Daniel & Dania

Daniel & Dania
Ruangan baru


__ADS_3

Dania mengemas satu persatu barang dan memasukan nya ke dalam kardus.karna mulai sekarang dia akan pindah tempat jadi dia hanya membawa barang yang penting saja.


Dengan wajah cemberut,lesu dan letih Tampa ada semangat mengemaskan barang nya.


Berat hati Dania harus meninggalkan meja ini ruangan ini serta tempat yang telah menemani nya selama tiga tahun penuh.dan sekarang ia akan meninggalkan semua nya.


sebentar lagi akan ada orang lain yang akan memiliki tempat nya


"Buk,komputer nya juga di pindahkan"tanya petugas OB


"Ia,serta berkas berkas disana"tunjuk Dania pada petugas OB yang membantu nya memindah kan barang.


Dua orang ob sudah pergi membawa barang angkutan mereka.


"Baiklah Dania,,,,,sekarang kau harus semangat.tidak boleh lemes.karna kau harus memulai kehidupan sehari-hari mu dengan atasan baru"ujar Dania memberi semangat pada diri sendiri dan melangkah pergi.


Sampai di lantai atas Dania tercengang sekaligus heran melihat tempat kerja baru nya.seorang pria sudah menunggu nya dengan senyum yang merekah. duduk di kursi nya.


Dania melihat dengan teliti ruangan baru nya yang bersebelahan dengan ruangan Daniel ada skat di tenggah ah nya dengan kaca transparan kaca tersebut ada dua mode.


1.Mode kaca hitam-orang luar tidak bisa melihat kedalam.orang dalam bisa melihat ke luar.


2.Mode kaca putih bening-bisa melihat di segi luar dan dalam.


Pintu masuk tetap ada dua( masing-masing)ruangan Dania keseluruhan nya berdinding kaca sedangkan ruangan Daniel berdinding tembok,yang di tengah saja berdinding kaca.


Semua itu ide nya Daniel.dia sengaja membuat ruangannya berdampingan serta menyiapkan dinding kaca agar mereka saling mengetahui aktivitas masing-masing tanpa harus masuk ke ruangan.tentu nya Daniel yang ingin melihat pujaan hatinya setiap detik.


"Selamat datang sekretaris baru ku? bagaimana? apa kau suka dengan ruangan kerja baru mu"seru Daniel dengan merentangkan kedua tangan dengan senyum dan banga.seolah mempersembahkan hasil ide cemerlang nya pada Dania.


"A-apa i-ini Daniel,kenapa harus seperti ini ruangan kerja ku!"

__ADS_1


"Kenapa!!! apa kau tidak suka? aku membuat ruangan ini khusus untuk mu.ini kan sangat bagus.rann ini akan membuat mu nyaman dan kamu tidak perlu merasa pusing mendengar suara bising orang di luar,it sebab nya aku bikin ruangan mu cantik seperti ini"


"Lalu,itu apa? kenapa ada dining kaca disana?"tunjuk Dania dengan mata nya


"Oh...itu em....hanya dinding biasa.aku sengaja melakukan nya supaya aku bisa memantau mu dari ruangan ku! hanya untuk berjaga-jaga bila kau sedang melamun atau tidur,malas bekerja aku bisa memarahi mu dan memberi mu hukuman"dengan senyum dan gay centil nya meremeh kan Dania.


Dania menatap Daniel dengan tatapan kesal.meremas ujung kardus seolah menganggap itu rambut Daniel yang ia Jambak.


"Maaf,kau telah salah menuduh ku! aku tidak pernah lalai atau mengabaikan pekerjaan ku! semua tuduhan mu itu tidak lah benar.aku slalu konsisten dalam bekerja.jadi buang saja pikiran buruk mu tentang nilai aku bekerja"tegur Dania dengan tegas.


"Lepaskan kaca itu dan ganti dengan yang lain"


"Tidak bisa.ini sudah menjadi keputusan ku"


"Daniel..."


"Eeett.....BOS panggil aku bos.karna sekarang aku adalah atasan mu?dan kau! harus mematuhi semua perkataan ku,dan menghormati ku!"dengan penekanan.


Tiba-tiba Dania jadi takut melihat kemarahan Daniel dia pun menunduk kan kepala nya.sedang kan Daniel,di hati nya tertawa melihat Dania yang tiba-tiba pucat.


"Ayo cepat!"


"Bboss"


"Lagi"


"Bboss"


"Ah coba lagi,tidak terdengar"Daniel senang menggoda Dania seperti ini


"Bosss"Dania mengeraskan suara nya

__ADS_1


"Bagus,mulai sekarang kau sudah resmi menjadi sekretaris ku,sekaligus pribadi.aku ingin kamu menuruti semua perintah ku.kapan aku memangil mu kau harus datang tepat waktu,jika terlambat maka kau akan mendapat kan sangsi dari bos mu ini,kau mengerti!"


"Mengerti bos"pasrah Dania yang tidak ingin berbantah lagi.semakin bantah malah semakin rumit.


"Ok,aku pergi dulu,letakan semua barang mu,setelah itu kau antar kan semua berkas kantor yang penting"Daniel melangkah di iringgi senyum jahil di bibir nya.


Tamat sudah hidup ku,hari-hari ku akan mulai terasa sulit


"Sebenar nya apa mau Daniel.kenapa dia melakukan semua ini pada ku.kenapa dia ingin mengendalikan diri ku,berbuat semau nya membuat ku pusing dengan memerintah ini dan itu.aku sudah mengenal dia sejak kecil"


Menyusun barang yang di bawa tadi di atas meja.


"Ruangan ini tidak akan membuat ku nyaman.dia akan membuat ku resah cemas dan was-was saat melihat ku dari ruangan nya"ujan Dania dengan sangat jengkel mengeluarkan segala ocehan sambil melirik dinding kaca tersebut.menbayang kan saat pria itu memperhatikan nya yang sedang duduk di kursi kebesaran nya sambil senyum.


"iiiiii....."


Dania menepis bayangan itu dengan mengelengkan kepala mengusir jauh-jauh bayangan tadi.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


jangan lupa like komen setelah membaca yah guys.....


__ADS_2