sudah,ayo kita masuk"
sampai di ruangan keluarga yang bersebelahan dengan kolam, terdengar suara rihan orang yang sedang bercanda dan tertawa menyatu di telinga orang yang mendengarnya.
"Eh,,,,,,,itu Daniel sudah pulang"ujar zelia yang menyadari kedatangan putranya dan bergerak menghampiri putranya.
"Mama sama Papa sudah pulang? Kok nggak kasih kabar,Aku kan bisa jemput kalian"tanya Daniel basa basi padahal dia sudah melihat jasat orang tua nya di rumah.
"Nggak papa sayang,,,,,mama sama papa sengaja nggak ngasih kabar ke kamu,karena kami mau kasih kamu kejutan"Zhelia tersenyum dan mengelus tangan anaknya dengan sayang.
"kejutan apa?"Daniel jadi bingung begitupun dengan Dania
"Ayo sini,,,,,,,"zhelia menarik Daniel untuk mengikuti nya agar bergabung dengan yang lain. otomatis membuat tangan mereka yang tergenggam terlepas begitu saja. Daniel dan Dania menatap dengan perasaan yang membingungkan. kejadian ini seolah membuat mereka terpisah,Dania merasa sedih karena tangannya terlepas oleh Daniel.
"Alina,,,,,kenalin ini anak tante yang tante ceritakan"
wanita itu berdiri di depan Daniel Dan tersenyum.
"Dia siapa? "
"Dia adalah calon tunangan kamu"
Deg
Suara gemuruh tiba-tiba menghantam ke dada dua insan yang saling mencintai, mereka berdua saling menetap dan terkejut mendengar nya, tubuh Dania terbujur kaku,bahkan sebutir air mata mengalir di pipinya begitu saja tanpa permisi, bagaikan batu besar menghantam dirinya, juga bagaikan pisau yang tajam menusuk dan merobek-robek,jantungnya terang terasa sangat sakit mendengar penuturan dari sang mama.
**Bersambung
jangan like setelah membaca yah gusy.sorry telat up**
__ADS_1